Anda di halaman 1dari 38

Analisa manajemen strategis ALFAMART

Posted on February 14, 2012


BAB I
PENDAHULUAN
I.1
Latar belakang berdirinya ALFAMART
Makin menjamurnya bisnis waralaba di Indonesia dewasa ini, menunjukkan bahwa banyak
masyarakat Indonesia tidak hanya ingin menjadi karyawan kantoran biasa dengan upah standar,
namun juga mulai gencar melirik bisnis yang dibangun sendiri mulai dari modal kecil hingga
modal besar. Mulai bisnis rumahan hingga bisnis dengan skala besar,ataupun melirik bisnis
online yang sedang marak maraknya saat ini, serta tidak ketinggalan untuk beramai ramai
mendirikan usaha yang dapat dibuat wara labanya atau sebaliknya membeli dari usaha yang
sudah ternama/menjadi terwaralaba.
Salah satu usaha yang sudah ternama adalah Alfamart. Alfamart adalah jaringan minimarket
bahan pokok sehari-hari terkemuka di Indonesia, dengan kualitas tinggi namun tetap terjangkau.
Kemajuan Alfamart yang pesat saat ini ditentukan oleh strategi pihak manajemen Alfamart yang
tepat dan unik.
Didirikan pada tanggal 22 Pebruari 1989 oleh Djoko Susanto, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
(Alfamart/Perseroan) selama 20 tahun tetap setia melayani berjuta keluarga Indonesia dengan
menyediakan kebutuhan sehari-hari yang berkualitas namun dengan harga terjangkau.
Dari sudut pandang industri bidang usaha minimarket mampu bertahan di tengah-tengah
ketidakpastian ekonomi, seperti resesi. Konsumen berupaya menjaga konsumsi kebutuhan
pokok, walaupun di tingkat yang lebih rendah. Dengan demikian, tingkat penjualan di gerai-gerai
ritel konsumen seperti Alfamart tidak terpengaruh secara drastis.
I.2
Visi dan Misi Alfamart
Alfamart adalah suatu perusahaan dagang aneka produk, merupakan minimarket pertama di
Indonesia yang berhasil mendapatkan ISO 9001 : 2000. Dan telah membuka gerai hingga 2000
toko.
Adapun
visi
dan
misi
yang
dimiliki
oleh
alfamart.
Motto
:
Belanja
puas
,
harga
pas
Visi
:
Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka di Indonesia yang dimiliki oleh masyarakat luas.
Berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat dan segala harapan konsumen, serta
mampu bersaing secara global.

Misi
:
Memberikan kepuasan konsumen dengan cara : memberikan produk yang berkualitas terbaik dan
memberikan
pelayanan
yang
ramah.
Membangun
organisasi
global
yang
terpercaya,
sehat,
dan
bermanfaat.
Ikut serta dalam membangun Negara dengan cara menumbuh kembangkan jiwa wiraswasta.
Menentukan
Tujuan
:
1.
Spesifik
2.
Terukur
3.
Dicapai
4.
Realitis
5. Tepat

BAB II
ANALISA STRATEGI ALFAMART SESUAI TEORI MANAJEMEN STRATEGIK
II.1
Pengertian Manajemen Strategik
Manajemen strategik adalah Jadi Manajemen Strategik adalah Suatu suatu seni dan ilmu Strategi
untuk menciptakan keunggulan bersaing yang berkesinambungan dan untuk mencapai tujuan
perusahaan secara efektif dan efisien melalui serangkaian keputusan strategik.
II.2

Komponen proses manajemen strategik

Manajemen strategis secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang berorientasi masa
depan yang memungkinkan organisasi untuk membuat keputusan hari ini untuk memposisikan
diri untuk kesuksesan di masa mendatang. Pandangan yang lebih tradisional dari manajemen
strategis menggunakan pendekatan linear dimana pertama dilakukan pemantauan terhadap
lingkungan organisasi (baik internal dan eksternal), strategi dirumuskan, strategi yang
diimplementasikan dan lantas kemajuan organisasi terhadap strategi kemudian dievaluasi.
Kecepatan pacu saat ini dari perubahan menyatakan bahwa tahap perumusan dan pelaksanaan
harus lebih diintegrasikan lebih erat untuk memastikan bahwa sejalan terjadinya perubahan dan
timbulnya masalah di implementasi, strategi tersebut kembali dikunjungi secara terus
menerus.Pemantauan lingkungan harus mencakup baik internal dan komponen eksternal.
Sementara sebagian besar organisasi merasa nyaman dengan pemindaian lingkungan internal,
mereka masih memiliki lebih banyak kesulitan dengan bagian eksternal. Organisasi yang hanya
melihat ke dalam masih kehilangan setengah dari persamaan utuh untuk membuat keputusan
yang lebih efektif bagi perusahaan. Beberapa elemen yang biasa digunakan untuk memeriksa
kondisi eksternal meliputik industri sebagai suatu keseluruhan (termasuk tren yang berdampak
pada industri), dan tren sosial dalam empat bidang utama: ekonomi, teknologi, tren politikhukum, serta sosial-budaya.

Ada tiga tingkatan strategi dibuat dalam organisasi yang lebih besar, yakni meliputi strategi
perusahaan, bisnis, dan fungsional (atau operasional). Sementara strategi perusahaan akan
menentukan bisnis apakah yang perusahaan akan benar-benar beroperasi di sana, strategi bisnis
akan menentukan bagaimana perusahaan akan bersaing di masing-masing bisnis yang telah
dipilih. Dan strategi tingkat operasional akan menentukan bagaimana masing-masing bidang
fungsional (seperti sumber daya manusia atau akuntansi) benar-benar akan mendukung strategistrategi bisnis dan korporasi. Semua strategi ini harus berkaitan erat untuk memastikan bahwa
organisasi bergerak ke arah yang menyatu.
Data dari pemantauan lingkungan ini kemudian digunakan untuk membuat rencana strategis bagi
organisasi yang kemudian dilaksanakan. Sebuah pepatah lama menyatakan bahwa gagal
dalam merencanakan sama dengan merencanakan untuk gagal. Jika sebuah organisasi tidak
merencanakan arahnya, dia juga terbilang tidak mengambil kendali atas masa depannya. Tahap
implementasi melibatkan hampir semua anggota organisasi. Akibatnya, perusahaan akan perlu
melibatkan lebih banyak karyawan dalam tahap perencanaan. Sementara perhatian historis lebih
diberikan untuk tahap perencanaan, organisasi saat ini yang cerdik juga menyadari sifat kritis
dari aspek pelaksanaan. Rencana terbaik tak ada artinya jika implementasinya cacat.
Komponen terakhir dari manajemen strategis adalah evaluasi dan pemantauan kemajuan
perusahaan ke arah sasaran strategisnya. Organisasi-organisasi yang meyakini bahwa proses
terbilang selesai setelah rencana diimplementasikan hanya akan menemukan diri mereka
menemui kegagalan. Penting sekali bagi organisasi untuk terus memantau kemajuannya.
II.3 Analisa Strategi Alfamart berdasar konsep manajemen strategik
Konsep manajemen strategik :
Pemantauan lingkungan baik secara internal dan eksternal.
Pemantauan profil perusahaan untuk mengidentifikasi Strength( kekuatan) dan weakness
(kelemahan)
Formulasi Strategi termasuk mengembangkan visi misi dan tujuan perusahaan. Pada tahap ini
lebih ditekankan pada aktivitas utama yaitu menyiapkan strategi alternative, pemilihan strategi,
dan menetapkan strategi yang akan digunakan.
Implementasi strategi yang mengharuskan perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan,
menetapkan kebijakan, memotivasi karyawan, mengalokasikan sumber daya manusia,
menetapkan struktur organisasi yang efektif, menyiapkan anggaran, mengembangkan sistem
informasi, dan menghubungkan kinerja karyawan dengan kinerja organisasi.
Evaluasi dan pengawasan kinerja nyata suatu perusahaan.

Sejalan dengan visi Alfamart menjadi jaringan ritel terbesar di Indonesia yang Memberdayakan
pengusaha kecil dan memenuhi kebutuhan konsumen. Gerai gerai Alfamart menawarkan produk
produk kebutuhan sehari hari. Setiap toko beroperasi berdasarkan filosofi toko komunitas yaitu
toko yang berlokasi di wilayah pemukiman dan menawarkan layanan yang efisien serta
kemudahan untuk dicapai dari rumah.
Keunikan dan kekuatan penawaran Alfamart didasarkan pada pemahaman atas kebutuhan
konsumen dengan menawarkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, layanan yang
ramah dan bersahabat, suasana berbelanja yang bersih dan nyaman, serta lokasi yang mudah
dijangkau. Alfamart telah menerapkan misi mereka untuk mencapai visi yang telah ditetapkan.
Secara konsep manajemen strategik ,lokasi lokasi penetapkan gerai gerai alfamart telah
ditentukan dengan perhitungan yang matang. Strategi pemilihan lokasi inilah yang menentukan
efektif tidaknya suatu gerai dari alfamart.Alfamart memiliki tujuan untuk membantu usaha kecil
dan menengah terutama koperasi, pondok pesantren, yayasan social dan organisasi social yang
sejenis untuk memiliki usaha yang berkesinambungan dan menguntungkan secara efisien yaitu
dengan menjadi terwaralaba alfamart. Semua aktifitas tersebut didukung oleh manajemen
sumber daya manusia yang berbasis perencanaan dan pengembangan organisasi , pedoman jalur
karir, administrasi, personalia yang akurat, manajemen kinerja serta pelatihan dan pengembangan
berbasis kompetensi.Sejalan dengan visinya, perseroan tetap aktif mengembangkan para
pengusaha kecil dan menengah melalui program store as sales point (SSP) dan kios, bekerjasama
dengan pemerintah daerah. Lingkungan perusahaan internal adalah lingkungan yang dapat
dikendalikan, diantaranya yaitu budaya Alfamart :Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik lagi,
kepuasan para pelanggan/konsumen, kualitas dan produktifitas tertinggi, kerjasama team.
BAB III
KESIMPULAN
Alfamart telah menerapkan strategi yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan dalam menghadapi
persaingan dibidang retail. Pelayanan yang ramah, tempat yang bersih harga terjangkau produk
sehari hari serta penetapan lokasi yang sangat strategis merupakan kunci keberhasilan Alfamart.
Keunggulan Alfamart dalam dan nyaman, penentuan harga suatu produk berdasar momen
tertentu juga menarik perhatian para konsumen. Salah satunya memberlakukan diskon diskon
pada bulan tertentu.Dalam strategi pengembangan Sumber daya manusia dan operasi serta
penamabhan bahan baku, alfamart juga selalu menambah sumber daya manusia baru apabila
gerai baru dibuka. Namun seluruh manajemen sumber daya manusia dilakukan secara terpusat di
manajemen pusat Alfamart. Pengusaha terwaralaba hanya menerima keuntungan tanpa menjalani
sendiri proses operasi karena semua implementasi manajemen dilakukan terpusat.Kesimpulan
yang didapatkan penulis adalah Alfamart telah menerapkan kebijakan strategic yang cukup
efektif dalam menjalankan operasi usaha mereka. Implementasi konsep konsep manajemen
strategik sesuai dengan visi, misi dan tujuan Alfamart. Efektifitas strategi tersebut dibuktikan
dari menjamurnya gerai gerai Alfamart yang berada baik dikota besar maupun kota kecil di
Indonesia.

This entry was posted in MANAJEMEN STRATEJIK and


STRATEJIK by kokoh-wardoyo-ahp. Bookmark the permalink.

tagged MANAJEMEN

ONE THOUGHT ON ANALISA MANAJEMEN STRATEGIS ALFAMART


STRATEGI PEMASARAN ALFAMART DALAM MERAIH PANGSA PASAR DI
DUNIA USAHA
Posted: April 6, 2012 in Bahasa Indonesia
0
ABSTRAKSI
Dalam setiap perusahaan maupun wirausaha memiliki tujuan untuk memaksimalkan
laba (keuntungan). Strategi pemasaran merupakan suatu alat yang dapat menentukan
hasil maupun optimalnya suatu cara memasarkan produk. Dengan mengetahui strategi
pemasaran suatu perusahaan kita dapat pelajaran untuk menganalisa seberapa penting
nya pemasaran dalam dunia usaha untuk penjualan suatu produk agar tidak mengalami
kerugian.
Dari hasil penelitian ini, penulis ingin mengetahui seberapa dalam dan pentingnya
pemasaran yang diterapkan oleh Alfamart dalam meraih pangsa pasarnya di dunia
usaha yang sudah mengeraglobalisasi.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang telah memberikan rakhmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan ilmiah yang berjudul
Strategi Pemasaran Alfamart Dalam Meraih Pangsa Pasarnya Di Dunia Usaha. Dan
sebagai syarat untuk melengkapi dan melanjutkan studi ke jenjang starata satu di
Universitas Gunadarma.
Penulis menyadari bahwa keberhasilan penulisan ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak, baik langsung maupun tidak langsung. Dalam kesempatan ini, penulis
ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:
Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat sehatnya kepada penulis, sehingga penulis
dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini dengan baik.

Kepada kedua orang tua penulis yang telah memberikan semangat kepada penulis
dalam menyelesaikan tulisan ilmiah ini.
Kepada teman-teman selaku mahasiswa Univ. Gunadarma yang telah membantu saya
dengan dukungan dan support hingga terbentuknya penulisan ilmiah ini.
DAFTAR ISI
ABSTRAKSI
.. i
DAFTAR
ISI
.. ii
KATA
PENGANTAR
. iii
BAB
I
PENDAHULUAN
. 1
1.1 Latar
Belakang
Masalah 1
1.2 Rumusan
Masalah. 1
1.3 Batasan
Masalah 1
1.4 Tujuan
Penelitian.. 1
1.5 Manfaat
Penelitian.. 2
1.6 Metode
Penelitian. 2
BAB
II
PEMBAHASAN
.. 3
2.1
Pengertian
Pemasaran 3
2.2
Strategi
Pemasaran.. 3

2.3
Suasana
Toko 6

Dalam

2.4
Analisis
SWOT.
7
BAB
III
KESIMPULAN
. 8
3.1 Kesimpulan
.. 8
3.2 Daftar
Pustaka.
8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di masa yang sangat erat dalam dunia pemasaran dibutuhkan suatu cara yang dapat
memperoleh mutu dalam meraih pangsa pasar. Semakin menjamurnya bisnis waralaba
di Indonesia dewasa sekarang ini, menunjukan semakin banyak masyarakat memilih
untuk berbelanja di tempat yang nyaman, bersih dan juga pelayanan yang baik. Salah
satunya adalah Alfamart, yaitu sebuah waralaba minimarket yang menyediakan produk
kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Melihat dari besarnya kesempatan bisnis dalam meraih pasar di bidang penjualan
produk kebutuhan sehari-hari tersebut dan juga adanya persaingan yang ketat dengan
waralaba sejenis, maka diperlukan strategi bersaing, khususnya di bidang pemasaran
tepat. Mengingat tempat/lokasi strategis yang mungkin menjadi salah satu yang dapat
menentukan bisnis tersebut, agar tujuan perusahaan untuk meningkatkan penjualan
tercapai dengan optimal.
Dengan dasar alasan tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang
strategi pemasaran Alfamart dalam penjualan dan promosi produk-produknya. Dan
untuk maksud alasan tersebut maka penulis ingin melakukan penulisan ilmiah yang
akan di beri judul dengan nama:

STRATEGI PEMASARAN ALFAMART DALAM MERAIH PANGSA PASAR DI DUNIA


USAHA

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan dari semua maksud dan alasan dari latar belakang yang telah diuraikan
sebelumnya diatas oleh penulis, hingga di dapat sebuah perumusan masalah yang
akan dibahas adalah :
a)
Strategi pemasaran apakah yang diterapkan Alfamart untuk menarik konsumen ?
b)
Faktor dan ancaman apa saja yang dihadapi Alfamart dalam melakukukan
promosi penjualan dan pemasarannya ?
1.3. Batasan Masalah
Dari semua rumusan masalah yang diuraikan oleh penulis, penulis membatasi masalah
yang diambil dalam penentuan penulisan ilmiah ini yaitu :
a)
Strategi pemasaran Alfamart dalam mempromosikan produk-produknya.
b)
Hambatan yang sering dihadapi Alfamart dalam menmasarkan produkproduknya.
1.4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian dari penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui
pelaksanaan dan proses bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan Alfamart untuk
menarik konsumen, untuk menganalisa bagaimana ancaman dan faktor utama yang
dihadapi Alfamart dalam persaingan promosi penjualan produknya dan langkah apa
yang diambil Alfamart untuk memasarkan produknya lebih optimal lagi.
1
1.5. Manfaat Penenlitian
Dengan dilakukannya penelitian ini, akan memberikan maafaat diantaranya adalah :
a)
Manfaat akademis
Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan, pengetahuan,
informasi atau masukan terhadap mahasiswa, serta lebih memahami lebih dalam lagi
tetntang cara menerapkan strategi pemasaran terhadap penjualan.

b)
Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberi referensi maupun sumbangan informasi serta
pemikiran bagi pihak perusahaan/toko dalam perbaikan strategi pemasaran dan untuk
dapat menentukan kebijakan dalam mengambil keputusan khususnya dalam
pengambilan strategi bersaing, guna memajukan dan meningkatkan penjualan dan
pengembangan usaha secara optimal.
1.6. Metode Penelitian
Penulisan ilmiah ini disusun dengan acuan beberapa metode diantaranya adalah :
Objek utama penelitian ini adalah di Alfamart Kemang Pratama 2 yang terletak di Jalan
Raya Kemang Pratama Raya, Bekasi Selatan.Dalam penulisan ilmiah ini, data yang
digunakan oleh penulis adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan
sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui
media perantara).
Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan wawancara
langsung dengan karyawan dan pemiliknya, yang penulis lakukan dengan cara
mengikuti dan mengamati proses pekerjaan yang dilakukan di dalam minimarket
Alfamart. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku-buku serta situs-situs resmi
yang mendukung pembahasan dalam penelitian ini.
Untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam penulisan ilmiah ini
penulis memperoleh data dari:
Studi Lapangan
Wawancara: diperlukan dalam rangka melengkapi data dengan mengajukan pertanyaan
kepada pemilik dan karyawan minimarket Alfamart Kemang Pratama 2.
Studi Pustaka
Penulis mengumpulkan data dari kumpulan catatan penulis serta buku-buku yang
berkaitan dengan pemasaran dan penelitian ini.
Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah dengan menggunakan
media yang diterapkan langsung oleh minimarket Alfamart.

2
BAB III
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemasaran

Ditengah maraknya pasar yang kian saling bersaing satu sama lain kini bukan hanya
julukan bagi Kota Bekasi, Daerah Pekayon Jaya pun demikian (wilayah kota Bekasi
bagian selatan). Dengan padatnya usaha-usaha sejenis di seluruh penjuru Kota Bekasi
(terlepas dari kontroversi permasalahan perizinan minimarket Alfamart), maka
diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik konsumen di tengah
minimarket-minimarket sejenis yang lokasinya mungkin saja bersebelahan atau
bersebrangan.
Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial,
budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut
adalah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan
keinginan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang memiliki
nilai komoditas. (Freddy Rangkuti 2004 : 11).
Pemasaran adalah sebuah fungsi manajemen penting yang diperlukan guna
menciptakan permintaan produk yang anda jual. (Paul N. Bloom dan Louise N. Boone
2006:5)
Pemasaran secara sederhana adalah yang mengatur relasi menguntungkan dengan
konsumen. Tujuan dari pemasaran adalah menciptakan nilai untuk konsumen dan untuk
menangkap nilai dari konsumen atau mendapat timbal balik dari konsumen. (Philip
Kotler dan Gary Armstrong 2010)
2.2 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan mengenai biaya
pemasaran, bauran pemasaran, harga produk, kondisi produk dan alokasi pemasaran
dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.
Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong yang diterjemahkan Imam Nurmawan
(2001;53) menyatakan bahwa strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang
dengan unit usaha berharap dapat mencapai tujuan perusahaannya.

Menurut Fandy Tjipto yang dikutip Tull dan Kahle (2001;6) strategi pemasaran adalah
sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan
dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar
yang dimasuki dengan program pemasaran, yang digunakan untuk melayani pasar
sasaran tersebut.
Strategi pemasaran adalah sebuah proses

Tujuan utamanya adalah untuk mencapai level tertinggi dari kepuasan konsumen
dengan cara menunjukkan kinerja perusahaan dalam situasi pasar yang kompetitif dan
dapat melayani pasar sasaran.
Strategi pemasaran melakukan interaksi dengan berbagai faktor lingkungan sekitar
perusahaan dan menghubungkannya dengan perusahaan.
Strategi pemasaran dapat memberikan pandangan luas tentang pasar.
3
Bauran Pemasaran
Menurut Philip Kotler (1993), Bauran Pemasaran adalah serangkaian variabel
pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan
yang dikehendaki perusahaan dari pasar sasarannya.Bauran pemasaran pada
umumnya dikenal dengan 4P yaitu : product, price, place, promotion. Namun menurut
beberapa pakar pemasaran, bauran pemasaran untuk usaha eceran perlu
diperluas.Menurut Lamb, Hair, dan McDaniel, bauran pemasaran untuk usaha eceran
(retailing mix) terdiri dari enam P : empat P kombinasi bauran Pemasaran (product,
place, promotion, price) ditambah personnel dan presentation. Dimanapersonnel terdiri
dari pelayanan pelanggan dan penjualan pribadi, dan presentation terdiri dari tata letak
dan suasana. Kombinasi enam P ini memproyeksikan citra toko, yang mempengaruhi
persepsi para konsumen.Di dalam pelaksanaan operasi penjualan secara eceran,
penambahan personnel merupakan penjualan pribadi yang diarahkan kepada
pelayanan yang diberikan, sedangkan presentation merupakan pengembangan dari
promosi sebagai langkah untuk merubah perilaku konsumen dalam berbelanja yaitu
dalam hal desain eksterior (luar) maupun interiornya (setting latar di dalam toko), dan
memberikan kenyamanan dengan menciptakan atmosfer yang baik dari dalam toko.

Di sisi lain menurut Hendri Maruf, bauran eceran terdiri dari lokasi, merchandise,
pricing, periklanan dan promosi, atmosfer dalam gerai, dan retail service.
Dari definisi diatas dapat dilihat bahwa bauran eceran meliputi enam variabel utama
yaitu barang dagangan, lokasi, promosi, harga, pelayanan, dan suasana toko (luar dan
dalam).
Lokasi (location)
Lamb, Hair, dan McDaniel mengatakan bahwa lokasi mempengaruhi pertumbuhan di
masa depan, area yang dipilih haruslah mampu untuk tumbuh dari segi ekonomi

sehingga dapat mempertahankan keberlangsungan toko semula dan toko-toko di masa


datang. Jika nilai lokasi memburuk, toko tersebut mungkin harus pindah atau tutup.
Menurut Hendri Maruf (2005;115) lokasi adalah faktor yang sangat penting dalam
bauran pemasaran ritel (retail marketing mix). Pada lokasi yang tepat, sebuah gerai
akan lebih sukses dibandingkan gerai lainya yang berlokasi kurang strategis.
Barang Dagangan (Merchandising)
Menurut Asep ST Sujana (2005;33) merchandising diartikan sebagai supaya
pengadaan dan penanganan barang. American Marketing Association dalam Davidson
(1988) mendefinisikan merchanding sebagai upaya-upaya penyediaan barang yang
tepat, pada tingkat harga yang tepat dan pada saat yang tepat pula.
4
Harga (price)
Bagi konsumen harga merupakan segala bentuk biaya moneter yang dikorbankan oleh
konsumen untuk memperoleh, memiliki, memanfaatkan sejumlah kombinasi dari barang
beserta pelayanan dari suatu produk.Menurut Komarudin Sastradipoera (2003;141),
harga merupakan hasil pertemuan dari transaksi barang atau jasa yang dilakukan oleh
permintaan dan penawaran di pasar.

Adapun pengertian harga menurut Komarudin Sastradipoera (2003;141), harga adalah


sebagai jumlah sesuatu yang dipertukarkan dalam barter atau penjualan, untuk
memperoleh sesuatu yang lainnya. Sebuah toko dapat menjadi terkenal karena harga
jual yang ditetapkan cukup murah atau harga jual yang ditetapkan merupakan harga
pasti. Berdasarkan hal itu, ritel harus dapat menetapkan harga.
Menurut H:Djaslim Saladin (2002;95) Tujuan penetapan harga adalah :
Profl maximalitazion pricing (maksimalisasi keuntungan) Yaitu untuk mencapai
maksimalisasi keuntungan.
Market share pricing (penetapan harga untuk merebut pangsa pasar)
Dengan harga rendah, maka pasar akan dikuasai, syaratnya :
Pasar cukup sensitive terhadap harga
Biaya produksi dan distribusi turun jika produksi naik
Harga turun pesaing sedikit

Promosi (promotion)
Di dalam perusahaan ritel sangat memerlukan promosi untuk memasarkan produk yang
telah di hasilkan, dimana dalam hal ini promosi sebagai alat bantu untuk mendefinisikan
produk, untuk menghimbau pembeli dan untuk meneruskan informasi dalam proses
mengambil keputusan pembeli dengan adanya promosi.Pengertian promosi menurut
Buchari Alma (2004:179): Promosi adalah komunikasi yang memberi penjelasan dan
meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk
memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen.
Promosi pun terbagi beberapa bentuk-bentuk menurut Kotler dan Amstrong (2004:600)
adalah sebagai berikut:
Pemasangan iklan adalah setiap bentuk presentasi dan promosi yang memerlukan
biaya tentang gagasan, barang atau jasa oleh sponsor yang jelas.

Penjualan Personal adalah Presentasi personal oleh tenaga penjual dari sebuah
perusahaan dengan tujuan menghasilkan transaksi penjualan dan membangun
hubungan dengan pelanggan.
Promosi Penjualan adalah insentif-insentif jangka pendek untuk mendorong
penjualan produk atau jasa.
Hubungan Masyarakat adalah membangun hubungan baik dengan berbagai publik
perusahaan dengan sejumlah cara supaya memperoleh publisitas yang
menguntungkan, membangun citra perusahaan yang bagus, dan menangani atau
meluruskan rumor, cerita, serta event yang tidak menguntungkan.
Pemasaran Langsung adalah hubungan-hubungan langsung dengan masing-masing
pelanggan yang dibidik secara seksama dengan tujuan baik untuk memperoleh
tanggapan segera, maupun untuk membina hubungan dengan pelanggan yang
langgeng.
5
Pelayanan (service)
Menurut Kotler (2007:427) mengatakan bahwa Pelayanan adalah tindakan atau
keterampilan yang dapat ditawarkan oleh apapun juga yang pada dasarnya tidak
berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan sesuatu, pelayanan dapat disertakan
dengan produk yang berbentuk fisik.
Aspek pelayanan semakin hari semakin nyata perannya, secara umum pelayanan
tersebut meliputi bagaimana kecepatan melayani pelanggan sebelum berbelanja.

Dengan demikian usaha eceran (retailer) harus mampu mencoba sedemikian rupa agar
pelayanan yang dirasakan pelanggan meningkat serta sesuai dengan kehendak
pelanggan.
Unsur pelayanan adalah unsur yang memiliki peranan penting dalam persaingan nonharga dengan pengecer-pengecer lain. Unsur-unsur pelayanan menjadi nyata bagi
Perusahaan dengan bersaing dengan para pesaingnya karena unsur pelayanan sangat
sulit ditiru oleh pesaing. Kotler (2007:446) membagi pelayanan menjadi dua bagian
yaitu :
Pelayanan primer dalam usaha eceran

antara lain : pembayaran kredit, pengantaran, penanganan keluhan, pelayanan parkir,


ruang istirahat termasuk toilet, pelayanan perbaikan, pelayanan telepon, kamar pas,
pelayanan pemasangan, dan waktu operasi toko.
Pelayanan pendukung
antara lain : pelayanan kehilangan barang, ruang bermain anak, jasa pembungkusan,
informasi lokasi barang, konsultasi dan informasi pembelian.Pelayanan adalah salah
satu faktor pemberi nilai tambah bagi peritel, atau peritel dapat memilih kombinasi
ragam produk dan tingkat pelayanan sebagai positioning.
2.3 Suasana Dalam Toko (atmosfer)
Jika iklan bertujuan memberitahu, menarik, memikat atau mendorong konsumen, untuk
datang ke gerai dan membeli barang, maka suasana toko berperan penting memikat
pembeli, membuat nyaman mereka dalam memilih barang belanjaan, dan
mengingatkan mereka produk apa yang perlu dimiliki baik untuk keperluan pribadi
maupun keperluan rumah tangga. Gerai kecil yang tertata rapih dan menarik akan lebih
mengundang pembeli
dibandingkan gerai yang diatur biasa saja tetapi bersih, namun itu masih lebih menarik
dari pada gerai yang tidak diatur baik dan tampak kotor.Suasana dalam gerai
menggambarkan moment of truth, yaitu situasi langsung yang dirasakan konsumen
pada saat berbelanja. Jika setting suasana itu optimal maka peritel (dengan gerai yang
dikunjungi konsumen) akan dapat menyentuh emosi konsumen dan memberi
pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Desain toko yang baik akan menarik
banyak konsumen untuk datang, desain toko merupakan strategi penting untuk
menciptakan suasana yang akan membuat pelanggan merasa betah berasa dalam
suatu gerai atau toko. Desain toko yaitu desain interior yang mencakup tata letak

barang, aksesoris toko sementara desain eksterior mencakup lay-out, pintu masuk, dan
jalan masuk.
6
2.4 Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats terlibat dalam suatu
proyek atau dalam bisnis usaha. Hal ini melibatkan penentuan tujuan usaha bisnis atau
proyek dan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang baik dan
menguntungkan untuk mencapai tujuan itu.

Teori Analisis SWOT adalah sebuah teori yang digunakan untuk merencanakan sesuatu
hal yang dilakukan dengan SWOT. SWOT adalah sebuah singkatan dari S
adalah Strenght atau
Kekuatan,
W
adalah Weakness atau
Kelemahan,
O
adalah Oppurtunity atau Kesempatan, dan T adalah Threat atau Ancaman. Menurut
Freddy Rangkuti (2005), SWOT adalah identitas berbagai faktor secara sistematis untuk
merumusakan strategi pelayanan. Analisis ini berdasarkan logika yang dapat
memaksimalkan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kekurangan
dan ancaman. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal dan faktor
internal.
7
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Dalam kajian penelitian sejenis ini, penulis berpedoman pada penulis ilmiah yang sudah
ada pada tahun-tahun sebelumnya yang tersedia di perpustakaan Universitas
Gunadarma. Penulisan ilmiah tersebut penulis jadikan pedoman karena ada kesamaan
tema dengan penelitian yang dibuat penulis. Judul penulisan tersebut antara lain :
Judul
: Analisis Strategi Pemasaran Pada Alfamart
Nama
: Purubaya
NPM
: 10209878
Jurusan
: Manajemen
Fakultas
: Ekonomi
Kesimpulan
: Analisis Strategi Pemasaran merupakan salah satu alat
yang digunakan untuk menganalisa dan mengetahui
bagaimana suatu perusahaan untuk melakukan
upaya-upaya dalam memasarkan produk-produknya.

Dalam pembahasan ini setiap strategi yang dilaksanakan


Alfamart dapat dikatakan cukup berhasil. Keberhasilan
tersebut dapat terlihat pada banyaknya produk yang
telah terjual.

KEUNTUNGAN ALFAMART:

KERUGIAN
ALFAMART
Contoh
kecilnya:
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Usaha waralaba Alfamart di
Jalan Delima yang dibobol kawanan perampok bersenjata api (senpi), hingga kini belum
bisa mentaksir kerugian yang dialami. Namun yang jelas, pelaku selain menggasak
brangkas uang berisi ratusan juta di mesin ATM BRI, pelaku juga mengambil
bungkusan rokok, makanan dan minuman serta uang yang ada di laci kasirm.Selain
mengambil uang, makanan dan minuman, pelaku juga menodong dan menyekap empat
orang karyawan Alfamart yang saat itu sedang tidur di kamar lantai dua. Aksi pelaku
yang berjumlah sekitar 6 orang itu, juga terekam oleh kamera CCTV yang ada di toko
waralaba tersebut.Dalam rekaman CCTV itu, kawanan pelaku mengunakan mobil
Avanza. Mereka masuk ke dalam minimarket setelah merusak kamera CCTV yang ada
di pojok kiri. Kemudian, kawanan perampok tersebut memutus gembol pintu roling door
mengunakan mesin las.Hingga berita ini ditulis, belum diketahui jumlah kerugian yang
dialami pihak Alfamart dan BRI. Empat orang karyawan minimarket Alfamart masingmasing bernama M.Zendra (23), Eko (22) Doni (21), dan Didit.(21), hingga kini masih
dimintai keterangannya oleh penyidik Polsek Tampan.banyak konsumen yang nakal

FLOWCHATNYA:

PENJUALAN dan pembelian


ALFAMART bukukan kenaikan laba bersih 40%
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp317,36
miliar miliar pada kuartal III/2012 atau melonjak 40,21% dibandingkan
perolehan laba pada periode yang sama tahun lalu Rp226,34 miliar.
Sekretaris Perusahaan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Fernia Rosalie
Kristianto mengatakan kenaikan laba bersih tersebut seiring dengan
peningkatan pendapatan yang pada 9 bulan pertama ini mencapai Rp17,07
triliun naik 27,3% dari perolehan omset Kuartal III tahun lalu Rp13,41

Penjualan Kuartal III/2012 tumbuh 27,3% menjadi Rp17,07 triliun, dengan


laba bersih periode berjalan Rp317,4 miliar, dikutip dari keterbukaan

informasi yang
(25/10/2012).

dipublikasikan

pada

Bursa

Efek

Indonesia,

Kamis

Pendapatan yang diraih emiten berkode AMRT tersebut sebagian besar


masih dikontribusikan dari sektor makanan sebesar Rp12,06 triliun.
Adapun sektor nonmakanan hanya menopang sekitar 29% dari total
penjualan
secara
keseluruhan
yakni
Rp5,01
triliun.
Peningkatan pendapatan perusahaan waralaba minimarket berlabel Alfamart
tersebut turut menyebabkan terjadinya kenaikan beban pokok penjualan
yang pada kuartal III tahun ini mencapai Rp14,57 triliun dibandingkan
periode
lalu
Rp11,4
triliun.
Dengan demikian, laba kotor yang diperoleh perusahaan ritel tersebut
menjadi Rp2,49 triliun, naik dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,02 triliun.
Adapun laba per saham perseroan naik menjadi Rp85,98 per saham
dibandingkan
tahun
sebelumnya
Rp65,95
per
saham.
sumber
http://www.bisnis.com/articles/alfamart-bukukan-kenaikan-laba-bersih-40percent
Info layanan
untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan Alfamart bekerja sama dengan
PT.Telekomunikasi Indonesia untuk semakin memudahkan pelanggan dalam pembayaran
berlangganan Telkomvision, Telkom Speedy, Flexi, dan telepon rumah(fix line)
Keuntungan menggunakan layanan ini
Bayar Telkomvision, Telkom Speedy, Flexi, dan telepon rumah(fix line)pelanggan tidak perlu
menyempatkan waktu hanya untuk membayar tagihan tersebut, hanya cukup datang ke toko
Alfamart dan personil toko siap membantu.

Cara menikmati layanan ini


Pastikan membawa ID Pelanggan. Lakukan Pembayaran ke kasir Alfamart dengan menyebutkan ID
Pelanggan. Pastikan nama yang tertera sesuai dengan nama Pelanggan yang bersangkutan.
Mintalah struk bukti Pembayaran Anda kepada kasir Alfamart.

Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan adalah suatu system software yang akan
membantu proses penjualan dan pembelian barang dengan menerapkan system
administrasi yang kuat untuk Pencatatan dari barang masuk, penyimpanan barang di
gudang, sampai dengan barang keluar atau dijual. Dilengkapi dengan system pelaporan

yang sistematis dan akurat, adapun modul modul yang terintegrasi dalam Sistem
Informasi Alfamart ini adalah : Data dan Kelompok Barang, Data Suplier, Data
Customer, Order Pembelian, Penjualan .
Sistem Informasi di buat dengan maksud untuk melengkapi System yang telah ada
sebelumnya. Hasil yang kami buat adalah system informasi pembelian dan penjualan
pada Minimarket Alfamart.Menurut data perusahaan tersebut, system informasi ini
bertujuan untuk mempermudah dalam entry data pada proses penjualan dan
pembelian. Selain itu untuk menghemat waktu dan tenaga. System informasi
Minimarket ini menggunakan Microsoft Access 2007 karena software ini mudah di buat
dan mudah di gunakan.untuk kedepannya sisstem ini akan banyak digunakan oleh
berbagi produsen yang menjual barang dagangan.

DATABASE:
FAQ E-Learning
Berikut adalah FAQ (Frequently Asked Questions) mengenai Alfamart e-Learning. Bila Bapak/Ibu
memiliki pertanyaan yang tidak terjawab di sini, silakan hubungi Help Desk e-Learning di Ext.28032
atau email alfamart_learning_center@sat.co.id
Apa yang dimaksud dengan Alfamart eLearning ?
Alfamart e-Learning merupakan media pembelajaran jarak jauh berbasis web yang dikelola
oleh Unit Multimedia Base Learning, Alfamart Learning Center, T&D Department.

Apa Keistimewaan Alfamart e-Learning ?


Dapat dilakukan kapan dan di mana saja.
Menyediakan track record progress peningkatan pembelajaran peserta melalui tracking aktivitas
pembelajaran, sistem assessment (ujian) dan sertifikasi.
Menyediakan daftar pelatihan yang sesuai dengan stream kompetensi karyawan yang bersangkutan.
Fasilitas apa saja yang tersedia pada Alfamart e-Learning ?
Media pembelajaran online yang dilengkapi dengan tes awal (pre test) dan tes akhir (post test) untuk
mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran.
Penyebaran informasi (sosialisasi) kebijakan perusahaan / unit kerja.
Aktivitas Online, meliputi Test Online dan Sertifikasi Online, merupakan media online yang dapat
dipergunakan oleh management atau unit tertentu yang mengetahui tingkat kemampuan karyawan
pada suatu kompetensi tertentu.
Apa yang harus kami lakukan bila kami ingin mengikuti Pelatihan e-Learning di Alfamart eLearning ?
Akses ke http://10.234.152.58

Login dengan username = <NIK> dan password = <default password>.


Pilih pelatihan yang diinginkan.
Apa kewajiban dan hak kami bila kami mengikuti pelatihan e-Learning di Alfamart e-Learning ?
Kewajiban peserta Alfamart e-Learning adalah :
Mengikuti Pre-Test
Mempelajari materi pelatihan sampai dengan selesai
Mengisi form Evaluasi Reaktif (Umpan Balik Peserta Pelatihan)
Mengikuti Post-Test
Bila peserta pelatihan Alfamart e-Learning telah memenuhi seluruh kewajibannya dan dinyatakan
lulus, yaitu dengan nilai post test >= 65, maka peserta berhak memperoleh haknya berupa kelulusan
Alfamart e-Learning yang diakui oleh manajemen Alfamart. Setiap awal bulan, MBL akan
mengirimkan data peserta lulus ke Tim Database untuk diupload ke HRIS.

Apa yang harus dilakukan bila unit kami ingin menyelenggarakan pelatihan baru secara e-learning
bagi karyawan kami, sedangkan pelatihan tersebut belum tersedia di situs ini ?
User meminta penyelenggaraan pelatihan kepada unit kerja Learning Management System (LMS)
untuk diteruskan kepada C-Dev dan MBL untuk pengembangan materi. Proses pengadaan pelatihan
baru umumnya memakan waktu kurang lebih 1 bulan.
Apa yang harus dilakukan bila unit kami ingin mensosialisasikan kebijakan melalui situs ini ?
Kirim Nota Dinas Permintaan sosialisasi yang ditujukan ke MBL, Alfamart Learning Center.
Mengirimkan materi sosialisasi.
Jika anda membutuhkan efektivitas penyerapan informasi, maka diperlukan alat ukur berupa
kumpulan soal jawab. Proses pengadaan materi sosialisasi umumnya memakan waktu kurang lebih
1 minggu.
Apa layanan aktivitas online yang didukung oleh Unit MBL ?
Test Online
Sertifikasi Online
Layanan Online lainnya, sesuai kesepakatan dengan Unit terkait dengan MBL.
Apa yang harus dilakukan bila unit kami ingin melakukan Aktivitas Online di situs ini ?
Buat Nota Dinas Permintaan Aktivitas Online (Tes Online atau Sertifikasi Online) yang ditujukan
Learning Management System (LMS), Learning Center, dengan tembusan ke MBL (untuk Test
Online) atau MBL dan Coure Development (untuk Seritifikasi Online).
Siapa yang bisa kami hubungi bila kami mendapat kendala ketika melakukan kegiatan online
di Alfamart e-Learning ?
Helpdesk unit MBL, ext. 28032 atau e-mail alfamart_learning_center@sat.co.id
Last modified: Monday, 12 August 2013, 2:00 PM
PT. Sumber Alfaria Trijaya berkomitmen untuk melindungi privasi anda dan menciptakan hubungan
yang kuat dengan semua pengguna kami. Kebijakan privasi (Privacy Policy) ini dibuat untuk
menjelaskan penggunaan dari informasi yang dikumpulkan atau didapatkan dari/melalui website
kami www.alfamartku.com

Sebagaimana digunakan dalam Kebijakan Privasi ini, Informasi Pribadi berarti informasi mengenai
anda yang bersifat pribadi, seperti nama, alamat, alamat email, nomor telepon, dan informasi lain
yang dinyatakan tidak untuk umum. Kebijakan ini tidak berlaku untuk (i) praktik dari perusahaan
yang tidak dimiliki atau tidak dikontrol oleh alfamart (ii) orang-orang yang tidak dipekerjakan atau
diatur oleh alfamart (iii) situs pihak ketiga, baik yang dihubungkan dari atau dengan website; atau (iv)
informasi yang didapatkan oleh alfamart secara offline.
Perhatian:
Bila anda tidak menyetujui salah satu/semua persyaratan dan kondisi yang dijelaskan dalam Privacy
Policy maupun End Users License Agreement, diharapkan segera meninggalkan website kami.
Pengumpulan dan Penggunaan Informasi
Tujuan kami mengumpulkan informasi pribadi adalah memberikan anda, pengguna, pengalaman
yang disesuaikan pada website kami dan untuk memberikan pelayanan, jasa, dan produk yang lebih
baik dan lebih relevan kepada semua pelanggan kami, calon pelanggan, dan pengunjung. Kami
dapat mengumpulkan informasi pribadi dengan salah satu cara berikut ini: Pengunjung website yang
tidak dikenal: Jika anda mengunjungi website kami, kami dapat menyimpan atau merekam semua
informasi yang terkait dengan IP address, informasi cookie, dan semua informasi lainnya tentang
konten apa yang anda akses atau kunjungi. Informasi ini dikumpulkan dan dijalankan oleh sistem
ketika anda mengunjungi dan mengakses website kami.
Anggota
Mailing
List:
Jika anda bersedia untuk memberikan kami informasi pribadi dengan tujuan untuk berlangganan
milis atau newsletter, kami dapat mengumpulkan informasi untuk membantu pengiriman seperti
email.
Pengunjung
website
terdaftar:
Jika anda bersedia untuk mendaftar pada website kami, kami dapat melacak semua informasi yang
digunakan pada website secara luas serta penggunaan pada website komunitas seperti download
dan komunitas. Hal ini sebagai tambahan pada data pribadi yang dikumpulkan selama proses
pendaftaran.
Promosi:
Kami dapat mengumpulkan informasi untuk membantu promosi atau pemberian hadian yang
ditawarkan oleh website kami.

Pengguna
layanan
Beta:
Jika anda secara sukarela bertindak sebagai penguji dan pengguna beta game maupun website

untuk konten pra-komersial, kami dapat melacak laporan bug dan sistem kinerja individu yang
berpotensi dalam upaya untuk pengujian yang sesungguhnya pada teknologi yang belum
dipublikasikan/disebarkan/digunakan.
Mantan
pelanggan:
Jika anda berhenti menjadi pengguna terdaftar pada website kami, kami dapat menyimpan salinan
dari berkas pendaftaran anda dalam database kami untuk digunakan ketika anda ingin bergabung
kembali dengan layanan kami.
Respon
untuk
lowongan
pekerjaan
atau
komunikasi
yang
tidak
diminta:
Perlu diketahui bahwa informasi yang kami terima dalam referensi lowongan pekerjaan atau
komunikasi yang tidak diminta tidak termasuk dalam luang lingkup Kebijakan Privasi ini. Namun
segala informasi dalam lamaran pekerjaan anda akan digunakan semata-mata untuk tujuan
mengevaluasi pencalonan diri anda untuk bekerja.
Individu
diluar
Indonesia:
Siapapun yang menggunakan website dari luar Indonesia harus sadar bahwa informasi pribadi yang
dikumpulkan pada website kami akan disimpan dan diproses di Indonesia maupun negara lain
dimana rekan kerja, afiliasi, agen, atau pemberi lisensi berada. Dengan menggunakan website kami,
anda menyetujui adanya pemindahan/pengalihan informasi diluar negara anda.
Informasi yang Dikumpulkan Menggunakan Teknologi
Kami mengumpulkan informasi menggunakan teknologi yang tersedia untuk membuat website kami
lebih menarik dan lebih berguna bagi anda.
Kami dapat menggunakan cookie untuk melacak informasi umum dan tidak pribadi tentang
pengguna kami (misalnya nama pengguna, halaman yang dilihat, waktu yang dihabiskan pada
website kami, dan website yang dikunjungi sebelum dan sesudah mengunjungi website kami) untuk
keperluan statistik dan penelitian terhadap pasar. Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan
informasi tentang pengguna website kami dengan tujuan untuk secara terus menerus memperbaiki
website kami dan memberikan pelayanan yang lebih baik pada pelanggan kami. Semua informasi ini
akan membantu kami untuk merancang dan mengatur halaman website kami dengan cara yang
paling bersabat dan terus menerus memenuhi kebutuhan pelanggan, calon pelanggan, dan
pengunjung pada website kami.Sebagaimana layaknya kebanyakan layanan internet yang ada, kami
juga dapat membuat/menggunakan file log pada server. File log akan berisikan data termasuk
alamat IP, jenis browser, aplikasi email, penyedia layanan internet, jenis platform komputer,
tanggal/jam, dan aktifitas pengguna (misalnya penggunaan fitur, peringkat pengguna).

alfamart dapat menggunakan data log pada server untuk menganalisa kecenderungan, tren, dan
mengelola layanan yang ditawarkan pada website. Alamat IP tidak terikat pada informasi pribadi
apapun.
Sebagai tambahan, perangkat lunak yang memungkinkan website terkait pada log dan file
sementara/temporary tersimpan dalam server milik alfamart. File-file ini akan menyimpan informasi
account anda, pengaturan preferensi, sistem pemberitahuan, serta data lain yang diperlukan untuk

memungkinkan anda turut berpartisipasi pada website. Informasi anda mungkin juga akan disimpan
dalam server backup secara berkala dan teratur.
Sumber Daya Manusia
Beberapa halaman yang terkait dalam website kami dapat berhubungan dengan kesempatan kerja
atau sumber daya manusia. Biasanya hal ini akan dilabelkan sebagai Lowongan, Karir,
Lowongan Pekerjaan, maupun label yang sejenis lainnya yang menunjukan adanya kesempatan
kerja dan halaman tersebut dapat memuat hubungan kerja sama dengan pihak ketiga. Semua
informasi yang anda berikan terikat pada lowongan pekerjaan ini akan dikumpulkan, ditinjau, dan
dievaluasi untuk kualitas dan pengalaman kerja yang anda miliki.
Informasi pribadi anda tidak akan diungkapkan kepada pihak ketiga selain pihak ketiga yang
menyediakan layanan kepada kami. Kami dan setiap pihak ketiga penyedia layanan yang dapat
mengakses informasi tersebut, akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk
mengamankan informasi pribadi anda. Kami akan menggunakan infromasi pribadi anda untuk
keperluan perekrutan dan tujuan yang terkait pada pekerjaan lainnya, bila anda ditawarkan
pekerjaan atau kami pekerjakan. Dengan mengirimkan informasi melalui dan atas nama artikel karir,
anda setuju bahwa kami dapat menggunakan informasi ini untuk tujuan perekrutan dan penawaran
pekerjaan (termasuk memberikan/memindahkan informasi yang anda miliki ke pihak ketiga yang
memiliki kewenangan untuk melakukan layanan tertentu, dan/atau pengolahan lainnya yang relevan
dengan tujuan perekrutan).
Penggunaan Data Pribadi
Kami menggunakan informasi pribadi anda hanya untuk tujuan operasional. Sebagai contoh, kami
mungkin akan menggunakan informasi anda untuk mengirimkan administrasi kepada anda tentang
account anda, fitur dalam website kami. Apapun tujuannya, kami hanya akan mengumpulkan
informasi sejauh yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan anda serta tujuan
bisnis kami yang sah. Kami akan mencoba untuk membatasi akses ke informasi pribadi anda hanya
kepada karyawan dan staff yang kami percaya dan kami anggap perlu untuk memberikan dan
menyediakan produk atau layanan atau jasa kepada anda dalam melakukan pekerjaan mereka.

Kami menggunakan alamat email untuk memenuhi permintaan atas layanan. Sebagai contoh,
alamat email digunakan untuk pengiriman hadiah. Terkadang kami juga akan membagikan informasi
pribadi anda (misalnya alamat email) kepada sponsor pihak ketiga, atau pihak ketiga lainnya yang
menawarkan dan menyediakan jasa, produk, atau layanan yang mungkin menarik bagi anda.
Terkadang kami akan mempekerjakan perusahaan lain untuk melakukan layanan yang diperlukan
untuk operasi internal kami, seperti misalnya perusahaan yang akan melakukan perubahan pada
halaman web kami dan proses survei konsumen. Kami juga memberikan alamat dan kode pos anda
kepada Kantor Pos Indonesia maupun pihak penyedia jasa pengiriman lainnya dengan tujuan
pengiriman. Dalam proses pemberian jasa dan layanan, semua pihak penyedia jasa pengiriman

dapat mengakses informasi pribadi anda. Semua pihak ini telah setuju untuk menyimpan dan
menjaga kerahasian informasi pribadi yang diterima dari kami.
Kami dapat mengambil informasi pribadi anda dan membuatnya menjadi informasi umum. Kami
dapat melakukan hal ini baik dengan menggabungkan informasi anda dengan informasi orang lain,
atau dengan menghilangkan beberapa karakteristik (misalnya nama anda) pada informasi yang
mengidentifikasikan anda. Proses ini disebut sebagai proses de-personalizing information.
Dikarenakan informasi yang melalui proses de-personalizing information bersifat umum, maka
tidak ada pembatasan yang berlaku dalam Privacy Policy ini atas hak kami untuk informasi pribadi
anda yang telah melalui proses de-personalizing information. Kami dapat menggunakan informasi
yang telah melalui proses de-personalizing information ini dengan cara apapun dan membaginya
dengan pihak ketiga tanpa persetujuan anda.
Batasan Pengungkapan
Kami akan mengungkapkan/memberikan informasi pribadi bila kami percaya dengan itikad baik
bahwa pengungkapan ini diwajibkan oleh hukum (misalnya perintah pengadilan) atau pengungkapan
informasi ini diperlukan untuk membantu menegakan (i) Terms of Use, peraturan dalam kontes,
undian, promosi, atau di dalam game; (ii) melindungi keselamatan dan keamanan anda, termasuk
keselamatan dan keamanan property anda; atau (iii) melindungi keselamatan dan keamanan
website kami maupun pihak ketiga.

Batasan Usia
Setiap informasi yang kami kumpulkan berasal dari semua orang yang berusia diatas 17 tahun,
maupun semua orang yang berusia dibawah 17 tahun dan telah didampingi oleh orang tua/wali pada
saat proses pemberian/penghibahan informasi ini. Kami minta pada semua orang yang berusia
dibawah 17 tahun dan ingin menggunakan website ini harus telah mendapatkan persetujuan dan
didampingi oleh orang tua atau wali.
Perubahan
Kami dapat secara berkala memperbarui dan mengubah kebijakan privasi kami untuk
mencerminkan perubahan dalam jenis informasi yang kami kumpulkan, cara kami mengumpulkan
informasi, dan/atau penggunaan informasi yang telah kami kumpulkan. Anda bertanggung jawab
untuk meninjau ulang Kebijakan Privasi ini secara berkala dikarenakan Kebijakan Privasi ini dapat
berubah sewaktu-waktu. Menggunakan website, jasa, produk, dan/atau layanan yang ditawarkan
dalam website menandakan persetujuan anda atas Kebijakan Privasi yang telah diperbarui atau
telah diubah.

Pengambilan Keputusan

Salah satu fungsi seorang manajer adalah mengambil keputusan dalam menjalankan organisasi. Proses
pengambilan keputusan ada dua cara, yang pertama adalah dengan mengidentifikasi atau menganalisis
masalah, dan yang kedua yaitu mengidentifikasi kriteria keputusan.

Ada dua tipe keputusan yaitu; keputusan yang diprogram seperti keputusan-keputusan rutin, kemudian
keputusan yang tidak diprogram seperti keputusan-keputusan sekali pakai.

Ada beberapa gaya dalam pengambilan keputusan antara lain; gaya mengarahkan, gaya analisis, gaya
konseptual dan gaya perilaku.

Hambatan psikologis ketika mengambil sebuah keputusan :


1.

Penyakit Hamlet : adanya keraguan.

2.

Dorongan berlebihan : tergesa-gesa.

3.

Kecemasan memikirkan akibat : terlalu khawatir.

4.

Berdiam diri : memperlambat pengambilan keputusan.

Berbagai Tindakan jika Keputusan Gagal Dilaksanakan :


1.

Menyadari; menyadari kegagalan adalah penting untuk segera mengambil tindakan perbaikan.
Kegagalan bisa juga disebabkan faktor lingkungan.

2.

Melangkah mundur; apabila pengambilan keputusan mengalami hambatan. Kita dapat berhenti untuk
menganalisis di titik mana ada kesalahan. Ini disebut melangkah mundur untuk melihat kesalahan dan ini
lebih baik daripada terus melangkah.

3.

Mengganti; ini dilakukan jika personil yang ditunjuk tidak cakap melaksanakan tugas yang diberikan
sehingga perlu diganti

4.

Mengubah; jika sudah diputuskan, tidak mudah mengubah personil.

Namun jika menghadapi

kendala, kita dapat memodifikasi keadaan dengan penambahan, pengurangan, dan perbaikan dari rencana
yang telah disusun, dengan berkonsultasi dengan jajaran atas, selevel, dan bawah untuk memperoleh
dukungan.

Berbagai Penyebab Terjadinya Kesulitan Ketika akan Mengambil Keputusan.

Seorang manajer terkadang sulit mengambil keputusan, hal ini disebabkan beberapa faktor, di
antaranya adalah :
1.

Kurang lengkapnya informasi dan data yang kita perlukan.

2.

Kesulitan menggunakan tolok ukur.

3.

Munculnya tujuan ganda.

4.

Adanya lebih dari 1 orang yang berwenang mengambil keputusan.

Meningkatkan Keterlibatan Kelompok dalam Pembuatan Keputusan.

Pembuatan keputusan akan lebih optimal jika kita dapat melibatkan kelompok kita dalam pengambilan
keputusan. Ini penting karena dapat menggali masukan-masukan dari anggota kelompok untuk hasil
yang lebih optimal, karena kita telah melibatkan seluruh potensi yang ada di organisasi.

Teknik-teknik Pembuatan Keputusan Kelompok :


1.

Teknik curah pendapat temu muka., dimana dalam teknik ini setiap anggota kelompok bebas
mencurahkan pendapat apapun dan semakin besar ide semakin baik.

2.

Teknik kelompok nominal, teknik ini mirip dengan individual brainstorming, hanya di sini anggota
kelompok bekerja di antara kehadiran orang lain. Lalu ide-ide peserta dapat dilihat perserta lain. Hal ini
dapat memberikan hambatan karena adanya perasaan diawasi.

3.

Teknik Delphi, teknik di mana melibatkan para ahli untuk menanggapi sejumlah pertanyaan dari
anggota sehingga mencapai suatu kesepakatan atas suatu persoalan.

4.

Teknik pendapat elektronik, adalah kombinasi antara teknik nominal dengan teknologi komputer.
Hasilnya akan lebih cepat, karena tidak perlu menunggu giliran. Disamping itu dapat bebas tanpa takut
dievaluasi karena tidak diketahui nama si pemberi ide. Hanya memiliki beberapa kelemahan, di antaranya
adalah lebih mahal, dan lalu bagi sebagian orang ada yang lebih terampil bicara lisan daripada menggunakan
komputer.

KOORDINASI MANAJEMEN
A.

ARTI DAN PENTINGNYA KOORDINASI


Koordinasi adalah kegiatan mengarahkan, mengintegrasikan, dan mengatur unsur-unsur (6M) dan
pekerjaan-pekerjaan para bawahan dalam mencapai tujuan organisasi.

Koordinasi itu penting dalam suatu organisasi, adalah :


1.

Untuk mencegah terjadinya kekacauan, percekcokan, dan kesamaan atau kekosongan pekerjaan.

2.

Agar orang-orang dan pekerjaannya diselaraskan serta diarahkan untuk pencapaian tujuan perusahaan.

3.

Agar sarana dan prasarana dimanfaatkan untuk mencapai tujuan.

4.

5.

Supaya semua unsur manajemen (6M) dan pekerjaan masing-masing individu karyawan harus
membantu tercapainya tujuan organisasi.
Supaya semua tugas, kegiatan, dan pekerjaan tepat pada sasaran yang diinginkan.

Tipe-tipe koordinasi :
1.

Koordinasi vertical
Adalah kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan oleh atasan terhadap kegiatan unitunit, kesatuan-kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang dan tanggung jawabnya. Tegasnya, atasan
meng koordinasi semua aparat yang ada di bawah tanggung jawabnya secara langsung.

2.

Koordinasi horizontal
Adalah mengkoordinasikan tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang
dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan dalam tingkat organisasi yang setingkat.

Sifat-sifat koordinasi :
1.
2.

3.

Koordinasi adalah dinamis bukan statis.


Koordinasi menekankan pandangan menyeluruh oleh seorang koordinator (manajer) dalam rangka
mencapai sasarannya.
Koordinasi hanya meninjau suatu pekerjaan secara keseluruhan.

Tujuan Koordinasi :
1.

Untuk mengarahkan dan menyatukan semua tindakan serta pemikiran ke arah tercapainya sasaran
perusahaan.

2.

Untuk menjuruskan keterampilan spesialis ke arah sasaran perusahaan.

3.

Untuk menghindari kekosongan dan tumpang tindih pekerjaan.

4.

Untuk menghindari kekacauan dan penyimpangan tugas dari sasaran.

5.

Untuk mengintegrasikan tindakan dan pemanfaatan 6M ke arah sasaran organisasi atau perusahaan.

6.

Untuk menghindari tindakan overlapping dari sasaran perusahaan.

B.

SYARAT-SYARAT KOORDINASI

1.

Perasaan untuk bekerja sama.

2.

Persaingan.

3.

Saling menghargai.

4.

Semangat.

C.

CARA-CARA MENGADAKAN KOORDINASI

1.

Memberikan keterangan langsung dan secara bersahabat. Keterangan mengenai pekerjaan saja tidak
cukup, karena tindakan-tindakan yang tepat harus diambil untuk menciptakan dan menghasilkan
koordinasi yang baik.

2.

Mengusahakan agar pengetahuan dan penerimaan tujuan yang akan dicapai oleh anggota, tidak
menurut masing-masing individu anggota dengan tujuannya sendiri-sendiri. Tujuan itu adalah tujuan
bersama.

3.

Mendorong para anggota untuk bertukar pikiran, mengemukakan ide, saran-saran, dan lain sebagainya.

4.

Mendorong para anggota untuk berpartisipasi dalam tingkat perumusan dan penciptaan sasaran.

5.

Membina human relations yang baik antara sesama karyawan.

6.

Manajer sering melakukan komunikasi informaldengan para bawahan.

RENTANG KENDALI

Rentang Kendali adalah jumlah bawahan langsung yang dapat


dipimpin dan dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer.
Rentang Kendali (span of control) sangat perlu dalam
pengorganisasian, karena berhubungan dengan pembagian kerja,
koordinasi, dan kepemimpinan seorang pemimpin (manajer).
Rentang Kendali diperlukan dalam suatu organisasi karena
adanya limits factor(keterbatasan) manusia, yaitu keterbatasan
waktu, pengetahuan, kemampuan, dan perhatian.
1.

Keterbatasan waktu, artinya bahwa pada saat yang bersamaan


seorang pemimpin melakukan pekerjaan yang beraneka macam.

2.

Keterbatasan pengetahuan, artinya bahwa seorang pemimpin


tidak mungkin dapat mengetahui semua pekerjaan dalam
perusahaan karena itu perlu diadakan pembagian pekerjaan kepada
bawahannya.

3.

Keterbatasan kemampuan, artinya bahwa seorang pemimpin


perusahaan kemampuannya terbatas, karena itu perlu diadakan
batas jumlah bawahan langsungnya.

4.

Keterbatasan perhatian, artinya bahwa seorang pemimpin


terbatas perhatiannya, ia tidak dapat memperhatikan semua
masalah yang dilakukan bawahannya sehingga perlu diadakan
pembatasan jumlah bawahan langsung yang dipimpinnya.

Ada dua kelompok faktor yang harus diperhatikan dalam


menentukan berapa sebaiknya jumlah pejabat bawahan yang
langsung dapat dipimpin dengan baik oleh seorang pejabat atasan
tertentu :
Faktor Subyektif ialah faktor yang melekat pada pejebatnya :
Kepandaian
Pengalaman
Kesehatan
Umur
Kejujuran
Keahlian
Kecakapan , dan lain-lain

Faktor Objektif ialah faktor yang berada di luar pejabatnya :


Corak pekerjaan
Jarak antar para pejabat bawahan
Letak para pejabat bawahan
Stabil labilnya organisasi
Jumlah tugas pejabat
Waktu penyelesain pekerjaan

Pedoman lainnya yang dapat dipakai untuk menemukan rentang


kendali mencakup beberapa factor yang berhubungan dengan
situasi, bawahan, atasan, yang secara singkat dapat ditunjukkan
sebagai berikut :

1.

Factor-faktor yang berhubungan dengan situasi. Rentang kendali


dapat relative melebar bila :

a.

Pekerjaan bersifat rutin.

b.

Operasi-operasi stabil.

c.

Pekerjaan bawahan sejenis.

d.

Bawahan dapat bekerja tidak tergantung satu dengan yang lain.

e.

Prosedur-prosedur dibuat secara baik dan telah diformalisasi.

f.

Pekerjaan tidak membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi.

2.

Factor-faktor yang berhubungan dengan bawahan. Rentang


kendali dapat relative melebar bila :

a.

Bawahan adalah terlatih baik untuk pekerjaan tertentu.

b.

Bawahan lebih senang bekerja tanpa pengawasan ketat.

3.
a.

Factor-faktor yang berhubungan dengan atasan. Rentang kendali


dapat relative melebar bila :
Manajer adalah terlatih baik dan berkemampuan tinggi.

b.

Manajer menerima bentuan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan


pengawasannya.

c.

Manajer tidak mempunyai kegiatan-kegiatan tambahan selama


pengawasan dilaksanakan.

d.

Manajer lebih mempunyai gaya pengawasan yang lepas daripada


ketat.

Pejabat atasan yang pandai, cakap ataupun ahli dapat


memimpin sejumlah pejabat bawahan yang lebih banyak dibanding
dengan pejabat atasan yang masih kurang kepandaiannya,
kecakapannya ataupun keahliannya.
Pejabat atasan yang telah berpengalaman tentunya dapat
memiliki sejumlah pejabat bawahan langsung yang lebih banyak
dibanding dengan pejabat atasan yang belum berpengalaman.
Pejabat atasan yang memiliki kesehatan jasmani ataupun
rohani tentunya dapat memimpin sejumlah pejabat bawahan yang
lebih banyak dibanding dengan pejabat atasan yang kurang
kesehatannya. Pejabat yang sehat mampu bekerja dengan baik,
setiap hari dapat masuk kerja sehingga dapat mengontrol, dengan
baik, dapat menjadi teladan kerja para pejabat bawahannya.
Pajabat pimpinan yang berusia 25-60 tahun kemampuan
kerjanya sedang tinggi maka pejabat berusia demikian dapat
memimpin sejumlah bawahan yang lebih banyak dibanding dengan
pejabat atasan yang telah berusia lebih lanjut misalnya 65 tahun
atau lebih.
Pejabat atasan yang memiliki sifat jujur tentunya baik apabila
diserahi sejumlah bawahan yang banyak dibanding dengan pejabat

atasan yang tidak jujur. Biasanya apabila pejabat atasannya jujur


maka akan berpengaruh jujur pula pada bawahannya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa apabila factor
subyektif dalam keadaan baik maka rentangan control dapat luas,
sedang bila factor subyektif dalam keadaan kurang baik maka
rentangan control sebaiknya sempit.
Apabila corak pekerjaan para pejabat bawahan itu satu
macam maka lebih muda dipimpin, maka jumlah pejabat bawahan
langsung dapat lebih banyak dibanding dengan apabila mereka
melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bercorak aneka ragam.
Karena pejabat bawahan yang melakukan pekerjaan yang bercorak
aneka ragam lebih sukar bagi pimpinan untuk memimpinnya.
Sebagai contoh misalnya perbandingan jumlah pejabat
bawahan yang harus di awasi oleh pengawas yang bekerja pada
proyek pembangunan bendungan tentunya tidak akan dapat
dipaksakan sama dengan jumlah pejabat bawahan yang diawasi oleh
seorang pengawas yang bekerja dalam pembangunan perbaikan
jalan. Pada proyek pembangunan bendungan, corak pekerjaan
sangat beraneka macam sehingga lebih sulit mengawasinya, sedang
pada proyek perbaikan jalan macamnya pekerjaan tidak banyak dan
bersifat lebih sederhana. Maka pengawas pada proyek
pembangunan bendungan harus memiliki sejumlahpajabat bawahan
langsung yang lebih sedikit, sedang pengawas pada proyek
perbaikan jalan dapat memiliki sejumlah pejabat bawahan langsung
yang lebih banyak.
Jumlah pejabat bawahan bagi seorang pejabat atasan itu
dapat banyak apabila pekerjaan yang dilakukan oleh para pejabat
bawahan itu termasuk pekerjaan yang tidak memerlukan waktu

lama untuk penyelesaiannya, sebaliknya apabila untuk tiap-tiap


pekerjaan yang harus dikerjakan oleh para pejabat bawahan itu
selalu memakan waktu yang lama sehingga pejabat atasan harus
selalu mengontrol beberapa kali atau membimbing beberapa kali
maka sebaiknya jumlah yang dipimpin oleh pejabat atasan itu
sedikit saja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa apabila :
Corak pekerjaan pejabat bawahan itu semacam rentangan control
luas, sedang apabila corak pekerjaan para pejabat bawahan itu
aneka ragam rentangan control sempit.
Jarak atau letak para pejabat bawahan itu berdekatan rentangan
control luas, sedang apabila jarak atau letak para pejabat bawahan
itu saling berjauhan rentangan control sempit.
Apabila organisasi masih labil rentangan control sempit, tetapi
apabila organisasi telah stabil rentangan control luas.
Apabila jumlah tugas pokok pejabat atasan itu banyak rentangan
control sempit demikian pula apabila jumlah tugas bagi para
pejabat bawahan masing-masing berjumlah sebanberjumlah banyak,
rentangan control sempit
Apabila waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekkerjaan itu
singkat, rentangan control luas, sebaliknya apabila waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan tiap pekerjaan itu lama rentangan
control sempit.

RENTANG KENDALI VERSUS LEVEL ORGANISASI


Rentang kendali bertentangan dengan level ( tingkatan)
struktur organisasi. Jika rentang kendali semakin banyak maka
level organisasi semakin pendek dan bagan organisasi (organization

chart) melebar atau tingkatan-tingakatan organisasi semakin


pendek. Jika rentang kendali (rentang manejemen) semakain
sedikit maka level organisasi semakin panjang (tingkatan-tingkatan)
organisasi semakin banyak.

Apa saja kebaikan atau keburukan rentang kendali yang banyak


melebar?
Kebaikannya :
1.

Tingkatan-tingkatan manejer sedikit, biaya-biaya relative kecil


karena yang mendapat tunjangan jabatan semakin sedikit.

2.

Jalur perintah dan tanggung jawab pendek, sehingga komunikasi


efektiv karena hambatan-hambatan komunikasi akan lebih mudah di
atasi.

3.

Hambatan birokrasi dapat di hindarkan, karena tidak terlalu


banyak pejabat yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan/urusan.

4.

Departemen-departemen organisasi sedikit.


Keburukannya :

1.

Koordinasi sulit dilakukan sebab mengkoordinasi bawahan yang


banyak lebih sulit daripada mengkoordinasi bawahan yang sedikit.

2.

Pengerahan, pembinaan, pengendalian kurang efektiv.

3.

Spesialisasi tugas kurang mendalam.

Apa kebaikan dan keburukan rentang kendali sedikit level


organisasi yang panjang?

Kebaikannya :
1.

Koordinasi relative lebih mudah dilakukan, karena bawahan


sedikit.

2.

Pengarahan, pembinaan, dan pengendalian akan lebih efektive.

3.

Spesialisasi tugas akan lebih mendalam.

4.

Kerja sama, hubungan, dan kedisiplinan akan lebih baik.

Keburukannya :
1.

Biaya lebih banyak, karena semakin banyak pejabat yang


mendapat tunjangan jabatan

2.

Birokrasi semakin panjang, karena semakin banyak pejabat yang


dilalui untuk menyelesaikan suatu tuga.

3.

Jalur perintah dan tanggung jawab lebih panjang, sehingga


kurang efektiv.
JENIS JENIS AUTHORITY (WEWENANG)

Line authority adalah fungsi-fungsi yang mempunyai tanggung


jawab langsung atas tercapainya tujuan perusahaan.
Staff authority adalah fungsi yang tidak menyumbangkan secara
langsung pencapaian tujuan perusahaan, tetapi melakukannya
secara tidak langsung dengan membantu dan memberikan fasilitas,
saran kepada pelaksanaan fungsi lini.
Functional authority adalah hak untuk memerintah bagian-bagian
yang lain sepanjang mengenai hal-hal yang khusus. Misalnya

mengenai prosedur-prosedur, proses, metode-metode kerja, baik


yang dimiliki oleh manejer lini ataupunstaff authority.