Anda di halaman 1dari 8

Penyebab Kanker Hati

Kanker hati atau Liver cancer adalah kanker yang berasal dari sel hati (kanker hati primer). Akan
tetapi, ada juga kanker yang terjadi pada hati dimulai dari bagian tubuh lain (seperti usus
besar, paru-paru ataukanker payudara) kemudian menyebar ke hati. Dokter menyebut ini kanker
metastatik (kanker hati sekunder).
Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker hati. Tapi pada beberapa kasus, penyebabnya diketahui.
Sebagai contoh, infeksi kronis dengan virus hepatitis tertentu dapat menyebabkan kanker hati.
Kanker hati terjadi ketika sel DNA hati mengalami mutasi. Mutasi ini membuat sel tetap tumbuh dan
berkembang, sementara sel normal lain memiliki siklus hidup dan mati. Akumulasi sel kanker mulut
ini dapat membentuk tumor yang ganas.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker hati antara lain :

Jenis kelamin. Laki-laki lebih banyak mengalami kanker hati daripada wanita

Usia. Kanker hati banyak terjadi pada pasien usia antara 20 sampai 50 tahun

Infeksi kronis. Orang yang mengalami infeksi kronis virus hepatitis tipe B atau C mengalami
peningkatan risiko kanker hati

Sirosis. Merupakan kondisi di mana jaringan hati mengalami kerusakan yang terus
meningkat dan tidak dapat disembuhkan, meningkatkan peluang anda terkena kanker hati

Penyakit hati tertentu yang diturunkan dalam keluarga. Hemochromatosis, hepatitis dan
Wilsons desease adalah kondisi yang dapat meningkatkan risiko kanker hati

Diabetes. Orang memiliki kadar gula darah yang tinggi berisiko terkena kanker hati

Nonalcoholic fatty liver disease. Akumulasi lemak di hati meningkatkan risiko kanker hati

Terkena racun aflatoxins. Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi racun aflatoxins


meningkatkan risiko kanker hati. Jagung dan kacang dapat terkontaminasi racun aflatoxins.

Konsumsi alkohol secara berlebihan. Mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko


kanker hati.

Obesitas. Memiliki kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Penyebab pasti kanker hati masih belum diketahui, tetapi penyakit ini diperkirakan
berkaitan dengan kerusakan jaringan sel-sel hati, seperti penyakit hati sirosis.
Penyakitsirosis dapat disebabkan oleh:

Infeksi virus hepatitis B atau hepatitis C


Penyalahgunaan alkohol mengonsumsi minuman keras lebih dari
jumlah yang direkomendasikan.
Obesitas dipercaya juga dapat meningkatkan risiko kanker hati karena

berkaitan erat dengan penyakit perlemakan hati non alkoholik (Non Alcoholic
Fatty Liver Disease = NAFLD).
Diagnosis Kanker Hati Sedini Mungkin
Jika dokter umum mencurigai atau mendiagnosis Anda telah terkena kanker
hati, Anda akan dirujuk ke rumah sakit spesialis untuk pemeriksaan lebih
lanjut. Semakin cepat penyakit ini terdiagnosis, semakin efektif penanganan
yang diberikan.
Pada kenyataannya hanya 1 dari 5 orang yang dapat bertahan hidup,
setidaknya setahun setelah didiagnosis mengidap kanker hati. Dan hanya 1
dari 20 pengidap yang dapat bertahan hidup setidaknya lima tahun. Hal ini
dikarenakan sebanyak 9 dari 10 penderita baru didiagnosis ketika kanker
sudah ada pada stadium lanjut. Pada kebanyakan pengidap, kanker telah
berkembang terlalu parah untuk disembuhkan.
Maka agar kanker hati dapat terdiagnosis lebih dini, orang-orang yang
berisiko tinggi mengidap penyakit tersebut disarankan untuk memeriksakan
diri secara rutin dan teratur. Kelompok orang yang berisiko tinggi ini adalah
mereka yang positif terinfeksi hepatitis C atau yang pernah mengidap sirosis.
Manfaat dari pemeriksaan rutin adalah untuk mendiagnosis kanker hati pada
stadium awal, yaitu saat pengobatan untuk kepulihan total lebih
memungkinkan.
http://www.alodokter.com/kanker-hati

Faktor resiko yang terkait dengan kanker ovarium meliputi:

Kehamilan di usia lanjut

Siklus menstruasi seringkali datang lebih awal

Masa menopause datang terlambat

Tidak pernah melahirkan-memiliki riwayat kanker payudara

Faktor keturunan/genetic

ENDOMETRIOSIS

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ovarium

Sama seperti kanker pada umumnya, penyebab kanker ovarium juga belum
diketahui secara pasti. Tetapi para pakar menduga terdapat beberapa faktor
yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker ini.
Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:
Usia. Kanker ovarium cenderung terjadi pada wanita berusia 50 tahun ke

atas.

Faktor keturunan dan genetika. Risiko Anda untuk terkena kanker ovarium
akan meningkat jika ada anggota keluarga kandung yang mengidap kanker ovarium
atau kanker payudara. Begitu juga dengan pemilik gen BRCA1 dan BRCA2.

Terapi penggantian hormon estrogen, terutama yang jangka panjang dan


berdosis tinggi.

MengidapENDOMETRIOSIS .

Tidak pernah hamil.

Mengalami siklus menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah


usia 50 tahun.

Menjalani proses pengobatan kesuburan.

Merokok.

Menggunakan alat kontrasepsi IUD.

Proses Diagnosis Kanker Ovarium

Setelah menanyakan gejala yang dialami, riwayat kesehatan keluarga, dan


melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan
lebih mendetail. Proses tersebut biasanya meliputi USG, tes darah dan
biopsi.

Dokter akan menganjurkan USG bagian perut dan di sekitar organ intim.
Langkah ini akan membantu dokter untuk memeriksa bentuk, ukuran, dan
struktur ovarium Anda.
Sementara tes darah dilakukan untuk mendeteksi keberadaan protein CA
125 dalam darah. Kadar CA 125 yang tinggi bisa mengindikasikan kanker
ovarium. Tapi ini tidak bisa menjadi satu-satunya patokan karena CA 125
juga bisa meningkat akibat kondisi lain sepertiFIBROID pada rahim dan
tidak semua penderita kanker ovarium memiliki tingkat CA 125 yang tinggi.
Jika proses diagnosis menunjukkan Anda positif mengidap kanker ovarium,
langkah berikutnya adalah mencari tahu stadium dan perkembangan kanker
Anda. Proses ini umumnya meliputi CT atau MRI scan, rontgen dada, serta
prosedur biopsi untuk mengambil sampel cairan rongga perut dan jaringan
ovarium.
Mengetahui stadium kanker yang Anda derita akan membantu dokter untuk
menentukan langkah pengobatan terbaik untuk Anda. Secara umum,
stadium kanker ovarium terbagi dalam empat kategori yang meliputi:

Stadium 1: Kanker hanya menyerang salah satu atau kedua ovarium tapi
belum menyebar ke organ lain.

Stadium 2: Kanker sudah menyebar dari ovarium ke jaringan di sekitar


panggul.

Stadium 3: Kanker sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus, dan


kelenjar getah bening di panggul.

Stadium 4: Kanker sudah menyebar hingga bagian lain tubuh, misalnya


ginjal, hati, dan paru-paru.

Langkah Pengobatan Kanker Ovarium

Masing-masing pengidap kanker ovarium bisa membutuhkan pengobatan


yang berbeda. Hal ini akan ditentukan berdasarkan stadium kanker, kondisi
kesehatan, dan keinginan Anda untuk memiliki keturunan. Langkah utama
dalam pengobatan kanker ovarium adalah operasi dan kemoterapi.
Prosedur operasi biasanya meliputi pengangkatan kedua ovarium, tuba
falopi, rahim, serta omentum (jaringan lemak dalam perut). Operasi ini juga

bisa melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening pada panggul dan


rongga perut untuk mencegah dan mencari tahu jika ada penyebaran kanker.
Dengan terangkatnya kedua ovarium dan rahim, kemungkinan Anda untuk
punya anak akan lenyap.
Namun lain halnya dengan kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium
dini. Pasiennya mungkin hanya menjalani operasi pengangkatan salah satu
ovarium dan tuba falopi sehingga kemungkinan untuk memiliki keturunan
bisa tetap ada.
Setelah operasi, dokter akan menjadwalkan proses kemoterapi. Ini dilakukan
untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Contoh obat yang umumnya
digunakan adalahcarboplatin yang terkadang juga dikombinasikan
dengan paclitaxel. Selama menjalani kemoterapi, dokter akan memantau
perkembangan Anda secara rutin guna memastikan keefektifan obat dan
respons tubuh Anda terhadap obat.
Kemoterapi juga terkadang diberikan sebelum operasi pada pengidap kanker
ovarium stadium lanjut. Langkah ini berfungsi mengecilkan tumor sehingga
memudahkan prosedur pengangkatan.
Sama halnya dengan obat-obatan lain, proses kemoterapi juga berpotensi
menimbulkan efek samping. Beberapa di antaranya adalah tidak nafsu
makan, mual, muntah, lelah,rambut rontok, serta meningkatnya risiko
infeksi.

Prognosis Untuk Kanker Ovarium

Makin dini kanker ovarium terdeteksi dan ditangani, kemungkinan Anda


untuk bertahan hidup pun akan meningkat. Pasien yang didiagnosis positif
mengidap kanker ovarium diperkirakan memiliki kemungkinan untuk
bertahan hidup selama satu tahun sekitar 70-75 persen. Terdapat lebih dari
45 persen dari pasien kanker ovarium yang bertahan hidup setidaknya
selama lima tahun dan 35 persen selama 10 tahun.
Pengidap kanker ovarium stadium lanjut umumnya tidak bisa disembuhkan
dan tujuan dari penanganannya adalah mengurangi gejala dan mendorong
tumor untuk memasuki masa remisi.

Pencegahan Kanker Ovarium

Karena penyebabnya yang belum diketahui, pencegahan kanker ovarium pun


tidak bisa dilakukan secara pasti. Meski demikian, ada beberapa hal yang
dapat menurunkan risiko Anda terkena kanker ini, terutama metode yang
bisa menghentikan proses ovulasi. Langkah-langkah tersebut meliputi:

Menggunakan kontrasepsi dalam bentuk pil. Konsumsi pil kontrasepsi selama


lima tahun terbukti dapat mengurangi risiko kanker ovarium hingga setengahnya.

Menjalani kehamilan dan menyusui.

Menerapkan gaya hidup yang sehat agar terhindar dari obesitas. Contohnya,
teratur berolahraga dan memiliki pola makan yang sehat dan seimbang.

Jika Anda memiliki risiko kanker ovarium yang tinggi, operasi pengangkatan
ovarium dan tuba falopi sebelum terkena kanker juga dapat dilakukan untuk
meminimalisasi risiko Anda. Prosedur ini biasanya dianjurkan pada usia 35
hingga 40 tahun atau saat Anda memutuskan untuk tidak ingin memiliki
keturunan lagi.
ARTIKEL TERKAIT

KesehatanApa yang Bisa Didapatkan dari Tes DNA?

Ingin bertanya kepada dokter?


Atau ingin berbagi pengalamanmu?
Tanya
DISKUSI TERKAIT

Ingin bertanya kepada dokter? Atau ingin berbagi pengalamanmu?


Kunjungi Komunitas

menstruasi terus menerus


By Dian Dwiananta
Mlm dok sy mu tnya knp y ko akhir" ni haid sya deras n gk brhnti" sminggu prtma deras
bgt v mngu kdua...

3 Balasan
1 minggu yang lalu
Dijawab oleh Dokter

Kesehatan

Hidup Sehat

Keluarga

Tentang Kami

Apakah anda seorang dokter?

Advertise with us

Syarat dan Ketentuan

Privasi

Kontak Kami

2014 Alodokter.com All Rights Reserved...

http://www.parkwaycancercentre.com/id/informasi-kanker/jenis-kanker/apa-yangdisebut-dengan-kanker-ovarium/