Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIK II

PERCOBAAN IV
PENENTUAN BERAT MOLEKUL POLIMER KITOSAN
MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD

OLEH :
NAMA

: WD. INDAH WULAN H.H.

NIM

: F1F1 13 058

KELOMPOK

: IV (EMPAT)

KELAS

: B

ASISTEN

: NUR SALIMAH TAANO

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2014

PENENTUAN BERAT MOLEKUL POLIMER KITOSAN


MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD
A. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat molekul
polimer kitosan menggunakan viskometer Ostwald.
B. LANDASAN TEORI
Polimer alam saat ini menjadi perhatian penelitiuntuk dimanfaatkan
sebagai

bahan

baku

berbagaikeperluan

industri.

Kitosan

adalah

polisakaridayang banyak terdapat di alam setelah selulosa.Kitosan merupakan


suatu senyawa poli (N-amino-2deoksi -D-glukopiranosa) atau glukosamin
hasildeasetilasi kitin/poli (N-asetil-2 amino-2-deoksi -D-glukopiranosa)
yang diproduksi dalam jumlahbesar di alam, yaitu terdapat pada limbah
udangdan kepiting yang cukup banyak terdapat diIndonesia. Pemanfaatan
limbah kulit udang sebagaikitosan selain dapat mengatasi masalah
lingkunganjuga dapat menaikan nilai tambah bagi petaniudang (Ramadhan
dkk., 2010).
Kitosan merupakan bahan yang diperoleh darideasetilasi kitin. Kitosan
banyak digunakan padaindustri kosmetika, kertas, pangan, farmasi, dan lainlain. Di bidang farmasi, salah satu manfaatkitosan digunakan sebagai obat
luka. Hal tersebutkarena kitosan memiliki kelebihan, seperti tidakberacun,
bioderadabel, biokompatibel, haemostatik,dan antibakteri, sehingga aman
untuk digunakansebagai obat luka (Nuryantini, 2013).

Kitosan adalah produk deasetilasi kitin yang merupakan polimer rantai


panjang glukosamin dengan bobot molekul 2,5x10-5 Dalton dan rumus kimia
poli(2-amino-2-deoksi-D-Glukosa), memiliki rumus molekul [C6H11NO4]n.
Kitosan sedikit larut dalam asam klorida, serta larut baik dalam asam lemah,
seperti asam formiat dan asam asetat. Beberapa diantara keunggulan kitosan
yakni mempunyai massa molekul besar sehingga memiliki daya absorbsi
besar dan non toksik (Pebriani dkk., 2012).
Kitosan telah banyak penggunaan dalam bidang farmasi dan
kesehatan, antaralain sebagai antidiabetes mellitus, antihiperlipidemia,
antijamur, bahan baku teknologifarmasi. Sebagai anti mikrobia khitin dan
khitosan sudah dilakukan oleh Okawa et al.,(2003) bahwa pemberian khitin,
khitosan dan N-acetyl chitohexaose dapat mencegahterjadinya infeksi pada
mencit karena infeksi jamur Candida albicans. Selain itu telahterbukti bahwa
pada

tingkat in vivo

khitin,

khitosan dan

N-acetyl

chitohexaose

dapatdigunakan sebagai pencegahan infeksi akibat bakteri Pseudomonas


aeruginosa danListeria monocytogenes yang diinfeksikan pada mencit
(Darmawan, 2007).
Viskositas merupakan pernyataan tahanan untuk mengalir dari suatu
sistem di bawah stress yang digunakan, Makin kental suatu cairan, maka
semakin besar kekuatan yang diperlukan untuk digunakan supaya supaya
cairan tersebut dapat mengalir dengan laju tertentu (Martin, et al., 2008).
Viskositas suatu fluida merupakan daya hambat yang disebabkan oleh
gesekan antara molekul-molekul cairan, yang mampu menahan aliran fluida

sehingga dapat dinyatakan sebagai indikator tingkat kekentalan. Nilai


kuantitatif dari viskositas dapat dihitung dengan membandingkan gaya tekan
per satuan luas terhadap gradien kecepatan aliran dari fluida (Warsito, 2012).
Parameter fisika yang viskositas (kekentalan) danindeks bias.
Sejumlah produk cair,misalnya oli, memerlukan informasitentang viskositas,
dan viskositas itunilainya berubah oleh perubahan suhu.Sejumlah bahan cair,
misalnya minyakatsiri, dapat dicek kemurniannya denganmengukur indeks
biasnya. Parameterindeks bias bahan cair itu nilainya jugaberubah terhadap
perubahan suhu.Jelasnya, bahan cair yang samamempunyai nilai kekentalan
tertentu dannilai indeks biasnya juga tertentu.Keduanya merupakan
parameterberbeda,

namun

sama-sama

merupakanfungsi

suhu

cairan.

Viskositas zat cair biasanyamenggunakan cairan bervolume besardan


pengukuran viskositas itu jugamemerlukan waktu lama, misalnyaketika
menggunakan alat ViskosimeterOstwald (Jati, 2010).

C. ALAT DAN BAHAN


1. Alat
Alat yang digunakan dari percobaan ini adalah sebagai berikut.

Corong

Viskometer Ostwald

Filler

Stopwatch

Statif dan klem

Gelas kimia 100 ml

Gelas ukur 100 ml

Pipet tetes

2. Bahan
Bahan yang digunakan dari percobaan ini adalah sebagai berikut.

Kitosan 2 gram

Kitosan 4 gram

Kitosan 6 gram

Kitosan 8 gram

Asam asetat 1%

Akuades

Tissue

D. PROSEDUR KERJA

Asam asetat 2%

Dimasukkan

viskometer Ostwald
Diisap menggunakan

10

ml

ke
filler

dalam
dan

dialirkan dari batas atas hingga batas


bawah
- Dicatat waktu alirnya
- Dilakukan triplo
- Dihitung t rata-ratanya
Hasil pengamatan?

1. Waktu Alir Kitosan

Dimasukkan

viskometer Ostwald
Diisap menggunakan

Kitosan 2%

10

ml

ke
filler

dalam
dan

dialirkan dari batas atas hingga batas


-

bawah
Dicatat waktu alirnya
Dilakukan triplo
Dihitung rel, spes, dan red

Diulangi untuk kitosan 4%, 6%, dan

8%
Diplot hubungan antara konsentrasi

dan red
Dihitung berat molekul kitosan

Hasil pengamatan?

E. HASIL PENGAMATAN
1. Tabel Pengamatan

No.

ampel

Waktu alir

Kon
sentrasi

(detik)

t1

1.

itosan

2%

2.

itosan

4%

3.

itosan

6%

4.

itosan

8%

5.

sam

0,02
M

0,04
M

0,06
M

0,08
M

0,01
M

asetat

2. Data Perhitungan
a. Viskositas relatif
1. Pada kitosan 2%

Rata
t3

rel

sps

red

-rata

t2

4,33

3,9

3,79

4,01

1,3

0,31

31

6,88

6,6

6,47

6,65

2,1

1,18

118

9,31

9,6

9,73

9,57

3,1

2,14

214

5,11

4,9

5,59

5,20

1,7

0,7

70

3,05

3,0

3,05

3,05

1%

rel=

t
t0

4 , 01

3,05

2. Pada kitosan 4%
t
rel=
t0

6,65

3,05

= 1,31

= 2,18

= 3,14

= 1,70

3. Pada kitosan 6%
t
rel=
t0

9,57

3,05
4. Pada kitosan 8%
t
rel=
t0

5,20

3,05
b. Viskositas spesifik
1. Pada kitosan 2%
nno
sps=

n0

sps= rel 1

2. Pada kitosan 4%
nno
sps=

n0

= 1,31 - 1
= 0,31

sps= rel 1

= 2,18 - 1

3. Pada kitosan 6%
nno
sps=

n0

sps= rel 1

= 1,18

= 3,14 - 1

4. Pada kitosan 8%
nno
sps=

n0

sps= rel 1

= 2,14

= 1,70 - 1

= 0,7

c. Viskositas reduksi
1. Pada kitosan 2%

= sps

2. Pada kitosan 4%

0,31
0,01
= 31

sps
C

1,18
0,01

= 118

3. Pada kitosan 6%
sps
=

2,14
0,01

= 214

4. Pada kitosan 8%

= sps

3. Data Grafik

0,7
0,01
= 70

Dari grafik tersebut diperoleh persamaan : y = 970x + 55

Kemudian untuk menghitung nilai M polimer maka


digunakan rumus Mark-Houwink yaitu :

[ ]

= KMa

Dik

= = 55

K =1,46 x 10-4

a =0,83

Dit

= M?

Peny

=[ ]

Log [ ]

Log 55

Log M

Log M

1,74 (0,65)
0,83

Log M

2,39
0,83

Log M

= 2,88

= inv log 2,88

= - 0,78 gram/mol

= KMa

= log K + a log M
= log 1,46 x 10-4 + 0,83 log M
=

log5 5log 1,46 x 10


0,8 3

F. PEMBAHASAN

Viskositas merupakan ukuran kekentalan suatu fluida. Viskositas juga


dapat diartikan sebagai ketahanan suatu fluida terhadap pengaruh tekanan atau
tegangan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi viskositas suatu fluida
adalah konsentrasi. Viskositas ada 3 jenis, yaitu viskositas relatif (rel) yang
merupakan perbandingan antara waktu alir larutan (t) dan pelarut (t0) yang
diukur pada kondisi eksperimen yang sama; viskositas spesifik (sps)yaitu
keadaan dimana nilai konsentrasi ( C ) larutan mendekati nol atau larutan
sangat encer sehingga harga rakan mendekati satu; dan viskositas yang ketiga
adalah viskositas reduksi yaitu dari nilai viskositas tersebut dapat diketahui
berat molekul suatu sampel.

Kitosan merupakan senyawa kimia yang berasal dari bahan hayati


kitin, suatu senyawa organik yang melimpah di alam ini setelah selulosa. Kitin
ini umumnya diperoleh dari kerangka hewan invertebrata dari kelompok
Arthopoda sp, Molusca sp, Coelenterata sp, Annelida sp, Nematoda sp, dan
beberapa dari kelompok jamur. Selain dari kerangka hewan invertebrate, juga
banyak ditemukan pada bagian insang ikan, trachea, dinding usus dan pada
kulit cumi-cumi.Kitosan dengan rumus molekul (C6H11NO4)n yang dapat
diperoleh dari deasetilasi kitin. Kitosan juga dijumpai secara alamiah di
beberapa organisme.

Pada percobaan ini, dilakukan penentuan kadar polimer kitosan


dengan menggunakan viskometer Ostwald.

Viskometer ini memiliki

kelebihan yaitu mudah dalam penggunaan, cepat, dan perhitungannya


sederhana. Penentuan kadar polimer kitosan dilakukan dengan menentukan
waktu alir dari sampel kitosan kemudian ditentukan nilai viskositas relatif,
viskositas spesifik, dan viskositas reduksinya. Kadar polimer kitosan dapat
diketahui melalui hubungan antara konsentrasi sampel kitosan dengan nilai
viskositas reduksinya.

Prinsip penggunaan viskometer Ostwald yaitu suatu cairan dapat


ditentukan viskositasnya dengan menghubungkan kecepatan aliran fluida di
dalam viskometer Ostwald dengan waktu yang diperlukan untuk mengalir
tersebut. Cairan yang akan diuji viskositasnya dalam hal ini yaitu kitosan
dimasukkan dalam viskometer Ostwald kemudian dinaikkan sampai melewati
garis m (garis atas).Setelah itu, gliserin diturunkan sampai melewati garis n
(garis bawah). Untuk menentukan viskositas kitosan, perlu diketahui waktu
atau lamanya kitosan turun melewati garis n mulai dari garis m. Perlakuan
tersebut dilakukan sebanyak tiga kali (triplo) untuk mengetahui rata-rata
waktu yang dibutuhkan oleh fluida untuk dapat melewati garis atas dan bawah
tersebut.

Pada percobaan ini, sampel kitosan yang digunakan mempunyai


konsentrasi yang berbeda-beda yaitu 2%, 4%, 6%, dan 8%, sedangkan pelarut
yang digunakan adalah asam asetat 1%. Hal pertama yang dilakukan yaitu,

menghitung waktu alir sampel kitosan dengan konsentrasi yang berbeda.


Sampel kitosan dimasukkan ke dalam viskometer Ostwald. Selain sampel
kitosan, asam asetat juga harus dihitung waktu alirnya di dalam viskometer
Ostwald. Kemudian dialirkan sampai melewati garis m (garis atas). Seperti
yang telah dijelaskan di awal, prinsip viskometer Ostwald yaitu mengetahui
berapa waktu yang diperlukan sampel kitosan untuk dapat mengalir dari garis
atas sampai garis bawah. Waktu alir oleh kitosan 2% adalah 4,33 detik, kitosan
4% 6,88 detik, kitosan 3% 9,31 detik, dan kitosan 8% 5,11 detik. Sedangkan
waktu alir asam asetat yaitu 3,05 detik.

Setelah mengetahui waktu alir sampel dan pelarut, maka dapat


diketahui nilai viskositas relatifnya (rel). Untuk menentukan nilai rel, waktu
rata-rata sampel kitosan 2%, 4%, 6%, dan 8% dibagi dengan waktu alir pelarut
yaitu asam asetat sehingga diperoleh nilai rel masing-masing sampel kitosan
yaitu 1,31, 2,18, 3,14, dan 1,70. Setelah diketahui nilai rel, maka selanjutnya
dapat diketahui nilai sps. Nilai spsdapat diketahui dengan mengurangi
konsentrasi sampel kitosan dengan 1, sehingga diperoleh nilai sps masingmasing sampel berturut-turut yaitu 0,31, 1,18, 2,14, dan 0,7. Setelah diketahui
nilai sps, maka selanjutnya yang perlu diketahui adalah nilai red. Nilai red
dapat diketahui dengan membagi nilai sps dengan nilai konsentrasi ( C ),
sehingga diperoleh nilai red masing-masing sampel kitosan berturut-turut yaitu
31, 118, 214, dan 70. Jika telah diketahui nilai red maka dapat dibuat suatu
grafik hubungan antara konsentrasi sampel dengan nilai red untuk

mendapatkan suatu persamaan yang kemudian dapat diketahui berat molekul


polimer kitosan tersebut.

Berdasarkan grafik, diketahui persamaan y = 970x + 55. Untuk


mengetahui berat molekul polimer kitosan, digunakan persamaan MarkHouwink yaitu : [] = KMv a, dimana K merupakan ketetapan 1,46 x 10 -4, Mv
merupakan berat molekul polimer, dan a merupakan tetapan dengan nilai 0,83.
Untuk nilai [] diperoleh dari nilai intersep ( C ) pada persamaan y = 970x +
55 yaitu 2,88. Dari rumus tersebut, diperoleh hasil nilai Mv sebesar 0,78
gr/mol. Nilai tersebut merupakan berat molekul polimer sampel kitosan.

Penentuan berat molekul polimer kitosan ini bermanfaat dalam bidang


farmasi, yaitu dalam mengetahui berat molekul polimer-polimer obat-obatan
dari suatu simplisia yang diteliti. Manfaat kitosan dalam bidang farmasi yaitu
dapat menyembuhkan luka dan bersifat tidak toksik.

G. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa berat
molekul polimer kitosan yang diukur dengan menggunakan viskometer
Ostwaldyaitu sebesar 0,78 gr/mol.

DAFTAR PUSTAKA
Darmawan, E., 2007, Karakteristik Khitosan yang Dihasilkan dariLimbah Kulit
Udang dan Daya Hambatnya terhadapPertumbuhan Candida albicans,
LOGIKA, Vol. 4, No. 2, Universitas Islam Indonesia.
Jati, Bambang Murdaka Eka, Karyono, dan Supriyatin, 2010, Penyetaraan Nilai
Viskositas terhadap Indeks Biaspada Zat Cair Bening, Berkla Fisika, Vol.
13, No. 4, Universitas Gadjah Mada.
Martin, A., J. S., dan A. C., 2008, Farmasi Fisik 2, Edisi Ketiga, UIPress, Jakarta.
Nuryantini, Ade Yeti, M. M. Munir, T. Suciati, dan Khairurrijal, 2013, Pembuatan
Serat Nano PVA/Kitosan dengan Penambahan Sodium Tripolifosfat
(STTP) sebagai Agen Ikatan Sambung Silang, Seminar Nasional
Material, Institut Teknologi Bandung.
Pebriani, Restu Harly, Y. Rilda, dan Zulhadjri, 2012, Modifikasi Komposisi
Kitosan Pada Proses Sintesis Komposit TiO2-Kitosan, Jurnal Kimia
Unand, Volume 1 Nomor 1, Universitas Andalas.
Ramadhan, L. O. A. N., C. L. Radiman, dan D.Wahyuningrum, 2010, Deasetilasi
Kitin secara Bertahap dan Pengaruhnya terhadap DerajatDeasetilasi serta
Massa molekul Kitosan, Jurnal Kimia Indonesia, Vol. 5, No. 1,
Universitas Halu Oleo.
Warsito, S. W. Suciyati, dan D. Isworo, 2012, Desain dan Analisis Pengukuran
Viskositas dengan Metode Bola JatuhBerbasis SensorOptocoupler dan
Sistem Akuisisinya pada Komputer, Jurnal Natur Indonesia, Vol.14, No.
3, Universitas Lampung.