Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

SKIZOFRENIA PARANOID
(F20.0)

Oleh : Andi Marnia Astuti


Pembimbing: dr. Theodorus Singara,
Sp.KJ(K)

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Tn. M.T.
Umur
: 35 tahun
Jenis Kelamin
: laki-laki
Status Perkawinan : Telah bercerai
Agama
: Islam
Warga Negara
: Indonesia
Suku Bangsa
: Bugis
Pendidikan
: SD
Alamat
: DS. Bola Romang Sinjai.

Alloanamnesis diperoleh dari

Nama
: Abd. Samad
Hubungan dengan pasien : Kakak Ipar pasien

LAPORAN
PSIKIATRI
A. Keluhan Utama
.Mengamuk
B. Riwayat Gangguan Sekarang
1. Keluhan dan Gejala :
.Seorang pasien laki-laki masuk RSKD untuk

yang keempat kalinya dengan keluhan


mengamuk yang dialami sejak 1 minggu yang
lalu. Pasien memukul keluarganya dan merusak
barang-barang. Selain itu, pasien sering tertawa
sendiri dan melamun. Menurut keluarga, pasien
sering menggoda perempuan yang melintasi
rumahnya dan membuka celana.

Pasien mengamuk dan memukul apabila


melihat laki-laki yang tidak disukainya. Pasien
mengamuk karena mengikuti perintah dari
bisikan termasuk bisikan kakaknya yang telah
meninggal dan bisikin perempuan yang sering
terdengar di telinganya. Selain bisikan, pasien
juga sering melihat bayangan perempuan
yang tidak dikenalinya melintas.

Pasien selalu merasa sedih dan menangis


tanpa alasan yang jelas jika melihat bayangan
perempuan tersebut. Pasien gelisah dan sulit
tidur pada malam hari. Pasien pernah berobat
ke RSKD tapi tidak teratur minum obat.
Menurut keluarganya sebelum terjadi
perubahan perilaku, pasien sering dipukuli
oleh istrinya karena cemburu jika pasien
akrab, menggoda perempuan lain, dan
memiliki kebiasaan buruk yaitu membuka
celana ditempat umum.

2. Hendaya/disfungsi :
Hendaya sosial
(+)
Hendaya pekerjaan
(+)
Hendaya waktu senggang (+)
3. Faktor stressor psikososial:
Tidak diketahui.

C. Riwayat Gangguan Sebelumnya


1. Riwayat Penyakit Dahulu :
Trauma (-)
Infeksi (-)
Kejang (-)
2. Riwayat Menggunakan Zat Psikoaktif :
Merokok
(+) 2 bungkus perhari
Alkohol (+)
NAPZA (-)

E. Riwayat Gangguan Psikiatri Sebelumnya


Sudah pernah mengalami gangguan seperti
ini sebelumnya dan keempat kalinya masuk
RSKD.

F. Riwayat Kehidupan Pribadi


1. Riwayat Prenatal dan Perinatal
Lahir normal, cukup bulan, lahir di rumah
dibantu oleh dukun.

2. Riwayat Masa Kanak Awal-Pertengahan


Usia 1-3 tahun
Tidak diketahui
Usia 3-5 tahun
Tidak diketahui
Usia 6-11 tahun
Tidak diketahui

3. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja


Tidak diketahui
4. Riwayat Masa Dewasa
Riwayat Pendidikan
Pasien menempuh pendidikan terakhir di SD
Riwayat Pekerjaan
Pasien bekerja sebagai petani.

Riwayat Pernikahan

Sudah menikah tapi bercerai dan memiliki 1


anak.
Riwayat Keluarga
Anak ke 6 dari 7 bersaudara (PR, LK, PR, LK, LK,
LK, LK)
Hubungan pasien dengan keluarga: baik.
Tidak ada keluarga yang mengalami penyakit
yang sama dengan pasien.
Riwayat Kehidupan Sosial
Pasien merupakan pribadi yang cukup mudah
bergaul, hubungan dengan tetangga dan teman
sebayanya juga cukup baik.

Riwayat Agama

Pasien beragama islam


Situasi Kehidupan Sekarang
Pasien sering keluar rumah dan ketika keluar
rumah, pasien sering buat keresahan di
lingkungannya.
Persepsi Pasien Tentang Diri dan
Kehidupannya
Pasien menganggap dirinya dalam keadaan
stress tapi kadang merasa bahwa dirinya baikbaik saja.

STATUS MENTAL
A. Deskripsi Umum
1. Penampilan
Seorang laki-laki, wajah sesuai umur, perawakan
sedang, kulit sawo matang, memakai baju kaos oblong
biru tua, celana pendek cokelat, perawatan diri kurang.
2. Kesadaran
Berubah, GCS 15 E4M6V5
3. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor
Pasien tenang saat dilakukan anamnesis
4. Sikap Terhadap Pemeriksa
Cukup kooperatif

B. Keadaan Afektif (Mood), Perasaan,


Empati, dan Perhatian
Mood
: senang
Afek
: eutimik
Keserasian : Tidak serasi
Empati
: Tidak dapat dirabarasakan.

C. Fungsi Intelektual (kognitif)


1. Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan
kecerdasan: sesuai
2. Orientasi (waktu, tempat, dan orang)
Waktu
: baik
Tempat
: baik
Orang
: baik

3. Daya Ingat
Jangka panjang : baik
Jangka sedang
: baik
Jangka pendek : baik
Jangka segera
: baik

4.
5.
6.
7.

Konsentrasi dan Perhatian : cukup baik


Pikiran abstrak
: terganggu
Bakat kereatif
: menyanyi
Kemampuan menolong diri sendiri : kurang

D. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi:
Auditorik (+), dalam hal ini pasien sering
mendengar bisikan kakaknya yang telah
meninggal dan bisikan perempuan yang
meberikan perintah kepadanya.
Visual (+), dalam hal ini pasien sering melihat
bayangan wanita melintas yang membuat
pasien tiba-tiba merasa sedih dan menangis
tanpa alasan.

2. Ilusi
: tidak ada
3. Depersonalisasi : tidak ada
4. Derealisasi
: tidak ada
E. Proses Berpikir
1. Arus Pikiran
Produktivitas
: bicara spontan, lancar.

Kontinuitas
: cukup relevan.
Hendaya berbahasa
: tidak ada

2. Isi Pikiran
Preokupasi
: tidak ada
Gangguan isi pikiran : tidak jelas.

F. Pengendalian Impuls : terganggu


G. Gangguan Daya Nilai
Norma Sosial
: terganggu
Uji Daya Nilai
: baik
Penilaian Realitas : terganggu
H. Tilikan (insight) : Derajat 2, agak
menyadari bahwa dirinya sakit dan butuh
bantuan tapi dalam waktu yang sama juga
menyangkali penyakitnya.
I. Taraf Dapat Dipercaya : Dapat dipercaya

PEMERIKSAAN FISIK DAN NEUROLOGIS

1. Status Internus:
Tekanan Darah : 120/90 mmHg
Suhu
: 36.2C
Nadi
: 88 x/m
Pernapasan
: 20 x/m
Konjungtiva
: hiperemis (-), pucat (-)
Sclera
: ikterus (-)

2. Status Neurologis:
GCS 15 E4M6V5
Refleks APR: +/+ dan KPR: +/+

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Seorang pasien laki-laki masuk RSKD untuk

yang keempat kalinya dengan keluhan


mengamuk yang dialami sejak 1 minggu yang
lalu. Pasien memukul keluarganya dan
merusak barang-barang. Selain itu, pasien
sering tertawa sendiri dan melamun. Menurut
keluarga, pasien sering menggoda perempuan
yang melintasi rumahnya dan membuka
celana.

Pasien mengamuk dan memukul apabila


melihat laki-laki yang tidak disukainya. Pasien
mengamuk karena mengikuti perintah dari
bisikan termasuk bisikan kakaknya yang telah
meninggal dan bisikin perempuan yang sering
terdengar di telinganya. Selain bisikan, pasien
juga sering melihat bayangan perempuan
yang tidak dikenalinya melintas. Pasien selalu
merasa sedih dan menangis tanpa alasan
yang jelas jika melihat bayangan perempuan
tersebut. Pasien gelisah dan sulit tidur pada
malam hari. Pasien pernah berobat ke RSKD
tapi tidak teratur minum obat.

Menurut keluarga, sebelum terjadi perubahan


perilaku, pasien sering dipukuli oleh istrinya
karena sering cemburu jika pasien akrab,
menggoda perempuan lain, dan sering
membuka celana di tempat umum. Pada
riwayat
gangguan
sebelumnya,
pasien
mengonsumsi rokok 2 bungkus perhari dan
mengonsumsi alkohol.

Dari pemeriksaan status mental, didapatkan


pasien seorang laki-laki, wajah sesuai umur,
perawakan sedang, memakai baju kaos
oblong biru tua, celana pendek cokelat, kulit
sawo matang, dan perawatan diri kurang.
Kesadaran berubah dan GCS 15. Pasien
tampak cukup tenang saat dianamnesis. Sikap
terhadap pemeriksa cukup kooperatif.

Keadaan afektif pasien, dalam hal ini mood


senang, afek eutimik, keserasian tidak serasi,
dan tidak dapat dirabarasakan. Fungsi
intelektual sesuai tingkat pendidikannya,
terdapat gangguan persepsi berupa halusinasi
auditorik dan visual. Pengendalian impuls
terganggu, daya nilai terganggu, dan tilikan
derajat 2 bahwa pasien agak menyadari
bahwa dirinya sakit dan butuh bantuan tapi
dalam waktu yang sama juga menyangkali
penyakitnya.

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
(BERDASARKAN PPDGJ (III))
Aksis I

Berdasarkan alloanamnesis, autoanamnesis dan


penilaian status mental didapatkan gejala klinis
berupa mengamuk, gelisah, sering tertawa sendiri,
melamun,
kadang tiba-tiba menangis, kadang
merasa
ada
yang
ingin
menyerang
dan
membunuhnya, dan sering membuka celana di
tempat
umum.
Keadaan
ini
menimbulkan
penderitaan (distress) kepada pasien dan orang di
sekitarnya. Terdapat hendaya pada fungsi sosial,
pekerjaan, dan waktu senggang sehingga pasien
dapat disimpulkan mengalami gangguan jiwa.

Pasien
sering
membuka
celana
untuk
diperlihatkan kepada beberapa perempuan
yang melintas di depan rumahnya. Pasien
merasa puas dan bahagia apabila melihat
ekspresi orang tersebut kaget dan tertawa.
Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan
bahwa pasien juga mengalami gangguan
preferensi seksual, dalam hal ini berupa
Ekshibisionisme.

Pada pemeriksaan status mental ditemukan

bahwa pasien mengalami hendaya berat


dalam menilai realita sehingga digolongkan
gangguan jiwa psikotik.
Terdapat halusinasi auditorik dan visual,
halusinasi yang menetap, perilaku gaduh
gelisah. Gejala tersebut telah dialami lebih
satu bulan dan terdapat perubahan yang
konsisten dan bermakna dari beberapa aspek
perilaku pribadi. Dari beberapa gejala tersebut
sudah memenuhi kriteria skizofrenia.

Pada pemeriksaan status internus dan

neurologis tidak ditemukan adanya kelainan


yang mengindikasikan adanya gangguan
medis umum maupun kelainan pada otak
yang mengakibatkan gangguan jiwa. Hal ini
dapat menyingkirkan diagnosis gangguan
jiwa psikotik organik.
Oleh karena itu, berdasarkan PPDGJ III dapat
didiagnosis sebagai Skizofrenia YTT (20.9)
dan Gangguan Preferensi Seksual
(Ekshibisionisme) F65.2.

Aksis
Aksis
Aksis
Aksis

II : Tidak diketahui
III : Tidak ada diagnosis
IV : Tidak jelas
V : GAF Scale 50-41 (gejala berat dan
disabilitas berat).

PROGNOSIS

Faktor Pendukung:
Tidak ditemukan adanya riwayat keluarga
(genetik) yang mengalami gangguan jiwa
Tidak ada kelainan organik dan neurologik.
Keluarga mendukung kesembuhan pasien.
Faktor penghambat:
Pasien telah bercerai
Subtipe skizofrenia YTT
Riwayat melakukan tindakan penyerangan

RENCANA TERAPI
Farmakoterapi
Chlorpromazine 100 mg 0-0-1
Haloperidol 5 mg 3 x
Psikoterapi
Ventilasi
Memberi kesempatan kepada pasien untuk
menceritakan keluhan dan isi hati serta
perasaan sehingga pasien menjadi lega.

Konseling

Memberikan masukan dan penjelasan kepada


keluarga pasien dan orang-orang terdekat
pasien serta lingkungannya tentang keadaan
yang dialami pasien, sehingga tercipta
dukungan sosial dalam lingkungan yang
kondusif
sehingga
membantu
proses
penyembuhan
pasien
serta
melakukan
kunjungan berkala.