P. 1
Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Tiang

Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Tiang

|Views: 5,781|Likes:
Dipublikasikan oleh mamat

More info:

Published by: mamat on Mar 12, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

Menurut cara Meyerhoff (1976), menentukan kapasitas dukung ujung tiang

tergantung jenis tanahnya. Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk

menghitung kapasitas dukung ujung tiang menurut jenis tanahnya :

1. Tanah Pasir

Qp = Ap . qp

qp = c . Nc’ + q . Nq’

Pada tanah pasir nilai c = 0

Qp = Ap . qp = Ap . 5 . tg φ . Nq’ ……....................................... (3.1)

Dengan :

Qp = Kapasitas dukung ujung tiang ( ton )

Ap = Luas penampang ujung tiang (m2

)

qp = Kapasitas dukung batas / unit tahanan ujung

φ = Sudut gesek dalam tanah

Nq’ = Faktor kapasitas dukung (Gambar 3.2)

Nilai Nq’ dan Nc’ didapat dari Gambar 3.2 berikut :

19

Gambar 3.2 Faktor kapasitas dukung (Meyerhof, 1976)
(Sumber : Joseph E. Bowles)

2. Tanah Lempung

Qp = Ap . qp

qp = c . Nc’ + q . Nq’

Pada tanah lempung φ = 0 , maka nilai q . Nq’ = 0,

sedangkan nilai Nc’ = 9 (Poulos & Davis)

Qp = Ap . cu . 9 ........................................................................... (3.2)

20

Dengan :

Qp = Kapasitas dukung ujung tiang (Gambar 3.4)

Cu = Kohesi tanah undrained. (gambar 3.7)

Nc’= Faktor kapasitas dukung tanah pada ujung tiang (gambar 3.2)

Kapasitas dukung ujung tiang pada tanah lempung dapat dilihat pada gambar

3.1diatas dengan simbol Qp .

- Data lapangan

1. Berdasarkan hasil sondir (CPT)

Kapasitas dukung ujung tiang (Qp)

Qp = 0,5 . (p1 + p2) . Ap ........................................................................... (3.3)

Dengan :

p1 = nilai tekanan konus pada titik yang terletak 8D diatas ujung tiang (Gambar

3.5)

p2 = nilai tekanan konus pada titik yang terletak 3D dibawah ujung tiang

(Gambar 3.5)

Ap = Luas penampang ujung tiang (m2

)

2. Berdasarkan uji SPT

Kapasitas dukung ujung tiang (Qp)

Qp = Ap . qp

qp = 40 N

DLB

≤ 400 N (satuan KN)

21

qp = 800 N

DLB

≤ 8000 N (satuan Lbs)

Qp = Ap . qp = Ap . 40 N

DLB

≤ 400 N (satuan KN) ......................... (3.4)

Qp = Ap . qp = Ap . 800 N

DLB

≤ 8000 N (satuan Lbs) .......................... (3.5)

Gambar 3.3 Penentuan nilai N (jumlah pukulan)

b. Kapasitas Dukung Selimut Tiang (Qs)

Kapasitas dukung selimut tiang (Qs) dapat dihitung dengan rumus berikut ini

(Sumber : Braja M Das).

Qs = ∑ As . ƒ ……………………………………………………...…. (3.6)

As = p . ∆L ……………………………………………………......... (3.7)

8D

3D

Di rata - rata

D

D = diameter tiang

N = 8D+3D
2

Tanah

22

Dengan :

As = Luas selimut tiang (m2

)

p = Keliling tiang (m2

)

∆L = Panjang tiang ( m )

ƒ = Gesekan selimut

Kapasitas dukung selimut tiang dapat dilihat pada Gambar 3.4 berikut ini.

Gambar 3.4 Kapasitas dukung selimut tiang

Penampang tiang (Ap)

Qp

Tanah Lempung

Qs

Qu

23

Sedangkan untuk menentukan nilai gesekan selimut (ƒ) adalah berdasarkan

jenis tanahnya. Berikut ini adalah rumus yang dipergunakn untuk menghitung nilai

gesekan selimut (ƒ) menurut jenis tanah nya :

1. Tanah Pasir

ƒ = K . σ’v . tg δ ………………………………………...………… (3.8 )

K = (1 – 2 ) Ko untuk displacement besar

K = (0,75 – 1,75) Ko untuk displacement kecil

K = (0,75 – 1,0) Ko untuk bored pile

K0 = 1 – sin φ

Dengan :

φ = Sudut gesek dalam

K = Koefisien tekanan tanah

K0 = Koefisien tekanan tanah saat diam

σ’v = Tegangan vertikal efektif tanah, dianggap konstan setelah kedalaman

15d (Meyerhoft).

δ = Sudut gesek permukaan

δ beton = (0,80 – 1) . φ

δ kayu = ϕ
3

2

δ baja = (0,59 – 0,90) . φ

δ cor ditempat = φ

24

2. Tanah Lempung

Pada tanah lempung ada 3 metode untuk menghitung nilai gesekan selimut

(ƒ). (Sumber : Braja M Das).

2.1 Metode Lambda (λ) dari Vijayvergiya dan Focht

ƒave = λ (σ’ave + 2 . Cu ave) ……………………………………………. (3.9)

Dengan :

ƒave = Gesekan selimut rata – rata

λ = Konstanta (ditentukan berdasarkan Gambar 3.6)

σ’ave = Tegengan vertical efektif rata –rata

Cu ave = Kohesi tanah undrained rata – rata

Gambar 3.5 Koefisien λ Vijayvergiya dan Focht

(Sumber : Braja M Das)

25

Untuk nilai Cu ave dihitung dengan rumus berikut :

Cu ave =

L

C

n

i

i

ui

=1

.L

…………………………………..…….............. (3.10)

Dengan :

Cui = Kohesi tanah undrained lapis ke i

Li = Panjang segment tiang lapis Ke i

L = Panjang tiang

Sedangkan nilai tegangan vertikal rata – rata dapat dihitung dengan rumus

berikut ini.

σ’ave =

Li

A

n

i

=1

………………………………………….............…. (3.11)

Dengan :

Ai = Luas diagram tegangan vertical efektif

L = Panjang tiang

2.2 Metode alpha (α) dari Tomlinson

ƒ = α . Cu …………………………………......................….……. (3.12)

Dengan :

α = Faktor adhesi

Cu = Kohesi tanah undrained (Gambar 3.6)

26

Gambar 3.6 Nilai Cu terhadap nilai α
(Sumber : Manual struktur fondasi dalam )

2.3 Metode beta (β) / tegangan efektif

ƒave = β . σ’ …………………………………………....................…. (3.13)

Dengan :

ƒave = Gesekan selimut rata –rata

β = K . tg φr

φr = Sudut geser tanah kondisi terdrainasi

K = 1 – sin φr (untuk terkonsolidasi normal)

K = (1 – sin φr) OCR (untuk tanah overconsolidated)

OCR = Over Consolidation Ratio

27

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->