Anda di halaman 1dari 14

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Sistem dan unsurnya


Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang
dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang
dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan
(Mulyadi, 2001 : 5).
Dari definisi sistem akuntansi tersebut, unsur suatu sistem akuntansi pokok
adalah formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku pembantu,
serta laporan. Berikut penjelasan dari unsur tersebut :
1. Formulir
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam
terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen,
karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi
direkam (didokumentasikan) di atas secarik kertas. Formulir sering pula
disebut dengan istilah media, karena formulir merupakan media untuk
mencatat peristiwa yang terjadi di organisasi ke dalam catatan. Dengan
formulir ini data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama
kalinya dasar pencatatan dalam catatan.

2. Jurnal

Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk


mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas data keuangan dan data
lainnya. Sumber informasi pencatatan dalam jurnal adalah formulir. Dalam
jurnal ini data keungan untuk pertama kalinya diklasifikasikan merurut
penggolongan yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam
laporan keuangan. Dalam jurnal terdapat kegiatan peringakasan data, yang
hasil peringkasannya (berupa jumlah rupiah transaksi tertentu) kemudian
diposting ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
3. Buku Besar
Buku besar (general ledger) terdiri dari rekening-rekening yang
digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatatan
sebelumnya dalam jurnal. Rekening-rekening dalam buku besar ini telah
disesuaikan dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam
laporan keuangan.
4. Buku Pembantu
Jika data keuangan yang digolongkan dalam data besar diperlukan
rinciannya lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu (subsidiary
ledger). Buku pembantu ini terdiri dari rekening-rekening pembantu yang
merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu pada buku
besar. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir
(books of final entry), yang berarti tidak ada catatan lain lagi sesudah data
akutansi diringkas dan diolongkan dalam rekening buku besar dan buku
pembantu. Buku besar dan buku pembantu disebut karena catatan
akuntansi akhir juga karena setelah data akutansi keuangan dicatat dalam
buku-buku tersebut.
5. Laporan

Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat


berupa neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan,
laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga
pokok penjualan, daftar umum piutang, daftar utang akan dibayar, daftar
saldo persediaan yang lambat penjualannya.
2.1.1Komponen Utama Sistem Informasi
Sistem akuntansi adalah salah satu sistem informasi di antara berbagai
sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan.
Setiap sistem informasi tediri dari blok-blok bangunan yang membentuk suatu
sistem tersebut. Sistem informasi memiliki komponen utama yang membentuk
struktur bangunan sistem informasi. Komponen sistem informasi terdiri dari :
1. Blok Masukan
Masukan adalah data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi
beserta metode dan media yang digunakan untuk menangkap dan
memasukkan data tersebut ke dalam sistem. Blok masukan terdiri dari :
a. Transaksi
b. Permintaan
c. Pertanyaan
d. Perintah
e. Pesan
2. Blok Model
Blok model terdiri dari logico-mathematical models yang
mengolah masukan dan data yang disimpan, dengan berbagai macam cara,
untuk memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. logicomathematical models dapat mengkombinasi unsur-unsur data untuk
menyediakan jawaban atas suatu pertanyaan, atau dapat meringkas atau
menggabungkan data menjadi suatu laporan ringkas.

3. Blok Keluaran
Keluaran sistem informasi dapat berupa laporan keuangan, faktur,
surat order pembelian, cek, laporan pelaksanaan anggaran, jawaban atas
suatu pertanyaan, pesan, perintah hasil suatu pengambilan keputusan yang
di program, scenario dan simulasi dan iuran pengambilan keputusan. Mutu
yang harus melekat dalam keluaran system informasi adalah :
a. Ketelitian
b. Ketepatan waktu
c. Revelansi
4. Blok Teknologi
Teknologi menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan
dan mengakses data, menghasilkan dan menyampaikan keluaran, serta
mengendalikan seluruh system. Dalam system informasi informasi
berbasis computer, teknologi terdiri dari tiga komponen :
a. Komputer dan penyimpanan data diluar
b. Telekomunikasi
c. Perangkat lunak (Software)
5. Blok Basis Data
Basis data merupakan tempat untuk menyimpan data yang
digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. Basis data dapat
diperlakukan dari dua sudut pandang yaitu :
a. Basis Data secara fisik berupa media untuk menyimpan data. Basis
data secara fisik merupakan tempat sesungguhnya suatu data disimpan.
b. Basis data dipandang secara logis yang bersangkutan dengan bagaiman
struktur penyimpanan dan sehingga menjamin ketepatan, keteliian, dan
relevansi pengambilan informasi untuk memenuhi kebutuhan kontak
pemakai.
6. Blok Pengendalian

Semua sistem informasi harus dilindungi dari bencana dan


ancaman. Beberapa cara yang perlu dirancang untuk menjamin
perlindungan, integritas, dan kelancaran jalannya sistem informasi adalah :
a. Penggunaan sistem pengelolaan catatan
b. Penerapan pengedalian akuntansi
c. Pengembangan rancangan induk sistem informasi
d. Pembuatan rencana dalam hal sistem informasi gagal menjalankan
fungsinya
e. Penerapan prosedur dan seleksi karyawan
f. Pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem informasi yang
digunakan oleh perusahaan
g. Perlindungan dari bencana api dan putusnya aliran listrik
h. Pembuatan sistem penunjang untuk mengantisipasi kegagalan sistem
informasi

yang

sekarang

digunakan

dan

pembuatan

tempat

penyimpanan data di luar perusahaan sebagai cadangan (backup)


i. Pembuatan prosedur pengamanan dan penggunaan alat-alat
pengamanan serta pengendalian akses ke dalam system informasi.

2.2. Prosedur
2.2.1. Pengertian Prosedur
Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan
beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin
atau penanganan secara seragam transaksi perubahan yang terjadi berulang-ulang
(Mulyadi, 2000:5). Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa suatu
system terdiri dari jaringan prosedur; sedangkan prosedur merupakan urutan
kegiatan klerikal. Kegiatan klerikal (clerical operation) terdiri dari kegiatan
berikut :
a. Menulis

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Menggandakan
Menghitung
Memberi Kode
Mendaftar
Memilih
Memindah
Membandingkan

Sistem penjualan tunai terdiri dari 6 prosedur :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Prosedur Order Penjualan


Prosedur Penerimaan Kas
Prosedur Penyerahan Barang
Prosedur Pencatatan Penjualan
Prosedur Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
Prosedur Rekonsiliasi Bank

2.3 Asuransi
Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan nama
seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan
menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu
kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin
akan dideritanya karea suatu peristiwa yang tidak tentu (Hasyim Ali, 2002 : 3)
Asuransi memiliki beragam jenis, diantarannya juga terdapat Asuransi
Jiwa. Asuransi Jiwa adalah dimana asuransi jiwa bertujuan menanggun orang
terhadap kerugian financial yang tak terduga disebabkan karena meninggalnya
terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama ( Abbas salim, 1986 : 21 )
Dalam asuransi jiwa risiko yang dihadapi ialah :
1. Risiko Kematian (death)
2. Hidup seseorang terlalu lama
Asuransi jiwa terdiri atas tiga asuransi yaitu Asuransi jiwa, Annuite, dan Asuransi
kesehatan. Berikut penjelasannya :

1. Asuransi jiwa
Asuransi jiwa menyediakan uang pada waktu meninggalnya
tertanggung untuk biaya penguburan dan untuk melanjutkan pengasilan
bagi para ahli warisnya.
2. Annuite
Annuite adalah kebalikan dari asuransi jiwa dalam hal dicairkannya
suatu kekayaan menurut suatu pengaturan dimana annuitant (pemegang
annuite) dijamin memperoleh pengasilan selama ia masih hidup.
3. Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan menyediakan uang untuk pembayaran ongkosongkos pengobatan dan rumah sakit yang tibul karena kecelakaan atau
penyakit dan melindungi tertanggung terhadap kerugian penghasilan
karena cacat.

2.4 Polis
Polis asuransi adalah dokumen yang memuat kontrak antara pihak yang
ditanggung dengan perusahaan asuransinya. Polis dapat berupa secarik kertas
yang tidak rumit, polis juga dapat memuat perjanjian pertanggungan harta dengan
berbagai kepentingan (Hasyim Ali, 2012 : 110)
2.4.1 Pengertian Otentik Polis
Pertanggungan harus diadakan secara tertulis dengan akta, yang
dinamakan polis (pasal 225 KUHD). Pembuatan persetujuan mewajibkan
penanggung

untuk

menandatangani

polis

dan

menyerahkannya

kepada

tertanggung dalam jangka waktu tertentu (pasal 257 KUHD).


Menurut pasal 257 KUHD, hanya penanggung yang menandatangani
polis, berarti semacam perjanjian unilateral, tetapi mengikat kedua belah pihak

yang berkepentingan atas polis itu (penanggung dan tertanggung). Penanggung


harus menyerahkan polis kepada tertanggung dalam jangka waktu sebagai
berikut :
1. Bila perjanjian dibuat seketika dan langsung antara penanggung dan
tertanggung atau yang dikuasakan tertanggung, maka polis yang telah
ditandangani oleh penanggung harus diserahkannya kepada tertanggug
dalam tempo waktu 24 jam (pasal 259 KUHD)

2.4.2

Bagian-bagian Polis
Polis asuransi memiliki beberapa bagian yaitu deklarasi, klausule

pertanggungan,

pengecualian-pengecualian,

dan

kodisi-kondisi.

Berikut

penjelasannya :
1. Deklarasi
Deklarasi adalah pernyataan yang dibuat oleh tertanggung yang
menerangkan mengenai dirinya, memberikan informasi tentang risiko, dan
memberikan dasar pengeluaran polis dan penentuan premi ( Dra.A. Hasyim Ali,
2002 : 196)
2. Klausule Pertanggungan
Polis dapat diadakan untuk all-risk (segala risiko) atau untuk bencana
tertentu. Polis untuk bencana tertentu memberikan proteksi terhadap kerugian
yang disebabkan oleh bencana yang tersebut dalam polis.
2.4.3

Fungsi Umum Polis

Polis umumnya memiliki fungsi yang berbeda antara tertanggung dan


penanggung, berikut penjelasannya:
1. Perjanjian pertanggungan
Sebagai bukti jaminan dari penanggung kepada tertanggung
untuk mengganti keruian yang mungkin dialami oleh
tertanggung akibat peristiwa yang tidak diduga sebelumnya,
dengan prinsip :
1. Untuk mengembalikan tertanggung kepada kedudukannya

semula sebelum mengalami kerugian


2. Untuk menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan.
Bukti pembayaran premi asuransi oleh tertanggung kepada
penanggung sebagai balas jasa atas jaminan penanggung.

2.4.4

Fungsi Polis Tertanggung


Dalam asuransi tertanggung adalah nasabah, Adapun berikut ini
merupakan fungsi polis tertanggung dalam asuransi :

1. Sebagai bukti tertulis atas jaminan penanggung untuk mengganti kerugian


yang mungkin dideritanya yang ditanggung oleh polis.
2. Sebagai bukti (kwitansi) pembayaran premi kepada penanggung.
3. Sebagai bukti otentik untuk menuntut penanggung bila lalai atau tidak
memenuhi jaminannya.

2.4.5

Fungsi Polis Penanggung


Penanggung adalah pihak asuransi atau perusahaan asuransi, adapun
berikut ini merupakan fungsi polis penanggung dalam asuransi :

1. Sebagai bukti (tanda terima) premi asuransi dari tertanggung.


2. Sebagai bukti tertulis atas jaminan yang diberikannya kepada tertanggung
untuk membeyar ganti rugi yang munkin diderita oleh tertanggung.
3. Sebagai bukti otentik untuk menolak tuntutan ganti rugi (klaim) bila yang
menyebabkan kerugian tidak memenuhi syarat-syarat polis.

2.5 Prosedur Penyusunan polis Asuransi


Polis asuransi merupakan suatu bentuk tanda bahwa calon nasabah telah
mejadi nasabah yang sah, Untuk memudahkan nasabah dalam mengetahui
bagaimana susunan dan penerimaan dokumen dalam prosedur polis maka di
butuhkan flowchart. Flowchart atau Bagan alir adalah bagan (chart) yang
menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika
(Jogiyanto,2005:795). Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan
alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di
dalam sistem (Jogiyanto,2005:802). Sistem flowchart adalah penyajian secara
grafis dari sistem informasi dan sistem operasi yang terkait (Anastasia Diana,
2011:41). Sistem informasi disini meliputi, aliran logis, input, output, dan arsip.
Sedangkan sistem operasi yang terkait mencakup entitas, aliran fisik, dan kegiatan
operasi.
Flowchart dipergunakan untuk menggambarkan proses kegiatan dalam
suatu organisasi. Flowchart berupa bagan untuk keseluruhan sistem termasuk

kegiatan-kegiatan manual dan aliran atau arus dokumen yang dipergunakan dalam
sistem.Penggambaran flowchart harus menggunakan cara-cara dan ketentuanketentuan yang berlaku secara lazim dalam sistem informasi akuntansi,
sehingga tidak menimbulkan kebebasan yang tidak mempunyai standar dalam
menggambarkan

sistem.

Dalam

sistem

informasi

akuntansi

diperoleh

kesepakatan dari pihak-pihak yang berkompeten untuk digunakannya standar


simbol yang dipakai untuk menggambarkan bagan atau flowchart.
Dalam menyusun flowchart perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
(Anastasia Diana,2011:42) :
1. Flowchart dibagi menjadi beberapa kolom sesuai dengan banyaknya
entitas (bagian atau departemen) yang terlibat dalam proses. Setiap kolom
tersebut diberi judul nama dari entitas tersebut.
2. Logika Flowchart dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.
3. Jika Flowchart tidak cukup dari atas ke bawah, gunakan konektor on-page
(0).
4. Jika Flowchart lebih dari 1 halaman, gunakan konektor off-page.

Tabel 2.5.1 Simbol data flow diagram

Sumber dan tujuan data

Proses (Fungsi yang sedang dilakukan)

Penyimpanan data

Aliran data
Sumber: Anastasia Diana, 2011:40

INPUT

Tabel 2.5.2 Simbol Sistem Flowchart

Dokumen

Gabungan Data
Manual Keying

Kartu plong

PROSES

Proses

Berbasis

Komputer

Proses manual

OUTPUT

Dokumen atau laporan

Catatan

akuntansi

(jurnal, buku besar)

ARSIP

Disk

Pita magnetic

Arsip
A = Menurut abjad
B = Menurut nomor
T = Menurut tanggal

Mulai atau selesai


Konektor

on-page

(konektor

antara

bagian pada halaman

KONEKTOR

yang sama)
Konektor
(konektor

off-page
antara

bagian pada halaman


yang berbeda)
Aliran logis

Link telekomunlkasi
Sumber:Anastasia Diana, 2011:43-45