Anda di halaman 1dari 19

ASPEK PERUMAHAN DAN

PERMUKIMAN
MK. KOTA DAN
PERMUKIMAN
PINDO TUTUKO

7 (Tujuh) ASPEK
PERMUKIMAN

Aspek Politik
Aspek Ekonomi
Aspek Sosial
Aspek Lingkungan
Aspek Budaya
Aspek Amenity (fasilitas
hiburan/rekreasi)
Aspek Komunikasi

ASPEK POLITIK
Tersalurkannya aspirasi
masyarakat melalui pelayanan
yang efisien dan efektif serta
tumbuhnya situasi politik yang
aman.

ASPEK EKONOMI
Berkembangnya ekonomi (industri besar dan
industri rumah) hendaknya dijadikan
komponen utama sebagai potensi yang harus
dikembangkan
Memfasilitasi potensi sehingga meningkatkan
produktivitas dan pendapatan masyarakat.
Penanganan dampak polusi industri dengan
perencanaan yang baik sehingga tidak
menimbulkan kondisi yang kontradiktif terhadap
hunian dan lingkungan hidup sekitarnya.

ASPEK SOSIAL
Fasilitas kesehatan memadai
Meningkatkan wawasan kesehatan dan
keselamatan kerja dalam proses kerja
industri rumah tangga
Memperhatikan proses kerja dan
keselamatan kerja
Fasilitas pemakaman.

ASPEK BUDAYA
Fasilitas pendidikan yang memadai baik dari
segi kualitas fisik dan kuantitasnya.
Peningkatan peran serta masyarakat/swasta
yang baik dalam bidang pendidikan.
Pemerataan dan keseimbangan pelayanan
pendidikan perlu dilakukan
Pengembangan lembaga pendidikan
keterampilan yang berkaitan dengan
keinginan pasar.

ASPEK LINGKUNGAN
Perlu dilakukan penegakan hukum lingkungan
agar ruang hijau tetap bertahan.
Masyarakat perlu ditingkatkan wawasan dan
kesadarannya akan perlunya keseimbangan
ruang untuk menjaga kenyamanan dan
keberlanjutan lingkungan.
Usaha-usaha industri yang berkembang perlu
dioptimalkan dalam pengelolaan sumber daya
alam dan lingkungan.
Penanggulangan masalah sampah dan limbah

ASPEK AMENITY
Fasilitas olahraga (terbuka maupun
tertutup)
Tempat bermain atau lapangan
bermain.
Taman dan jalur hijau yang berfungsi
sebagai nilai estetis kawasan.
Fasilitas rekreasi lainnya.

ASPEK KOMUNIKASI
Fasilitas perhubungan (angkutan
umum, angkutan air, angkutan udara,
dst)
Fasilitas telekomunikasi (telepon,
wartel, internet, telum, dst)
Fasilitas untuk melayani surat menyurat
(kantor pos, bis surat)

PRASARANA LINGKUNGAN
Lingkup prasarana
Utilitas umum: listrik, telekomunikasi, jaringan air bersih,
sanitasi, jaringan air limbah, pengelolaan sampah, jaringan gas.
Pekerjaan umum: jalan, dam (bendungan,waduk),
kanal/boezem untuk irigasi dan drainase.
Sektor transportasi: jaringan rel antar kota atau dalam kota,
pelabuhan (air dan udara), terminal.
Prasarana adalah sebuah istilah yang memayungi berbagai
aktivitas yang berkaitan dengan social overhead capital dari
pembangunan ekonomi yang meliputi bidang fisik dan ekonomi.

Peran Prasarana
Prasarana yang layak membantu dalam menentukan keberhasilan
dan kegagalan sebuah negara dalam hal keanekaragaman produksi,
memperluas perdagangan, mengatasi pertumbuhan penduduk,
mengurangi kemiskinan, atau memperbaiki kualitas lingkungan.
Prasarana yang berdasarkan permintaan efektif dan dikerjakan
secara efisien dan baik dapat meningkatkan produktifitas dan
menurunkan biaya produksi.
Pengalokasian pembangunan prasarana yang baik di pedesaan dapat:
Mengurangi pertumbuhan penduduk di kota.
Mengurangi kemiskinan di perdesaan.
Mengurangi beban biaya transportasi, telkomunikasi, dan energi.
Memberikan kontribusi terhadap lingkungan yang berkelanjutan

Prinsip Penyediaan Prasarana


Prasarana dikelola sebagai sebuah bisnis, nukan secara birokratik
(berdasarkan permintaan) dan diukur dengan kepuasan pelanggan.
Kemauan besar untuk membayar layanan prasarana umum (termasuk orang
miskin) untuk mendorong kesempatan besar bagi pengembalian investasi.
Pelibatan sektor swasta dalam pengelolaan, pendanaan, atau kepemilikan
diperlukan untuk menjamin sebuah orientasi bisnis prasarana.
Penerapan pola kompetisi secara langsung (pada masyarakat) atau tidak
langsung (memalui tender bebas).
Memberikan pengguna dan stakeholders untuk bertanggung-jawab dalam
hal perencanaan dan pembuatan peraturan pelayanan prasarana serta
inisiatif dalam desain, pengoperasian, dan pendanaan.
Kerjasama publik dan swasta dalam pendanaan.

Model Pembangunan Prasarana


1.

2.

Publik sebagai pemilik, perusahaan/instansi pemerintah sebagai


pelaksana:
Melaksanakan prosedur operasional sesuai Perda.
Standar UMR.
Pembukuan.
Kompensasi.
Tarif untuk menutup biaya pelaksana Subsidi (sistem komersial)
Publik sebagai pemilik, perusahaan swasta sebagai
Melalui kontrak sewa.
Pengoperasian dan pemeliharaan penuih atas prasarana.
Konsesi (tanggung jawab atas kontruksi dan pendanaan baru)

3.

4.

Swasta sebagai pemilik sekaligus pelaksana:


Jika pelayanan dapat disediakan secara kompetitif
maka monopoli dapat dihindari.
Masyarakat sebagai pengguna dan pelaksana:
Prasarana skala lingkungan.
Masyarakat terlibat dalam pembuatan keputusan
penyusunan prioritas.
Pertimbangan dan menanggung dana bersama
terhadap baiaya dan manfaat.
Perlu pendampingan, pelatihan, dan pembiayaan
bagi operator.

Aspek Lingkungan Permukiman

1.
2.
3.
4.
5.

Berdasarkan penerapan Locally Based


Demand (LBD) dalam penataan
permukiman di perkotaan tahun 2002,
terdapat 5 aspek, yaitu:
Lokasi
Kependudukan
Bangunan
Sarana dan Prasarana dasar.
Sosial ekonomi


1.
2.
3.
4.
5.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Lokasi
Status legalitas tanah.
Status penguasaan bangunan.
Frekuensi Bencana kebakaran.
Frekuensi bencana banjir.
Frekuensi bencana tanah longsor.
Kependudukan
Tingkat kepadatan penduduk.
Rata-rata Anggota Rumah Tangga (Family Size).
Jumlah KK per-rumah.
Tingkat pertumbuhan penduduk.
Angka kematian kasar.
Status gizi balita.
Angka kesakitan malaria.
Angka kesakitan diare.
Angka kesakitan demam berdarah.


1.
2.
3.
4.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

1.
2.
3.
4.

Bangunan
Tingkat kualitas bangunan.
Tingkat kepadatan bangunan.
Tingkat kelayakan bangunan.
Tingkat penggunaan luas lantai bangunan.
Sarana dan Prasarana Dasar
Tingkatan Pelayanan air bersih.
Kondisi sanitasi lingkungan.
Kondisi persampahan.
Kondisi saluran air hujan (drainase).
Kondisi jalan.
Besarnya ruang terbuka.
Sosial ekonomi
Tingkat kemiskinan.
Tingkat pendapatan.
Tingkat pendidikan.
Tingkat kerawanan keamanan