Anda di halaman 1dari 24

PEMENUHAN KEBUTUHAN

ELIMINASI

Oleh : Diah Astutiningrum

Pendahuluan

Eliminasi atau pengeluaran melalui


saluran urinari dan pencernaan
berarti bahwa tubuh dibersihkan
dari bahan-bahan yang melebihi
kebutuhan dan produk kotoran.
Pengeluaran yang efektif perlu
untuk memlihara kesehatan maupun
kehidupan itu sendiri.

Prinsip umum dalam


eliminasi

Fungsi fisiologis yang efisien memerlukan


pembuangan bahan-bahan kotoran dari
dalam tubuh
Pola eliminasi pada setiap individu
berbeda-beda, selama usus dan kandung
kemih secara efektif mengeluarkan
kotoran dari dalam tubuh
Kondisi ketegangan maupun penyakit
dapat mengganggu kebiasaan normal dari
eliminasi

Eliminasi Usus/ BAB

Fungsi Colon:
1. Absorbsi air dan nutrient
2. Proteksi dengan memproduksi mucus
yang akan melindungi dinding usus
dari
trauma oleh feses dan aktifitas bakteri
3. Mendorong sisa makanan sampai
keanus dengan cara berkontraksi

Gerak Colon
Haustral Shuffling
Gerakan mencampur chyme untuk membantu
absorbsi air
Kontraksi Haustral
Untuk mendorong materi cair dan semi padat
sepanjang colon
Peristaltik
Berupa gelombang yang bergerak maju
menuju anus

Panjang Colon Dewasa + 125 150


Cm

Panjang Rektum bervariasi sesuai


dengan usia :
Bayi
: 2,5 cm 3,8 cm
Toddler : 4 cm
Pra sek : 7,6 cm
Sekolah : 10 cm
Dewasa : 10 cm 15 cm

FISIOLOGI DEFEKASI
1.

Reflek Defekasi Instrinsik


Feses masuk Rektum
Distensi rektum
Rangsang pleksus Mesentrikus
Tjd Peristaltik di c. Ascenden, Sigmoid dan rektum
Feses terdorong keanus

Sfingter internal tidak menutup sfingter esk relaksasi

2. Reflek Defekasi Parasimpatis


Feses masuk rektum
Rsg saraf rektum
Dibawa ke spinal cord
Kembali ke C. Ascenden, sigmoid dan rektum
Relaksasi sfingter internal
Defekasi

Kontraksi otot abdomen dan


diagfragma
Tekanan intra abdomen naik
Otot levator anus kontraksi
Menggerakkan feses melalui anal
Defekasi

FLATUS
Gas yang terbentuk sebagai hasil
pencernaan diusus besar dalam waktu 24
jam
Jumlah gas yang terbentuk normal 7 10
lt dlm waktu 24 jam
Terdiri dari CO2, H2S, Methane, O2 dan
Nitrogen

FESES

Terdiri dari 75% air dan 25% material


padat
Berwarna coklat karena pengaruh
stercobilin, urobilin dan aktifitas
bakteri
Berbau khas karena pengaruh
mikroorganisme
Konsistensi lembek namun berbentuk

Faktor yang mempengaruhi


proses defekasi
1.
2.
3.
4.

5.
6.

Usia
Diit : Kualitas, jumlah dan frekwensi
Intake cairan : Jumlah
Tonus otot : terutama otot abdomen dan
aktifitas
Psikologis : mempengaruhi peristaltik
Life style : ADL yang biasa dilakukan
dan bowel training saat anak-anak

Masalah yang biasa terjadi


1.

Konstipasi
Gangg. Pada eliminasi akibat adanya
feses yang kering, keras yang melewati
usus besar dikarenakan jumlah air
ysng diabsorbsi sangat kurang.
Etiologi:
* Pola defekasi yang tidak teratur
* Penggunaan laksatif sejak kecil
* Stress psikologis

*
*
*
*

Diit yang tidak sesuai


Obat-obatan
Kurang aktifitas
Usia

Untuk mengeluarkan feses diperlukan


tenaga untuk mengedan dan terjadi
peregangan otot, hal ini dpt menyebabkan
Ruptur perineum
Naiknya tekanan intracranial
Naiknya tekanan intrathoraks

2.

Fecal Impaction
Masa yang keras dilipatan rectum
akibat retensi dan akumulasi feses yang
berkepanjangan

Tanda dan gejala:


*
*
*

Perembesan
Rasa ingin BAB yang diabaikan
Sakit dibagian rectum

Etiologi:

Pola defekasi tidak teratur


Konstipasi
Intake cairan kurang
Kurang aktifitas
Diit rendah serat
Kelemahan tonus otot

3. Diare
Keluarnya feses cair dan meningkatnya
frekwensi BAB akibat cepatnya chyme
melewati usus sehingga usus besar tidak
mempunyai cukup waktu untuk menyerap
air.
Tanda dan Gejala
* Spasmodik
* Nyeri abdomen
* Kadang disertai darah dan mucus
* Kadang vomitus atau nausea

Bila berlangsung lama, akan terjadi :


Malaise
Kelemahan
Kurus

Dehidrasi

Etiologi
1. Stress psikis
2. Obat-obatan
3. Alergi
4. Penyakit-penyakit Colon
5. Iritasi intestinal

4. Inkontinensia Alvi
Hilangnya kemampuan otot untuk
mengontrol
pengeluaran feses dan gas yang melalui
sfingter anus akibat kerusakan fungsi
sfingter
atau kerusakan persarafan didaerah anus.
Hal ini disebabkan masalah-masalah
kejiwaan.

Etiologi
1. Penyakit-penyakit neuromuskuler
2. Trauma spinal cord
3. Trauma sfingter anus eksterna

Tanda dan gejala


Feses keluar untuk waktu tertentu
Feses bersifat iritan
Iritasi pada daerah sekitar anus atau
bokong

5. Kembung
Flatus yang berlebihan diintestinal

Etiologi
Konstipasi
Penggunaan obat-obatan
Konsumsi makanan yang menghasilkan
gas
Efek anestesi

Tanda dan gejala


Distensi intestinal dan gaster
Pemeriksaan fisik : Tympani
Rasa tidak nyaman diabdomen

6. Hemoroids
Pelebaran vena didaerah anus, sebagai
akibat
penigkatan tekanan didaerah tersebut

.Etiologi
Konstipasi kronis
Peregangan maksimal saat defekasi
Kehamilan
Obesitas
Tanda dan gejala
Rasa gatal
Rasa nyeri
Kadang perdarahan