Anda di halaman 1dari 11

PEMERIKSAAN FISIK

THT
Aisyiyah Alviana Agustin
112011101064

SMF ILMU THT-KL


FK UNEJ/RSD dr.SOEBANDI
JEMBER
2015

PEMERIKSAAN TELINGA
Alat-Alat
1. Lampu kepala
2. Corong telinga
3. Otoskop
4. Pelilit kapas
5. Pengait
Serumen
6. Pinset telinga
7. Garputala

Posisi Pemeriksaan Telinga


Pasien duduk dengan posisi badan
condong sedikit ke depan dan kepala
lebih tinggi sedikit dari kepala pemeriksa
untuk memudahkan melihat liang telinga
dan membran timpani

Inspeksi
Mula-mula dilihat keadaan dan bentuk daun
telinga, daerah belakang daun telinga apakah
ada tanda peradangan atau sikatrik bekas operasi
Lihat liang telinga dan membran timpani dengan cara
menarik daun telinga ke atas dan ke belakang agar liang telinga
jadi lurus

Gunakan otoskop untuk


melihat bagian membran
timpani
Otoskop dipegang
menggunakan tangan
kanan untuk melihat

Inspeksi
DAUN TELINGA
Perhatikan

bentuk

serta

tanda-tanda peradangan
atau pembengkakan. Daun
telinga

ditarik,

menentukan

nyeri

untuk
tarik

dan menekan tragus untuk


menentukan nyeri tekan.

DAERAH MASTOID
Adakah abses atau fistel di belakang
telinga.

Mastoid

diperkusi

untuk

menentukan nyeri ketok.

LIANG TELINGA
Lapang atau sempit, dindingnya adakah
edema, hiperemis atau ada furunkel.
Perhatikan adanya polip atau jaringan
granulasi, tentukan dari mana asalnya.
Apakah ada serumen atau sekret.

Tulang Mastoid

MEMBRAN TIMPANI
Nilai

warna,

perforasi

reflek

dan

gerakannya.

cahaya,

tipenya

Warna

dan

membran

timpani yang normal putih seperti


mutiara. Refleks cahaya normal
berbentuk kerucut, warna seperti
air raksa Bayangan kaki maleus
jelas

kelihatan

retraksi

bila

membrane

arah dalam

terdapat

timpani

ke

Membr
an
Timpan
i Pada
Otosko
pi

PEMERIKSAAN HIDUNG

PEMERIKSAAN
TENGGOROKAN