Anda di halaman 1dari 4

Pembacaan Jurnal

NEJM. 2014:371: 16734-84..DOI.10.1056/NEJMOa1409860


Selasa, 29 September 2015
Maha Chakri Willheljulya

Studi Trial dalam Rute Pemberian Nutrisi Pendukung pada Penyakit Kritis
Sheila e. Harvey. Francesca Parrot, David A. Harrison, Danielle E. Bear, Ella Segaran,
Ricahrd Beale, et all

Pemilihan Nutrisi pendukung pada pasien kritis sangat kompleks, ditentukan oleh
waktu, jumlah dan tipe jenis nutrisi yang tepat. Saat ini cara pemberian dukungan nutrisi pada
pasien penyakit kritis yang paling efektif masih belum jelas. Peneliti menduga bahwa rute
pemberian parenteral lebih superior dari pada melalui enteral.
Penelitian ini menggunakan studi pragmatik, acak yang melibatkan 33 Intensive care
Unit yang ada di Inggris. Studi ini mengacak pasien yang akan mendapatkan nutrisi secara
paranteral ataupun enteral dalam 36 jam pertama setelah masuk dan difollow up hingga 5 hari
kemudian. Hasil utama yang akan dilihat adalah kematian pasien dalam 30 hari kedepan dan
hasil sampingan beruapa durasi organ pendukung, komplikasi infeksi dan non infeksi, Lama
rawat inap di ICU dan hospital, lama pasien bertahan dan kematian dalam 90 hari dan 1
tahun.
Jumlah pasien yang terdaftar adalah 2400 pasien, 2388 ( 99,5%) terbagi atas 1191
grup parenteral dan 1197 dalam grup enteral. Dalam 30 hari kemudian, 393 dari 1188 pasien
(33,1%) adalah parenteral grup dan 409 dari 1195 pasien adalah enteral grup, meninggal .(RR
pada pareteral grup,097:95%, confidence interval, 0,86 sampai 1,08: P=0,57). Tidak ada
penurunan signifikan pada grup parenteral, dibandingkan grup enteral, dengan kejadian
hipoglikemia (44 pasien ( 3,7%) VS 74 pasien ( 6,2%), P =0,006) dan muntah ( 100 pasien
( 8,4%) vs 194 pasien( 16,2 % pasien): p<0,001). Tidak ada pebedaan signifikan antara grup
parenteral dan grup enteral dalam komplikasi infeksi ( 0,22 vs 0,21: P=0,72), Kematian
dalam 90 hari ( 442 dari 1184 pasien ( 37,3%) vs 464 dari 1188 pasien ( 39,1%), P=0,40
terhadap14 hasil sekundernya atau kejadian efek samping. Jumlah kalori sama diantara kedua
grup, dengan intake target yang tidak tercapai pada beberapa pasien.
Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya jika pemberian secara parenteral
lebih bermakna dibandingkan dari pada enteral, hal ini dikarenakan karena efek dari
pemberian secara enteral menambah komplikasi infeksi pada gastrointestinal, alasan yang
yang paling jelas adalah perbaikan yang bermakna dalam perkembangan teknologi pemberian
makanannya sendiri.
Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa hasil yang tidak signifikan antara
pemberian parenteral dan enteral dalam kematian 30 hari kedepan pada cara pemberian
dukungan nutrisi pada pasien kritis.

Critcial Appraisal

1. Are the results of the study valid?


1. Was the defined representative
sample of patients assembled at
a common (usually early) point
in the course of their disease?

Yes, pasien dirandomised dan dipilih


dengan kategori yang sama sesuai
criteria inklusi dan ekslusi

2. Was patient follow-up


sufficiently long and complete?

yes, pasien ini di follow up dalam 30


hari untuk kematian untuk hasil primer,
dan 90 hari untuk hasil sekunder
No, karena semua pasien dinformed
consent untuk setuju atau tidak
mengikuti penelitian ini

3. Were outcome criteria either


objective or applied in a blind
fashion?
4. If subgroups with different
prognoses are identified, did
adjustment for important
prognostic factors take place?

yes

2. What are the results?


How likely are the outcomes over time?
Dalam 30 hari, 393 dari 118 pasien pada grup parenteral dan 409 dari 1195 pasien
(34,2%) meninggal, dan tidak ada perbedaan yang signifikan diantara keduanya.
How precise are the prognostic estimated?
Perbandingan antara rute pemberian secara parenteral dan enteral tidak signifikan
( Relative Risk in the parenteral group, 0.97:95% convidence interval ( cl), 0,86 to
1.08: absolute risk reduction,1.15:95% cl,-2.65 to 4,94: P=0,57)
3. Can I apply this valid, important evidence about prognosis to my patient?
1. Is our patient so different from those in the study that its result cannot apply?
Tidak, karateristik subjek penelitian tidak berbeda dengan karateristik pasien
disini, sehigga studi ini dapat diterapkan.
2. Will this evidence make a clinically important impact on our conclusion about
what to offer or tell to our patient?
Ya, tidak ada perbedaan bermakna antara pemberian secara parenteral dan enteral
pada pasien kritis
STUDI INI VALID DAN PENTING