Anda di halaman 1dari 33

TUGAS FARMAKOGNOSI

OBAT HERBALTERSTANDAR

Disusun Oleh:
KELOMPOK II
Mardiah Hayati/ 1213015048
Aisyah Anasia A./ 1213015036
Rita Yuniati/ 1213015031
Dian Suasana/ 1213015016
Rizka Amelia S./ 1213015053
Kurnia Rizki R./ 1213015043
Renny Anggraini/ 1213015008
Romansyah Gufron

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2015
A. PT. AIR MANCUR
1. Sejarah Berdirinya Perusahaan

PT. AIR MANCUR pada mulanya merupakan industri rumah tangga


yang dirintis oleh Lambertus Wono Santoso yang didirikan di Pucang
Sawit Surakarta dan pada saat itu tenaga kerjanya hanya berjumlah 11
orang. Pada awal berdirinya, proses sortasi, pembersihan bahan,
penggilingan dan pengemasan masih dikerjakan secara tradisional dengan
menggunakan tenaga manusia. Produk yang dihasilkan kemudian oleh LW.
Santoso dipasarkan ke Jakarta dan karena terinspirasi dengan sebuah air
mancur yang ada di Jakarta maka perusahaan ini dinamakan Air
Mancur. Usaha ini semakin menunjukkan perkembanagan, sehingga
semakin dirasakan adanya keterbatasan-keterbatasan dalam upaya
memenuhi permintaan pasar. Sebagai usaha pengembangannya, pada
tanggal 23 Maret 1963, LW. Santoso mengajak bekerja sama dengan dua
orang rekannya yaitu Kimun Ongkosandjojo dan Rudi Hindrotanojo untuk
memperbesar usaha dengan menyewa sebuah pabrik lengkap dengan
mesin giling yang terletak di Wonogiri. Pada tanggal 23 Desember 1963
industri rumah tangga ini resmi berubah menjadi Perseroan Terbatas
dengan nama PT. AIR MANCUR dan berkedudukan di Wonogiri.
Pada awal tahun 1964 seluruh kegiatan dipindahkan dari Pucang Sawit
ke Wonogiri. Dengan tenaga kerja berjumlah 50 orang. Pada tahun 1969
jumlah karyawan mencapai 68 orang sehingga ruangan menjadi sempit.
Oleh karena itu perusahaan mendirikan gedung baru di jalan Pelem No.51
Wonogiri, dimana untuk ukuran saat itu sudah tergolong memadai. Pada
tanggal 5 Oktober 1969 secara resmi pabrik di Wonogiri digunakan
sebagai lokasi usaha yang meliputi kegiatan produksi, administrasi dan
Laboratorium, sementara di Pucang Sawit digunakan sebagai gudang
bahan baku. Pesatnya kemajuan yang dialami perusahaan diimbangi
dengan mendatangkan mesin-mesin giling dan mesin tumbuk baru. Pada
tahun 1970, PT. AIR MANCUR telah memiliki karyawan sebanyak 250
orang, dan tahun 1971 meningkat menjadi 830 orang. Kemudian pada
tahun 1973 jumlah karyawan telah mencapai 1.000 orang. Pada tanggal 24
Februari 1974 dibangun dan ditetapkan pabrik Palur, karena di Wonogiri

sudah tidak mampu menampung kegiatan perusahaan dan tidak mampu


menampung kegiatan perusahaan dan tidak memungkinkan lagi untuk
diperluas. Fungsi dari pabrik tersebut sebagai tempat produksi,
laboratorium dan marketing. Pada perkembangan selanjutnya dibangun
lagi pabrik baru pada tahun 1976 di Desa Jajar, Kleco dalam Kota
Surakarta. Peresmian pabrik baru di Kleco yang disediakan untuk kegiatan
logistik dan Laboratorium Penelitian dan Pengembangan ini dilakukan
oleh Departemen RI pada tanggal 10 Desember 1976. Pada tahun 1978
dibangun lagi pabrik baru di Desa Giriwono, kira-kira 4 km dari arah
Wonogiri kota ke arah Solo. Dengan demikian, PT. AIR MANCUR hingga
tanggal 1979, memiliki empat unit kerja antara lain: Unit Kerja Palur, Unit
Kerja Wonogiri yang terdiri dari dua unit yaitu di Pelem dan Giriwono ,
dan Unit Kerja Jajar. Karena dirasa kurang mencukupi dengan semakin
banyaknya jenis produk yang dihasilkan, maka didirikan satu unit kerja
lagi di Jetis untuk memproduksi kosmetik.
Memasuki tahun 2000, PT. AIR MANCUR terus berkembang dengan
1.549 karyawan dan telah mendapat sertifikat Halal dari Majelis Ulama
Indonesia pada tahun 1998, mendapat ISO dari manufacturing of jamu.
Pada pertengahan tahun 2000 PT. AIR MANCUR telah mengekspor
produknya ke Negara Taiwan, Brunai Darussalam, Malaysia, Hongkong,
Singapura, Vietnam, Filipina, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Suriname.
2. Lokasi Perusahaan
PT. AIR MANCUR mempunyai beberapa unit yang lokasinya berbedabeda sesuai dengan fungsinya masing-masing. Lokasi-lokasi dan proses
produksi yang dilakukan tersebut adalah:
a. Unit Kerja Palur, terletak di Desa Tegalharjo, Kecamatan Jaten,
Kabupaten Karanganyar; untuk pengolahan jamu serbuk dan obat luar
dalam bentuk padat sekaligus sebagai kantor pusat.
b. Unit Kerja Jajar, terletak di Kecamatan Laweyan, Kotamadya
Surakarta; untuk pengolahan bahan baku.
c. Unit Kerja Jetis, terletak di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar;
untuk pengolahan produk kosmetika. Unit Kerja Klampisan, terletak di

Kecamatan Giriwono, Kabupaten Wonogiri; untuk pengolahan jamu


ekstrak.
d. Unit Kerja Pelem, terletak di Kabupaten Wonogiri; untuk pengolahan
produk makanan dan minuman.
e. Unit Kerja Celep, terletak di

Kecamatan

Jaten,

Kabupaten

Karanganyar; untuk proses pengemasan jamu serbuk dan obat luar


dalam bentuk padat.
3. Visi dan Misi Perusahaan
a. Visi
Menjadi perusahaan di Indonesia yang menghasilkan produk alami
bagi kesehatan.
b. Misi
1) Memproduksi dan memasyarakatkan obat alami, minuman
kesehatan, kosmetika dan suplemen berbahan baku alami yang
inovatif, memberi nilai tambahan tinggi dan menyehatkan
masyarakat.
2) Memuaskan pelanggan dan konsumen melalui manfaat yang lebih
dari harapannya.
3) Memuaskan para stakeholders melalui kinerja perusahaan yang
prima dan di atas rata-rata industri sejenis.
4) Selalu bertambah di atas rata-rata industri sejenis sehingga
meningkatkan market share di setiap kategori produk.
5) Membangun SDM yang handal dan komplemen di bidangnya.
4. Produk
Produk akhir PT. AIR MANCUR mencapai 181 jenis, yang secara
garis besar dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu produk jamu obat
dalam, obat luar dan minuman.
a. Jamu Obat dalam
Produk jamu yang dihasilkan dapat dibagi menjadi dua yaitu jamu
serbuk dan jamu ekstrak.
b. Obat Luar
Produk obat luar yang dihasilkan terdiri dari param, pilis, tapel,
mangir, lulur, bedak dan minyak telon.
c. Minuman
Produk minuman yang dihasilkan ada 5 jenis yaitu Madurasa,
Mukasa, Madukola, Madu Fiber dan Serbat.
5. Logo Perusahaan

6. Kontak
KANTOR
Jl. Mataram No. 1
Kel. Selong, Kec. Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110
Telp : 021-428 00575 / 021-428 00577
Layanan Pelanggan : cs@airmancur.co.id
Bisnis Internasional : export@airmancur.co.id
PABRIK
Jl. Raya Solo-Sragen Km.7
Palur PO BOX 253 Solo 57102
Telp : (0217) 825024 / 821243
Fax : (0217) 825198

7. Produk OHT
a. Stop Diarplus

1) Komposisi:
Psidii Folium
Curcuma Domestica Rhizoma
Jasmini Multiflorii Folium
Brugmansiae Folium
Bolus Alba
2) Dosis:
Dewasa: 3x sehari 2 tablet bila perlu 4x sehari 2 tablet
Anak-anak: 3x sehari 1 tablet bila perlu 4x sehari 1 tablet

3) Indikasi: dapat menyembuhkan diare


4) Kontraindikasi: 5) Efek Samping: B. PT. INDUSTRI JAMU BOROBUDUR
PT. Industri Jamu Borobudur merupakan salah satu industri jamu di
Indonesia yang menawarkan produk-produk jamu yang terbuat dari tumbuhtumbuhan alami yang berkhasiat sebagai obat dan tumbuh subur di Indonesia,
baik dari akar, batang, daun, biji, dan umbi. Selain produk-produk jamu, PT.
Industri Jamu Borobudur juga menawarkan produk-produk kosmetik.
1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT. Industri Jamu Borobudur didirikan oleh Bapak Rahmat Sarwono
pada tanggal 29 April 1979 di Jalan Dadapsari No.22 Semarang. Awalnya,
industri ini hanya merupakan salah satu indsutri rumah tangga. Pada bulan
November pada tahun yang sama, Industri dipindahkan ke Jalan Taman
Hasanudin No.A 10-11, Semarang. Di lokasi ini, produk sediaan pil mulai
diproduksi.
Pada tahun 1981, divisi produksi PT. Industri Jamu Borobudur dibagi
menjadi dua bagian, yaitu Produksi I dan Produksi II. Produksi I
merupakan unit produksi yang mengolah bahan baku menjadi produk
setengah jadi dalam bentuk serbuk sedangkan Produksi II merupakan unit
yang mengolah produk setengah jadi menjadi bentuk jadi.
Pada awalnya, produksi I terletak di Jalan Lamper Tengah Raya nomor
759, Semarang sedangkan pabrik Produksi II terletak di Jalan Hasanudin
nomor A 10-11, Semarang. Kemudian pada tahun yang sama seiring
dengan meningkatnya permintaan pasar, lokasi pabrik Produksi I
dipindahkan ke Jalan Tambak Aji II nomor 11 Semarang. Tahun 1996,
Produksi II juga mengalami perubahan lokasi, yaitu ke Jalan Hasanudin
Raya nomor 1 Semarang. Kedua lokasi ini tidak lagi mengalami
perubahan hingga sekarang. Pada tahun 2005 PT. industri Jamu Borobudur
mulai memproduksi ekstrak sendiri, baik sebagai bahan baku produkproduk jamu Borobudur maupun untuk dijual. Unit produksi ekstraksi ini

lebih dikenal dengan nama Borobudur Extraction Center (BEC) yang


berlokasi di Jl. Walisongo Km.10 Semarang
2. Visi dan Misi Perusahaan
1. Visi
Menjadi perusahaan penghasil produk herbal yang memberikan
solusi terhadap masalah kesehatan.
2. Misi
Menyediakan produk yang aman, berkhasiat, lengkap, merata, dan
harganya terjangkau melalui manusia, inovasi dan teknologi.
3. Produk
PT. Industri Jamu Borobudur memproduksi jamu diproduksi dalam
berbagai bentuk sediaan seperti pil, kapsul, kaplet, krim, gel, seduhan, dan
cairab obat luar. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen,
dikembangkan pula jenis-jenis produk kosmetik.
4. Sertifikasi
PT. Industri Jamu Borobudur telah memiliki beberapa sertifikasi dari
pemerintah yaitu:
a. ISO 9001:2000
b. CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik)
c. CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik)
5. Logo Perusahaan

6. Kontak
Head Office :
Jl. Madukoro Blok A/26 Semarang 50141
Tel. +62-24-7606888 Fax. +62-24-7605553
E-mail : mkt@borobudurherbal.com
Extraction Center :
Jl. Walisongo KM 10 Semarang Indonesia
T. +62 24 8664261 F +62 24 8664303.
E-mail : extract.center@borobudurherbal.com

7. Produk OHT PT BOROBUDUR


Psidii

a. Komposisi
Psidii Folium Extract. 550 mg
b. Dosis : 1-2 sendok takar (5ml), 3 kali sehari.
c. Indikasi : Membantu meningkatkan jumlah trombosit.
d. Kontra indikasi : e. Efek samping : f. Perhatian dan Peringatan : disimpan ditempat sejuk dan kering

C. PT. Kimia Farma

Sejarah Kimia Farma (KF) dimulai sekitar tahun 1957, pada saat
pengambil alihan perusahaan milik Belanda yang bergerak di bidang farmasi
oleh Pemerintah Republik Indonesia. Berdasarkan UndangUndang No. 86
tahun 1956, pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi terhadap
perusahaan farmasi Belanda tersebut dan menurut Peraturan Pemerintah No.
69 tahun 1968 statusnya diubah menjadi Perusahaan Negara Farmasi (PNF).
Pada tanggal 23 januari 1969, berdasarkan PP No. 3 Tahun 1969
perusahaan perusahaan negara tersebut digabung menjadi PNF Bhineka
Kimia Farma dengan tujuan penertiban dan penyederhanaan perusahaan
perusahaan negara. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1971, perusahaan
Negara Farmasi Kimia Farma mengalami peralihan bentuk hukum menjadi
Badan Usaha Milik Negara dengan status sebagai Perseroan Terbatas,
sehingga selanjutnya menjadi PT. Kimia Farma (Persero).
Berdasarkan Surat Menteri Negara Penanaman Modal Dan Pembinaan
BUMN No. S-59/M-PM.BUMN/2000 tanggal 7 maret 2000, PT. Kimia
Farma diprivatisasi. Untuk dapat mengelola perusahaan lebih terarah dan
berkembang dengan cepat, maka direksi PT. Kimia Farma (Persero)
mendirikan dua anak perusahaan pada tanggal 4 januari 2002 yaitu PT. Kimia
Farma Apotek dan PT. Kimia Farma Trading dan Distibution. Pada tanggal 4
Juli tahun 2002 PT. Kimia Farma Tbk. resmi terdaftar di Bursa Efek Jakarta
(BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) sebagai perusahaan publik dan
berubah namanya menjadi PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.
Dengan dukungan kuat Riset & Pengembangan, segmen usaha yang
dikelola oleh perusahaan induk ini memproduksi obat jadi dan obat
tradisional, yodium, kina dan produk-produk turunannya, serta minyak nabati.

Lima fasilitas produksi yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia


merupakan tulang punggung dari segmen industri.
Plant Jakarta memproduksi sediaan tablet, tablet salut, kapsul, granul,
sirop kering, suspensi/sirop, tetes mata, krim, antibiotika dan injeksi. Unit ini
merupakan satu-satunya pabrik obat di Indonesia yang mendapat tugas dari
pemerintah untuk memproduksi obat golongan narkotika.
Plant Bandung memproduksi bahan baku kina dan turunan-turunannya,
rifampicin, obat asli Indonesia dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
Unit produksi ini telah mendapat US-FDA Approval. Selain itu, Plant
Bandung juga memproduksi tablet, sirup, serbuk, dan produk kontrasepsi Pil
Keluarga Berencana.Plant Semarang mengkhususkan diri pada produksi
minyak jarak, minyak nabati dan kosmetika (bedak).
Plant Watudakon di Jawa Timur merupakan satu-satunya pabrik yang
mengolah tambang yodium di Indonesia. Unit ini memproduksi yodiurn dan
garam-garamnya, bahan baku ferro sulfat sebagai bahan utama pembuatan
tablet besi untuk obat tambah darah, dan kapsul lunak "Yodiol" yang
merupakan obat pilihan untuk pencegahan gondok. Plant Watudakon juga
mempunyai fasilitas produksi formulasi seperti tablet, tablet salut, kapsul
lunak, salep, sirop clan cairan obat luar/dalam
Plant Tanjung Morawa di Medan, Sumatera Utara, dikhususkan untuk
memasok kebutuhan obat di wilayah Sumatera dihasilkan oleh pabrik yang
telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) ini
meliputi sediaan tablet, krim dan kapsul.
1. Produk OHT
Fitogaster

a. Komposisi : curcumae domesticae Rhizoma ekstrak (kunyit)


b. Dosis : c. Indikasi : membantu meredakan perut kembung
d. Kontra indikasi :e. Efek samping : -

Fitolac

a. Komposisi : Sauropi Folium Ekstrak (daun Katu)


b. Dosis : -

c. Indikasi : membantu memperlancar ASI


d. Kontra indikasi :e. Efek samping : -

D. PT. Bintang toedjoe

PT Bintang Toedjoe merupakan salah satu anak perusahaan terbesar dari


PT Kalbe Farma Group, yang notabene merupakan perusahaan farmasi
terkemuka di Indonesia. Bintang Toedjoe sendiri didirikan pada tanggal 29
April 1946. Pada saat itu Tan Jun She bersama dengan menantunya yang
bernama Tjia Pu Tjien dan Hioe On Tjan ingin mendirikan sebuah perusahaan
farmasi yang kemudian diberi nama Bintang Toedjoe. Nama Bintang Toedjoe
sendiri muncul karena terinspirasi dari anak Tan Jun yang berjumlah tujuh
orang.
Resep pertama yang diracik Tan Jun adalah obat sakit kepala yang
kemudian diberi nama Puyer Bintang Toedjoe No. 16. Produk buatan Tan Jun
direspon cukup baik di pasaran, sehingga dia mulai memproduksi obat dalam
skala lebih besar di pabrik. Tak memerlukan waktu yang lama bagi Puyer No.
16 untuk merajai pasaran. Terbukti bahwa obat sakit kepala yang manjur
dengan harga terjangkau ini banyak dicari oleh konsumen Indonesia. Tak
khayal bahwa pabrik obat sakit kepala ini kemudian dipindahkan dari yang
semula di Garut menuju ke Jakarta.
Sejalan dengan permintaan konsumen yang semakin bervariasi akan jenis
obat, akhirnya pada tahu 1974 Bintang Toedjoe mulai memproduksi obat
resep dokter (ethical). Kemajuan ini juga dibantu dengan semakin banyaknya
ahli farmasi dalam kegiatan produksi perusahaan. Beberapa tahun berselang,

tepatnya pada tahun 1985, Bintang Toedjoe diakuisisi oleh Kalbe Farma yang
menyebabkan semakin berkembangnya bisnis yang dihadapi Bintang
Toedjoe. Sektor pasar Bintang Toedjoe merupakan kalangan menengah ke
bawah yang membutuhkan produk farmasi yang berkualitas namun dengan
harga terjangkau.
Seiring dengan jumlah produksi yang semakin meningkat. Akhirnya pada
tahun 1993 Bintang Toedjoe memindahkan lokasi produksinya ke Kawasan
Industri Pulogadung dengan menempati area seluas 12.000 meter persegi.
Pada tahun 2002, Bintang Toejdoe juga membuka pabrik bagi di atas tanah
seluas 25.000 meter persegi. Dengan kedua pabrik tersebut Bintang Toejdoe
masih tetap beroperasi hingga saat ini. Adapun beberapa penghargaan yang
telah diraih Bintang Toedjoe antara lain menerima sertifikasi CPOB (Cara
Pembuatan Obat yang Baik) dari Departemen Kesehatan RI tahun 1994 untuk
pabrik Pulogadung, dan sertifikat ISO 9001 pada tahun 1997 (PT Bintang
Toedjoe menjadi salah satu perusahaan farmasi pertama di Indonesia yang
menerimanya). Selain itu Bintang Toedjoe juga memperoleh sertifikat
bertaraf internasional, yakni ISO 14000, HACCP, dan OHSAS. Beberapa
produk buatan Bintang Toedjoe antara lain Extra Joss, E-Juss, Komix dan
produk warisan Puyer Bintang Toedjoe No. 16. Komitmen yang terus dijaga
membuat Bintang Toedjoe tetap menjadi produsen produk farmasi yang
dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini.
1. Produk OHT
Irex max

a. komposisi :
Tiap kapsul mengandung :
Yohimbehe Cortex extract 125 mg
Eurycomae Radix extract 50 mg
Panacis Radix extract 50 mg
Retrofracti Fructus extract 5 m
b. Dosis : 1 kali sehari 2 kapsul, diminum beberapa saat sebelum efek
yang diinginkan, sebaiknya diminum setelah makan. Agar efek
maksimal dianjurkan diminum rutin setiap hari.
c. Indikasi : Membantu memelihara kesehatan dan stamina tubuh.
d. kontra indikasi : Penderita penyakit hati dan ginjal
e. Efek samping : f. Perhatian dan Peringatan :
Hati-hati penggunaan pada penderita penyakit jantung dan darah
tinggi yang berat.
E. PT. Phytochemndo Reksa
PT. Phytochemndo Reksa adalah pabrik ekstrak herbal terstanarisasinya
yang juga menwarkan jasa maklone (contract manufacturing) untuk produ
formulasi herbal. Berstandar CPOTB atau GMP dan konsenterasi utama kami
adalah tanaman obat Indonesia. Bersetrifikasi halal MUI. Produk jadi selain
dalam kemasan kapsul dalam aulofil strip atau blister, kami juga tawarkan
herbal infused Tea Bags. Dimana formulasi ekstrak kami semprotkan ke daun
the dan kemasan didalam kantong. Formulasi dapat untuk berbagai indikasi
(slimming,cholesterol,diuretic, stamina dsb).
a. Produk OHT
Rheumakur

a. Komposisi :
Curcuminoid
Minyak atsiri temulawak
b. Indikasi :
1) Membantu mengatasi timbulnya rasa nyeri yang sering dikeluhkan
penderita penyakit rheumatik (Rheumatik arthritis).
2) Dengan daya antiradang yang kuat, akan membantu mengurangi
serangan ulang radang atau nyeri pada sendi tulang (gout arthtritis).
3) Membantu pencernaan lemak, karena bekerja sebagai kolagoga
sehingga dapat mencegah terjadinya peradangan yang disebabkan
oleh peroksidasi lemak.
F. Profil PT. Soho
Almarhum bapak Tan Tjhoen Lim mendirikan PT. Ethica Industri Farmasi
yang menjadi perusahaan pertama yang memproduksi obat injeksi ditahun
1946. Arti SOHO adalah berasal dari singkatan Scietas Honorabilis yang
berarti masyarakat/perkumpulan/paguyuban orang-orang terhormat karena
perilaku hidupnya yang terpuji. SOHO Group telah mempunyai beberapa anak
perusahaan yang terbagi atas 3 group besar diantaranya adalah Pharma,
Distribution dan Consumer Health. PT. SOHO Industri Farmasi yang menjadi
pionir obat herbal di pasar resep.
SOHO

Global

Health

terus

melanjutkan

komitmennya

dalam

mengembangkat produk dengan bahan-bahan alami hasil nusantara untuk


meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Gaya hidup sehat dan
dekat dengan alam menjadi jiwa dari penelitian dan pengembangan produk
dan layanan SOHO Group Health. Dengan pengalama puluhan tahun pada
bidang pengembangan pengobatan berbahan natural , SOHO Group Health
memiliki visi untuk menjadi salah satu kelompok perusahaan Indonesia
terrkemuka dalam bidang manufaktur, distribusi dan penyediaan produk dan
layanan kesehatan yang berkualitas.

Dengan lebih dari 2.000 jenis tanaman obat yang dimiliki Indonesia,
SOHO Group Health menjadikan hal ini sebagai peluang untuk dapat
memberikan produk yang berkualitas dan efektif untuk meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat Indonesia. SOHO Group Health berfokus pada
pengembangan produk dan inovasi dalam menghadirkan produk yang
memenuhi kebutuhan konsumen.
Melalui penelitian dan pengembangan, SOHO Global Health terus
mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengembangkan dan meningkatan kualitas
produk-produknya. Untuk mencapai tujuan ini, SOHO Global Health bekerja
sama dengan berbagai pihak, lokal dan internasional. Di antaranya adalah
Departemen Kesehatan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah
Mada (UGM), University of New South Wales-Australia, Ginsana-Switzerland,
kesemuanya adalah untuk memajukan pengetahuan ilmiah.
SOHO Global Health juga diakui oleh Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia dalam usahanya menyediakan kualitas kesehatan yang lebih baik
bagi masyarakat Indonesia. Khususnya, Solidaritas Istri Kabinet Menteri
Bersatu atau SIKIB yang memiliki visi dan misi untuk Indonesia Sehat. Hari
ini, SOHO Global Health secara resmi dan dengan

mengumumkan

pembukaan SOHO Global Health Natural Wellness Sanctuary yang


berlangsung di Atrium Laguna Central Park, Jakarta. Sebuah sanctuary yang
dapat diperoleh pengunjung di tengah-tengah keramaian dan hiruk pikuk kota
Jakarta. SOHO Global Health Natural Wellness Sanctuary ini terbuka untuk
umum dari 10-13 Oktober, 2013.
b. Produk OHT PT SOHO
Diapet

a. Komposisi :
Ekstrak psidii folium
Ekstrak curcumae
domesticate rhizome
Ekstrak coix lacrima
jobi semen
Ekstrak phellodendri
radix
Ekstrak coptidis
rhizoma

23,5 %
12,5 %
18 %
23 %
23 %

b. Dosis : Dewasa dan Anak : 2 kapsul 2 kali/hari. Untuk diare akut : 2


kapsul 2 kali/hari dengan interval 1 jam.
c. Indikasi : Mengobati mencret dan memadatkan kembali faeces yang
cair. Mengatasi perut mules dan menyerap racun pada penderita diare
serta bukan sebagai pengganti oralit.
d. Kontra indikasi : e. Efek samping : f. Produksi : PT. Soho
g. Perhatian dan Peringatan :
Hindari makanan/minuman yang asam dan pedas selama belum
sembuh.

LELAP

a. komposisi :
Tiap kaplet Lelap mengandung ekstrak:
Valeriane Radix 250 mg
Myristicae Semen 115 mg
Acanthopanacis Senticosi Radix et Caulis 100 mg
Polygalae Radix 135 mg
b. Dosis : 1-2 kaplet diminum - 1 jam sebelum tidur
c. Indikasi : Meningkatkan kualitas tidur., Membuat tidur lebih pulas.
d. Kontra indikasi : selama minum obat ini tidak diperkenankan
mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
e. Efek samping : -

G. Profil PT. Konimex


PT Konimex Pharmaceutical Laboratories merupakan produsen obatobatan, bahan kimia, alat laboratorium dan alat kedokteran yang berpusat di

Jawa Tengah. Perusahaan ini pertama kali didirikan sejak tanggal 8 Juni 1967
yang telah merintis usaha farmasi sejak tahun 1949. Melalui dukungan dari
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang diterima perusahaan sejak
tahun 1971, perusahaan kemudian mulai memproduksi obat-obatan secara
independen. Produk-produk buatan Konimex ternyata mendapat respon yang
positif di masyarakat. Tak khayal bahwa perusahaan mampu berkembang
dengan pesat dalam waktu yang singkat. Hal ini semakin membuat perusahaan
untuk terus meningkatkan kualitas produksi, pembenahan struktur dan sistem
manajemen serta mengadakan program pelatihan dan perekrutan tenaga
profesional yang semuanya dibantu oleh para konsultan.
Perusahaan kemudian membangun pabrik yang terletak di Sanggrahan
yang mulai dioperasikan sejak tahun 1979. Konimex juga mulai memperluas
lini bisnis-nya ke sektor makanan dengan pembangunan pabrik kembang gula
Nimm's. Perusahaan juga mulai mendirikan PT Sinar Intermark pada tahun
1980 dan PT Marga Nusantara Jaya pada tahun 1986 seiring dengan peraturan
yang ditetapkan oleh Pemerintah terkait dengan pemisahan produsen dan
distributor. Untuk mengembangkan bisnis makanan-nya, perusahaan juga
mulai membangun pabrik biskuit yang berlabel Sobisco pada tahun 1994.
Konimex berkembang melalui beberapa divisi yang berada di bawah
naungan perusahaan. Salah satunya adalah divisi farmasi yang merupakan inti
pokok bisnis Konimex. Melalui divisi ini, Konimex telah berhasil
menciptakan lebih dari 121 merek produk terkenal di Indonesia. Produk yang
dihasilkan oleh perusahaan dalam bidang farmasi tidak hanya terbatas pada
obat-obat bebas (OTC) saja, melainkan telah berkembang dengan produksi
obat-obat dengan resep dokter (Ethical) serta produk non-kuratif seperti
vitamin. Konimex juga telah melakukan inovasi-inovasi khusus untuk
memanjakan konsumennya. Konimex telah menjadi pelopor dalam kemasan
catch cover isi 4 yang dikembangkan kembali menjadi kemasan blister
modern isi 4. Selain itu, obat tetes mata kemasan sekali pakai yang dilengkapi
dengan teknologi sterile closed system telah menjadi pelopor dalam
perkembangan produk farmasi di Indonesia. Ada pun produk-produk Konimex

antara lain Konidin, Neo Napacin, Inza, Inzana, Paramex, Termorex,


Anakonidin, Feminax, Fungiderm, Siladex, Jesscool, Protecal, dan Braito.
Dalam divisi makanan, Konimex terfokus dalam produksi kembang gula
dan makanan ringan. Hal ini karena faktor peluang pasar serta manajemen
produksi yang tidak terlalu berbeda dengan pengembangan produksi inti.
Diproses dengan menggunakan mesin-mesin canggih berteknologi mutakhir,
Konimex telah menghasilkan produk-produk makanan dengan merek
terkemuka di antaranya Hexos, Nano-Nano, Eski, Frozz, Snip Snaps, Choco
Mania, Tini Wini Biti dan Diasweet Litebite. Selain itu, perusahaan juga
mengembangkan produk-produk berbahan alami di antaranya Konicare
Minyak Telon, Konicare Minyak Kayu Putih, Virugon, Herba Drink Sari
Jahe, Sari Temulawak dan Kunir Asam. Dengan menjaga filsafah 3MU
Konimex, yakni menghasilkan produk-produk yang bermutu tinggi, mudah
diperoleh, serta relatif murah harganya bagi sebagian besar masyarakat
Indonesia, Konimex semakin melangkah untuk ikut menyehatkan bangsa.
1. Produk OHT PT. Konimex
Virugon

a. Komposisi
Ekstrak Drymariae setara dengan Drymariae Herba 10%
bahan lain hingga 100%
b. Dosis : Oleskan krim secukupnya 3-5 kali sehari pada bagian yang
sakit secara teratur

c. Indikasi : Membantu dalam pengobatan penyakit Herpes (Dompo)


pada kulit
d. Kontra indikasi : e. Efek samping : f. Produksi : PT.Konimex
H. PT. Ultra Prima Abadi (Orang Tua Group)
1. Profil Perusahaan
Nama Perusahaan : Group Orang Tua (GOT)
Alamat Head Office : Jl. Palmerah Barat No. 9, Gelora, Jakarta Pusat
10270 Indonesia
Ph. (+6221) 5322121, 6191988
Fax. (+6221) 5482425, 6199184
2. Sejarah Perusahaan
Selama lebih dari setengah abad, telah mengolah bahan-bahan dari
sumber alam menjadi produk-produk berkualitas pilihan konsumen.
Berawal dari produk minuman kesehatan dengan ramuan alamiah yang
diolah secara tradisional, produk-produk berkembang semakin modern,
canggih, praktis, dan efisien sesuai dengan tuntutan zaman. Warisan nenek
moyang, yang telah terbukti khasiatnya sejak dahulu, terus dikembangkan
secara berkesinambungan tanpa meninggalkan rahasia keasliannya.
Melalui riset dan inovasi, selalu menghadirkan Unique Winning
Products untuk memenangkan persaingan dan menciptakan produk-produk
bermerek pilihan utama konsumen dengan investasi merek yang terus
menerus dilakukan. Sebut saja merek-merek FORMULA, TANGO,
OOPS, VITACHARM, KIRANTI, dan lain sebagainya yang sudah tidak
asing lagi. Mulai dari pasta gigi dan sikat gigi hingga makanan dan
minuman kesehatan, beragam produk telah menjadi bagian dari kehidupan
masyarakat Indonesia. Bahkan kini, banyak produk yang sudah dapat
dinikmati oleh konsumen di berbagai Negara.
Perjalanan di Indonesia berawal pada tahun 1948 ketika penerimaan
masyarakat terhadap minuman kesehatan tradisional semakin meluas.

Untuk memenuhi kebutuhan ini sebuah pabrik dibangun di Semarang, lalu


di Jakarta dua tahun kemudian. Sejalan dengan berkembangnya usaha dan
kebutuhan masyarakat, pun membangun berbagai fasilitas produksi serta
unit usaha baru, dimulai dengan pasta gigi dan sikat gigi dengan merek
FORMULA.
Pada tahun 1985 membentuk holding company dengan nama ADA,
singkatan dari Attention, Direction and Action. Di bawah bendera ADA
pengembangan usaha dan diversifikasi produk pun terus berlanjut.
Peningkatan kapasitas produksi yang terus-menerus berlangsung dan
bertambahnya produk yang dihasilkan membutuhkan tim penjualan yang
solid. Untuk menangani dan menguasai jalur distribusi dalam penyebaran
produk-produk ini, Manajemen menunjuk P.T. Arta Boga Cemerlang
sebagai distributor tunggal di Indonesia. Penetrasi produk-produk ke pasar
tradisional maupun modern ditangani dan dikelola dengan baik oleh Arta
Boga Cemerlang.
Pada tahun 1995 ADA kembali berganti nama menjadi ORANG TUA.
Merek ORANG TUA yang sarat nilai historis ternyata telah mengakar
dalam masyarakat Indonesia, sehingga menjadi salah satu keunggulan
dalam memposisikan dirinya di tengah masyarakat. Di lain sisi, kata
ORANG TUA itu juga identik dengan minuman kesehatan tradisional
yang sudah tertanam di benak konsumen. Oleh karena itu revitalisasi nama
dan logo dirasa perlu dilakukan sejalan dengan strategi pengembangan
bisnis yang memasuki bisnis consumer goods.
Pada

tahun

2004

logo

ORANG

TUA

dimodifikasi

untuk

mencerminkan sebagai perusahaan produk-produk bermerek pilihan utama


konsumen yang dinamis, penuh semangat, berjiwa muda, dan menjadi
kebanggaan para karyawannya.
Bisnis semakin berkembang dengan penambahan unit usaha dan
produk-produk baru. Kini telah memasuki berbagai kategori industri,
seperti Personal Care, Confectionery, Health Drink, Biscuit, Dairy
Product, Jelly Product, RTD Tea dan Snack & Nut. Perusahaan yang

semula bergerak dalam produksi minuman kesehatan tradisional kini telah


berkembang menjadi produsen produk kebutuhan sehari-hari.
3. Logo Perusahaan

4. Produk OHT PT ULTRA PRIMA ABADI


Kiranti Pegal Linu

a. Komposisi :
Kaempferiae Rhizoma
Zingiberis Rhizoma
Curcumae Domesticae Rhizoma
Myristicae Flos
Caryophyllum
Paulliniae Fructus
b. Indikasi : Mengatasi pegal linu dan keletihan, meringankan sakit pada
persendian (arthralgia) dan menghangatkan tubuh.
Kiranti Sehat Datang Bulan

a. Komposisi :
Curcumae Domesticae Rhizoma
Kaempferiae Rhizoma
Zingiberis Rhizoma
Tamarindi Pulpa
b. Indikasi : Memperlancar haid, mengatasi keluhan haid (nyeri, letih,
lesu) dan mengatasi bau badan.
I. PT. Songgolangit Persada
1. Profil dan Sejarah Perusahaan
Indonesia dengan teknologi EM tidak dapat dipisahkan dari sosok
Pak Oles Nama aslinya Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr. Nama
Oles dikenal karena produk ciptaannya yang sangat terkenal diberi nama
Minyak Oles Bokashi (MOB), suatu ramuan obat tradisional dengan
menggunakan teknologi EM.
Pada saat para ahli mendirikan APNAN, SANAN, EMRO, dll. Pak
Oles terpanggil untuk mengembangkan teknologi EM di Indonesia. Untuk
maksud itu didirikan suatu yayasan yang diberi nama Indonesia Kyusei
Nature Farming Societies (IKNFS). Dan mendirikan PT. Songgolangit
Persada sebagai perusahaan satu-satunya produsen EM4 di Indonesia yang
memperoleh lisensi dari Jepang yang secara periodik mensupervisi
kualitas mutu EM4 yang diproduksi.
Pada tahun 1990 secara resmi EM masuk ke Indonesia melalui
Yayasan IKNFS. Untuk mempercepat proses pengembangan teknologi ini
pada tahun 1997 Pak Oles melalui Yayasan IKNFS mendirikan pusat

pendidikan dan pelatihan EM di desa Bengkel kecamatan Busungbiu


kabupaten Buleleng yang di beri nama

Institut Pengembangan

Sumberdaya Alam (IPSA). IPSA berdiri atas kejasama APNAN, INFRC,


EMRO dan didukung oleh yayasan Bumi Lestari yang berkedudukan di
departemen Pertanian.
Pak Oles telah menggunakan teknolgi EM ini untuk memproduksi
berbagai jenis obat tradisional dan akhir-akhir ini telah dipergunakan juga
di bidang otomotif dengan memproduksi Hexon, Kudo, dan Spontan
Power. IPSA juga telah melatih petani, swasta birokrat, baik dalam dan
luar negeri lebih dari 100 angkatan dan lebih dari 2000 alumni. IPSA
memperkenalkan teknologi EM bukan hanya secara teoritis tapi lebih
menitikberatkan pada aplikasi di lapangan dengan berbagai program.
Sampai saat ini dikenal empat jenis formula EM yaitu EM1, EM2,
EM3, EM4. Perbedaannya hanya terletak pada komposisi (jumlah)
masing-masing mikroorganisme yang menyusunnya. Semua jenis formula
EM tersebut diatas terdiri dari 5 kelompok mikroorganisme yakni bakteri
photosintetik, Bakteri Asam Laktat, Actinomycetes, Ragi dan Cendawan
Fermentasi. Yang dikembangkan di Indonesia oleh Pak Oles sampai saat
ini adalah EM4 yang terdiri dari 90% Lactobacillus dan 10% sisanya
adalah 4 jenis lainnya; apabila diurai terdiri dari 10 genus dan 80 spesies.
Dalam aplikasi di lapangan kelompoknya ini dapat bertambah menjadi 125
spesies seluruhnya merupakan mikroorganisme yang berguna.
Kedelapan puluh mikroorganisme tersebut bekerja secara sinergis
dalam proses fermentasi. Proses fermentasi inilah salah satu perbedaan
sekaligus keistimewaan terhadap kelompok bakteri lain yang tergolong
dalam mikroorganisme Patogen dengan proses pembusukan yang
merupakan mikroorganisme yang merugikan.
Cara kerja sinergis ini menyebabkan EM dapat menekan polutan kimia
maupun polusi yang disebabkan oleh bahan organik, merubah gas-gas
yang beracun dan berbau busuk seperti H2S, metana, mercaptan, amoniak
dan lain-lain menjadi gas yang tidak berbau dan menjadi senyawa-

senyawa yang dapat dipergunakan oleh makhluk lain seperti asam amino,
asam nukleat, dan senyawa bioaktif yang lainnya.
EM sangat efektif untuk menurunkan COD, BOD, SS, pada air limbah,
juga sangat efektif untuk menekan pertumbuhan E. Coli, Salmonella dan
lain-lain. Di bidang pertanian, EM dapat menekan berbagai patogen
tanaman seperti Fusarium, Pithum, dan Ercospora. Di dalam tanah, EM
dapat memproduksi hormon, enzim yang berguna bagi pertumbuhan
tanaman yang tidak dapat dibuat secara sintetis. Em dapat menghasilkan
zat-zat antibakteri sehingga tidak lagi diperlukan racun-racun kimia dalam
penerapannya baik untuk pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain.
EM secara efektif dan cepat dapat mendekomposisi bahan-bahan
organik menjadi nutrisi tanaman (pupuk) melalui proses fermentasi. Hasil
akhir pupuk ini diberi nama BOKASHI, berbeda dengan kompos yang
merupakan hasil akhir proses pembusukan. Mengingat daya kerja EM
yang berdemensi luas, kini EM banyak dipergunakan dalam bidang
pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan limbah, kesehatan dan
industri.
2. Logo Perusahaan

3. Produk OHT PT SONGGOLANGIT


Songgolangit

a.

Komposisi :
Sida rombipholia
Tridax procumbens

b. Indikasi : Menghilangkan rasa nyeri rheumatik pada tulang dan


pinggang, menurunkan kadar asam urat, peluruh kencing (diuretik),
penghilang rasa sakit, anti radang (antiinflamasi) dan antibiotik.
J. PT. Nyonya Meneer
1. Profil Perusahaan
Nama Perusahaan : PT. Nyonya Meneer
Alamat Head Office : Jl. Jendral Sudirman Kav.25 Jakarta 12920,
INDONESIA
Telp. +62-21-5267955
Fax. +62-21-5268040
2. Sejarah
Ibu Meneer merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Pada masa
pendudukan Belanda tahun 1900an, di masa-masa penuh keprihatinan dan
sulit itu suaminya sakit keras dan berbagai upaya penyembuhan sia-sia. Ibu
Meneer mencoba meramu jamu Jawa yang diajarkan orang tuanya dan
suaminya sembuh. Sejak saat itu, Ibu Meneer lebih giat lagi meramu jamu
Jawa untuk menolong keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat
sekitar yang membutuhkan. Ia mencantumkan nama dan potretnya pada
kemasan jamu yang ia buat dengan maksud membina hubungan yang lebih
akrab dengan masyarakat yang lebih luas. Berbekal perabotan dapur biasa,
usaha keluarga ini terus memperluas penjualan ke kota-kota sekitar.

Pada tahun 1919 atas dorongan keluarga berdirilah Jamu Cap Potrt
Nyonya Meneer yang kemudian menjadi cikal bakal salah satu industri
jamu terbesar di Indonesia. Selain mendirikan pabrik Ny Meneer juga
membuka toko di Jalan Pedamaran 92, Semarang. Perusahaan keluarga ini
terus berkembang dengan bantuan anak-anaknya yang mulai besar.
Pada tahun 1940 melalui bantuan putrinya, Nonnie, yang hijrah ke
Jakarta, berdirilah cabang toko Nyonya Meneer, di Jalan Juanda, Pasar
Baru, Jakarta
Di tangan Ibu dan anak, Nyonya Meneer dan Hans Ramana perusahaan
berkembang pesat. Nyonya Meneer meninggal dunia tahun 1978, generasi
kedua yaitu anaknya, Hans Ramana, yang juga mengelola bisnis bersama
ibunya meninggal terlebih dahulu pada tahun 1976. Operasional perusahaan
kemudian diteruskan oleh generasi ketiga yakni ke lima cucu Nyonya
Meneer.
Dikarenakan cintanya akan bidang yang ditekuni, kegigihan, disiplin,
visi dan dukungan total dari anak- anak beliau, usaha itu berkembang dari
suatu usaha yang bersifat rumahan dan tradisional menjadi usaha yang
sangat terpandang di Indonesia dan mempekerjakan ribuan pegawai.
Pada tanggal 23 april 1978, seorang besar ini akhirnya menghembuskan
napasnya yang ter-akhir kali dan kemudian beralihlah tongkat estafet
kepemimpinan PT. Nyonya Meneer ke generasi ke-dua.
Konflik perebutan kekuasaan ini akhirnya selesai secara damai dengan
disepakatinya pelepasan saham oleh keluarga Hans pangemanan terhadap
keluarga Nonie Saerang dan Charles Saerang.
Pada situasi dimana komposisi saham bernilai seimbang yaitu 50% bagi
keluarga nonie saerang dan 50% keluarga Charles Saerang, ternyata konflik
belum berhenti sampai di titik itu.

Masih juga dipicu oleh perebutan kekuasaan, pada tahun 19952000,


akhirnya keluarga Nonie Saerang harus berhadapan dengan keponakannya
sendiri yaitu keluarga Charles Saerang. Sempat diwarnai oleh perusakan
nama baik masing-masing pihak dengan menggunakan iklan media massa,
kedua keluarga yang berseteru ini akhirnya melibatkan juga pihak
pengacara dan pengadilan dalam agenda saling menuntut.
Salah satu hal penting yang terjadi selama prahara ketiga dalam
keturunan salah satu wanita besar Indonesia ini, yaitu mulai dilibatkannya
isu-isu dan fitnah mengenai keterlibatan satu pihak terhadap komunisme,
tapi akhirnya isu ini mereda dengan sendirinya setelah dilakukan
penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang dan tidak ditemukannya
bukti signifikan, selain dari pemalsuan tanda tangan untuk keperluan fitnah
tersebut.
Setelah pertarungan yang melelahkan, akhirnya pihak keluarga besar
Nonie Saerang memutuskan untuk mengalah dan memilih untuk
melepaskan saham yang dimilikinya kepada keluarga Charles Saerang yang
merupakan keponakan pada tanggal 27 Oktober 2000.
Pada hari ini, kepemilikan saham dari PT Nyonya Meneer, dimiliki
secara penuh oleh keluarga Charles Saerang dan keluarganya.
Keterbatasan bisa menjadi motivasi, keprihatinan dapat memacu
kreativitas. Pengalaman hidup Nyonya Meneer merupakan contoh paling
tepat. Keterbatasan dan keprihatinan masa pendudukan Belanda di awal
1900-an tidak menjadikannya putus asa di saat sang suami jatuh sakit.
Berbekal sedikit pengetahuan, Nyonya Meneer meracik aneka tumbuhan
dan rempah untuk diminum suaminya. Ternyata ramuan itu mujarab,
padahal berbagai pengobatan tidak mampu memulihkan kondisi sang suami
tercinta.

Semakin banyak yang merasakan khasiat jamu racikan Nyonya Meneer,


semakin banyak pula permintaan padanya untuk mengantarkan sendiri jamu
yang belakangan mulai dikemasnya itu. Kesibukan Nyonya Meneer di
dapur tidak memungkinkan untuk memenuhi permintaan itu. Dengan berat
hati dia minta maaf, dan sebagai ganti dia mencantumkan fotonya pada
kemasan jamu buatannya. Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang
menduga bahwa di kemudian hari, jamu dengan potret seorang wanita ini
melegenda.
Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus memperluas
penjualan ke kota-kota sekitar. Bahkan, pada tahun 1919, Nyonya Meneer
berhasil mewujudkan impiannya, mendirikan perusahaan Jamu Jawa Asli
Cap Portret Nyonya Meneer di Semarang. Untuk mempermudah
pelanggan Nyonya Meneer juga membuka toko di Jalan Pedamaran 92,
Semarang. Perusahaan terus berkembang dengan bantuan anak-anaknya
yang mulai besar. Seorang putrinya, Nonnie hijrah ke Jakarta pada tahun
1940.
3. Logo Perusahan

4. Produk OHT PT NYONYA MENEER


Diabmeneer

a.

Komposisi :
Curcumae domesticae Rhizoma
Zingiberis Rhizoma Extract
Curcumae Rhizoma Extract

Panduratae Rhizoma Extract


Retrofracti Fructus Extract
b. Indikasi : menurunkan kadar glukosa darah bagi penderita diabetes
mellitus (antidiabetik)

K. Profil PT Phapros
PT Phapros Tbk. telah melayani masyarakat dengan memproduksi obatobatan bermutu selama lebih dari empat dasawarsa melalui pabriknya di
Simongan 131, Semarang. Cikal bakal perusahaan ini adalah NV
Pharmaceutical Processing Industry (disingkat menjadi Phapros) yang
didirikan pada 21 Juni 1954 sebagai bagian dari pengembangan usaha Oei
Tiong Ham Concern (OTHC), konglomerat pertama Indonesia yang
menguasai bisnis gula dan agroindustri. Dalam perjalanan bisnisnya, Phapros
dikelola oleh pemerintah, dimana pada tahun 1961 seluruh kekayaan OTHC
dinasionalisasi dan diubah menjadi sebuah perusahaan holding yang sekarang
dikenal sebagai PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
Phapros termasuk salah satu dari lima perusahaan yang pertama kali
mendapatkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada tahun
1990. Komitmen tinggi Phapros terhadap standar kualitas dibuktikan lagi
dengan memperoleh Sertifikat ISO 9001 pada tahun 1999 yang, pada tahun
2002, kemudian ditingkatkan menjadi Sertifikat ISO 9011 versi 2000 dan
Sertifikat ISO 14001 pada tahun 2000. Akhir tahun 2002 Phapros telah
memproduksi 137 item obat, 124 diantaranya adalah obat hasil pengembangan
sendiri. Pada pertengahan 2004 Phapros memperkenalkan produk alam dalam
kelompok Agro-Medicine Agromed.

1. Produk OHT
GLUCOGARD

a. komposisi :
Morindae Folium ekstrak (daun Mengkudu),
Mamordicae Fructus ekstrak (buah Pare)
b. Dosis : 1-2 kaplet diminum - 1 jam sebelum tidur
c. Indikasi : membantu meringankan gejala kencing manis
d. Kontra indikasi : e. Efek samping : -