Anda di halaman 1dari 20

K O N T R A K

NOMOR
: PC.087/15/XI
TANGGAL : 27 NOPEMBER 2013

ANTARA
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA

DENGAN

CV. RAJAWALI
UNTUK

PEKERJAAN
PENGADAAN DAN PEMASANGAN GENSET 50 KVA
TERMASUK PANEL DISTRIBUSI DAN ACOS

TAHUN ANGGARAN 2013

K O N T R A K
NOMOR : PC.087/15/XI
TANGGAL : 27 NOPEMBER 2013
PENGADAAN DAN PEMASANGAN GENSET 50 KVA
TERMASUK PANEL DISTRIBUSI DAN ACOS
TAHUN ANGGARAN 2013
Pada hari ini Rabu tanggal Dua Puluh Tujuh bulan Nopember tahun Dua Ribu Tiga Belas, kami yang
bertanda tangan dibawah ini :
1.

N AMA
JABATAN
ALAMAT

: ROBERT N. ISAK TAIL, S.ST


: Pejabat Pembuat Komitmen Bandar Udara Gewayantana Larantuka
: Jl. Soekarno Hatta No. 77 Larantuka Flores NTT
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Menteri Perhubungan
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Perhubungan KP.547 Tahun 2009 tanggal 17 Desember 2009 untuk
selanjutnya disebut Pengguna Barang/Jasa.

2.

N AMA
JABATAN
ALAMAT

: FERDINAND WIJAYA
: Direktur CV. RAJAWALI
: Jl. W.J. Lalamentik No. 6 Kupang
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama CV. RAJAWALI
sesuai Akte pendirian Perusahaan Nomor : 81 Tanggal 29 Januari
2009 oleh Notaris Silvester J.Mambaitfeto, SH, untuk selanjutnya
disebut Penyedia Barang/Jasa.

Bahwa Pengguna Barang/Jasa dan Penyedia Barang/Jasa sepakat untuk mengadakan perjanjian
Pengadaan Dan Pemasangan Genset 50 Kva Termasuk Panel Distribusi dan Acos, dengan ketentuan
sebagai berikut :
Pasal 1
LINGKUP DAN JANGKA WAKTU PEKERJAAN

1.

Lingkup pekerjaan adalah Pengadaan Dan Pemasangan Genset 50 Kva Termasuk Panel
Distribusi dan Acos yang terdiri dari :
a.
PEKERJAAN PERSIAPAN
b.
PENGADAAN MATERIAL
c.
PEKERJAAN SIPIL, PEMASANGAN / INSTALASI PERALATAN
d.
LINE UP TEST / COMMISSIONING

Dalam jangka waktu 30 ( tiga puluh ) hari kalender terhitung sejak ditanda tanganinya Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) sebagaimana diatur dalam Syarat Umum Kontrak dan Syarat
Khusus Kontrak.

2.

Penyedia Barang/Jasa menyatakan sanggup melaksanakan pekerjaan sesuai dengan lingkup dan
jangka waktu yang ditetapkan sebagaimana pada ayat (1).
Pasal 2
PEMBAYARAN

Untuk pelaksanaan tugas tersebut pada pasal 1 (satu), maka Pengguna Barang/Jasa akan membayar
kepada Penyedia Barang/Jasa atas pelaksanan pekerjaan tersebut dengan syarat syarat pembayaran
sebagaimana diatur lebih lanjut dalam Syarat Umum dan Syarat Khusus Kontrak.
Pasal 3
HARGA KONTRAK
Harga Kontrak disetujui sebesar Rp 541,590,000,000. (Lima Ratus Empat Puluh Satu Juta Lima Ratus
Sembilan Puluh Ribu Rupiah) sudah termasuk PPN .
Pasal 4
PENAFSIRAN
Semua kata kata dan ungkapan dalam Kontrak ini telah ditafsirkan bersama oleh Pengguna
Barang/Jasa dan Penyedia Barang/Jasa.
Pasal 5
PEMELIHARAAN/PERBAIKAN
Penyedia Barang/Jasa harus memperbaiki atau mengganti semua hasil pekerjaan tanpa adanya
penambahan biaya dan waktu terhadap kerusakan atau cacat tersembunyi atas pekerjaan yang telah
dilaksanakan selama masa pelaksanaan sampai dengan masa pemeliharaan.
Pasal 6
DOKUMEN KONTRAK
Syarat Umum dan Syarat Khusus Kontrak serta dokumen dokumen lain yang menjadi lampiran
Kontrak ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan merupakan satu kesatuan.
Pasal 7
BERLAKU KONTRAK
Kontrak ini dinyatakan berlaku terhitung sejak Kontrak ditanda tangani oleh Pengguna Barang/Jasa
dan Penyedia Barang/Jasa.
Demikian Kontrak ini dibuat dan ditanda tangani pada hari Rabu tanggal Dua Puluh Tujuh bulan
Nopember tahun Dua Ribu Tiga Belas seperti tersebut diatas, di Kupang dalam rangkap 20 (dua

puluh), 2 (dua) asli masing masing untuk Pengguna Barang/Jasa dan Penyedia Barang/Jasa
dibubuhi meterai pada bagian yang ditandatangani, sedangkan rangkap kontrak lainnya tanpa
dibubuhi meterai.

PENYEDIA BARANG/JASA

PENGGUNA BARANG/JASA

CV. RAJAWALI

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA

FERDINAND WIJAYA
DIREKTUR

ROBERT N. ISAK TAIL, S.ST


NIP. 19750516 199723 1 007

MENGETAHUI/ MENYETUJUI
KUASA PENGGUNA ANGGARAN
BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA

SERAN RONIALDUS
PENATA (III/C)

NIP. 19580227 198002 1 001

SYARAT UMUM KONTRAK


BAB I
PENGERTIAN PERISTILAHAN ( DEFINISI )
Pasal 1
Dalam Kontrak ini pengertian peristilahan yang digunakan harus diartikan sebagai berikut :
a.

Kontrak adalah perjanjian yang dibuat oleh Pengguna Barang/Jasa dan Penyedia Barang/Jasa
sebagaimana yang dituangkan dalam Perjanjian Pengadaan Dan Pemasangan Genset 50 Kva
Termasuk Panel Distribusi dan Acos, yang ditanda tangani oleh Pengguna Barang/Jasa dan
Penyedia Barang/Jasa terdiri dari Bentuk Kontrak, Syarat Umum dan Syarat Khusus Kontrak
beserta semua Lampiran dan Dokumen yang menjadi bagian dari sebagaimana disebutkan dalam
perjanjian.

b.

Harga Kontrak adalah harga yang tetap dan pasti yang harus dibayarkan oleh Pengguna
Barang/Jasa kepada Penyedia Barang/Jasa.

c.

Pengguna Barang/Jasa adalah Departemen Perhubungan Republik Indonesia dalam hal ini
diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen Bandar Udara Gewayantana Larantuka.

d.

Penyedia Barang/Jasa adalah CV. RAJAWALI dengan NPWP 02.743.486.9-922.000

e.

Pekerjaan Tambah/Kurang adalah suatu pekerjaan yang terjadi karena kondisi lapangan dan
pelaksanaan pekerjaan yang tidak diperhitungkan dalam rencana (tak terduga) akan terjadi, dan
tidak dapat dielakkan dalam rangka penyelesaiam pekerjaan pemborongan/pembelian semula,
sehingga mengakibatkan bertambah/berkurangnya volume pekerjaan yang tercantum didalam
kontrak.

f.

Syarat Khusus adalah ketentuan yang bersifat khusus dan/atau lebih rinci dan/atau spesifik
yang apabila terjadi perbedaan dengan Syarat Umum Kontrak, maka Syarat Khusus Kontrak
lebih mengikat dari Syarat Umum Kontrak.

g.

Keadaan Kahar adalah kondisi diluar para pihak yang menyebabkan terhambatnya pelaksanaan
kewajiban para pihak yang disebabkan karena badai, banjir, gempa bumi, perang,
pemberontakan, pemogokan atau kebakaran.

BAB II
KEWAJIBAN, HAK DAN TANGGUNG JAWAB
Pasal 2
SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR - GAMBAR
Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa harus sesuai dengan spesifikasi teknis
dan gambargambar yang ditetapkan dalam kontrak.
Pasal 3
PENGGUNAAN DOKUMEN KONTRAK
(1).

Kontrak ini bersifat terbatas dan rahasia. Tanpa persetujuan dari Pengguna Barang/Jasa dan
Penyedia Barang/Jasa dilarang menyebar luaskan kontrak dalam bentuk apapun kepada orang
lain, kecuali jika untuk keperluan pelaksanaan kontrak.

(2).

Kontrak adalah milik Pengguna Barang/Jasa dan apabila diminta oleh Pengguna Barang/Jasa
maka harus dikembalikan kepada Pengguna Barang/Jasa setelah Penyedia Barang/Jasa selesai
malaksanakan seluruh tugas kewajibannya sesuai kontrak.
Pasal 4
JAMINAN PELAKSANAAN

(1).

Untuk menjamin pelaksanaan kontrak, Penyedia Barang/Jasa wajib menyampaikan jaminan


pelaksanaan bernilai 5% dari harga kontrak, yang diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk
Bank Perkreditan Rakyat), selambatlambatnya pada saat penandatanganan kontrak, dengan
masa berlaku sampai akhirnya jangka waktu masa pemeliharaan.

(2).

Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal melaksanakan kontrak, maka jaminan pelaksanaan


menjadi milik negara.

(3).

Jaminan pelaksanaan akan dikembalikan oleh Pengguna Barang/Jasa kepada Penyedia


Barang/Jasa setelah selesai pelaksanaan masa pemeliharaan pekerjaan.
Pasal 5
MASA PEMELIHARAAN

(1).

Setelah selesainya pelaksanaan pekerjaan sejak tanggal 15 Agustus 2013 sampai dengan 08
Desember 2013 Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk memelihara pekerjaan yang telah
dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, yang ditetapkan dalam Syarat Khusus Kontrak.

(2).

Apabila selama masa pemeliharaan tersebut ditemukan kekurangan atau kerusakan terhadap
pekerjaan yang selama ini dilaksanakan yang bukan disebabkan oleh kesalahan Pengguna
Barang/Jasa, maka Penyedia Barang/Jasa wajib memperbaiki dan menyempurnakannya atas
biaya Penyedia Barang/Jasa sendiri.

(3).

Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak melaksanakan kewajibannya untuk melaksanakan


perbaikan dan penyempurnaan, maka sisa pembayaran sebanyak 5% sebagai jaminan
pemeliharaan tidak akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa dan menjadi milik negara.

Pasal 6
P E M B AYAR AN
(1).

Pengguna Barang/Jasa akan membayar Uang Muka sebesar 20% dari harga kontrak, yang akan
dibayarkan setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan surat jaminan uang muka yang
diterbitkan olah Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat) atau perusahaan
asuransi yang mempunyai program surety bond yang jumlahnya sama dengan jumlah uang
muka yang akan dibayar oleh Pengguna Barang/Jasa.

(2).

Uang muka akan diperhitungkan secara berangsur angsur merata sesuai dengan tahap tahap
pembayaran selanjutnya beserta persyaratanpersyaratan sesuai dengan prestasi phisik yang
telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa dengan ketentuan uang muka tersebut telah
lunas selambat lambatnya pada saat pekerjaan mencapai 100%.

(3).

Pembayaran selanjutnya ditentukan dalam Syarat Khusus Kontrak secara bertahap sesuai
dengan prosentase realisasi phisik pelaksanaan pekerjaan dan bila realisasi mencapai 100%
dibayarkan 95% dari harga kontrak sedangkan 5% dibayarkan setelah Penyedia Barang/Jasa
selesai menyelesaikan masa jaminan pemeliharaan dengan baik.

(4).

Apabila dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak dan Data Kontrak, Pekerjaan ini mendapat
penyesuaian untuk fluktuasi harga, maka jumlah yang dibayarkan sesuai Kontrak oleh
Pengguna Barang/Jasa kepada Penyedia Barang/Jasa untuk Mata Pembayaran Utama wajib
disesuaikan sehubungan fluktuasi harga komponen utama dari harga satuan Mata Pembayaran
Utama.
Pasal 7
PENGANGKUTAN

(1).

Dalam hal diperlukan barang dan/atau material yang diimpor, maka pengangkutannya harus
dilakukan oleh kapal berbendera Indonesia, mulai dari Pelabuhan asal barang sampai ke
Pelabuhan tujuan di Indonesia yang telah ditetapkan oleh Pengguna Barang/Jasa.

(2).

Untuk keperluan pengangkutan barang dan atau meterial impor tersebut, maka Penyedia
Barang/Jasa harus menyampaikan jadwal pengangkutannya kepada Pengguna Barang/Jasa
maupun Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia untuk mengisi angkutan tersebut.

(3).

Apabila tidak terdapat kapal berbendera Indonesia yang dapat melaksanakan pengangkutaan
tersebut, maka Penyedia Barang/Jasa dapat menggunakan kapal bukan berbendera Indonesia
yang dioperasikan oleh Perusahaan Pelayaran Indonesia.

(4).

Apabila tidak terdapat kapal yang dioperasikan oleh Perusahaan Pelayaran Indonesia yang
dapat melaksanakan pengangkutan tersebut maka pengangkutan barang dan material tersebut
dapat dilaksanakan oleh Kapal bukan berbendera Indonesia yang diageni oleh Perusahaan
Pelayaran Indonesia.

(5).

Pelayaran ayat (3) atau ayat (4) hanya dapat dilaksanakan setelah Penyedia Barang/Jasa
menyampaikan hal tersebut kepada Pengguna Barang/Jasa dan mendapatkan persetujuan
Pengguna Barang/Jasa.

Pasal 8
LARANGAN PENGALIHAN
(1).

Penyedia Barang/Jasa dilarang mengalihkan (mensubkontrakan) seluruh pekerjaan atau


pekerjaan utamanya kepada rekanan lain.

(2).

Pengalihan (mensubkontrakan) sebagian pekerjaan yang bukan merupakan pekerjaan utama


hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pengguna
Barang/Jasa, dan pengalihan tersebut tidak mengurangi tanggung jawab atau kewajiban
Penyedia Barang/Jasa atas pelaksanaan seluruh pekerjaan berdasarkan kontrak.

Pasal 9
KERJA SAMA DENGAN PENGUSAHA EKONOMI LEMAH
(1).

Dalam melakukan pekerjaan ini Penyedia Barang/Jasa wajib bekerja sama dengan Pengusaha
Golongan Ekonomi Lemah.

(2).

Bagi pekerjaan yang akan dilaksanakan bersama dengan Pengusaha Golongan Ekonomi Lemah
tersebut akan ditetapkan lebih lanjut dalam Syarat Khusus Kontrak.
Pasal 10
PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI

(1).

Dalam melaksanakan kontrak ini Penyedia Barang/Jasa harus menggunakan barang dan jasa
hasil produksi dalam negeri.

(2).

Apabila sebagian barang dan jasa hasil produksi dalam negeri ternyata tidak dapat dipenuhi,
maka Penyedia Barang/Jasa akan menggunakan barang dan jasa import dengan perbandingan
barang dan jasa produksi dalam negeri tetap lebih besar.

(3).

Apabila sebagian besar atau seluruh kebutuhan barang dan jasa produksi dalam negeri ternyata
tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk melaksanakan pekerjaannya, maka Penyedia
Barang/Jasa dapat menggunakan barang dan jasa import.
Pasal 11
JANGKA WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN

(1).

Penyedia Barang/Jasa harus menyelesaikan pekerjaan seluruhnya sesuai dengan jangka waktu
sesuai yang telah ditetapkan dalam kontrak.

(2).

Penyedia Barang/Jasa setelah menyelesaikan pekerjaan juga wajib melaksanakan masa


pemeliharaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.

(3).

Jadwal waktu penyelesaian pekerjaan dan masa pemeliharaan ditetapkan dalam Syarat Khusus
Kontrak.
Pasal 12
AS U RAN S I

(1).

Penyedia Barang/Jasa dengan biaya sendiri harus mengasuransikan seluruh pekerjaan termasuk
material, barangbarang, instalasi dan peralatan lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai

dengan kontraknya terhadap segala resiko termasuk resiko perang, pemogokan, kerusuhan dan
hurahura, sehingga dapat menjamin Pengguna Barang/Jasa dan dapat menerima hasil
pekerjaan tersebut dengan kondisi baik.
(2).

Penyedia Barang/Jasa harus menutup asuransi tersebut dalam ayat (1), dengan Perusahaan
Asuransi Indonesia yang disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa.
Pasal 13
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Dalam melaksanakan pekerjaan, Penyedia Barang/Jasa wajib memberikan perlindungan Keselamatan


bagi seluruh tenaga kerja yang bekerja sesuai dengan Undang Undang No. 1 Tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja.
Pasal 14
JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA
Penyedia Barang/Jasa wajib mengikut sertakan semua tenaga kerja yang dipekerjakan dalam rangka
program Jaminan Sosial Tenaga Kerja kepada Perusahaan (Persero) PT. Jaminan Sosial Tenaga Kerja,
sesuai dengan Undang Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
(Jamsostek).
Pasal 15
PAJAK PAJAK DAN BEA
Penyedia Barang / Jasa harus menanggung dan membayar :
a.

Pajak Penghasilan yang Terhutang atas penghasilan yang diterima atau yang diperoleh
Penyedia Barang/Jasa atas pekerjaan yang dilakukannya dalam pelaksanaan pekerjaan ini
sesuai dengan Undang Undang Nomor 7 Tahun 1993 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang Undang Nomor 10 Tahun 1994 dan
Peraturan Pelaksanaannya.

b.

Semua pajak dan beabea lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang berkaitan dengan
pelaksanaan kontrak ini.
Pasal 16
BANTUAN PEMBERI TUGAS DAN KONTRAKTOR

Pengguna Barang/Jasa dalam batas kewenangannya apabila diperlukan akan memberikan bantuan
untuk mengurus penyelesaian administrasi pembayaran pajak, bea dan biaya biaya lainnya yang
harus diselesesaikan oleh Penyedia Barang/Jasa.
Pasal 17
KEADAAN KAHAR
(1).

Penyedia Barang/Jasa akan dibebaskan dari tanggung jawab atas keterlambatan yang
disebabkan oleh keadaan memaksa.

(2).

Apabila terjadi keadaan memaksa selambat lambatnya 14 (empat belas hari) kalender sejak
terjadinya keadaan tersebut, Penyedia Barang/Jasa harus segera memberitahukan secara tertulis

kepada Pengguna Barang/Jasa disertai dengan bukti bukti yang syah dari instansi yang
berwenang menyatakan telah terjadi keadaan memaksa.
(3).

Setelah Pengguna Barang/Jasa menyatakan secara resmi menerima pemberitahuan tersebut dari
Penyedia Barang/Jasa, maka atas dasar pemberitahuan tersebut Pengguna Barang/Jasa
melakukan penelitian dan evaluasi terhadap pemberitahuan tersebut dan apabila alasan dari
Penyedia Barang/Jasa dapat diterima maka kontrak dapat diperpanjang jadwal pelaksanaannya.

(4).

Adanya keadaan memaksa tersebut tidak mengurangi kewajiban Penyedia Barang/Jasa untuk
berusaha menanggulangi sehingga jadwal penyerahan barang yang telah ditetapkan dalam
kontrak dapat dipenuhi.

(5).

Selama adanya penundaan, Pengguna Barang/Jasa dibebaskan dari kewajiban membayar


kepada Penyedia Barang/Jasa karena disebabkan keadaan memaksa tersebut.

Pasal 18
PEKERJAAN TAMBAH / KURANG
(1).

Selama pelaksanaan kontrak bila secara teknis diperlukan pekerjaan tambah/kurang oleh
Pengguna Barang/Jasa, maka Penyedia Barang/Jasa harus melaksanakan dengan tambahan
biaya maksimal 10% dari jumlah harga kontrak.

(2).

Apabila dalam kontrak telah ada harga satuannya, maka harga satuan pekerjaan tambah/kurang
tersebut menggunakan harga satuan dalam kontrak.

(3).

Apabila dalam kontrak belum ada harga satuan pekerjaan tambah/kurang, maka harga satuan
pekerjaan tambah/kurang tersebut harus mengacu pada harga satuan upah materiil dan
peralatan yang telah ada dalam kontrak ini.
BAB III
S A N K S I
Pasal 19
PEMUTUSAN SEPIHAK OLEH PEMBERI TUGAS

(1).

Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak melaksanakan ketentuan ketentuan sebagaimana diatur


dalam kontrak ini dengan pemberitahuan tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa mengenai
kelalaian
yang dilakukan, maka kontrak dapat diputuskan secara sepihak oleh Pengguna Barang/Jasa
dengan segala resiko ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa.

(2).

Selain dikenakan sanksi pemutusan kontrak sepihak tersebut, Penyedia Barang/Jasa juga
dikenakan sanksi tidak diikutsertakan dalam pelelangan pekerjaan lain yang diadakan oleh
Pengguna Barang/Jasa sampai akhir Tahun Anggaran berikutnya.

(3).

Adanya pemutusan sepihak dan sanksi tersebut tidak membebaskan Penyedia Barang/Jasa
untuk menyelesaikan semua kewajiban sampai dengan saat diterimanya pemberitahuan
pemutusan sepihak.

Pasal 20
PENYEDIA BARANG/JASA MENGUNDURKAN DIRI
Apabila Penyedia Barang/Jasa mengundurkan diri setelah ditanda tanganinya kontrak baik dengan
persetujuan maupun tanpa persetujuan Pengguna Barang/Jasa, maka jaminan pelaksanaan yang telah
diserahkan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada Pengguna Barang/Jasa menjadi milik negara dan
dikenakan sanksi tidak diikutsertakan dalam pelelangan pekerjaan lain yang diadakan oleh Pengguna
Barang/Jasa sampai akhir Tahun Anggaran berikutnya.
Pasal 21
DENDA KETERLAMBATAN DAN PENYERAHAN
(1).

Bila Penyedia Barang/Jasa terlambat dalam melaksanakan kewajiban penyerahan pekerjaan


sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak, maka Penyedia Barang/Jasa
dikenakan denda keterlambatan 1/1000 dari harga kontrak untuk setiap hari keterlambatan.

(2).

Setiap denda keterlambatan akan diperhitungkan dengan pembayaran.


BAB IV
PERSELISIHAN
Pasal 22
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1).

Apabila terjadi perselisihan sehubungan dengan pelaksanaan kontrak ini Pengguna Barang/Jasa
dan Penyedia Barang/Jasa akan menyelesaikan melalui musyawarah.

(2).

Apabila perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka Pengguna
Barang/Jasa dan Penyedia Barang/Jasa akan melaksanakan melalui Peradilan Umum di
Indonesia yang akan ditentukan lebih lanjut dalam Syarat Khusus Kontrak.

(3).

Setiap perselisihan tidak membebaskan Pengguna Barang/Jasa dan Penyedia Barang/Jasa untuk
menyelesaikan hak dan kewajibannya sesuai dengan kontrak.
BAB V
H U K U M
Pasal 23
HUKUM YANG BERLAKU

Hukum yang berlaku adalah hukum Indonesia, kecuali yang sudah diatur dalam kontrak ini.
BAB VI
PE N G AWAS
Pasal 24
PENGAWAS PEKERJAAN
(1).

Untuk mengawasi pelaksanaan kontrak ini Pengguna Barang/Jasa dapat menunjuk Konsultan
Pengawas Pekerjaan yang akan diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa secara tertulis
untuk bertindak mewakili Pengguna Barang/Jasa sebagai Pengawas Pekerjaan.

(2).

Pengawas Pekerjaan hanya diberi wewenang untuk mengawasi pekerjaan sesuai dengan
spesifikasi teknis dan gambar yang telah ditetapkan serta memberikan saransaran mengenai
pelaksanaan pekerjaan.

(3).

Pengawas Pekerjaan dalam melaksanakan pekerjaannya apabila menimbulkan dampak


keuangan/pembiayaan maka hal tersebut harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Pengguna
Barang/Jasa sebelum dilaksanakan.
BAB VII
KETENTUAN LAIN LAIN
Pasal 25
ADDENDUM

(1).

Halhal yang belum cukup diatur atau perubahanperubahan dalam kontrak ini akan diatur
tersendiri dalam bentuk Addendum Kontrak yang harus sudah dibuat sebelum kontrak berakhir.
(2). Addendum Kontrak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak ini.
PENYEDIA BARANG/JASA
PENGGUNA BARANG/JASA
CV. RAJAWALI

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA

FERDINAND WIJAYA
DIREKTUR

ROBERT N. ISAK TAIL, S.ST


NIP. 19750516 199723 1 007

MENGETAHUI/ MENYETUJUI
KUASA PENGGUNA ANGGARAN
BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA

SERAN RONIALDUS
PENATA (III/C)

NIP. 19580227 198002 1 001

SYARAT KHUSUS KONTRAK


1.

Ketentuanketentuan dalam Syarat Umum Kontrak yang tidak diubah dalam Syarat Khusus
Kontrak ini tetap berlaku.

2.

Pasal 1 (satu) Definisi :


Pengguna Barang/Jasa adalah Departemen Perhubungan yang dalam hal ini diwakili oleh
Pejabat Pembuat Komitmen Bandar Udara Gewayantana Larantuka yang diangkat berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Perhubungan KP.547 Tahun 2009 tanggal 17 Desember 2009.

3.

Pasal 5 (lima) pemeliharaan


Pasal 5 (lima) ayat 1 (satu) diganti sebagai berikut :
Sebelum serah terima pekerjaan terakhir, Kontraktor wajib memberikan jaminan pemeliharaan
selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

4.

Pasal 6 (enam) pembayaran Kontrak diganti sebagai berikut :


A.

HARGA BORONGAN DAN CARA PEMBAYARAN.

Harga Borongan/Harga Kontrak tersebut Pasal 6 (enam) adalah sebesar Rp 13,658,000,000. (tiga
belas milyar enam ratus lima puluh delapan juta rupiah) sudah termasuk PPN, termasuk pajak
pajak yang harus ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa.
B.

C.

UANG MUKA.
a.

Uang Muka dapat diberikan oleh Pengguna Barang/Jasa kepada Penyedia Barang/Jasa
sebesar 30% (tiga puluh persen) dari harga borongan/pekerjaan atau sebesar
Rp 541,590,000,000. (Lima Ratus Empat Puluh Satu Juta Lima Ratus Sembilan Puluh
Ribu Rupiah), atas permintaan Penyedia Barang/Jasa dan dibayarkan setelah Penyedia
Barang/Jasa menyerahkan Surat Jaminan Pembayaran Uang Muka dari Bank
Pemerintah atau Lembaga Departemen Keuangan lainnya dengan nilai sebesar uang
muka tersebut diatas yang berlaku selama jangka waktu kontrak.

b.

Pengembalian uang muka akan diperhitungkan dengan pembayaran angsuran masing


masing.

c.

Nilai jaminan uang muka tersebut setiap kali dapat dikurangi sesuai dengan jumlah
pengembalian yang dilaksanakan.

CARA PEMBAYARAN
Pembayaran harga borongan tersebut diatas akan dibayar oleh KPPN Kupang ke Rekening
Bank NTT Cabang Utama Kupang Nomor Rekening 0235.01.000740.30.0 Atas nama CV.
RAJAWALI dengan cara sebagai berikut :
a. Angsuran pembayaran harga borongan ini dilakukan oleh Pengguna Barang/Jasa
kepada Penyedia Barang/Jasa sesuai dengan dana yang tersedia dan dibayarkan secara
angsuran sesuai dengan prestasi fisik/kemajuan pekerjaan yang dicapai serta
dinyatakan dengan Berita Acara.

b.
c.
d.
e.
f.
g.

5.

6.

Pembayaran Angsuran Pertama dilaksanakan setelah fisik mencapai 25 %.


Pembayaran Angsuran Kedua dilaksanakan setelah fisik mencapai 50 %.
Pembayaran Angsuran Ketiga dilaksanakan setelah fisik mencapai 75 %.
Pembayaran Angsuran Keempat dilaksanakan setelah fisik mencapai 100 %.
Pembayaran terakhir sebesar 5 % dapat dilakukan pada saat masa pemeliharaan
berakhir atau penyerahan pekerjaan yang kedua
Pada prinsipnya pemborong boleh atau dapat mengambil atau mengajukan tagihan
sebesar 5% (lima prosen) kurang dari prestasi fisik/kemajuan pekerjaan yang telah
dicapai.

Pasal 9 judulnya diganti kerja sama dengan Pengusaha Golongan Ekonomi Lemah dan Program
Padat Karya.
a. Kontraktor wajib melaksanakan Program Padat Karya dengan menggunakan sebanyak
mungkin tenaga kerja lokal.
b.

Yang dimaksud dengan Golongan Ekonomi Lemah adalah GEL yang tercantum dalam
DRM setempat atau menjadi anggota asosiasi jasa konstruksi yang ada.

c.

Pekerjaan yang dapat diberikan adalah pekerjaanpekerjaan yang sesuai kesepakatan antara
Penyedia Barang/Jasa dengan yang akan disubkontrakan dan diketahui oleh Pengguna
Barang/Jasa, dan dibuat dalam Berita Acara Penyerahan Pekerjaan kepada PIHAK KETIGA
yang ditanda tangai oleh Penyedia Barang/Jasa dan Subkontraktor dan diketahui oleh
Pengguna Barang/Jasa.

d.

Penyedia Barang/Jasa melaporkan kepada Pengguna Barang/Jasa realisasi pelaksanaan


program Padat Karya dan kerja sama dengaan Pengusaha Ekonomi Lemah setiap akhir
tahun.

e.

Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan program Padat Karya
dan pekerjaan yang di sub-kontrakkan.

Pasal 11 Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan


Diganti sebagai berikut :
a.

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan/penyelesaian pekerjaan tersebut pada pasal 11


ditetapkan selama 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung saat ditentukan mulai
melaksanakan pekerjaan yang akan diterbitkan kemudian dengan Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK) tanggal 27 Nopember 2013 sampai dengan 27 Desember 2013.

b.

Masa Pemeliharaan.
b.1. Jangka waktu pemeliharaan ditetapkan selama 180 (seratus delapan puluh) hari
kalender terhitung sejak berakhirnya jangka waktu Pemeliharaan sejak tanggal 27
Desember 2013 sampai dengan 25 Juni 2014.
b.2.

Selama masa pemeliharaan Penyedia Barang/Jasa wajib memperbaiki segala


kerusakan dan atau kekurangankekurangan terhadap pekerjaan yang timbul akibat
kelalaian Penyedia Barang/Jasa.

b.3.

Bila Penyedia Barang/Jasa ternyata tidak bersedia untuk melakukan perbaikan


tersebut dalam jangka waktu 1 (satu) minggu setelah diberitahukan secara tertulis
kepada Penyedia Barang/Jasa oleh Pengguna Barang/Jasa, maka Pengguna
Barang/Jasa dapat secara sepihak menunjuk Penyedia Barang/Jasa lain untuk
melaksanakan perbaikan tersebut dan segala biaya dibebankan kepada Penyedia
Barang/Jasa dimaksud.

7.

Pasal 22 Penyelesaian Perselisihan


Diganti sebagai berikut :
a.

Apabila terjadi perselisihan dalam melaksanakan kontrak ini, maka Pengguna Barang/Jasa
dan Penyedia Barang/Jasa akan menyelesaikan melalui musyawarah.

b.

Jika terjadi yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka perselisihan tersebut
akan diputuskan melalui Badan Abritase Nasional Indonesia (BANI) yang terdiri dari 3
(tiga) orang yaitu :
- Seorang wakil dari Pengguna Barang/Jasa
- Seorang wakil dari Penyedia Barang/Jasa
- Seorang ahli sebagai ketua yang pengangkatannya disetujui oleh kedua belah pihak.

c.

Apabila Dewan Abritase tersebut tidak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut, maka
kedua belah pihak sepakat untuk mengajukan perselisihan tersebut pada Pengadilan Negeri
Kls I Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

PENYEDIA BARANG/JASA

PENGGUNA BARANG/JASA

CV. RAJAWALI

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA

FERDINAND WIJAYA
DIREKTUR

ROBERT N. ISAK TAIL, S.ST


NIP. 19750516 199723 1 007

MENGETAHUI/ MENYETUJUI
KUASA PENGGUNA ANGGARAN
BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA

SERAN RONIALDUS
PENATA (III/C)

NIP. 19580227 198002 1 001

SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)


NOMOR : PC.087/16/XI
Menunjuk Surat Perjanjian Pemborongan (Kontrak) Nomor : PC.087/15/XI Tanggal 27 Nopember
2013, dengan ini memerintahkan kepada :
N ama
JABATAN
ALAMAT

: FERDINAND WIJAYA
: Direktur CV. RAJAWALI
: Jl. W.J. Lalamentik No. 6 Kupang

Agar memulai Pengadaan Dan Pemasangan Genset 50 Kva Termasuk Panel Distribusi dan Acos
dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Waktu pelaksanaan pekerjaan selama 30 (tiga puluh ) hari kalender, terhitung mulai
melaksanakan pekerjaan dari tanggal 27 Nopember 2013 sampai dengan tanggal 27
Desember 2013.
2. Syarat-syarat pekerjaan sebagaimana disebut dalam dokumen kontrak dan segala
perubahannya/addendum, wajib dipatuhi oleh Penyedia Barang/Jasa sebagaimana mestinya.
3. Apabila terjadi kegagalan kontrak/pelaksanaan, maka segala akibat yang terjadi sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa.
Demikian Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ini dikeluarkan untuk dilaksanakan dengan penuh
tanggung jawab.
Kupang, 27 Nopember 2013
PENGGUNA BARANG/JASA
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA

ROBERT N. ISAK TAIL, S.ST


NIP. 19750516 199723 1 007
TEMBUSAN: Disampaikan Kepada Yth :
1. Sekretaris Jenderal KEMENHUB di Jakarta;
2. Inspektur Jenderal KEMENHUB di Jakarta;
3. Direktur Jenderal HUBUD di Jakarta;
4. Kepala Biro Keuangan KEMENHUB di Jakarta;
5. Kepala Biro Perencanaan KEMENHUB di Jakarta;
6. Direktur Pelabuhan dan Pengerukan HUBUD di Jakarta;
7. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT di Kupang.

Larantuka, 26 Nopember 2013


Nomor
Lampiran

: UK.284/08/XI
: -

Kepada Yth.
Direktur CV. RAJAWALI
di Tempat
Perihal :

Penunjukan Penyedia Barang/Jasa untuk Pelaksanaan Pekerjaan


Pengadaan dan Pemasangan Genset 50 Kva Termasuk Panel Distribusi
dan Acos

Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara No.: 12/RJWL/XI/2013 tanggal 18
Nopember 2013 perihal Penawaran Biaya Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Genset 50
Kva Termasuk Panel Distribusi dan Acos dengan nilai penawaran setelah dilakukan klarifikasi
dan negosiasi teknis dan biaya oleh Panitia Pengadaan Barang / Jasa Kementerian
Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Bandar Udara Gewayantana Larantuka
Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp. 541.590.000,00 (Lima Ratus Empat Puluh Satu Juta Lima
Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah) termasuk PPN, telah ditetapkan sebagai pemenang
oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Bandar Udara Gewayantana Larantuka
Tahun Anggaran 2013.
Selanjutnya
kami menunjuk
Saudara
untuk
melaksanakan
Pekerjaan
Pengadaan dan Pemasangan Genset 50 Kva Termasuk Panel Distribusi dan Acos dan meminta
Saudara untuk menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
setelah dikeluarkannya SPPBJ ini sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan.
Kegagalan Saudara untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi
terhadap penawaran Saudara akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang
tercantum dalam Dokumen Pemilihan.
PENGGUNA BARANG/JASA
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA

ROBERT N. ISAK TAIL, S.ST


NIP. 19750516 199723 1 007

BERITA ACARA PENYERAHAN LAPANGAN


Pekerjaan : Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Wuring
Lokasi : Kabupaten Sikka Maumere
Nomor : PC.087/04/01/Ad.MRE-2013
Tanggal : 27 NOPEMBER 2013
Pada hari ini Senin tanggal Dua Belas bulan Nopember tahun Dua Ribu Sepuluh, yang bertanda tangan dibawah
ini :
1. N A M A
JABATAN
ALAMAT

: ROBERT N. ISAK TAIL, S.ST


: Pejabat Pembuat Komitmen Bandar Udara Gewayantana Larantuka
: Jl. Soekarno Hatta No. 77 Larantuka Flores NTT
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Menteri Perhubungan Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan KP.547 Tahun 2009
tanggal
17 Desember 2009 untuk selanjutnya disebut Pengguna
Barang/Jasa.

2. N A M A
JABATAN
ALAMAT

: FERDINAND WIJAYA
: Direktur CV. RAJAWALI
: Jl. W.J. Lalamentik No. 6 Kupang
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama CV. RAJAWALI sesuai Akte pendirian
Perusahaan Nomor : 19 Tanggal 13 Oktober 2003 dan Akte Perubahan Perusahaan
Nomor : 23 Tanggal 7 Nopember 2009 oleh Notaris Emanuel Mali SH, untuk
selanjutnya disebut Penyedia Barang/Jasa.

Sesuai dengan Surat Perjanjian Pemborongan (Kontrak) Nomor: PC.087/15/XI tanggal 27 NOPEMBER 2013,
dengan ini menyatakan :
1.

Telah melakukan Serah Terima Lapangan dari PENGGUNA BARANG/JASA kepada PENYEDIA
BARANG/JASA PENGADAAN DAN PEMASANGAN GENSET 50 KVA TERMASUK PANEL
DISTRIBUSI DAN ACOSKabupaten Sikka Provinsi NTT tahun anggaran 2013.

2.

Semenjak serah terima ini dilakukan maka seluruh tanggung jawab disebutkan dokumen kontrak menjadi
kewajiban PENYEDIA BARANG/JASA sampai dilakukan Serah Terima kembali pekerjaan dari
PENYEDIA BARANG/JASA kepada PENGGUNA BARANG/JASA.

3.

PENYEDIA BARANG/JASA wajib menjaga ketertiban dan mengutamakan kepentingan / kelancaran


umum selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung.

Demikian Serah Terima Lapangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

PENYEDIA BARANG/JASA

PENGGUNA BARANG/JASA

CV. RAJAWALI

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


BANDAR UDARA GEWAYANTANA LARANTUKA
PELABUHAN MAUMERE

FERDINAND WIJAYA
DIREKTUR

ROBERT N. ISAK TAIL, S.ST


NIP. 19711107 199803 1 010