Anda di halaman 1dari 4

Rizki Nur Utomo

21070112120017
Kelas B
KAIZEN
1. Pengertian
Kaizen berarti adalah perbaikan yang berkelanjutan dalam artiannya pada
Bahasa Jepang. Kaizen memiliki filsafat bahwa dalam setiap kehidupan yang kita
jalani hendaknya terus dalam fokus untuk upaya yang terus dilakukan secara
berkesinambungan. Sedangkan menurut Imai (2008:11) adalah kemajuan dan
perbaikan yang dilakukan secara terus menerus dalam setiap kegiatan hidup kita,
baik itu kehidupan rumah tangga, kehidupan bermasyarakat, dan kehidupan kerja.
Sedangkan menurut Wellington (1998:48) kaizen adalah konsep sederhana dan
terbentuk oleh adanya dua karakter yang berbeda yaitu, Kai yang berarti perubahan
dan Zen yang berarti baik. Sehingga apabila digabungkan maka berarti dalam
perubahan ke arah yang lebih baik atau perbaikan. Lalu menurut Hardjosoedarmo
(2001:147) mengartikan kaizen sebagai suatu perbaikan berkelanjutan yaitu
perbaikan secara terus menerus untuk selalu meningkatkan mutu dan produktifitas
output. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kaizen adalah budaya kerja untuk
melakukan proses perbaikan secara terus menerus yang bertujuan untuk
memperbaiki cara kerja, meningkatkan mutu dan kualitas, serta meningkatkan
produktifitas output dengan cara menanamkan sikap disiplin pada setiap karyawan
dan juga menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi karyawan sekalian untuk
melakukan proses kerja, dengan melibatkan seluruh elemen organisasi mulai dari
tingkat manajemen sampai tingkat karyawan.
2. Tujuan
Tujuan dari pencanangan budaya kerja kaizen ini adalah untuk meningkatkan
mutu serta performansi karyawan untuk menciptakan produktifitas output yang
maksimal dengan melakukan perbaikan di berbagai lini produksi dan melibatkan
seluruh elemen organisasi.

Pengendalian Penjaminan Mutu

Rizki Nur Utomo


21070112120017
Kelas B
3. Konsep
Berikut ini merupakan konsep utama yang diusung dalam perlakuan budaya
kaizen dalam organisasi:
- Kaizen dan Manajemen
Dalam budaya kerja kaizen manajemen memegang dua fungsi, yaitu
melakukan pemeliharaan dan perbaikan. Pemeliharaan berarti dalam
melakukan fungsi maintenance dalam segala aspek operasi organisasi, mulai
dari teknologi, standar operasi kerja, sistem manajerial, dan setiap kegiatan
pemeliharaan ini dilakukan secara disiplin. Sedangkan perbaikan bersifat
melakukan peningkatan dalam proses produksi suatu organisasi, bisa dilakukan
dalam skala kecil namun dilakukan secara berkesinambungan. Selain itu bisa
juga dilakukan dalam skala besar dengan menciptakan suatu ide baru dalam
proses operasi organisasi sehingga tercipta dampak besar dalam organisasi
-

tersebut.
Proses Versus Hasil
Dalam budaya kerja ini proses lebih diutamakan dalam menghasilkan produk
yang berkualitas. Karena prinsip yang dipegang adalah dengan adanya
perlakuan dalam proses yang baik dan terpadu maka output yang dihasilkan

pun tentunya akan memuaskan.


Siklus PDCA
Untuk menciptakan kesinambungan dalam budaya kerja kaizen maka tidak
terlepas dengan dilakukannya proses PDCA yaitu proses plan, do, check, dan
act. Sehingga dengan dilakukannya prinsip operasi menggunakan PDCA maka
kegiatan berkesinambungan yang mengarah ke proses perbaikan akan terus

terjaga.
Mengutamakan Kualitas
Budaya ini mementingkan kualitas dibandingkan dengan jumlah yang
ditawarkan ke konsumen. Karena kaizen menganggap bagaimana bisa suatu
perusahaan bersaing dengan kompetitornya apabila kualitas output yang
dihasilkan jauh di bawah standar dan tingkat pelayanan yang tidak memuaskan.

Pengendalian Penjaminan Mutu

Rizki Nur Utomo


21070112120017
Kelas B
-

Berbicara dengan Data


Melakukan pengumpulan data proses operasi organisasi pada masa lalu akan
berujung pada proses pebaikan ke depannya. Karena dengan adanya data maka
akan tercipta solusi untuk memecahkan suatu masalah dengan berbagai metode

analitis yang ada.


Kepuasan Konsumen
Semua kegiatan yang dilakukan dalam proses kerja kaizen dilakukan sematamata untuk meningkatkan kepuasan konsumen dengan menghasilkan produk
dan pelayanan yang berkualitas.

4. Prinsip
Kaizen sendiri memiliki beberapa prinsip, dan menurut Imai (2008:35) prinsipprinsip kaizen adalah sebagai berikut:
-

Orientasi Pelanggan

PMT (Pengendalian Mutu Terpadu)

Robotik

Gugus Kendali Mutu

Sistem Saran

Otomatisasi atau Fleksibel

Disiplin di Tempat Kerja

Pemeliharaan Produktivitas Terpadu

Kamban (tepat waktu)

Penyempurnaan Mutu

Tepat Waktu

Tanpa Cacat

Aktivitas Kelompok Kecil

Hubungan Kooperatif Karyawan Manajemen

Pengembangan Produk Baru


Sedangkan menurut Wellington (1998:56) prinsip kaizen yang sering diterapkan

adalah sebagai berikut:


- Memfokuskan pada Pelanggan
- Melakukan Perbaikan secara Terus-Menerus
- Mengakui Masalah secara Terbuka
- Mendorong Keterbukaan
- Menciptakan Tim Kerja
Pengendalian Penjaminan Mutu

Rizki Nur Utomo


21070112120017
Kelas B
-

Mengelola Proyek Lewat Tim Lintas Fungsional


Mengembangkan Proses Hubungan yang Tepat
Mengembangkan Disiplin Pribadi
Memberikan Informasi kepada Setiap Karyawan
Membuat Setiap Karyawan Menjadi Mampu

5. Faktor Pendukung Kaizen


Kerjasama Tim
Merupakan proses kerja yang saling mengaitkan keterampilan setiap anggota
dalam tim untuk mecapai tujuan dan target bersama yang telah disepakati
sebelumnya. Tujuan yang diemban dalam kerjasama ini bukan merupakan

tujuan perseorangan namun sudah dalam taraf tujuan bersama.


Disiplin
Dengan dispilin maka performansi dan output yang dihasilkan akan meningkat
sehingga segala aspek dalam organisasi pun akan meningkat dengan adanya

tingkat disiplin yang baik untuk setiap anggota organisasinya.


Peningkatan Moral
Budaya kaizen sangat menjunjung tinggi moral, karena tanpa moral maka
budaya kerja yang dilakukan hanyalah akan menjadi budaya kerja yang gagal.

Kaizen sangat identik dalam menjaga moral dari dahulu sampai sekarang.
Lingkaran Kualitas
Dengan adanya lingkaran kualitas yang dipegang teguh oleh setiap operator
dalam proses operasi organisasi maka hasil output organisasi akan terjaga dan

menciptakan kepuasan pelanggan yang diinginkan.


Saran untuk Perbaikan
Dalam setiap operasi kerja baik dalam perusahaan maupun organisasi tidak
terlepas dengan adanya masalah-masalah. Untuk itu diperlukan saran-saran
dalam setiap elemen organisasi atau perusahaan untuk memberikan saran
perbaikan demi kelangsungan organisasi untuk membentuk suatu kesatuan
yang lebih baik ke depannya baik dalam manajerial maupun proses operasi
kerjanya.

Pengendalian Penjaminan Mutu