Anda di halaman 1dari 2

Kamis, 18 Oktober 2012

Struktur Esai
Sebagai salah satu jenis karangan, esai mempunyai struktur yang spesifik. Struktur ini
dimaksudkan agar setiap orang dapat menuliskan gagasan dalam format atau bentuk yang
disepakati secara umum dan berlaku secara luas dalam dunia tulis-menulis. Dengan struktur
yang relatif seragam, pembaca akan lebih mudah memahami pendapat atau gagasan yang
disampaikan penulisnya.
Secara umum, struktur esai dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan, isi, dan penutup.
Pendahuluan merupakan bagian yang penting dalam sebuah esai. Bagian ini menentukan
apakah pembaca akan tertarik untuk terus membaca esai tersebut sampai selesai. Pendahuluan
yang menarik jelas akan meningkatkan minat pembaca untuk menyelesaikan bacaannya.
Sebaliknya, pendahuluan yang membosankan akan membuat pembaca mengakhiri
bacaannya. Pada dasarnya bagian pendahuluan berisi pengantar yang memadai tentang topik
bahasan yang hendak ditulis. Gagasan yang ditulis dalam paragraf pendahuluan memberikan
gambaran umum tentang gagasan atau argumen yang akan ditulis pada bagian isi esai. Unsur
yang paling penting dalam paragraf pendahuluan adalah kalimat tesis (thesis statement).
Kalimat tesis merupakan gagasan utama esai yang dinyatakan secara jelas (tidak ambigu) dan
eksplisit. Kalimat tesis ini berfungsi sebagai pengontrol gagasan yang hendak disampaikan
dalam
isi
esai.
Bagian isi esai merupakan penjabaran dari gagasan utama yang dinyatakan dalam
kalimat tesis. Penjabaran gagasan utama ini diwujudkan dalam beberapa paragraf. Umumnya
isi esai terdiri atas beberapa gagasan utama (minimal dua). Setiap gagasan utama ditulis dan
dijabarkan dalam satu paragraf. Setiap paragraf isi mendiskusikan gagasan-gagasan yang
lebih spesifik dan lebih detil agar argumen menjadi lebih meyakinkan. Gagasan-gagasan yang
lebih spesifik ini merupakan kalimat-kalimat pendukung yang berfungsi sebagai penjelasan
yang logis atas argumen yang disampaikan penulis. Oleh karena itu, argumen dalam paragrafparagraf isi ini harus diorganisasi atau dikelola dengan cermat. Penulis esai harus memastikan
bahwa setiap kalimat penjelas yang ditulis memiliki relevansi yang erat dengan gagasan.
Selain itu, perpindahan antara satu paragraf isi dengan paragraf isi lainnya harus pula
dirancang dengan seksama. Pengaturan paragraf-paragraf isi ini dapat disusun berdasarkan
urutan
kronologis,
logis,
atau
kepentingan.
Penutup esai diwujudkan dalam satu paragraf simpulan yang dimaksudkan untuk
mengakhiri pembahasan topik esai. Paragraf ini biasanya berisi rangkuman dari pokok
pikiran yang telah disampaikan penulis. Paragraf penutup juga bisa berupa penegasan atas
argumen yang telah dijabarkan di bagian isi dengan maksud agar pembaca mengetahui secara
persis posisi penulis atas suatu masalah. Menutup esai dengan paragraf yang efektif akan
memberikan kesan ketuntasan (sense of closure) bagi pembaca sehingga apa yang telah
disampaikan
penulis
dapat
diterima
oleh
pembaca.
Secara ringkas, esai yang efektif memiliki struktur yang baku untuk mempermudah
pembaca memahami alur pemikiran/gagasan yang disampaikan penulis. Esai yang baik harus
diatur secara cermat dan terdiri dari paragraf-paragraf yang diorganisasi secara terpadu untuk
menjaga kesinambungan gagasan. Menulis esai secara benar juga membantu kita mengasah
logika dan kreatifitas.