Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunia teknologi informasi sekarang ini terus berkembang mempengaruhi
hampir setiap aspek kehidupan manusia dengan berbagai kelebihan dan
kemudahan yang ditawarkan dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja.
Salah satu kelebihan dari penggunaan teknologi informasi ialah menghasilkan
informasi secara relevan,tepat waktu dan akurat. Informasi yang dihasilkan tidak
terlepas dari manajemen informasi yang baik dan mampu menjaga kelancaran
kebutuhan informasi dalam sirkulasi data suatu sistem. Perkembangan pesat
teknologi informasi, komunikasi, maupun prosesnya mengakibatkan pendeknya
siklus hidup produk. Oleh karena itu setiap perusahaan akan berupaya semaksimal
mungkin untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, pelayanan yang cepat,
mudah dan terus menciptakan berbagai inovasi-inovasi baru untuk tetap dapat
unggul dan bersaing di pasar.Perkembangan teknologi itu juga berlaku pada dunia
kesehatan yang mengalami perubahan cukup signifikan, dimana semakin hari
mengalami peningkatan kebutuhan akan teknologi informasi didalam berbagai
elemen kesehatan.
Menurut Indroprasto dan Suryani (2012) menjelaskan bahwa pentingnya
peran semua pihak mulai dari supplier, manufacturer, distributor, retailer, dan
customer dalam menciptakan suatu produk yang murah, berkualitas, dan cepat
inilah kemudian melahirkan konsep baru yaitu Supply Chain Management.
Menurut Indrajit dan Djokopranoto (2005) menjelaskan, pada hakikatnya
Manajemen Supply Chain adalah perluasan dan pengembangan konsep dan arti

dari manajemen logistik, manajemen logistik berperan dalam mengatur arus


barang dan supply chain juga demikian namun meliputi antar perusahaan yang
berhubungan dengan arus barang dan semakin berkembang menyangkut hal-hal
yang diperlukan oleh pelanggan. Manajemen material dalam persediaan dilakukan
dengan beberapa input yang digunakan yaitu : permintaan yang terjadi (demand)
dan biaya-biaya yang terkait dengan penyimpanan, serta biaya apabila terjadi
kekurangan persediaan (shortage). Lebih lanjut dijelaskan Sawitri (2009)
persediaan merupakan suatu model yang umum digunakan untuk menyelesaikan
masalah yang terkait dengan usaha pengendalian bahan baku maupun barang jadi
dalam suatu aktifitas perusahaan. Ciri khas dari model persediaan adalah solusi
optimal difokuskan untuk menjamin persediaan dengan biaya yang serendahrendahnya.
Pengendalian bahan baku maupun barang jadi didalam suatu perusahaan
perlu diperhatikan karena berkaitan langsung dengan biaya yang harus ditanggung
suatu perusahaan sebagai akibat adanya persediaan dan permintaan barang.
UPT Klinik Universitas Sriwijaya merupakan sebuah fasilitas kesehatan
yang memiliki tugas dalam pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan
yang terbagi dalam bentuk pelayanan kesehatan yaitu Poli Umum, Poli Khusus,
Poli Dokter Keluarga, Poli Gigi, Poli Emergensi, Rontgen & UGD, Laboratorium
dan Apotik. Pada UPT Klinik Universitas Sriwijaya beberapa kegiatan sudah
menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk membantu pekerjaaan
yang dilakukan, walaupun sebagian besar masih dilakukan pengelolaan data
secara manual. Salah satunya adalah pengelolaan data permintaan dan pemesanan
obat pada bagian Apotik yang masih dilakukan secara manual.

Pada saat ini pengelolaan dan penyimpanan data obat pada Apotik UPT
Klinik Universitas Sriwijaya hanya dilakukan secara manual, dimana seluruh
keterangan mengenai data obat dicatat di buku besar lalu pada suatu periode
dipindahkan ke Microsoft office word. Banyaknya data persediaan obat yang akan
dikelola tidak didukung oleh aplikasi yang dipakai saat ini dimana aplikasi masih
kurang memungkinkan untuk memprosesnya, aplikasi tersebut masih kurang
efektif dan efisien dalam menunjang kinerja sehari-hari sehingga dapat
menghambat pelayanan yang diberikan oleh Klinik.
Economic Order Quantity (EOQ) adalah salah satu dari sekian banyak
metode didalam Supply Chain Management (SCM) yang dapat diterapkan dalam
membantu perusahaan agar investasi yang ditanamkan dalam persediaan tidak
berlebihan tetapi perusahaan juga tidak mengalami kekurangan persediaan. Selain
itu melalui implementasi EOQ perusahaan akan mampu menghitung barang yang
akan dipesan jika barang tersebut sudah mencapai barang minimal yang ada di
dalam gudang maka langsung diadakan pemesanan secara otomatis.
Dengan adanya sistem informasi seperti ini maka pengawasan terhadap obat
akan menjadi lebih baik, serta mempermudah UPT Klinik Universitas Sriwijaya
khususnya bagian Apotik dalam mengetahui jumlah pemesanan sehingga Apotik
tidak mengalami kekurangan stok barang (deadstock) dan kelebihan stok barang
(overstock) serta UPT Klinik Universitas Sriwijaya dapat memperkecil biaya
pemesanan serta penyimpanan.
Dari masalah dan uraian diatas penulis tertarik untuk mengangkatnya
menjadi laporan Tugas Akhir dengan judul IMPLEMENTASI KONSEP
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DALAM PERSEDIAAN OBAT-OBATAN

MENGGUNAKAN METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY)


PADA APOTIK UPT KLINIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA.

1.2 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan sebagai tugas akhir ini ialah:
1. Menganalisa sistem pengelolaan obat pada Apotik UPT Klinik Universitas
Sriwijaya yang berjalan selama ini.
2. Menerapkan metode perhitungan Economic Order Quantity dalam persediaan
obat pada Apotik UPT Klinik Universitas Sriwijaya.
3. Merancang dan membangun sistem pengelolaan obat-obatan pada Apotik UPT
Klinik Universitas Sriwijaya.
1.3 Manfaat Penelitian
Berikut ini manfaat dari penelitian yang dilakukan sebagai tugas akhir ini :
-

Bagi UPT Klinik Universitas Sriwijaya


1. Memudahkan kegiatan operasional.
Antara lain : melakukan permintaan obat, pencaran data obat, mengetahui
stok obat dan mengecek laporan obat dengan mudah dan juga mengetahui
kebutuhan obat dalam periode tertentu.
2. Mempermudah proses pengolahan data dan meningkatkan konsistensi data
obat, sehingga laporan yang dihasilkan lebih akurat.
3. Membantu dalam mengetahui jumlah pemesanan obat dan waktu
pemesanan sehingga tidak mengalami kekurangan stok obat dan overstock

obat serta dapat memperkecil biaya pemesanan serta penyimpanan obat.


Bagi Akademik
Diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang ingin
mengetahui lebih banyak tentang kinerja supply chain management terhadap
suatu perusahaan.

1.4 Batasan Masalah


Pada tugas akhir ini agar pembahasan tidak menyimpang, penulis membatasi
fokus utama pada penelitian ini untuk Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan
Persediaan Obat-obatan pada Apotik UPT Klinik Universitas Sriwijaya, meliputi
beberapa proses antara lain : pencatatan semua data permintaan, pencatatan obat
masuk dan obat keluar, informasi status ketersediaan obat, laporan obat masuk
dan obat keluar serta laporan yang ditujukan kepada atasan.