Anda di halaman 1dari 4

Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus Morfologi Staphylococcus aureus , bentuknya seperti anggur jika dilihat dari mikroskop & mempunyai koloni

Morfologi

Staphylococcus aureus , bentuknya seperti anggur jika dilihat dari mikroskop & mempunyai koloni yang luas, bulat dan berwarna kuning keemasan.

Transmisi

Staphylococcus aureus dapat tumbuh pada suhu 6-45 o C, dan dapat diisolasi dari luar sekitar 30% dari individu yang sehat. Bakteri ini dapat menyebabkan Pneumonia, mastitis meningitis,& infeksi saluran kandung kemih

Geotrichum

Geotrichum a. Merupakan fungi yang menyerupai khamir b. Berwarna putih, kuning, orange, atau merah. c. Sering
Geotrichum a. Merupakan fungi yang menyerupai khamir b. Berwarna putih, kuning, orange, atau merah. c. Sering
  • a. Merupakan fungi yang menyerupai khamir

  • b. Berwarna putih, kuning, orange, atau merah.

  • c. Sering tumbuh pada produk susu membentuk koloni berwarna putih kekuningan.

  • d. Hifanya septat, dani biasanya bercabang.

  • e. Spora aseksualnya adalah artospora (oidia) berbentuk silinder jika berasal dari hifa di bawah permukaan atau berbentuk oval jika berasal dari hifa aerial (di atas) permukaan

    • 3. Manfaat dan Kerugiannya

Selain menyebabkan kerusakan pada kesehatan manusia, penelitian telah menunjukkan bahwa Geotrichum mempengaruhi lingkungan dengan cara yang negatif juga. Sebuah contoh yang baik adalah penghancuran, menyebabkan untuk aluminium dan menyimpan data resin polikarbonat. Ketika ditinggalkan di kedua produk, ia menghancurkan mereka dengan discoloring mereka dan meninggalkan mereka hampir transparan. Jika kondisi yang disebutkan sebelumnya dipatuhi, maka kemungkinan mengurangi pertumbuhan dan multiplikasi Geotrichum akan ditingkatkan dan mengurangi kekhawatiran makan makanan yang terkontaminasi dengan sama.

Neurospora sitophila

Dikenal pula dengan nama ilmiahnya Neurospora sitophila (dahulu Monilia sitophila). Nama

Neurospora berasal dari kata neuron (= sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya

menyerupai bentuk akson.

Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk

filamen). Sebelum diketahui perkembangbiakan secara seksualnya, jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota, tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph), yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota.

Secara umum klasifikasi Jamur oncom, sebagai berikut:

Kingdom:

Fungi

Phylum:

Ascomycota

Subphylum: Pezizomycotina

Class:

Ascomycetes

Order:

Sordariales

Family:

Sordariaceae

Genus:

Neurospora

Jamur N. crassa dikenal pula sebagai kontaminan, terutama di dalam laboratorium. Sebagai contoh tinggalkanlah sebonggol jagung rebus yang sudah dimakan tentunya .Biarkanlah di tempat terbuka (tidak terkena sinar matahari secara langsung) selama 2 – 3 hari, apakah yang kamu temukan … ..

Bonggol jagung tersebut pada umumnya akan terkontaminasi oleh jamur oncom, sehingga warnanya menjadi jingga. Di luar labortorium N. crassa juga terkenal sebagai kontaminan bagi pabrik pengolahan makanan seperti bakeri (roti), karena dapat menimbulkan kerusakan pada produk yang dihasilkan.

Kapang dari genus Neurospora telah lama diketahui dan telah dipelajari sejak 1843. species N. crassa telah banyak digunakan di dalam penelitian laboratorium sejak 1941. Pertumbuhan jamur ini yang sangat pesat, warna jingganya yang khas, serta bentuk spora (konidia) yang berbentuk seperti tepung merupakan ciri-ciri khas kapang ini.

Di negara subtropis dan tropis, makanan fermentasi dari kapang telah banyak ditemukan di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Rhizopus, Amylomyces, Mucor, Monascus dan Neurospora telah berperan sebagai mikoflora. Dalam kehidupan sehari- hari kapang Neurospora telah memegang peranan penting terutama dalam pengolahan makanan fermentasi. Kapang Neurospora telah dimanfaatkan untuk membuat oncom yang sangat populer bagi masyarakat Jawa Barat. Di Brazil, Neurospora telah digunakan dalam proses pengolahan singkong menjadi minuman fermentasi. Menurut Pandey, A. 2004, dalam Concise encyclopedia of bioresource technology, penerbit The Haworth Press: Beberapa strain dari Neurospora crassa, dapat mengkonversi selulosa dan hemiselulosa menjadi ethanol.

biakan (culture) Neurospora crassa dalam cawan petri bentuk dari spora Neurospora (perhatikan guratan-guratan di permukaan spora

biakan (culture) Neurospora crassa dalam cawan petri

biakan (culture) Neurospora crassa dalam cawan petri bentuk dari spora Neurospora (perhatikan guratan-guratan di permukaan spora

bentuk dari spora Neurospora (perhatikan guratan-guratan di permukaan spora tsb.)

biakan (culture) Neurospora crassa dalam cawan petri bentuk dari spora Neurospora (perhatikan guratan-guratan di permukaan spora

Bentuk askospora dari N. crassa

biakan (culture) Neurospora crassa dalam cawan petri bentuk dari spora Neurospora (perhatikan guratan-guratan di permukaan spora