Anda di halaman 1dari 12

" Suster Tolong Carikan Infus Glukosa, Pasienku Syok"

Identifikasi Kandungan Cairan Infus Secara Kualitatif


Oleh
Mahfuzah
I1A005022
Pengikut Mata Kuliah Kimia Kedokteran
Departement of Medical Chemistry Lambung Mangkurat University School of Medicine,
Banjarbaru
Abstrak
Praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui kandungan cairan infuse secara kualitatif.
Metode yang digunakan pada praktikum kali ini adalah dengan reaksi Molisch, Tommer,
Bennedict, Seliwanoff, dan Tollens dengan larutan Glukosa, Fruktosa, Sukrosa, Pati, Cairan
Infus, dan gliserol. Hasil yang didapat yaitu pada reaksi Molisch dan Tommer, semua bahan
memiliki hasil yang positif (+), artinya merupakan karbohidrat. Reaksi Benedict menunjukkan
bahwa yang berekasi (+) memiliki gugus aldehida atau keton bebas sedangkan yang bereaksi (-)
tidak memilikinya. Reaksi Seliwanoff hanya spesifik untuk karbohidrat yang punya gugus keton
atau ketosa. Pada reaksi Tollens, bahan yang bereaksi (+) menunjukkan mempunyai gugus
aldehid bebas (OH laktol bebas). Dari semua percobaan yang dilakukan ditemukan banyaknya
kemiripan dengan glukosa. Jadi dapat disimpulkan bahwa kandungan yang ada dalam cairan
infuse tersebut adalah glukosa.
Kata kunci

: Karbohidrat, Infus, Identifikasi.


Abstract

This Practicum aim to know dilution content of infuse qualitative. Method used this
practicum is with reaction Molisch, Tommer, Bennedict, Seliwanoff, and Tollens with Glucose
condensation, Fruktosa, Sukrosa, Extract, Dilution Infus, and gliserol. Result which got that is
reaction of Molisch and Tommer, all substance own result which are positive (+), its meaning
represent carbohydrate. React Benedict indicate that which berekasi (+) owning bunch of free
aldehida or keton while reacting (-) do not own it. React specific Seliwanoff only for
carbohydrate of owner of bunch of keton or ketosa. At reaction Tollens, substance reacting (+)
showing to have bunch of free aldehyde ( OH free laktol ). From all attempt which to be found to
the number of looking like with glucose. So can be concluded that existing content in dilution of
infuse the is glucose.
Key word

: Carbohydrate, Infuse, Identification

PENDAHULUAN
Karbohidrat adalah polihidroksi dari aldehid atau keton. Banyak senyawa ini yang
memiliki berat molekul kelipatan CH2O, misalnya C6H12O6 dan C5H10O5. Kimia karbohidrat sarat
dengan istilah. Misalnya molekul karbohidrat yang paling sederhana yang tidak terikat pada
karbohidrat lain dinamakan gula sederhana atau monosakarida. Disakarida adalah senyawa yang
terdiri atas dua monosakarida yang terikat, trisakarida mengandung tiga monosakarida yang
terikat, sedangkan polisakarida adalah rantai panjang yang tersusun dari banyak monosakarida.1
Tatanama monosakarida bergantung pada letak gugus fungsional dan gugus hidroksil yang
dimilikinya. Monosakarid yang mengandung satu gugus aldehid disebut aldosa, sedangkan
monosakarida yang mengandung gugus keton dinamakan ketosa.1
Analisis karbohidrat berdasarkan sifat-sifat sakarida dan reaksi kimia yang spesifik, maka
karbohidrat dapat dianalisis secara kualitatif. Beberapa uji kimia yang dapat digunakan untuk
analisis karbohidrat antara lain uji Molisch, uji Tommer, uji Benedict, Modifikasi reaksi Barfoed,
uji Seliwanoff, uji Tollens, dan lain-lain.1
Sebagai contoh karbohidrat adalah glukosa yang sangat diperlukan oleh tubuh, begitu
juga pada orang hamil karena glukosa, asam amino, dan laktat adalah energi utama selama janin
di dalam rahim, glukosa sendiri berperan setengah dari total energi yang ada.2
Karbohidrat mempunyai sifat dapat dicerna dan tidak dapat dicerna; yang tidak dapat
dicerna adalah serat bahan makanan. Ikatan karbohidrat yang dapat dicerna hampir semua dalam
bentuk -1,4 atau -1,6. Ikatan dalam serat cenderung dalam bentuk -1,4 (selulose,pektin);
manusia tidak mempunyai enzim untuk mencernanya. 3
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengidentifikasi adanya karbohidrat pada cairan
infuse dengan menggunakan uji Molisch, uji Tommer, Benedict, Seliwanoff, dan uji Tollens.1

METODE
1. Alat Praktikum
Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah :
o Tabung reaksi
o Pipet tetes
o Gelas ukur
o Rak
o Gelas beker
o Penangas air
o Penjepit
2. Bahan dan Cara Kerja Praktikum
Percobaan 1 : Reaksi Molisch
Bahan
Bahan yang dipergunakan adalah 0,1 M glukosa,fruktosa, sukrosa, larutan kanji 1%,
cairan infus, dan pereaksi Molisch.
Cara Kerja
Memasukkan 2 ml larutan yang akan diperiksa (0,1 M glokosa, sukrosa, fruktosa, larutan
kanji 1% dan cairan infus) ke dalam tabung reaksi. Kemudian menambahkan dua tetes pereaksi
molisch; mencampur benar-benar. Memiringkan tabung dan mengalirkan dengan hati-hati 2 ml
asam sulfat pekat melalui dinding tabung sehingga tidak bercampur.
Percobaan 2 : Reaksi Tommer
Bahan
Bahan-bahan yang digunakan adalah gliserol, larutan glukosa 2%, larutan CuSO4 5% dan
NaOH 10%.

Cara Kerja
Memasukkan masing-masing 2 ml gliserol dan 2 ml larutan glukosa ke dalam 2 tabung
reaksi. Menambahkan masing-masing tabung dua tetes larutan CuSO4 5% dan empat tetes larutan
NaOH 10 %. Pada kedua tabung akan terlihat warna biru. Memanaskan kedua tabung di atas.
Pada tabung yang berisi glukosa akan terbentuk endapan merah atau kuning, sedangkan yang
berisi gliserol tidak mengalami perubahan.
Percobaan 3 : Reaksi Benedict
Bahan
Bahan yang dipergunakan adalah larutan benedict, glukosa, fruktosa, sukrosa, larutan
kanji 1%, dan cairan infus.
Cara Kerja
Memasukkan 2,5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi dan menambahkan empat
tetes larutan yang akan diperiksa mencampur dan mendidihkan selama 2 menit atau memasukkan
ke dalam penangas air mendidih selama 5 menit. Mendinginkan secara perlahan. Memperhatikan
apakah ada endapan yang terbentuk dan bagaimana warna endapan tersebut. Melakukan
percobaan ini dengan larutan 0,1 M glukosa, fruktosa, sukrosa, larutan kanji 1%, dan.
Menyiapkan beberapa pengenceran larutan glukosa 0,1 M, misalnya 0,01 M dan 0,001 M.
Melakukan percobaan ini dengan tiap-tiap larutan.
Percobaan 4 : Reaksi Seliwanoff
Bahan
Bahan yang dipergunakan adalah pereaksi seliwanoff, glukosa, fruktosa, sukrosa, larutan
kanji 1% dan cairan infus.

Cara kerja
Memasukkan 0,5 ml larutan yang akan diperiksa ke dalam tabung reaksi. Menambahkan 5
ml pereaksi seliwanoff. Mencampur dan mendidihkan selama 30 detik tepat atau memanaskan
dalam penangas air mendidih selama 60 detik. Memperhatikan warna yang terjadi. Menggunakan
untuk percobaan ini larutan 0,1 M glukosa, fruktosa, sukrosa, larutan kanji 1%, dan cairan infus.
Mengulangi dengan glukosa dalam jumlah banyak, misalnya 1 ml.
Percobaan 5 : Uji Tollens
Bahan
Bahan yang dipergunakan adalah perak nitrat 5%, NaOH, amonium hidroksida, glukosa,
fruktosa,sukrosa, larutan kanji 1%, dan cairan infus.
Cara Kerja
Memasukkan ke dalam tabung reaksi 1 ml perak nitrat 5%, 2 tetes NaOH dan amonium
hidroksida encer tetes demi tetes sambil menggoyang agar endapan perak oksida dapat larut.
Kemudian menambahkan 1 ml glukosa. Menyumbat tabung dan mengocok beberapa saat,
mendiamkan kira-kira 10 menit. Jika reaksi belum nampak, panaskan tabung dalam penangas air
pada suhu 400C. Mengamati cermin perak yang terjadi pada dinding tabung. Mengulangi
percobaan dengan menggunakan fruktosa, sukrosa, larutan kanji 1%, dan cairan infus sebagai
senyawa uji.

HASIL
Hasil pemeriksaan pada praktikum kali ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Uji

Glukosa

Fruktosa

Sukrosa

Kanji 1 %

Molisch

cincin ungu

cincin ungu

cincin ungu

cincin ungu

Tommer

endapan

endapan

tak ada

tak ada

merah
tak ada

merah

perubahan

perubahan
-

Benedict
Seliwanoff

Tollens

perubahan
cermin

merah

merah

cermin

cermin

perak

perak

perak

warna

warna

warna

hitam

hitam

coklat

tak terdapat
cermin
perak

Cairan
infus
cincin ungu
endapan
merah
encapan
merah
tak ada
perubahan
cermin
perak
warna

Gliserol
tak ada
perubahan
-

hitam

PEMBAHASAN
1. Reaksi Molisch
Pada reaksi Molisch berlaku untuk setiap macam karbohidrat baik dalam keadan bebas
ataupun terikat oleh karena itu uji Molisch biasanya digunakan sebagai identifikasi awal dari
karbohidrat. Dasar reaksi dari Molisch adalah pembentukan furfural atau turunannya disebabkan
daya dehidrasi asam pekat terhadap karbohidrat.

Pada tabel di atas terlihat bahwa glukosa, fruktosa, sukrosa, kanji dan larutan infus
menghasilkan reaksi yang positif yang ditandai dengan terbentuknya cincin berwarna ungu
akibat adanya reaksi antara alfa- naftol dengan furfural pada batas kedua cairan tersebut. Berikut
ini merupakan reaksi umumnya :
CHO

CHOH
CHOH

O
+HCL

C
H

CHOH
CH2OH

Furfural

+ 3H2O

Pentosa
2. Reaksi Tommer
Reaksi kedua yang dilakukan adalah reaksi tommer. Reaksi ini spesifik untuk menyatakan
sifat suatu polialkohol, yaitu dapat melarutkan Cu(OH)2 dan sifat mereduksi dari suatu senyawa.
Glukosa bereaksi positif (+) karena mengandung OH-laktol dan merupakan gula pereduksi,
sedangkan gliserol tidak mengandung gugus OH ( sifat polialkohol ). Reaksi positif ini ditandai
dengan terbentuknya endapan biru-kuning.
Mekanisme reaksi Tommer :
C6H12O6 + CuSO4 + 2 NaOH

C6H12O6 + Cu(OH)2 + Na2SO

Endapan kuning adalah pelarut Cu(OH)2 oleh glukosa (polialkohol)


3. Reaksi Benedict
Reagen benedict yang mengandung kuprisulfat, natrium karbonat, dan natrium sitrat
digunakan pada percobaan ketiga. Prinsip dari reaksi ini adalah redoks dimana ion Cu2+ direduksi
menjadi Cu+ oleh senyawa yang bersifat sebagai pereduktor sehingga reaksi ini positif terhadap
gula pereduksi yang mengandung gugus aldehid dan ditandai dengan adanya endapan warna
merah bata. Reaksi pembentukan warna pada percobaan reaksi Benedict , sebagai berikut :
2 Cu(OH)2

dipanaskan

Cu2O + H2O + O

Hasil positif ini ada beberapa macam. Semakin bewarna merah bata maka semakin positif hasil
yang diperoleh. Bila endapannya sedikit dan warna yang ditimbulkan merupakan campuran

sedikit merah bata dan biru hijau, maka hasilnya dikatakan positif satu. Makin banyak endapan
merahnya maka campuran menjadi bewarna kuning, dikatakan positif dua. Bila endapan merah
batanya semakin banyak sedangkan CuSO4 hampir habis sehingga yang terlihat adalah endapan
merah batanya, maka hasilnya positif tiga. Kanji, sukrosa tidak bereaksi positif karena tidak
mempunyai gugus aldehid yang dapat mengikat OH, dan kanji merupakan polisakarida yang
memerlukan waktu yang lama untuk bereaksi karena harus dihidrolisis lebih dahulu.
4. Reaksi Seliwanoff
Percobaan keempat yaitu reaksi Seliwanoff dengan dasar reaksi ialah pembentukan 4hidroksimetil furfural yang bereaksi dengan resorsinol (1,3-dihidroksi benzen) membentuk suatu
senyawa berwarna merah-kejinggaan. Reaksi ini spesifik untuk ketosa. Percobaan ini dilakukan
pada glukosa, laktosa, dan sukrosa. Dari tabel diatas terlihat bahwa reaksi positif terjadi pada
sukrosa karena sukrosa termasuk golongan ketosa. Sedangkan pada glukosa didapatkan hasil
negatif karena glukosa termasuk golongan aldosa.
5. Reaksi Tollens
Pada reaksi Tollens larutan ion perak beramoniak direduksi oleh aldosa menjadi logam
perak, sedangkan aldosa dioksidasi menjadi asam aldonat. Ketosa tidak dioksidasi pada reaksi
ini. Reaksi positif ditandai dengan adanya endapan perak. Pada tabel di atas, glukosa dan laktosa
memberikan hasil positif karena kedua larutan tersebut merupakan aldosa yang mampu
mereduksi ion perak beramoniak menjadi logam perak, dengan Ag sebagai oksidatornya.
Reaksinya :
2AgNO3 + 2NaOH
Ag2O + 4NH3OH
O

2AgO + H2O + 2 NaNO3


2Ag (NH3)OH

(reagen Tollens)

O + 2 AG(NH3)OH

O- NH4+ +

2AgO + 3NH3 + H2O

Pada larutan sukrosa hasil reaksinya negatif karena sukrosa mengandung gugus keton
sekaligus bukan gula pereduksi.

SIMPULAN
Melalui serangkaian percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa cairan infus tersebut
mengandung glukosa.

DAFTAR PUSTAKA
1. Suhartono, Eko. Modul dan penuntun praktikum kimia kedokteran. Bagian Kimia Kedokteran
UNLAM. Banjarbaru : 2004.

2. Mark J. Dunne, Karen E.Cosgrove, Ruth M.Shepherd, Albert Aynsley Green, Keith J.Lindley.
Hyperinsulinism in Infancy: From Basic Science to Clinical Disease. Physiology Review
2004; 84(5): 239-75.
3. Chikata Ohyama, Masahiro Hosono, Kazuo Nitta, Masayoshi Oh-eda, Kazuyuki Yoshikawa,
Tomonori Habuchi, et al. Carbohydrate Structure and Differential Binding of Prostate
Specific antigen to Maackia Amurensis Lectin Between Prostate Cancer and Benign Prostate
hyperthophy. Glycobiology 2004; 14(8): 671-679.
4. Thomas Luttake, martin Frank, and Clause-W. nor der Lieth.charbohydrate Structure Suite
(CSS): Analysis of Carbohydrate 3D Structured Derived from the PBD. Nucleic Acids
Research 2004; 33(13):242-246.

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktikum

: Identifikasi Kandungan Cairan Infus

Judul Kasus

: " Suster Tolong Carikan Infus Glukosa , Pasienku Syok "

Hari, Tanggal

: Senin, 14 Nopember 2005

Waktu

: 11.00-14.00 WITA

Tempat

: Laboratorium Kimia Fakultas Kedokteran Universitas Lambung


Banjarbaru

Mengetahui,
Dosen penanggung jawab

Praktikan

Bambang Setiawan, S.Ked

Mahfuzah

NIP. 132 308 697

NIM I1A005022

Mangkurat