Anda di halaman 1dari 7

PENUTUP LUKA DAN PEMBALUT

Dr. Siswo P. Santoso, Sp.F, MH.Kes


(Update oktober 2010)
PENUTUP LUKA
Bahan pelindung yang ditempatkan diatas luka dan berfungsi sebagai :

membantu mengendalikan perrdarahan

mencegah infeksi

Melindungi luka

menyerap cairan luka

Pedoman pemakaian

Ukuran melebihi luas luka

Penutup dipasang langsung (tidak disisipkan)

Tambahkan yang ke dua diatasnya,bila pertama penuh rembesan darah

Bila hanya satu steril, segera tutup dengan kain bersih

Bila ada pakai sarung tangan lateks

Cuci tangan lebih dahulu

Jangan kontak pada bagian yang akan kontak dengan luka

Jangan bicara, bersin dan batuk diatas luka

Pedoman umum penutup luka:


Bila mungkin,cuci tangan lebih dahulu sebelum bekerja
Hindari tangan kontak dengan bagian dalam penutup luka
Jangan bicara atau batuk diatas penutup luka
Bila luka tidak terlalu besar,bersihkan sekitarnya dahulu
Bila perlu pakai penutup luka dengan bantalan tidak merekat
Bila penutup luka terlepas ganti dengan yang baru
Letakkan penutup luka langsung diatasnya ,bukan disisipkan
Penutup luka harus menutupi semua bagian luka

PENUTUP LUKA PENEKAN


Penggunaan penutup luka penekan :

Tempatkan beberapa penutup luka kasa steril langsung atas luka dan tekan

Beri bantalan penutup luka

Gunakan pembalut rekat, menahan penutup luka

Balut

Periksa denyut nadi distal (bawah luka)

Pemakaian pembalut tanpa tekanan


Gunakan pembalut donat untuk menghindari tekanan di luka
Macam Penutup Luka & Pembalut
Macam Penutup Luka :

Penutup Luka dengan Obat

Penutup Luka tanpa Obat

Macam Pembalut :

Pembalut berperekat (Plester)

Pembalut tanpa perekat

Pembalut Kombinasi :

Pembalut Cepat

Plester Cepat

Pedoman pemakaian Pembalut Luka:


1. Sebelum memasang :

Jelaskan yang akan dilakukan

Pastikan posisi nyaman (duduk atau berbaring)

Topang bagian ceera

Bekerja dari sisi cedera dan berhadapan

2. Sewaktu memasang :

Bila berbaring, sisipkan dari lekuk alamiah tubuh

Balut cukup erat

Bila mungkin, ujung jari terlihat

Gunakan simpul reef

3. Untuk Immobilisasi :

Beri bantalan alas antara bagian tubuh

Simpul di sisi sehat

4. Setelah membalut :

Periksa berkala sirkulasi, bawah balutan

PEMBALUT.
Pembalut digunakan untuk memelihara langsung tekanan diatas penutup luka untuk :

Mengendalikan perdarahan

Menahan penutup luka pada posisi

Menahan bidai dalam posisi

Mencegah pembengkakan & mengurangi nyeri

Membantu penyanggahan (penopang) untuk ;


o anggota gerak dan sendi
o membatasi gerakan

membantu mengangkat/membawa korban

Jenis Pembalut
Jenis pembalut (bentuk)

Pembalut segitiga (Mitella)

Pembalut gulung (Pita)

Pembalut tubuler (Tabung)

Jenis Pembalut Pita :

Pembalut Biasa (plain)

Pembalut Konform

Pembalut Elastik (Crepe)

Pedoman umum pembalutan :


Lakukan dalam posisi korban duduk atau berbaring
Bekerjalah dari sisi cedera korban
Bekerjalah dalam posisi duduk atau berdiri di depan korban
Sebelum membalut ,topang dengan baik daerah cedera
Bila korban berbaring,masukkan pembalut dari lekuk alamiah
Balut cukup erat tetapi tidak terlalu kencang
Bila anggota gerak cedera,usahakan ujung jari terlihat
Bila diapakai sebagai tekanan langsung,simpul diatas luka
Bila untuk immobilisasi ,simpul di sisi sehat atau tengah
Tujuan Pembalutan

Menahan sesuatu, seperti menahan penutup luka, menahan bidai

Memberikan tekanan

Melindungi bagian tubuh yang cedera

Pola pembalutan (RDS3)


R.Rekuren
D. Delapan
S. Spika
S. Spiral
S. Sirkuler

PEMBALUTAN
Pembalut adalah Bahan yang digunakan untuk mempertahankan
penutup luka.
Fungsi Pembalut:
1. Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan.

2. mempertahankan penutup luka pada tempatnya.


3. Menjadi penopang untuk bagian tubuh yang cedera.
PEDOMAN PEMBALUTAN
1. Pembalut dipasang setelah perdarahan terhenti.
2. Ikatan jangan terlalu kendor atau kencang
3. Ujung pemablut jangan terurai
4. Daerah yang dibalut harus lebih luas dari luka
5. Jangan menutup ujung jari kecuali ada luka
6. Khusus anggota gerak pembalutan dilakukan dari bawah ke atas (arah jantung)
7. Pembalutan dilakukan pada posisi yang diinginkan
Prosedur Pembalutan:
Perhatikan tempat atau letak bagian tubuh yang akan dibalut
dengan menjawab pertanyaan ini:
Bagian dari tubuh yang mana? (untuk menentukan macam pembalut
yang digunakan dan ukuran pembalut bila menggunakan pita)
Luka terbuka atau tidak? (untuk perawatan luka dan menghentikan
perdarahan)
Bagaimana luas luka? (untuk menentukan macam pembalut)
Perlu dibatasi gerak bagian tubuh tertentu atau tidak? (untuk
menentukan perlu dibidai/tidak?)

PEMBALUTAN
Pembalut adalah Bahan yang digunakan untuk mempertahankan
penutup luka.
Fungsi Pembalut:

1. Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan.


2. mempertahankan penutup luka pada tempatnya.
3. Menjadi penopang untuk bagian tubuh yang cedera.
PEDOMAN PEMBALUTAN

1. Pembalut dipasang setelah perdarahan terhenti.


2. Ikatan jangan terlalu kendor atau kencang
3. Ujung pemablut jangan terurai
4. Daerah yang dibalut harus lebih luas dari luka
5. Jangan menutup ujung jari kecuali ada luka
6. Khusus anggota gerak pembalutan dilakukan dari bawah ke atas (arah jantung)
7. Pembalutan dilakukan pada posisi yang diinginkan
Prosedur Pembalutan:
1. Perhatikan tempat atau letak bagian tubuh yang akan dibalut dengan
menjawab pertanyaan ini:

Bagian dari tubuh yang mana? (untuk menentukan macam pembalut


yang digunakan dan ukuran pembalut bila menggunakan pita)
Luka terbuka atau tidak? (untuk perawatan luka dan menghentikan
perdarahan)
Bagaimana luas luka? (untuk menentukan macam pembalut)
Perlu dibatasi gerak bagian tubuh tertentu atau tidak? (untuk
menentukan perlu dibidai/tidak?)
2. Pilih jenis pembalut yang akan digunakan. Dapat satu atau kombinasi.
3. Sebelum dibalut, jika luka terbuka perlu diberi desinfektan atau dibalut
dengan
pembalut
yang
mengandung
desinfektan.
Jika
terjadi
disposisi/dislokasi perlu direposisi. Urut-urutan tindakan desinfeksi luka
terbuka:

Letakkan sepotong kasa steril di tengah luka (tidak usah ditekan)


untuk melindungi luka selama didesinfeksi.

Kulit sekitar luka dibasuh dengan air, disabun dan dicuci dengan zat
antiseptik.
Kasa penutup luka diambil kembali. Luka disiram dengan air steril
untuk membasuh bekuan darah dan kotoran yang terdapat di
dalamnya.
Dengan menggunakan pinset steril (dibakar atau direbus lebih
dahulu) kotoran yang tidak hanyut ketika disiram dibersihkan.
Tutup lukanya dengan sehelai sofratulle atau kasa steril biasa.
Kemudian di atasnya dilapisi dengan kasa yang agak tebal dan
lembut.
Kemudian berikan balutan yang menekan.
Apabila terjadi pendarahan, tindakan penghentian pendarahan dapat
dilakukan dengan cara:
Pembalut tekan, dipertahankan sampai pendarahan berhenti atau
sampai pertolongan yang lebih mantap dapat diberikan.
Penekanan dengan jari tangan di pangkal arteri yang terluka.
Penekanan paling lama 15 menit.
Pengikatan dengan tourniquet.
o Digunakan bila pendarahan sangat sulit dihentikan dengan cara
biasa.
o Lokasi pemasangan: lima jari di bawah ketiak (untuk pendarahan
di lengan) dan lima jari di bawah lipat paha (untuk pendarahan
di kaki)
o Cara: lilitkan torniket di tempat yang dikehendaki, sebelumnya
dialasi dengan kain atau kasa untuk mencegah lecet di kulit
yang terkena torniket. Untuk torniket kain, perlu dikencangkan
dengan sepotong kayu. Tanda torniket sudah kencang ialah
menghilangnya denyut nadi di distal dan kulit menjadi pucat
kekuningan.
o Setiap 10 menit torniket dikendorkan selama 30 detik, sementara
luka ditekan dengan kasa steril.
Elevasi bagian yang terluka
4. Tentukan posisi balutan dengan mempertimbangkan:

Dapat membatasi pergeseran/gerak bagian tubuh yang memang


perlu difiksasi
Sesedikit mungkin membatasi gerak bgaian tubuh yang lain
Usahakan posisi balutan paling nyaman untuk kegiatan pokok
penderita.
Tidak mengganggu peredaran darah, misalnya balutan berlapis, yang
paling bawah letaknya di sebelah distal.
Tidak mudah kendor atau lepas.