Anda di halaman 1dari 5

1. Sebutkan bentuk macam macam kelainan eritrosit?

Kelainan Produksi Sel Darah Merah


Perubahan massa SDM menimbulkan 2 keadaan yang berbeda. Jika jumlah
SDM kurang maka timbul anemia. Sebaliknya, keadaan yang jumlah SDM nya
terlalu banyak disebut polisitemia.
Anemia:
a. Morfologik:
Normokromik normositik
Normokromik makrositik
Hipokromik mikrositik
b. Etiologi
Anemia aplastik
Anemia defisiensi zat besi
Anemia Megaloblastik
Penyakit sel sabit
Polisitemia:

Sekunder
Primer
Sumber: Patologi Klinik edisi 8, Sylvia A. Price dan Lorraine M. Wilson

2. Ciri ciri orang yang mengalami kelainan eritrosit?


1. Gejala Umum Anemia
a. Sistem kardiovaskuler: lesu, cepat lelah, takikardi, sesak waktu kerja.
b. Sistem saraf: sakit kepala, pusing, telinga mendenging, mata
berkunang-kunang, kelemahan otot, lesu, perasaan dingin pada
ekstermitas.
c. Sistem urogenital: gangguan haid
d. Epitel: warna pucat pada kulit dan mukosa, elastisitas kulit menurun,
rambut tipis dan halus.
2. Gejala khas masing-masing anemia
a. Anemia defisiensi besi: atrofi papil lidah, stomatitis angularis
b. Anemia defisiensi asam folat: lidah merah
c. Anemia hemolitik: ikterus dan hepatosplenomegali
d. Anemia aplastik: perdarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi
3. Gejala akibat penyakit dasar
Sumber: Hematologi Klinik Ringkas, Prof. Dr. I made Bakta

3. Test apa saja yang digunakan untuk mengetahui


kelainan eritrosit?
Pemeriksaan Laboratorium
1. Tes penyaring:
a. Kadar hemoglobin
b. Indeks eritrosit
c. Apusan darah tepi

2. Pemeriksaan rutin
a. LED
b. Hitung diferensial
c. Hitung retikulosit
3. Pemeriksaan sumsum tulang
4. Pemeriksaan atas indikasi khusus. Misalnya, anemia defisiensi zat
besi: serum iron.
Sumber: Hematologi Klinik Ringkas, Prof. Dr. I made Bakta

4. Sebutkan faktor yang memperngaruhi kelainan


eritrosit?
Yang menyebabkan kelainan eritosit
a. Perdarahan hebat :
- Akut (mendadak) :
Kecelakaan, pembedahan, persalinan, pecah pembuluh darah.
- Kronik (menahun)
Wasir (hemoroid), kanker atau polip di saluran pencernaan, tumor
ginjal atau kandung kemih, perdarahan menstruasi yang sangat
banyak, ulkus peptikum, dan perdarahan hidung.
b. Berkurangnya pembentukan sel darah merah
Kekurangan zat besi
Kekurangan vitamin B12 (anemia megaloblastik)
Kekurangan asam folat ( anemia megaloblastik)
Kekurangan vitamin C
Penyakit kronik
Penurunan komponen seluler dalam darah tepi yang diakibatkan
oleh kegagalan produksi di sum sum tulang. Penderita
mengalami pansitopenia, yaitu keadaan dimana terjadi
kekurangan jumlah sel darah merah, sel darah putih, trombosit,
Aplasia sumsum tulang : merupakan akibat akut yang
utama dari radiasi dimana stem sel dan progenitor sel
rusak. Radiasi dapat merusak DNA, dimana jaringanjaringan dengan mitosis yang aktif seperti jaringan
hematopoesis sangat sensitif. 4,12 bila stem sel
hematopoesis yang terkena maka akan terjadi anemia
aplastik. Radiasai dapat berpengaruh pula pada stroma
sum sum tulang, dan menyebabkan fibrosis.
Bahan kimia : seperti benzene dan derivat benzene
berhubungan dengan anemia aplastik dan akut myelositik
leukimia,
Virus : dapat menyebabkan kerusakan sum sum tulang
secara langsung yaitu dengan infeksi dan sitolisis sel
hematopoesis.
Faktor genetik ( ketidakstabilan DNA ) : Anemia fanconi
merupakan kelainan autosomal resesif yang ditandai oleh

hipoplasia ibu jari atau radius, mikrosefali, kelainan ginjal


dan limpa.
c. Meningkatnya penghancuran sel darah merah, bisa mengakibatkan
anemia hemolitik
Pembesaran limpa
Kerusakan mekanik pada sel darah merah (karena adanya
kelainan pada pembuluh darah, misalnya suatu aneurisma )
katup jantung buatan atau tekanan darah yang tinggi - anemia
hemolitik mikroangiopati
Reaksi auto imun terhadap sel darah merah
Kadang-kadang sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan
fungsi dan menghancurkan selnya sendiri karena keliru
mengenalinya sebagai bahan asing (reaksi autoimun) . jika
reaksi suatu autoimun ditujukan kepada sel darah merah maka
akan terjadi anemia hemolitik autoimun.
Sumber : Sudoyo W. Aru DR. dr.Sp.PD, KHOM,dkk: Buku Ajak
Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.2006

5. Apa interprestasi dari Hb 7gr/dl, MCH : 50pg,


MCH:24fl?
6. Diagnosis definisi,etiologi,gejala klinis,terapi dari
skenario diatas ?
7. Pemriksaan fisik apa saja yang dilakukan dokter
dalam pemeriksaan kelainan eritrosit ?
Pemeriksaan fisik:
1. Warna kulit: pucat, sianosis, kulit telapak tangan kuning seperti jerami.
2. Petechie
3. Kuku
4. Konjungtiva mata
5. Mulut: perdarahan gusi, atrofi papil lidah, glossitis dan stomatitis
angularis
6. Splenomegali
7. Nyeri tulang
8. Hemarthosis
9. Pembengkakan testis
10.Pembengkakan parotis
Sumber: Hematologi Klinik Ringkas, Prof. Dr. I made Bakta

8. Klasifikasi anemi?
Anemia:
Morfologik:
Normokromik normositik
Normokromik makrositik
Hipokromik mikrositik
Etiologi
Anemia aplastik

Anemia defisiensi zat besi


Anemia Megaloblastik
Penyakit sel sabit
Sumber: Patologi Klinik edisi 8, Sylvia A. Price dan Lorraine M. Wilson
Penyebab fisiologis:
Anemia kehilangan darah
Anemia aplastik
Anemia kegagalan pematangan
Anemia hemolitik

Sumber: Fisiologi kedokteran, Arthur C. GUYTON

9. Mekanisme pucat, lelah, pusing, lemah?

1.
2.
3.
4.

Hipoksia otak
Meningkatnya metabolisme anaerobik (asam laktat)
Menurunkan metabolisme untuk menghasilkan energi.
Takikardia
Setiap jenis pada pusing cenderung mengalami penyebab khas. Misal
pusing dan sakit kepala ringan bisa terjadi dari mendadak jatuh pada
tekanan darah atau dari gangguan yang lain yang diakibatkan oleh
suplai darah menuju otak tidak tercukupi. Pada gangguan ini jantung
kemungkinan tidak cukup memompa ke otak, atau arteri menuju otak
kemungkinan tersumbat atau menyempit.
Sumber : Sadikin Muhamad, 2002, Biokimia Darah, widia medika,
jakarta

10.
Penyakit apa saja yang disebabkan oleh
kelainan eritrosit ?