Anda di halaman 1dari 30

Laporan Praktikum

Viskositas
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
Menentukan viscositas (kekentalan) relatif suatu zat cair menggunakan air sebagai
pembanding.
1.2 Dasar Teori
1.2.1

Viscositas
Viscositas adalah suatu cara untuk menyatakan beberapa daya tahan aliran
yang diberikan oleh suatu cairan.Kebanyakan viskometer mengukur kecepatan dari
suatu cairan mengalir melalui pipa gelas (gelas kapiler).Viskositas dapat diukur
dengan mengukur laju cairan yang melalui tabung berbentuk silinder.Cara ini
merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat digunakan baik untuk cairan
maupun gas.Nilai viscositas menentukan kecepatan mengalirnya suatu cairan.
Viscositas (kekentalan) cairan akan menimbulkan gesekan antara bagianbagian

atau

lapisan-lapisan

cairan

yang

bergerak

satu

terhadap

yang

lainnya.Hambatan atau gesekan yang terjadi ditimbulkan oleh gaya kohesi dalam
cairan.Sedangkan viscositas gas ditimbulkan oleh peristiwa tumbukan yang terjadi
antara molekul-molekul gas.
F=
V.
A

Gaya F yang harus di terapkan untuk mempertahankan viskositas relatif (v)


sebanding
Dengan area permukaan (A) dan berbanding terbalik oleh jarak (X). zat
cair yang mengalir saling bergesekan oleh karna itu adanya gaya tersebut dapat
menahan aliran yang besarnya tergantung dari kekentalan zat.
Rumusnya adalah G = A
Dasar Proses Kimia
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

dv/dy

Page 1

Laporan Praktikum
Viskositas
= G.A dv/dy

Dimana :

G = Gaya gesek
= Viskositas / angka kekentalan dinamis
A = luas lapisan
dv/dy = gradient kecepatan

dari persamaan ini di peroleh satuan angka kental dinamis adalah g/cm dt
yang di sebut poise.

1.2.2

Hukum-hukum viscositas
a) Hukum Poiseuille
Suatu fluida tidak kental bisa mengalir melalui pipa yang bertingkat tanpa
adanya gaya yang diberikan.hal ini mengakibatkan kecepatan aliran semakin
kepusat pipa semakin besar. Kelajuan aliran rata-rata yang di nyatakan dalam Q
ditulis sebagai berikut :
Q= V =

V / t

Persaman diatas adalah persamaan debit aliran kelajuan aliran tergantung


pada sifat fluida,dimensi pipa,dan perbedaan tekanan di kedua ujung pipa jean
poiseuille mempelajari tentang aliran zat cair dengan viskositas konstan dalam
pipa dan tabung yang alirannya laminer.
Banyaknya cairan yang mengalir persatuan waktu melalui penampang
melintang terbentuk silinder berjari-jari r,yang panjangnya L,selain ditentukan
Dasar Proses Kimia
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 2

Laporan Praktikum
Viskositas
oleh beda tekanan ( P

pada kedua ujung yang memberikan gaya

pengaliran juga ditentukan oleh viscositas cairan dan luas penampang


pipa.Hubungan tersebut dirumuskan oleh viscositas cairan dan luas penampang
pipa.Hubungan tersebut dirumuskan oleh Poiseuille yang dikenal dengan hukum
Poiseuille =
4
( P) r 4
v ( P) r
Q=
atau =
8L
t
8L

Keterangan

: = viskositas cairan (Nm-2. s) atau Poise


t= waktu
yang
diperlukan
cairan

dengan

volume mengalir melalui alat (s).


v= volume total cairan (L)
= tekanan pada cairan (Pa)/atm
r= jari-jari tabung (m)
L= panjang pipa (m)

Persamaan diatas memperlihatkan bahwa Q berbanding terbalik


dengan viskositas cairan.Semakin besar viskositas,hambatan aliran juga semakin
besar sehingga Q menjadi rendah.Kecepatan aliran volume juga sebanding
dengan gradien tekanan

P /L dan pangkat empat jari-jari pipa.Ini berarti

bahwa jika r diperkecil sehingga menjadi setengahnya,maka akan dibutuhkan 16


kali lebih besar tekanan untuk memompa cairan lewat pipa pada kecepatan aliran
volume semula persamaan ini berlaku untuk gas dan juga pipa cairan.
Hukum poiseuiville sangat berguna untuk menjelaskan mengapa
Pada usia lanjut mengalami pingsan (pada tekanan darah yang meningkat)
Namun demikian daerah ujung suhunya dingin.poiseuille hanya bisa berlaku
Apabila aliran zat cair itu laminer dan harga Re ( Reynold).
Dasar Proses Kimia
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 3

Laporan Praktikum
Viskositas

a) Hukum Stokes
Apabila benda padat bergerak dengan medium fluida kental,benda ter
sebut mengalami hambatan yang diakibatkan oleh gaya gesekan fluida , untuk
fluida ideal,viskositasnya = 0 sehingga kita menganggap bahwa benda yang
bergerak dalam fluida ideal,tidak mengalami gesekan yang di sebabkan oleh
,

fluida akan tetapi,bila benda tersebut bergerak dengan kelajuan tertentu dalam
fluida kental maka benda tersebut akan di hambat geraknya oleh gaya gesekan
benda tersebut.besarnya gaya gesekan fluida telah dirumuskan sebelumnya
sebagai berikut :
F= V/Z atau

F= (A/Z)Z =knv

Dimana k adalah koefisien yang besarnya bergantung pada geometrik benda.


dari hasil percobaan,untuk benda berbentuk bola dengan jari-jari r di peroleh
k = 6 r dengan k di peroleh persamaan :
F=6rv
Persamaan ini dinyatakan oleh Sir George Stokes pada tahun 1845 yang di kenal
dengan hukum Stokes.bila gaya F diterapkan pada partikel berbentukbola dalam
dalam larutan maka stokes menunjukkan aliran laminar berlaku :
F=6r
Dimana f adalah koefisien gerak dari partikel
Dasar Proses Kimia
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 4

Laporan Praktikum
Viskositas

Kecepatan Terminal
Pada suhu yang jatuh bebas dalam fluida kental,selama geraknya,pada
pada benda tersebut bekerja tiga buah gaya yaitu gaya berat = w = mg,gaya ke
atas yang dikerjakan fluida F seperti telah dinyatakan benda akan bergerak ma
kin cepat sampai mencapai kecepatan terminal yang konstan.
Penurunan rumus :
Kecepatan terminal dalam fluida kental
Vt = g Vb (Pb Pf) /6 r
Untuk benda berbentuk bola dengan jari-jari r volume benda Vb = 4 r
Kecepatan terminal dalam fluida kental
Vt = 2rg(Pb-Pf) / g.n

1.2.3

Alat Ukur Viscositas


Cara

menentukan

viscositas

suatu

zat

menggunakan

alat

yang

dinamakanviscometer.Ada beberapa tipe viscometer yang biasa digunakan,antara


lain:
a. Viskometer Kapiler/Ostwald
Viskometer dari cairan newton bisa ditentukan dengan mengukur waktu yang
dibutuhkan bagi cairan tersebut untuk lewat antara 2 tanda ketika mengalir karena
gravitasi melalui viskometer ostwald.Waktu alir dari cairan yang diuji
Dasar Proses Kimia
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 5

Laporan Praktikum
Viskositas
dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan bagi suatu zat yang viscositasnya
sudah diketahui (poisnya air) untuk lewat tanda tersebut. (Moechtar;1990)
b. Viskometer Cone dan Plate
Cara pemakaiannya adalah sampel ditempatkkan ditengah-tengah papan
kemudian dialirkan sehingga posisi dibawah kerucut,kerucut digerakkan oleh
motor dengan bermacam kecepatan dan sampelnya digeser didalam ruang sempit
antara papan yang diam dan kemudian kerucut yang berputar.(Moechtar;1990)
c. Viskometer Hoppler
Berdasarkan hukum stoker pada kecepatan bola maksimum,terjadi keseimbangan
sehingga gaya gesek=gaya berat-gaya archimedes.Prinsip kerjanya adalah
menggelinding bola (yang terbuat dari kaca) melalui tabung gelas yang hampir
tidak berisi zat cair yang diselidiki kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari
harga resipok sampel.

Macam-macam angka kekentalan


1. Angka kental dinamis.
adalah angka kental yang di sebabkan apabila dua lapisan zat cair saling bergesekan
zat cair dinyatakan dengan banyaknya 1 gram zat cair yang mengalir sejauh 1 cm
dr,satuannya dalam satuan SI adalah gr /cm /det atau poise.
2. Angka kental kinematis
Adalah angka kental yang ditimbulkan bila dua zat cair saling bergesekan sehingga
besarnya gaya gesekan zat cair dinyatakan dengan banyaknya zat cair yang mengalir
persatuan luas tiap detik,satuannya adalah cmdr atau stokes.
Satu stokes didefinisikan sebagai gaya besar sebesar 1 dyne yang di perlukan untuk
mendapatkan sejumlah zat cair yang mengalir dalam penampamg seluas 1cm dalam
satuan detik.
Hubungan antara angka kental dinamis (d) dengan angka kental kinematis (k)
Berdasarkan satuannya adalah
d =gr /cm /det
k =cm /dt
Jadi d / k = gr /cm =

(densitas).

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 6

Laporan Praktikum
Viskositas

Toluena
Toluena dikenal dengan metilbenzena ataupun fenilmetana adalah cairan bening tak
berwarna yang terlarut dalam air dengan aroma seperti pengencer cat dan berbau
harum seperti benzena,. Toluena adalah hidrokarbon aromatik yang digunakan
secara luas dalam stok umpan industri dan juga sebagai pelarut, seperti pelarutpelarut lainnya,toluena juga digunakan sebagai obat inhalan oleh karena sifat
memabukkan.
Sifat toluena :

Rumus molekul

= C7H8(C6H5H3)

Massa molar

= 92,14 g / mol

Penampilan

= zat cairan tak berwarna

Densitas

= 0,8669 g / ml , zat cair

Titik leleh

= -93c

Titik didih

= 110,6c

Kelarutan dalam air

= 0,47 g / e (20-25c)

Viskositas

= 0,590 cP at 20c

Aseton
Aseton juga dikenal sebagai propanon, dimetil keton 2 propanon, propan-2-on,
dimetilformaldehida, dan keton propana, adalah senyawa berbentuk cairan yang
tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling sederhana.
Aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air ,etanol dietil eter dan lain-

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 7

Laporan Praktikum
Viskositas
lain.ia sendiri sebagai pelarut yang penting ,aseton di gunakan untuk membuat
plastik,serat,obat-obatan dan senyawa-senyawa kimia lainnya.selain dimanufaktur
secara industri. Aseton juga dapat ditemukan pada tubuh manusia dalam
kandungan kecil.

Sifat Aseton :
Sifat toluena :
Rumus molekul

= C7COCH

Massa molar

= 58,08 g/molPenampilan

tak berwarna
Densitas

= 0,79 g / ml , zat cair

Titik leleh

= -94,9c (178,2 K)

Titik didih

= 56,53c (329,4 K)

Kelarutan dalam air

= larut dalam berbagai perbandingan

Viskositas

= 0,32 cP pada 20c

Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas


1.

Densitas
Pengaruh densitas terhadap viskositas dapat di lihat dari rumus :
x =

x.tx
Dasar Proses Kimia
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 8

= zat cairan

Laporan Praktikum
Viskositas
2.

Suhu
Untuk gas,semakin besar suhu maka tekanan semakin besar. Akibatnya
Jarak antar molekul bertambah sehingga viskositas semakin besar. Pada
Cairan,viskositas meningkat dengan naiknya tekanan dan menurun bila
Suhu meningkat.

3.

Tekanan.
Dari

percobaan

rontgen dan di lanjutkan oleh lonely

dan

Dr. Ircman

memperlihatkan bahwa untuk semua cairan, viskositas akan bertambah bila


tekanan naik.
Rumus : p = 1 + (1 +ap)
p= viskositas pada tekanan total P(kg/cm)
l = viskositas pada tekanan total i(kg/cm)
= konstanta
4. Gaya Gesek.
Semakin besar gaya gesek antar lapisan maka viskositasnya semakin besar.

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 9

Laporan Praktikum
Viskositas

BAB II
METODOLOGI
2.1 Alat
Alat yang digunakan :

Viscometer Ostwald
Gelas kimia
Pipet ukur
Stop watch
Piknometer
Neraca digital
Bulp
Erlenmeyer
Labu ukur
Gelas ukur
Botol semprot

2.2 Bahan
Bahan yang digunakan :

Acetone
Toluene
Aquadest

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 10

Laporan Praktikum
Viskositas

2.3 Prosedurkerja
2.3.1 Pengukuran viskositas

Membersihkan viscometer menggunakan pelarut yang sesuai dan melewatkan udara

bersih, kering sampai semua pelarutnya habis atau hilang.


Mengisi viscometer dengan sampel yang akan dianalisa melalui tabung G hingga

reservoir terbawah, sampel cukup hingga level antara garis J dan K.


Menempatkan jari pada tabung B dan memasukkan penghisap pada tabung A sampai

larutan mencapai tengah bulp C.


Memindahkan penghisap dari tabung A dan memindahkan jari dari tabung B apabila
cairan tepat berada pada garis D serta mengukur waktu alir cairan yang mengalir dari

2.3.2

garis D ke garis F secara bersamaan.


Melakukan secara duplo
Mengulang untuk sampel yang berbeda
BeratJenis

Menimbang piknometer kosong dengan menggunakan neraca digital kemudian mencatat

hasilnya.
Menimbang piknometer yang telah di isi oleh sampel dan mencatat hasilnya
Menghitung massa jenis sampel masing-masing sampel
Menghitung viskositas masing-masing sampel

2.4 Diagram alir


2.4.1 Pengukuran viskositas
Membersihkan viscometer dengan menggunakan pelarut yang sesuai dan melewatkan udara
bersih hingga semua pelarutnya habis atau hilang

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 11

Laporan Praktikum
Viskositas
Mengisi viscometer dengan sampel yang akan dianalisa melalui tabung G hingga reservoir
terbawah, sampel cukup hingga level antara garis J dan K

Menempatkan jari pada tabung B dan memasukkan penghisap pada tabung A sampai larutan
mencapai tengah bulp C

Memindahkan penghisap dari tabung A dan memindahkan jari dari tabung B, apabila cairan tepat
berada pada garis D serta mengukur waktu alir cairan yang mengalir dari garis D kegaris F

Melakukan secara duplo dan mengulang untuk sampel yang berbeda

2.4.2

BeratJenis
Menimbang piknometer kosong dan mencatat hasilnya

Menimbang piknomter + isi dan mencatat hasilnya

Menghitung massa jenis dan viskositas masing-masing sampel

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 12

Laporan Praktikum
Viskositas

3.1

Data Pengamatan

Tabel 3.1.1 Data Pengamatan


No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Larutan
Toluene 99,9 %
Toluene 55 %
Toluene 35 %
Toluene 15 %
Acetone 99,8 %
Acetone 30 %
Acetone 20 %
Acetone 10 %

Mas

Massa

Volume

Massa Jenis

21,007 g
21,029 g
21,683 g
22,393 g
19,049 g
23,446 g
23,881 g
24,381 g

25 ml
25 ml
25 ml
25 ml
25 ml
25 ml
25 ml
25 ml

0,840 gr/ml
0,841 gr/ml
0,867 gr/ml
0,895 gr/ml
0,761 gr/ml
0,939 gr/ml
0,954 gr/ml
0,975 gr/ml

Waktu
effluks
53 detik
46 detik
43 detik
41 detik
26 detik
1 menit 3 detik
1 menit 21 detik
1 menit 23 detik

Tabel 3.1.2 Hasil Perhitungan Viscositas


No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
3.2 Pembahasan

Larutan
Toluene 99,9 %
Toluene 55 %
Toluene 35%
Toluene 15%
Acetone 99,8%
Acetone 30 %
Acetone 20 %
Acetone 10 %

Viscositas
0,54 cm poise
0,46 cm poise
0,452 cm poise
0,445 cm poise
0,31 cm poise
0,926 cm poise
1,21 cm poise
1,26 cm poise

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan viscositas (kekentalan) relative suatu zat cair
menggunakan air sebagai pembanding . Dalam percobaan ini viscositas diukur dengan
menggunakan alat Viscometer Ostwald.Dalam perhitungan untuk penentuan viscositas suatu
larutan , yang perlu diketahui adalah berat jenis ( ) dan waktu effluks. Perhitungan dengan
menggunakan Viscometer Otswald dengan membandingkan viscositas larutan yang telah
diketahui dari tabel tabel viscositas larutan dengan viscositas larutan yang akan dicari.

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 13

Laporan Praktikum
Viskositas
Pada percobaan ini digunakan sampel Toluene 99,9 % yang kemudian diencerkan
menjadi berbagai konsentrasi ( 55%, 35%, dan 15%), serta Acetone 99,8 % yang diencerkan
menjadi berbagai konsentrasi ( 30%, 20%, dan 10%). Sebelum menentukan nilai viscositasnya
terlebih dahulu ditentukan berat jenis ( ) zat pada setiap sampel. Berdasarkan data
pengamatan semakin rendah konsentrasi sampel larutan (Toluene dan acetone) semakin besar
massa jenisnya ( . Hal ini karena dilakukan pengenceran dengan penambahan air yang
memiliki massa jenis yang lebih tinggi. Massa jenis pada Toluene 99,9% adalah 0,840 gr/ml,
massa jenis pada Toluene 55% adalah 0,841 gr/ml, massa jenis pada Toluene 35% adalah 0,867
gr/ml, dan massa jenis untuk Toluene 15% adalah 0,895 gr/ml. sedangkan untuk Acetone 99,8%
massa jenisnya adalah 0,761 gr/ml, massa jenis pada Acetone 30% adalah 0,939 gr/ml, massa
jenis pada Acetone 20% adalah 0,954 gr/ml, dan massa jenis pada Acetone 10% adalah 0,975
gr/ml.
Semakin banyak penambahan air, semakin diencerkan, semakin besar massa jenis suatu
larutan. Hal ini terbukti dari semakin kecil konsentrasinya, massa jenis semakin besar mendekati
massa jenis air yaitu 1 gr/ml.
Waktu effluks untuk sampel Toluene berbanding lurus dengan konsentrasinya. Semakin
rendah konsentrasinya, semakin cepat waktu effluksnya. Waktu effluks yang dibutuhkan Toluene
99,9% adalah 53 detik, Toluene 55% adalah 46 detik,Toluene 35% adalah 43 detik, dan waktu
effluks untuk Toluene 15% adalah 41 detik.
Waktu effluks untuk Acetone berbanding terbalik dengan konsentrasinya. Semakin besar
konsentrasi Acetone, semakin cepat waktu effluksnya. Waktu effluks yang dibutuhkan Acetone
99,8% adalah 26 detik, Acetone 30% adalah 1 menit 3 detik, Acetone 20% adalah 1 menit 21
detik, dan waktu effluks untuk Acetone 10% adalah 1 menit 23 detik.
Viscositas Toluene 99,9% dan acetone 99,8% dapat dilihat pada tabel viscositas yang
terdapat pada lampiran. Viscositas untuk Toluene 99,9% adalah 0,54 cm poise. Dari hasil
perhitungan diperoleh viscositas Toluene 55% adalah 0,46 cm poise, Toluene 35% adalah 0,452
Dasar Proses Kimia
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 14

Laporan Praktikum
Viskositas
cm poise, dan viscositas untuk Toluene 15% adalah 0,445 cm poise. Sedangkan viscositas untuk
Acetone 99,8% adalah 0,31 cm poise. Dari hasil perhitungan diperoleh viscositas Acetone 30%
adalah sebesar 0,926 cm poise, untuk Acetone 20% adalah 1,21 cm poise, dan viscositas
Acetone 10% adalah 1,26 cm poise.
Viscositas pada Toluene sebanding dengan konsentrasinya. Semakin besar konsentrasi
Toluene semakin besar pula viscositasnya. Sedangkan untuk Acetone, viscositas berbanding
terbalik pada konsentrasi, karena semakin besar konsentrasi Acetone semakin rendah
viscositasnya.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Viscositas berbanding lurus dengan waktu effluks

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 15

Laporan Praktikum
Viskositas

Viscositas untuk Toluene 99,9% adalah sebesar 0,54 cm poise


Viscositas untuk Toluene 55% adalah sebesar 0,46 cm poise
Viscositas untuk Toluene 35% adalah sebesar 0,452 cm poise
Viscositas untuk Toluene 15% adalah sebesar 0,445 cm poise
Viscositas untuk Acetone 99,8% adalah sebesar 0,31 cm poise
Viscositas untuk Acetone 30% adalah sebesar 0,926 cm poise
Viscositas untuk Acetone 20% adalah sebesar 1,21 cm poise
Viscositas untuk Acetone 10% adalah sebesar 1,26 cm poise
Viscositas Toluene sebanding dengan konsentrasinya sedangkan viscositas Acetone
berbanding terbalik dengan konsentrasinya.

DAFTAR PUSTAKA

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 16

Laporan Praktikum
Viskositas

Barrow,G.M.1966.Physical Chemistry 2nd edition.new york: Mc Graw HillBook


Company Amsden.John Page.1950. Physical Chemical for premidical student
2nd Edition . New York : Mc Graw Hill Book Company

Moors Walter J.1962. Physical Chemistry 2nd edition New Jersey : Prentico
Halt International

Rao, Ananda M, Phd .1999. Rheology of Fluid and Semisolid Foods.Gatherbug :


Aspen Publiser,Inc

Anonim.2011.http//www.gudang materi.com/2008/05/viskositas fluida.html

Laboratorium Kimia Dasar 2010. Penuntun Praktikum Dasar Proses Kimia.


Samarinda : Polnes

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 17

Laporan Praktikum
Viskositas

LAMPIRAN

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 18

Laporan Praktikum
Viskositas

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 19

Laporan Praktikum
Viskositas

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 20

Laporan Praktikum
Viskositas

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 21

Laporan Praktikum
Viskositas

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 22

Laporan Praktikum
Viskositas

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 23

Laporan Praktikum
Viskositas
PERHITUNGAN
1) Membuat toluen dengan berbagai konsentrasi
1) ToluenE 55%
V1.N1
= V2.N2
100.55% = V2.99
V toluene = 55,05 ml
V air yang ditambahkan = 100 55,05 = 44,95 ml
2) Toluen 35%
V1.N1
= V2.N2
100.35% = V2.55%
V toluene = 63,63 ml
V air yang ditambahkan = 100- 63,63 = 36,37 ml
3) Toluen 15%
V1.N1
= V2.N2
100.15% = V2.35%
V toluene = 42,85 ml
V air yang ditambahkan = 100 42,85 = 57,15 ml

2) Membuat Acetone dengan berbagai konsentrasi


1) Acetone 30%
V1.N1
= V2.N2
100.30% = V2.99,8%
V acetone = 30,06 ml
V air yang ditambahkan = 100 30,06 = 69,94 ml
2) Acetone 20%
V1.N1 = V2.N2
100.20% = V2.30%
V acetone = 66,66 ml
V air yang ditambahkan = 100 66,66 = 33,34 ml
3) Acetone 10%
V1.N1
= V2.N2
100.10% = V2.20%
V acetone = 50 ml
V air yang ditambahkan = 100 50 = 50 ml

Menghitung massa jenis


Diketahui :

m. pikno kosong = 22,447


m. pikno + toluene 99,9 % = 43,454 gram
m. pikno + toluene 55 % = 43,476 gram

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 24

Laporan Praktikum
Viskositas
m. pikno + toluene 35 % = 44,130 gram
m. pikno + toluen 15 % = 46,840 gram
m. pikno + acetone 99,8% = 41,496 gram
m. pikno + acetone 30% = 45,943 gram
m. pikno + acetone 20% = 46,298 gram
m. pikno + acetone 10% = 46,828 gram
voume = 25 ml
Ditanya :

Jawab

m. pikno isim. pikno kosong


volume

Toluene 99,9%

43,454 22,447
25

= 0,840 gr/ml

Toluene 55 %

43,47622,447
25

= 0,841 gr/ml

Toluen 35 %

44,130 22,447
25

= 0,867 gr/ml

Toluen 15%

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 25

Laporan Praktikum
Viskositas

46,840 22,447
25

= 0,895 gr/ml

Acetone 99,8%

41,49622,447
25

= 0,761 gr/ml

Acetone 30%

45,943 22,447
25

= 0,939 gr/ml

Acetone 20%

46,298 22,447
25

= 0,954 gr/ml

Acetone 10%

46,828 22,447
25

= 0,975 gr/ml

Menghitung Viskositas
Diketahui :

t Toluene 99,9 % = 53 detik

Toluene 99,9% = 0,840 gr/ml

t Toluene 55% = 46 detik

Toluene 55% = 0,841 gr/ml

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 26

Laporan Praktikum
Viskositas
t Toluene 35 % = 43 detik

Toluene 35% = 0,867 gr/ml

t Toluene 15% = 41 detik

Toluene 15% = 0,895 gr/ml

t Acetone 99,8% = 26 detik

Acetone 99,8% = 0,761 gr/ml

t Acetone 30% = 1 menit 3 detik

Acetone 30% = 0,939 gr/ml

t Acetone 20% = 1 menit 21 detik

Acetone 20% = 0,954 gr/ml

t Acetone 10 % = 1 menit 23 detik

Acetone 10% = 0,975 gr/ml

Toluene 99,9% = 0,54 cm poise


Acetone 99,8% = 0,31 cm poise

Ditanya

: ?

Jawab

1 1. t 1
=
2 2. t 2

ket :

2=larutan setelah pengenceran

1. Toluene 55%

1 p 1.t 1
=
2 p 2.t 2
0,54
0,840 .53
=
2
0,841. 46

2=

20,89
44,52

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 27

1=larutan konsentrasi awal

Laporan Praktikum
Viskositas
0,46 cm poise

2. Toluene 35%

1 p 1.t 1
=
2 p 2.t 2
0,54
0,840 .53
=
2
0,867 . 4 3

2=

20,1317
44,52

0,452 cm poise
3. Toluene 15%

1 p 1.t 1
=
2 p 2.t 2
0,54
0,840 .53
=
2
0,895. 41

2=

19.8153
44,52

0,445 cm poise

4. Acetone 30%

1 p 1.t 1
=
2 p 2.t 2
0,31
0,761. 26
=
2
0,939. 63

2=

18,34
19,78

0,926 cm poise
5. Asetone 20%

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 28

Laporan Praktikum
Viskositas

1 p 1.t 1
=
2 p 2.t 2
0,31
0,761. 26
=
2
0,954 . 81
2=

23,95
19,78

1,21 cm poise
6. Acetone 10%

1 p 1.t 1
=
2 p 2.t 2
0,31
0,761. 26
2 = 0,975. 83

2=

25,08
19,78

1,26 cm poise

GAMBAR ALAT

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 29

Laporan Praktikum
Viskositas

Labu
Ukur

Gelas
Kimia

Pipet
Volume

Stopwatc
h

Piknomete
r

Viskometer
Ostwald

Pipet
Ukur

Botol
semprot

Dasar Proses Kimia


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda

Page 30

Bulp

Neraca
Digital