Anda di halaman 1dari 17

I.

Identitas
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama : Nn. Ana


Umur : 22 tahun
Alamat : Jln Lebak Arum X/12
Pekerjaan : SPG Rokok
Status marital : Belum Menikah
Pendidikan : SMA

KU : Bercak Kemerahan yang gatal


RPS :
-Sejak 5 hari yang lalu
-Lokasi di Regio Abdominal Anterior
-Awal timbul Cuma merah, lama-lama gatal
-Gatal +/ Nyeri - / Sekret
-Selalu muncul dan semakin membesar
-Gatal semakin bertambah ketika pasien
berkeringat, berkurang ketika sudah mandi

RPD/RPK
-Konsumsi obat disangkal
-HT -/ DM / penyakit kronis -Belum Pernah sakit seperti ini
sebelumnya, keluarganya juga
Riwayat sosial/ kebiasaan
-Setelah pulang kerja jarang
mengganti baju
-Baju kerja sering digunakan tidak
kering
-Terkadang lupa mandi karena terlalu
lelah

Pemeriksaan Fisik

Efloresensi
Regio abdomen, Makula Eritema
polisiklik, batas tegas, tepi aktif
dengan central healing
Di daerah lesi juga ditemukan erosi
dan skuama tipis bekas garukan

PERJALANAN PENYAKIT

Sejak kapan ( hari, minggu, bulan, tahun )


Bagaimana/berupa apa kelainan awalnya
Dimana kelainan pertama kali timbul
Apakah menjalar atau hilang timbul
Apakah gatal, sakit, atau bagaimana
Apakah keluar cairan atau kering
Obat apa yg telah digunakan dan bagaimana
pengaruhnya

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA dan


LINGKUNGAN SEKITAR
Sosial ekonomi, cara hidup, jumlah, dan
penyakit pd keluarga atau orang sekitar
terutama yang menderita kelainan kulit yang
sama
Seberapa dekat penderita dengan keluarga
atau orang sekitar dengan kelainan kulit yang
sama serta berapa lama sakitnya

Pemeriksaan di tempat terang inspeksi


( lokasi, bentuk, ukuran, batas, susunan,
penjalaran lesi ) dan palpasi ( kondisi kulit,
tekstur, elastisitas, turgor, konsistensi lesi,
rasa nyeri ) kaca pembesar
Pemeriksaan dermatologi :
1. Lokasi dan atau distribusi lesi kulit
2. Karakteristik lesi
3. Lokasi sekunder
4. Teknik khusus

Lokalisasi lesi regio (fasialis, torakalis,


abdominalis) dan regio relatif (1/3 proksimal
ekstremitas inferior kiri)
Karakteristik lesi efloresensi / ruam
(primer&sekunder), sifat efloresensi (ukuran,
bentuk, distribusi, bentuk)
Lokasi sekunder kelainan di tempat lain
yang membantu diagnosis
Teknik khusus Koebner, Karsvlek, Auspitz,
Diaskopi, Nickolsky

Pemeriksaan Penunjang

1. Lampu Wood
2. Kerokan KOH

Laboratorium
KOH
: hyphae,
arthroconidia
2. Kultur
:
SDA+Sikloheksimid
(Mycobiotic - Mycosel)
3. Lampu Wood : T. kapitis
1.

PENATALAKSANAAN
DERMATOFITOSIS

Basah : kompres +
antibiotika
B. Obat topikal :
A.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Salep Whitfield (AAV I)


Salep 2-4 / 3-10
Campuran undesilenik
Tolsiklat / Tolnaftat krim
Siklopiroks olamine krim
Haloprogen krim
Imidasol krim
Allilamin krim
Amorolfine

PENATALAKSANAAN
DERMATOFITOSIS

C.

Obat oral :
1. Griseofulfin
2. Ketokonazol
3. Itrakonazol
4. Terbinafin