Anda di halaman 1dari 15

DIETETIKA DASAR

KASUS OBESITAS
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Dietetika Dasar

Oleh :
Rochmana Purwajatiningsih
P07131213064

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMNEKES YOGYAKARTA
JURUSAN GIZI
2015

NUTRITIONAL RISK SCREENING (NRS -2002)


Nama: Tn. X
Bangsal:

Usia: 45 tahun
Diagnosis: Obesitas,Kolesterol Tinggi,Tekanan
Darah Tinggi
Tanggal skrening: 21 Maret 2015

Tanggal MRS:
1. Skrining awal
No.

KRITERIA

JAWABAN
YA
TIDAK
1.
Apakah IMT < 20,5 ?

2.
Apakah pasien kehilangan BB dalam 3 bulan terakhir?

3.
Apakah asupan makanan menurun seminggu terakhir?

4.
Apakah pasien dengan penyakit berat? (ICU)

5.
Apakah pasien memiliki tekanan darah tinggi?

Jika tidak untuk semua criteria skrening


ulang seminggu kemudian
Jika ada 1/lebih criteria dengan jawaban ya
skrening lanjut
2. Skrining lanjut I
RISIKO GIZI
Absen (Skor = 0)
Ringan (skor = 1)
Sedang (skor = 2)
Berat (skor = 3)

KRITERIA
Status gizi normal
Kehilangan BB > 5% dalam 3 bulan atau asupan 50 75%
dari kebutuhan
Kehilangan BB > 5% dalam 2 bulan atau IMT 18,5 -20,5
atau asupan 25 50% dari kebutuhan
Kehilangan BB > 5% dalam 1 bulan (> 15 % dalam 3 bulan)
atau IMT 18,5 atau asupan 0-25% dari kebutuhan

3. Skrining lanjut II
RISIKO GIZI
Absen (Skor = 0)
Ringan (skor = 1)
Sedang (skor = 2)
Berat (skor = 3)

KRITERIA
Kebutuhan gizi normal
Fraktur,pasien kronik (sirosisi hati,COPD,HD
rutin,diabetes,kanker)
Bedah mayor,stroke,pneumonia berat,kanker darah
Cidera kepala,transplantasi sumsum,pasien ICU

KESIMPULAN
SKOR

Skrining lanjut I
1

Skrening lanjut II
Usia > 65 tahun
0
0
RISIKO/ TIDAK RISIKO

TOTAL SKOR
1

I.

Studi Kasus

II.

Identitas Pasien
Nama
Jenis Kelamin
Usia
Pekerjaan
III. Screening
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

: Bapak X
: Laki-laki
: 45 Tahun
: Operator telepon

IMT normal <22,9


Tekanan darah tinggi
Nafsu makan berkurang
Cepat lelah
Kesulitan menelan/mengunyah
Mual/muntah
Diare/konstipasi
Alergi/intoleran zat gizi
Enteral/parenteral
Serum albumin darah
Jumlah

Indikator
+
+
+
3

Kesimpulan : Pasien X beresiko obesitas dan Hipertensi


IV.

Nutrition Assesment
Antropometri

BB = 80 kg
TB = 170 cm
Status Gizi

kg/m2
(Normal : 18,5 22.9)
Status gizi = Obesitas
-

Biokimia
Clinic/fisik

Cepat lelah
Terasa berat untuk berjalan
Aktivitas kurang
Pekerjaan banyak duduk
Tekanan darah 120/100 mmHg (N : 120/80 mmHg)
Hipertensi

Dietary

Ekonomi

V.

Makan utama 3x sehari


Suka mengkonsumsi soft drink dan suplemen tinggi kalori
Camilan yang disukai makanan yang berkalori tinggi
Tidak suka sayuran
Lauk nabati atau hewani senang dimasak menggunakan santan
Seorang operator telepon (ekonomi menengah)

Nutrition Diagnosis
DOMAIN
PROBLEM
NI.51.2
Intake lemak

ETIOLOGY
Kurangnya

SIGN
Sering mengkonsumsi lemak

pengetahuan yang

tinggi yang beresiko (senang

berhubungan dengan

dimasak dengan santan)

Kelebihan

makanan dan nutrisi


Kurang atau

Data IMT menunjukkan

intake energi

keterbatasan untuk

27,68 kg/m2 (Obesitas).

mendapatkan pilihan

Sebab IMT normal = 18,5

Physical

makanan yang sehat


Ketiadaan prioritas

22,9 kg/m2
Intensitas aktivitas fisik

inacticity

ekspose mengenai

kurang (Aktivitas banyak

kebutuhan untuk

duduk)

Berat badan

beraktivitas fisik.
Kelebihan intake

IMT diatas batas yang

lebih

energi serta aktifitas

dianjurkan (IMT =

Intake serat

fisik kurang.
Kurangnya akses

27,68kg/m2)
Tidak suka konsumsi sayur

tidak adekuat

terhadap makanan

berlebih

NI-1.5

NB-2.1

NC-3.3

NI-53.5

yang mengandung
serat, makanan dan
nutrisi berhubungan
dengan kurangnya
NC-2.3

Interaksi obat

pengetahuan.
Kombinasi pemberian

Konsumsi suplemen tinggi

dan makanan

obat dan makanan

kalori.

menyebabkan
interaksi yang tidak
diinginkan dan

VI.

merugikan.
Nutrition Intervention and Planning
Terapi Diet
: Diet Rendah Kalori dengan menu seimbang
Bentuk makanan
: Biasa
Rute makanan
: Oral
Tujuan Diet
1. Mencapai status gizi normal (18,5-22,9).
2. Menyediakan makanan yang memiliki gizi seimbang dengan memperhatikan
anggaran belanja.
3. Mengurangi asupan kalori 500kkal/hari sehingga BB turun sampai 0,5
kg/minggu.
4. Menurunkan tekanan darah dengan mengurangi asupan natrium.
5. Memberikan makanan yang cukup untuk memelihara kesehatan serta mencegah
adanya kerusakan jaringan tubuh.
6. Memberikan variasi dan kombinasi hidangan agar kebutuhan gizinya lengkap
serta tidak membuat responden bosan.

Syarat Diet
1. Makanan setiap hari dan beraneka ragam
2. Menurunkan BB 0,5 kg/minggu dengan mengurangi asupan kalori 500 kkal
diimbangi dengan melakukan aktivitas fisik.
3. Konsumsi tinggi serat
4. Konsumsi rendah Natrium
5. Protein diberikan 20% dari total energy
6. Lemak 20% dari total energy
7. Karbohidrat 60% dari total energi.
8. Konsumsi karbohidrat kompleks agar kenyang terasa lama
9. Asupan vitamin dan mineral sesuaikan dengan yang dibutuhkan tubuh.
10. Batasi penggunaan gula dan garam
11. Batasi konsumsi lemak dan minyak.
12. Minum air putih minimal 8 gelas sehari
VII. Nutrition Intervensi
Kebutuhan energi dalam sehari :
Perhitungan zat gizi pasien menggunakan perhitungan Harris Benedict
BMR

= 66,5 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x umur)


=66,5 + (13,7 x 80) + (5 x 170) (6,8 x 45)
=1706,5 kkal

Total kebutuhan energi

= BMR x faktor aktivitas x faktor koreksi


=1706,5 x 1,65 x 1
=2815,7 kkal

Pengurangan energi 500kkal untuk menurunkan berat badan


Total kebutuhan energi

= 2815,7 kkal 500kkal


= 2315,7 kkal

Protein

=20% x kebutuhan energi


=20% 2315,7
=463,14 kkal
=

Lemak

=115,8 gram

=20% x kebutuhan energi


=20%2315,7
=463,14 kkal
=

Karbohidrat

=51,46 gram

=60% x kebutuhan energi

=60% x 2315,7
=1389,42 kkal
=

=347,36 gram

VIII. Rencana Konseling Gizi


1. Terapi edukasi : konseling gizi
2. Sasaran : Pasien Tn. X dan keluarga pasien
3. Tema penyuluhan : Pola Hidup Sehat
4. Permasalahan: Obesitas dan Hipertensi
5. Tujuan :
- Setelah diadakan konseling gizi diharapkan pasien dan keluarga dapat
6.
7.
8.
9.

mengetahui makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan.


Memperbaiki status gizi responden
Menambah pengetahuan tentang asupan makanan yang dianjurkan pada

penderita obesitas
Waktu : 15 menit
Tempat : Poli Gizi
Alat peraga : Leaflet, food model.
Materi :
- Menjelaskan tentang obesitas, tekanan darah tinggi serta.
- Menjelaskan tentang pola makan seimbang
- Menjelaskan bahan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk

penderita yang mengalami obesitas, tekanan darah tinggi


Monitoring evaluation
1. Asupan makan dalam 1 hari
2. Pemantauan keadaan pasien secara klinis atau fisik maupun biokimia
3. Ada tidaknya penurunan berat badan
4. Ada tidaknya penurunan tekanan darah sampai pada keadaan normal
5. Status gizi setelah melakukan diet
X. Implementasi
1. Penyusunan menu seimbang dalam sehari
2. Pemberian konsultasi dengan pasien serta keluarga pasien
XI. Rekomendasi
1. Perlu ditekankan agar pasien mengatur pola makan sehari-hari dengan menu
IX.

seimbang.
2. Adanya pengawasan tentang asupan makan pasien oleh keluarga agar tujuan diet
tercapai.
3. Pasien perlu membatasi asupan garam, gula serta lemak jenuh.

CATATAN ASUHAN GIZI


RESUME PAGT
(Proses Asuhan Gizi Terstandart)
Nama

:X

Jenis kelamin : Laki-laki

Umur

: 45 Tahun

No. CT

Assesment
Data dasar
Identifikasi
masalah
Skrining :
Resiko
Penurunan BB
(-) obesitas dan
Nafsu makan
Hipertensi
berkurang
(-)
Mual/muntah
(-)
Cepat lelah
(+)
Kesulitan nafas
(-)
Diet khusus
(-)
Terasa berat untuk
berjalan
(+)
Enternal/ parental (-)
Tekanan darah tinggi
(+)

Diagnosa gizi (PES)

Intervensi
Terapi Diet

NI-51.2
Problem: Intake lemak
berlebih
Etiologi: Kurangnya
pengetahuan yang
berhubungan dengan
makanan dan nutrisi
Sign: Sering
mengkonsumsi lemak
tinggi yang beresiko
(senang dimasak dengan
menggunakan santan).

:-

Jenis Terapi Diet: Diet Rendah


Kalori Seimbang
Bentuk Makanan: Biasa
Route : Oral
Tujuan Diet :
- Mencapai status gizi normal (18,522,9).
- Menyediakan makanan yang
memiliki gizi seimbang dengan
memperhatikan anggaran belanja
- Mengurangi asupan kalori
500kkal/hari sehingga BB turun
sampai 0,5 kg/minggu.
- Menurunkan tekanan darah dengan
mengurangi asupan natrium.

Terapi Edukasi

Rencana monitoring
dan Evaluasi

Terapi edukasi :
konseling gizi
Sasaran : Pasien Tn. X
dan keluarga pasien
Tema penyuluhan :
Pola Hidup Sehat
Permasalahan:
Obesitas dan Hipertensi
Tujuan :
- Setelah diadakan
konseling gizi
diharapkan pasien
dan keluarga dapat
mengetahui
makanan yang

Monitoring
6. Asupan makan
dalam 1 hari
7. Pemantauan
keadaan pasien
secara
klinis
atau
fisik
maupun
biokimia
8. Ada tidaknya
penurunan berat
badan
9. Ada tidaknya
penurunan
tekanan darah

- Memberikan makanan yang cukup


untuk memelihara kesehatan serta
mencegah adanya kerusakan
jaringan tubuh.
- Memberikan variasi dan kombinasi
hidangan agar kebutuhan gizinya
lengkap serta tidak membuat
responden bosan.
Syarat Diet :
- Makanan setiap hari beranekaragam
dan bervariasi
- Menurunkan BB 0,5 kg/minggu
dengan mengurangi asupan kalori
500 kkal diimbangi dengan
melakukan aktivitas fisik.
- Konsumsi tinggi serat
- Konsumsi rendah Natrium
- Protein diberikan 20% dari total
energy
- Lemak 20% dari total energy
- Karbohidrat 60% dari total energi.
- Konsumsi karbohidrat kompleks
agar kenyang terasa lama
- Asupan vitamin dan mineral
sesuaikan dengan yang dibutuhkan
tubuh.
- Batasi penggunaan gula dan garam
- Batasi konsumsi lemak dan minyak.
- Minum air putih minimal 8 gelas

dianjurkan dan
sampai
pada
tidak dianjurkan.
keadaan normal
- Memperbaiki
10. Status
gizi
status gizi
setelah
responden
melakukan diet
- Menambah
Rekomendasi
pengetahuan
4. Perlu
tentang asupan
ditekankan agar
makanan yang
pasien
dianjurkan pada
mengatur pola
penderita obesitas
makan sehariWaktu : 15 menit
Tempat : Poli Gizi
hari
dengan
Alat peraga : Leaflet,
menu seimbang
food model.
5. Adanya
Materi :
pengawasan
- Menjelaskan
tentang asupan
tentang obesitas,
makan pasien
tekanan darah
oleh keluarga
tinggi serta.
agar tujuan diet
- Menjelaskan
tercapai
tentang pola makan 6. Pasien
perlu
seimbang
membatasi
- Menjelaskan bahan
asupan garam,
makanan yang
gula
serta
dianjurkan dan
lemak jenuh
tidak dianjurkan
untuk penderita
yang mengalami

sehari

Anthropometri
1. Anthropometri
BB = 80 kg
TB = 170 cm
IMT=

=
= 27.68 kg/m2

Obesitas :
( IMT normal
= 18,5-22,9)

NC-3.3
Problem: Berat badan
berlebih
Etiologi: Kelebihan
intake energi, aktivitas
fisik kurang
Sign IMT diatas batas
yang dianjurkan.
(IMT=27,68kg/m2)

NI-1.5
Problem: Kelebihan
intake energi
Etiologi: Kurangnya atau
keterbatasan untuk
mendapatkan pilihan
makanan yang sehat
Sign: IMT = 27,68kg/m2
(obesitas). Sebab IMT
normal= 18,5-22,9kg/m2
A. Biokimia
-

obesitas, tekanan
darah tinggi

B. Clinis
Cepat lelah, terasa
berat untuk berjalan.
Aktivitas kurang dan
pekerjaan banyak
duduk
Tensi 120/100 mm/Hg
Tinggi
(Normal : 120/80
mm/Hg).
C. Dietary
- Makan makanan
utama sebanyak 3x
- Cemilannya yang
disukai adalah
makanan yang
berkalori tinggi
- Senang
mengkonsumsi
soft drink dan
suplemen tinggi
kalori
- Tidak suka
mengonsumsi
sayur.
- Lauk

Hipertensi

NB-2.1
Problem: Physical
inacticity
Etiologi: Ketiadaan
prioritas ekspose
mengenai kebutuhan
untuk beraktivitas fisik.
Sign: Intensitas aktivitas
fisik kurang (Aktivitas
banyak duduk)

NC-2.3
Problem: Interaksi
makanan dan obat
Etiologi: Kombinasi
pemberian obat dan
makanan menyebabkan
interaksi yang tidak
diinginkan dan
merugikan
Sign: konsumsi
suplemen tinggi kalori
NI-53.5
Problem: Intake serat
tidak adekuat

nabati/hewani
senang dimasak
dengan
menggunakan
santan

D. Ekonomi
Seorang operator
telepon (Ekonomi
Menengah)

Etiologi: kurangnya
akses terhadap makanan
yang mengandung serat,
makanan dan nutrisi
berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan
Sign: Tidak suka makan
sayur .

PERENCANAAN MENU DALAM 1 HARI


Waktu
Makan

Nama
Makan
an
Nasi

semur
ayam

Pagi

pepes
tahu

Bahan
Makana
n

Makan
Siang

Sandwi
ch

nasi
pepes
tongkol
Tahu
kukus
sayur
asem

Protei
n
(gram
)

Lemak
(gram
)

KH
(gram)

gra
m

3/4
gls

75

270.7

0.5

59.6

1 ptg
sdg

60

170.9

16.1

11.3

10

36.9

0.1

9.4

0.5

0.3

50

38

4.1

2.4

0.9

25

3.8

0.6

0.1

0.5

25

0.3

0.2

20

4.2

0.2

0.1

0.9

36

4.1

100

39

0.6

0.1

9.8

40

109.6

3.5

1.2

20.8

60

93.1

7.6

6.4

0.7

20

4.2

0.2

0.1

0.9

20

2.6

0.2

0.4

10

3.2

0.1

0.1

0.7

3/4
gls

75

270.7

0.5

59.6

ikan
tongkol

1 ptg
sdg

50

55.4

12

0.5

tahu
putih
wortel
kulit
melinjo

1 ptg
sdg

50

38

4.1

2.4

0.9

25
10

9
11.5

0.3
0.2

0.2
0

2
2.9

beras
putih
giling
ayam
ras
dada
gula
aren
kecap
manis
tahu
putih
sawi
hijau

cap cay

Seling
an
pagi

Energi
(kkal)

URT

wortel

sate
pepaya

Banyaknya

tomat
merah
margari
ne
pepaya
matang
roti
tawar
telur
ayam
ras
tomat
merah
selada
saus
tomat
beras
putih
giling

1
sdm
1
sdm
1 ptg
sdg
1/4
ikat
1/2
ptg
kcl
1/4
ptg
1/2
sdm
1 ptg
sdg
2
slice
1 btr
1/4
ptg
2 lbr
1
sdm

3 bh

terong
ungu
labu
siam
kacang
panjang
jus
jambu

seling
an
sore

sweet
purpel
yam

sari
kedelai
nasi

makan
mala
m

semur
tempe
daging
giling

tumis
jamur
buah
apel
seling
an
mala
m

susu
skim

10

2.8

0.1

0.7

15

0.1

0.6

2 btg

15

5.2

0.3

1.2

1 bh

100

50.9

0.8

0.6

11.9

10

38.7

10

50

56

1.2

0.1

13.1

50

26.1

1.6

1.3

5
sdm

50

190.6

20.2

8.4

12.4

3/4
gls

75

270.7

0.5

59.6

50

134.4

12.4

25

34.8

3.1

0.2

5.5

18.2

0.5

0.1

3.8

10

0.6

25

92.3

0.2

23.5

5 ptg

50

13.5

1.1

0.3

2.5

tomat
merah

1/4
ptg

20

4.2

0.2

0.1

0.9

apel
merah
tepung
susu
skim

1 bh
sdg

100

59

0.2

0.4

15.3

1
sdm

10

36.8

3.6

0.2

5.2

1
sdm

15.2

4.1

112.3

51.4

345.2

115.8

51.6

96.98
%
-

99.61
%
0.38%

jambu
biji
gula
pasir
ubi jalar
ungu
yoghurt

3 ptg

1
sdm
1/2
ptg
sdg
1
kota
k

kacang
kedelai
putih
beras
putih
giling
daging
sapi
tempe
kedelai

1 ptg
sdg
1 ptg
sdg

tepung
terigu

1/2
sdm

kecap
manis
gula
aren
jamur
merang

1
sdm
1/4
ptg

madu
Jumlah
Kebutuhan
Persentase
Selisih

2267.
2
2315.
7
97.90
%
-

347.3
6
99.37
%
0.62%

2.09%

3.02%