Anda di halaman 1dari 4

Judul

Besaran Fisika dan Pengukuranya


A. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Bagaimana mengidentifikasi bagian-bagian alat ?


Bagaimana mengoperasikan alat ukur
Bagaimana menentukan ketidakpastian hasil pengukuran
Bagaimana mengungkapkan hasil pengukuran

B. Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.

Menggunakan beberapa alat ukur dasar


Menentukan ketidak pastian pada hasil pengukuran tunggal
Menentukan ketidak pastian pada pengukuran berulang
Menggunakan konsep angka berarti
Menghitung ketidakpastian pada hasil percobaan dan menjelaskan arti
statistikanya

C. Teori Singkat
Pembentuk Utama Fisika adalah besaran-besaran fisis yang di pakai untuk
menyatakan hokum-hukum fisika , Misalnya : panjang,massa, waktu, gaya, kecepatan
dll.
Besaran fisika dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran
turunan. Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.
Adapun, besaran turunan merupakan besaran yang dijabarkan dari besaran-besaran
pokok. Sistem satuan besaran fisika pada prinsipnya bersifat standar atau baku, yaitu
bersifat tetap, berlaku universal, dan mudah digunakan setiap saat dengan tepat.
Sistem satuan standar ditetapkan pada tahun 1960 melalui pertemuan para ilmuwan di
Sevres, Paris. Sistem satuan yang digunakan dalam dunia pendidikan dan
pengetahuan dinamakan sistem metrik, yang dikelompokkan menjadi sistem metrik
besar atau MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut sistem internasional atau
disingkat SI dan sistem metrik kecil atau CGS (Centimeter Gram Second).
Misalnya kita pilih panjang sebagai besaran dasar, maka kita ambil standar yang
disebut meter.yang kita definisikan berdasarkan operasi-operasi laboratorium
( pengukuran ) tertentu.
Peranan pengukuran dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Seorang tukang
jahit pakaian mengukur panjang kain untuk dipotong sesuai dengan pola pakaian yang
akan dibuat dengan menggunakan meteran pita. Penjual daging menimbang massa
daging sesuai kebutuhan pembelinya dengan menggunakan timbangan duduk.

Seorang petani tradisional mungkin melakukan pengukuran panjang dan lebar


sawahnya menggunakan satuan bata, dan tentunya alat ukur yang digunakan adalah
sebuah batu bata. Tetapi seorang insinyur sipil mengukur lebar jalan menggunakan
alat meteran kelos untuk mendapatkan satuan meter.
Pengukuran besaran-besaran fisika, meliputi panjang, massa, dan waktu.
1. Pengukuran Panjang
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan
ukuran benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris,
sedangkan untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran
kelos. a. Pengukuran Panjang dengan Mistar Penggaris atau mistar berbagai macam
jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus, berbentuk segitiga yang terbuat dari
plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita).
Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat
mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.
2. Pengukuran Massa Benda
Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca OHauss tiga lengan atau dua
lengan.
Bagian-bagian dari neraca OHauss tiga lengan adalah sebagai berikut:
Lengan depan memiliki skala 010 g, dengan tiap skala bernilai 1 g.
Lengan tengah berskala mulai 0500 g, tiap skala sebesar 100 g.
Lengan belakang dengan skala bernilai 10 sampai 100 g, tiap skala 10 g.

3. Pengukuran Besaran Waktu


Berbagai jenis alat ukur waktu yang lain, misalnya: jam analog, jam digital, jam
dinding, jam atom, jam matahari, dan stopwatch. Dari alat-alat tersebut, stopwatch
termasuk alat ukur yang memiliki ketelitian cukup baik, yaitu sampai 0,1 s.
Referensi :
1. Buku Fisika ( Edisi ke-3 Jilid 1) 1999
Penerbit Erlangga Halaman3 - 4
2. Buku penuntun Fisika halaman 1-3
3. http://physic.center07.students-blog.undip.ac.id/2010/10/05/besaran-fisika-danpengukurannya.

D. Variabel-variabel
Variabel bebas
Variabel Terikat
Variabel Kontrol

E. Alat dan Bahan


1. Mistar
2. Jangka Sorong
3. Mikrometer Sekrup
4. Sferometer
5. Termometer
6. Stopwatch
7. Neraca Mekanik
8. Neraca Pegas
9. Barometer dan Hygrometer
10. Silinder
11. Lensa konfergen (cembung), lensa divergen (cekung) dan kaca planparalel
12. Kontainer
13. Bandul
14. Balok-balok dan massa pemberat

F. Prosedur
1. Menentukan nilai skala terkecil dari (a) Mistar, (b) Jangka Sorong, (c) Mikrometer
Sekrup, (d) Sferometer, (e) Termometer, (f) Stopwatch, (g) Neraca Pegas,
(h) Neraca Mekanik, (i) Barometer, (j) Hygrometer
2. Mengukur panjang dan lembar kerja pratikum dengan menggunakan mistar
3. Mengukur diameter dalam, diameter luar dan tebal dari silinder yang di berikan
Asisten dengan menggunakan jangka sorong
4. Mengukur tebal dari massa pemberat yang di berikan Asisten dengan
menggunakan mikrometer sekrup
5. Mengukur jari-jari kelengkungan lensa-lensa yang di berikan oleh Asisten dengan
menggunakan sferometer
6. Menggukur massa dari balok-balok/massa pemberat yang di berikan Asisten
dengan menggunakan Neraca Mekanik

7. Menggukur berat dari balok-balok/massa pemberat yang diberikan Asisten dengan


menggunakan Neraca Pegas
8. Mengukur suhu air yang di berikan Asisten dengan menggunakan Termometer
9. Mengukur suhu waktu 3 kali ayunan bandul dengan menggunakan stopwatch
sebanyak 5 kali
10. Mengukur waktu yang di butuhkan oleh sebuah benda yang di jatuhkan dari
ketinggian tertentu
11. Mengukur suhu ruangan (dalam satuan Fahrenheit), tekanan dan kelembapan
udara dalam Laboratorium Fisika