Anda di halaman 1dari 3

BALIKPAPAN KRISIS AIR BERSIH

Keterangan Gambar : Untuk menangani krisis Waduk Manggar, Pemkot Balikpapan melalui PDAM
menurunkan pompa terapung dan memasang pipa alternatif. Perbaikan diperkirakan capai sebulan
lebih, selama itu pula distribusi ke masyarakat terganggu.
BALIKPAPAN- Ini informasi penting, segera siapkan penampungan air. Untuk kali pertama,
Balikpapan terancam krisis air bersih bukan karena fator alam seperti kemarau. Ancaman ini terjadi
karena ada kerusakan. Nah, waktu perbaikannya belum dapat dipastikan.
Kondisi ini disampaikan langsung Wali Kota Rizal Effendi didampingi sejumlah Forum Komunikasi
Pimpinan Daerah (FKPD). Krisis ini seiring dengan adanya kebocoran pipa isap yang ditemukan
PDAM. Selain itu, kebocoran juga menyebabkan adanya penurunan tanah di tepi waduk di sekitar
kebocoran. Lamban ditangani, Rizal menyebut, berdasarkan kajian Balai Wilayah Sungai (BWS)
Kalimantan III bakal sangat berbahaya.
Jika kebocoran tidak ditutup segera, dinding bendungan bisa jebol dan tumpah menggenangi wilayah
Timur Balikpapan seperti Teritip dan Lamaru. Jika tak ditangan segera, bukan tak mungkin kasus
Situ Gintung di Tangerang Selatan. Provinsi Banten. Selain itu, Balikpapan bakal mengalami krisis
air yang kian parah.
"Ada kebocoran pipa isap di Waduk Manggar yang mengalami kerusakan. Peristiwa abnormal pada
V-Notch 1 dan V-Notch 2 serta sembulan air di sekitar bangunan chamber. Awal bocoran dalam
kondisi jernih, tetapi lama kelamaan bercampur material lumpur dan pasir. Dampaknya, daerah di
sekitar bendungan mulai amblas sampai 1 meter dengan diameter 3 sampai 5 meteran," jelas Wali
Kota Rizal Effendi kepada wartawan di ruang VIP Balai Kota, usai penyerahan Piala Adipura
Kencana, Senin (9/6).
Informasi ini didapatkan Wali Kota Rizal usai rapat Minggu (8/6) malam bersama BWS Kalimantan
III Kementerian PU membahas kriris Waduk Manggar. Dengan kondisi ini, Rizal pun langsung
menetapkan status darurat terhadap Waduk Manggar. Harapannya, dengan statusnya ini segera
dilakukan tindaklanjut dengan penanganan serius. Dari penanganan tim teknis terkait kebocoran pipa

isap itu, harus dilakukan penutupan valve intake waduk.


Berdasarkan arahan dari Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Rizal
menambahkan dua pipa isap yang ada di Waduk Manggar tersebut harus berhenti beroperasi agar
penurunan tanah (rembesan) tidak terus berlanjut. Bahkan, selama perbaikan nantinya, volume air di
waduk Manggar harus dibuang sekitar 8 juta kubik hingga hanya menyisakan 6 juta meter kubik saja.
"Jadi, untuk memperbaiki atau mengganti pipa isap itu volume air waduk harus diturunkan sampai di
ketinggian muka air hanya 6 meter. Dari total ketinggian puncak air 16 meter dengan 13,2 meter
dalam kondisi normal. Untuk mempercepat pengurangan volume ini, diperlukan waktu sebulan,"
ungkap wali kota ke-10 Balikpapan ini didampingi wakilnya Heru Bambang.
Teknisnya sendiri, pemkot membutuhkan sembilan pompa air. Saat ini, sudah ada 5 pompa yang
disiapkan. Sisanya, akan disiapkan segera oleh tim teknis. Rizal mengaku dalam penanganan
perbaikan ini, pihaknya akan melakukan secara hati-hati. Mengurangi volume air hingga elevansi 6
meter, air akan disedot dengan mesin pompa di atas ponton terapung. Airnya akan disalurkan ke
pelanggan PDAM di beberapa IPAL. Untuk mempercepat, sebagian akan dialirkan ke Sungai
Manggar.
"Atas kerusakan ini, kami mohon maaf. Gangguan distribusi air ke masyarakat akan terganggu
sekitar 70 persen. Semoga masyarakat bisa menampung air sebanyak mungkin, karena selama
perbaikan akan mengalami gangguan lebih dari sebulan," tandas Rizal.
Lamanya bisa satu sampai dua bulan pengerjaannya. Setelah ketinggian air diturunkan (sampai titik
kebocoran waduk), baru bisa diketahui berapa lama perbaikannya. Perbaikan akan dilakukan 24 jam
untuk menjaga suplai air PDAM, sambungnya.
Rencananya, Selasa (10/6) hari ini, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum akan
datang untuk melihat kondisi bocoran di Waduk Manggar secara langsung. Asisten II Sekdakot
Balikpapan, Sri Soetantinah menambahkan, kapasitas tampung air baku di Waduk Manggar
mencapai 15 juta meter kubik dan bisa meningkat maksimal menjadi 16 juta meter kubik. Selama ini,
Waduk Manggar menjadi tulang punggung bagi air baku PDAM Tirta Manggar karena 80 persen
menyuplai air bersih ke masyarakat Balikpapan.
"Soal kebocoran, pipa yang rusak memang sudah berusia 35 tahun. Rencananya PDAM memang
akan melalukan pergantian intake dan anggarannya diusulkan tahun depan (2015). Tetapi karena
sudah mengalami kebocoran, dilakukan usulan pergantian sekarang," beber Tantin, biasa disapa.
Nantinya, tindak penanganan melibatkan pemimpin proyek air baku periode 2001 2004, kontraktor
pelaksana yaitu PT Nindya Karya, Konsultan PT Indra Karya, PDAM Kota Balikpapan dan Tim
Pengarah Unit Pengelola Bendungan BWS Kalimantan III.
Untuk tetap melayani pelanggan, PDAM nantinya akan tetap mengaktifkan 3 mesin pompa. PDAM
baru memiliki 2 pompa dengan kapasitas masing-masing 900 meter per detik. "PDAM tinggal
mencari satu tambahan mesin pompa lagi, untuk kapasitas 330 meter per segi. Nantinya, tinggal
disambung ke intake," tutur wanita berjilbab yang membidangi masalah ekonomi, pembangunan dan
kesejahteraan rakyat ini.(rus)