Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

PROYEKSI PENDUDUK

Prediksi jumlah penduduk di masa yang akan datang didasarkan pada laju perkembangan
kota dan kecenderungannya, arahan tata guna lahan serta ketersediaan lahan untuk menampung
perkembangan jumlah penduduk. Prediksi jumlah penduduk dalam periode perencanaan 20 tahun
perlu diketahui untuk mengetahui kebutuhan air bersih wilayah perencanaan. Dengan
memperhatikan laju perkembangan jumlah penduduk masa lampau, maka metode statistik
merupakan metode yang paling mendekati untuk memperkirakan jumlah penduduk di masa
mendatang. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menganalisa perkembangan jumlah
penduduk di masa mendatang yaitu :
1)
2)
3)
4)
5)

Aritmatika
Geometrik
Linear
Eksponensial
Logaritmik
4.1 Metode Aritmatika
Metode ini biasanya disebut juga dengan rata-rata hilang. Metode ini digunakan apabila data

berkala menunjukkan jumlah penambahan yang relatif sama tiap tahun. Hal ini terjadi pada kota
dengan luas wilayah yang kecil, tingkat pertumbuhan ekonomi kota rendah dan perkembangan kota
tidak terlalu pesat.
Rumus metode ini adalah :
Pn=P0 +r ( T nT 0 )
r=P2 P1
Dengan :
Pn = jumlah penduduk tahun ke-n
P0 = jumlah penduduk awal
r = jumlah pertambahan penduduk tiap tahun
Tn = tahun yang diproyeksi
T0 = tahun awal
P1 = jumlah penduduk tahun ke-1 (yang diketahui)
P2 = jumlah penduduk tahun terakhir (yang diketahui)

4.2 Metode Geometrik


Untuk keperluan proyeksi penduduk, metode ini digunakan bila data jumlah penduduk
menunjukkan peningkatan yang pesat dari waktu ke waktu.
Rumus metode geometrik :
Pn=P0 ( 1+r )n
P2P1
P1

r=

Dengan :
Pn = jumlah penduduk tahun yang diproyeksi
P0 = jumlah penduduk tahun awal
r = rata-rata angka pertumbuhan penduduk tiap tahun
n = jangka waktu
4.3 Metode Regresi Linear
Metode regresi linear dilakukan dengan menggunakan persamaan :
y=a+bx

y x 2 x (xy )
2
2
N x ( x )

N ( xy ) x y

a=

b=

N x2( x )

4.4 Metode Eksponensial


Metode eksponensial dilakukan dengan menggunakan persamaan :
y=a ebxn
ln a=

b=

1
( ln yb x )
n

N ( x ln y ) x ln y
2

N x ( x )
2

4.5 Metode Logaritmik

Metode Logaritmik dilakukan dengan menggunakan persamaan :


y=a+b ln x
x
y b ln

N
1
a=

x
y ln y ln x

x
ln

2
2
( ln x )

N
b=
4.6 Dasar Pemilihan Metode Proyeksi Penduduk
Untuk menentukan metode paling tepat yang akan digunakan dalam perencanaan,
diperlukan perhitungan faktor korelasi, standar deviasi dan keadaan perkembangan kota di masa
yang akan datang. Koefisien korelasi dan standar deviasi diperoleh dari hasil analisa dan
perhitungan data kependudukan yang ada dengan data penduduk dari perhitungan metode proyeksi
yang digunakan.
Korelasi, r, dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

( PPr ) 2 ( PnP )2
( PP r )2
r 2=

Kriteria korelasi adalah sebagai berikut :


r < 0, korelasi kuat, tetapi bernilai negatif dan hubungan diantara keduanya berbanding terbalik.
r = 0, kedua data tidak memiliki hubungan.
r > 1, terdapat hubungan positif dan diperoleh korelasi yang kuat, diantara kedua variabel
memiliki hubungan yang berbanding lurus.
Sedangkan, standar deviasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

STD =

( PnP )

( P nP )

0,5

Metode proyeksi yang dipilih adalah metode dengan nilai standar deviasi terendah dan
koefisien korelasi paling besar. Pola perkembangan kota sesuai dengan fungsi kota di masa
mendatang juga dijadikan acuan dalam menentukan metode proyeksi. Pada umumnya fungsi sebuah
kota dapat menunjukkan kecenderungan pertambahan penduduk di masa mendatang.