Anda di halaman 1dari 24

Draf

KATA SAMBUTAN
Direktur Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal

eklarasi Universal Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap iii


orang berhak memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas
tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, golongan ataupun agama
tertentu. Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk memenuhi bagian
dari hak asasi manusia untuk mengembangkan kepribadian dan karakter yang
saling menghargai, menghormati, tolong menolong, menumbuhkan sikap
toleransi, persahabatan, dan perdamaian.

ii

Untuk memenuhi hak memperoleh pendidikan bagi kelompok masyarakat


orang dewasa, pendidikan nonformal melalui layanan program pendidikan
masyarakat diharapkan dapat mendorong tumbuhnya masyarakat pembelajar
sepanjang hayat melalui layanan program pendidikan keaksaraan, pendidikan
kecakapan hidup dan kewirausahaan, pengembangan budaya baca masyarakat,
pengarusutamaan gender bidang pendidikan, pendidikan pemberdayaan
perempuan, pendidikan keorangtuaan, penataan kelembagaan pendidikan
nonformal, dan layanan program pendidikan masyarakat lainnya. Melalui
berbagai inisiatif dan inovasi program yang dikembangkan setiap tahun
diharapkan dapat menyumbang investasi pendidikan nasional dalam upaya
pemenuhan hak warga negara terhadap akses pendidikan bermutu yang
hasilnya dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat.

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

KATA PENGANTAR
Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat

iv

Petunjuk teknis pendidikan kecakapan keorangtuaa dan tatacara untuk


memperoleh dana bantuan ini, diharapkan sebagai acuan bagi lembaga/
organisasi masyarakat mitra kerja Direktorat Pembinaan Pendidikan
Masyarakat sebagai pengelola dan penyelenggara program di daerah, untuk
mengakses bantuan dan menyelenggarakan program di lapangan, serta
acuan bagi para pemangku kepentingan dalam melakukan pembinaan dan
pengembangan program pendidikan masyarakat.
Saya menyambut baik diterbitkannya petunjuk teknis ini sebagai upaya
untuk meningkatkan layanan pendidikan orang dewasa dengan memperluas
ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas layanan pendidikan masyarakat
secara terarah dan terpadu.

Jakarta, Januari 2014


Direktur Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal,

Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog


NIP. 195703221982112001

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

endidikan masyarakat merupakan suatu proses dimana upaya


pendidikan yang diprakarsai pemerintah diwujudkan secara terpadu v
dengan upaya penduduk setempat untuk meningkatkan kondisi sosial,
ekonomi, dan budaya yang lebih bermanfaat dan memberdayakan masyarakat.
Sejatinya pengembangan
pendidikan masyarakat merupakan upaya
peningkatan kemampuan personal orang dewasa sebagai anggota masyarakat
yang pada gilirannya dapat meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai
investasi masyarakat dalam proses pembelajaran pendidikan sepanjang hayat.
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat berupaya meningkatkan
keaksaraan penduduk orang dewasa melalui berbagai program yang
terintegrasi dengan program keaksaraan usaha mandiri, pengembangan
budaya baca masyarakat, pengarusutamaan gender bidang pendidikan,
pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keorangtuaan, dan
penataan kelembagaan pendidikan nonformal.
Seiring dengan kecenderungan perkembangan dan tuntutan masyarakat yang
semakin kompleks, kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan
nonformal juga semakin berkembang. Dengan demikian, untuk meningkatkan
mutu dan penjaminan kualitas pelaksanaan program pendidikan masyarakat,
perlu disusun buku petunjuk teknis sebagai acuan untuk mengajukan dan
melaksanakan program pendidikan masyarakat tahun 2014.

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

DAFTAR ISI

Petunjuk teknis pendidikan kecakapan keorangtuaan dan tatacara untuk


mendapatkan dana bantuan ini, diharapkan dapat digunakan sebagai acuan
vi bagi para pembina, pengelola atau penyelenggara program pendidikan
masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi dalam
penyelenggaraan program dan kegiatan.
Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada berbagai pihak atas
kontribusi dan perannya dalam penyusunan petunjuk teknis ini. Akhirnya
semoga petunjuk teknis yang disusun dengan kesungguhan, komitmen, dan
keikhlasan ini dapat bermanfaat untuk kita semua, dengan harapan semoga
Allah SWT memberikan rakhmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.
Jakarta, Januari 2014
Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat,

Dr. Wartanto
NIP.196310091989031001

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

KATA SAMBUTAN ...............................................................................

iii

KATA PENGANTAR .............................................................................

v vii
vii

DAFTAR ISI ...........................................................................................


BAB I

PENDAHULUAN ....................................................................
A. LatarBelakang ......................................................................
B. DasarHukum .......................................................................
C. Tujuan .................................................................................

1
1
2
3

BAB II HAKEKAT PENDIDIKAN KECAKAPAN KEORANGTUAAN ...


A. Pengertian Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan ................
B. Tujuan Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan .....................
C. Ruang Lingkup Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan ........
D. Cara Menindaklanjuti Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan ..

4
4
4
5
10

BAB III DANA BANTUAN YANG DISEDIAKAN DIREKTORAT


PEMBINAAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DALAM
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KECAKAPAN
KEORANGTUAAN ................................................................
A. Pengertian Bantuan ............................................................
B. Tujuan Bantuan ..................................................................
C. Jumlah Dana yang Disediakan ............................................
D. Pemanfaatan Dana Bantuan ................................................

11
11
11
12
12

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

BAB IV TATA CARA UNTUK MEMPEROLEH BANTUAN ............


A. Kriteria Lembaga yang Berhak Mengajukan Dana Bantuan
B. Waktu Pengajuan Bantuan ..................................................
C. Prosedur Untuk Memperoleh Bantuan ...............................

13
13
14
14

BAB V MONITORING EVALUASI DAN SUPERVISI ......................


D. Monitoring, Evaluasi, dan Supervisi ....................................
E. Pengendalian Mutu dan Pengawasan ..................................

18
18
18

BAB VI PELAPORAN ...........................................................................

19

viii BAB VII PENUTUP ..............................................................................

21

A. Latar Belakang

Lampiran ................................................................................................

22

Orangtua adalah pendidik pertama dan utama bagi perkembangan anak. Ini
terkandung pesan bahwa orangtua semestinya memiliki kemampuan mendidik
anak sejak dalam kandungan hingga dewasa. Kewajiban orangtua untuk
mengantarkan anak-anaknya menempuh pendidikan formal, tidak berarti peran
orangtua menjadi hilang karena digantikan oleh guru di sekolah. Mengingat
waktu anak disekolah lebih sedikit dibandingkan diluar sekolah/rumah.

BAB I

PENDAHULUAN

Ayah dan ibu terikat dalam satu peran dan fungsi orang tua yang
bertanggung jawab terhadap keberlangsungan keluarga. Peran orangtua
sangat diharapkan dapat mendampingi pertumbuhan dan perkembangan
anak dalam beraktivitas dalam rumah maupun dilingkungan. Ironis apabila
orangtua tidak memiliki kecakapan dalam berbagai tanggungjawab
terhadap anak dan lingkungan sosialnya. Orang tua yang ideal adalah
bila melahirkan, mengasuh, dan membesarkan anak dalam suasana
keluarga yang saling mencintai, menghargai dan menopang.
Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2002 anak adalah seorang yang belum
mencapai usia 18 tahun. Oleh karena itu, pengasuhan, pembimbingan/
pendampingan serta pendidikan dan pelatihan perlu diberikan kepada anak,
terutama oleh orang tua dalam masa kehamilan dan kelahiran, pengasuhan
dan pendidikan anak usia dini, dilanjutkan masa anak remaja dan pemuda
Menjadi orang tua tidak pernah dipersyaratkan dengan adanya sertifikat
atau ijazah pendidikan keorangtuaan, di mana sebelum menjadi orang tua
mereka dibekali dengan pemahaman tentang pengasuhan dan pertumbuhan

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

anak usia dini dan hal-hal yang berkaitan dengan segala yang terkait dengan
tanggungjawab orang tua dalam keluarga dan masyarakat. Disini orang tua harus
bertanggung jawab melaksanakan pendidikan keluarga yang menanamkan nilai
agama, budaya dan nilai moral serta keterampilan kepada anggota keluarganya.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Direktorat Pembinaan Pendidikan
Masyarakat Ditjen PAUDNI menyediakan layanan pendidikan kecakapan
keorangtuaan. Pembelajaran dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat
untuk mendapatkan berbagai informasi tentang kecakapan keorangtuaan.
2

Kegiatan ini dapat diakses oleh para penyelenggara yang memenuhi


persyaratan sebagai lembaga yang akan menyelenggarakan kegiatan
pendidikan kecakapan keorangtuaan di kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Agar para penyelenggara dapat memperoleh bantuan kecakapan keorangtuaan,
maka disusunlah Petunjuk Teknis Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan dan
tata cara memperoleh dana bantuan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan
Masyarakat Tahun 2014

B. Dasar Hukum

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 tahun


2013 tentang Pedoman Umum Pengelolaan dan Pertanggungjawaban
Belanja Bantuan Sosial di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 81 tahun 2013
tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal.

C. Tujuan
1. Memberikan gambaran yang jelas mengenai program pendidikan
3
kecakapan keorangtuaan
2. Memberikan informasi tentang dukungan pemerintah dalam
meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan kecakapan
keorangtuaan
3. Memberikan acuan prosedur bagi lembaga yang ingin memperoleh
bantuan dari pemerintah khususnya dari Direktorat Pembinaan
Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak usia
Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2014

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan
Informasi Publik;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2004 tentang Pendanaan
Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan
dan Penyelenggaran Pendidikan.
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2010, tentang
Renstra Pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2010 s.d. 2014.

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

BAB II

HAKEKAT PENDIDIKAN KECAKAPAN


KEORANGTUAAN

2. Bagi organisasi/lembaga untuk melanjutkan layanan pemberdayaan


masyarakat melalui pendampingan pendidikan kecakapan
keorangtuaan pada calon orang tua dan penduduk dewasa yang telah
menjadi orangtua.
3. Bagi pemerintah adalah untuk meningkatkan layanan pendidikan
kecakapan keorangtuaan pada kabupaten/kota

C. Ruang Lingkup Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan


4

A. Pengertian Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan


Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan adalah pendidikan sepanjang
hayat yang memberi dukungan kepada orang tua dalam membesarkan anak,
membentuk watak serta peradaban yang bermartabat, beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan yang Maha Esa serta berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap
kreatif, mandiri dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan akan membekali peserta didik
mengenai berbagai hal yang bermanfaat antara lain: penatalaksanaan
rumahtangga, kesehatan ibu dan anak, pengasuhan anak, perilaku dan
tumbuh kembang anak, pencegahan penelantaran anak, kesehatan dan gizi,
pra- keaksaraan, pendampingan anak berkebutuhan khusus, siap sekolah,
jajanan sehat, pendidikan karakter, pencegahan perilaku menyimpang,
pengelolaan ekonomi keluarga, manajemen waktu, sosial kemasyarakatan dan
hal lainnya.

B. Tujuan Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan


Tujuan pendidikan kecakapan keorangtuaan adalah sebagai berikut:
1. Bagi masyarakat adalah untuk memperoleh pengetahuan dan
keterampilan sebagai orangtua untuk melakukan pengasuhan,
pembimbingan, pelatihan, dan pendidikan bagi perkembangan
pribadi dan sosial anak-anak, baik dalam kehidupan keluarga maupun
dalam kehidupan sosial yang lebih luas

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

1. Peserta
5
Peserta adalah para kader di tingkat kabupaten/kota/ kecamatan yang
bertugas memberikan dampingan dan penyuluhan kepada masyarakat,
atau masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuannya terkait
dengan kecakapan keorangtuaan
2. Lembaga Penyelenggara
Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan di tingkat Kabupaten/kota
diselenggarakan oleh lembaga /organisasi yang disesuaikan dengan
potensi dan kapasitas lembaga dan organisasi antara lain :
a. Organisiasi perempuan di tingkat Kabupaten/Kota, seperti
BKOW, Kowani, Dharma Wanita, PKK, Muslimat NU, Aisyiah,
Wanita Katholik, PWKI dll.
b. Organisasi kemasyarakatan/keagamaan tingkat Kabupaten/
kota seperti Muhamadiyah, Pengurus Komunitas PAUDNI,
Forum PAUD, Forum PKBM, organisasi mitra PAUDNI, Badan
Koordinasi kerukunan umat beragama tingkat Kabupaten/kota
3. Kriteria Pendidik
a. Memiliki kapasitas dan kompetensi keilmuan sesuai materi
terkait dengan pokok bahasan
b. Memiliki praktek pengalaman terbaik (best practice) sesuai materi
pokok bahasan, baik dari lingkungan kedinasan, perguruan
tinggi, maupun pelaksana/ penyelenggara pendidikan.

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

4. Sarana dan Prasarana yang wajib dimiliki


a. Tempat pembelajaran.
Pembelajaran bisa dilakukan di tempat pertemuan kantor
pemerintahan, swasta maupun milik masyarakat. Tempat dipilih
yang memiliki akses mudah kepada peserta dan tidak memerlukan
biaya tinggi.

b. Media pembelajaran
Media yang harus tersedia minimal berupa poster dan slide
projector dan/atau papan tulis dan/atau flipchart. Poster yang
digunakan bisa berupa poster yang sudah ada di dinas/instansi
terkait atau membuat sendiri.
c. Bahan ajar
Peserta kegiatan minimal memberoleh bahan ajar berupa: a) buku
panduan kegiatan, b) foto-copy paparan narasumber, c) leaflet/
brosur terkait dengan materi kecakapan keorangtuaan
5. Standar Kompetensi Dasar
Peserta pendidikan kecakapan keorangtuaan yang mengikuti program
ini diharapkan memiliki kemampuan dan kompetensi sebagai
fasilitator/instruktur atau narasumber dalam kegiatan perluasan
jangkauan pendidikan kecakapan keorangtuaan ditingkat kecamatan
dan desa. Untuk itu kompetensi dasar minimal yang harus dicapai
peserta adalah memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk
menerapkan hasil pendidikan kecakapan keorangtuaan mencakup :
a. Penatalaksanaan rumahtangga
b. Kesehatan Ibu dan Anak
c. Pengasuhan, Perilaku dan Tumbuh Kembang Anak
d. Pencegahan Penelantaran Anak
e. Kesehatan dan Gizi
f. Pra- Keaksaraan

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

g. Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus


h. Siap Sekolah
i. Jajanan Sehat
j. Pendidikan Karakter
k. Pencegahan Perilaku Menyimpang
l. Penguatan ekonomi keluarga
m. Manajemen waktu
n. Sosial kemasyarakatan
7
6. Bahan ajar
Materi yang berkaitan dengan kecakapan orangtua terkait dengan
tanggung jawab orang tua dalam keluarga dan masyarakat, baik
sebagai individu, kepala keluarga dan anggota masyarakat. Minimal
penjabaran materi sebagaimana berikut :
a. Penatalaksanaan rumahtangga
b. Kesehatan Ibu dan Anak
c. Pengasuhan, Perilaku dan Tumbuh Kembang Anak
d. Pencegahan Penelantaran Anak
e. Kesehatan dan Gizi
f. Pra- Keaksaraan
g. Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus
h. Siap Sekolah
i. Jajanan Sehat
j. Pendidikan Karakter
k. Pencegahan Perilaku Menyimpang
l. Penguatan ekonomi keluarga
m. Manajemen waktu
n. Sosial kemasyarakatan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

7. Proses pembelajaran
Dilaksanakan minimal 16 jam pelajaran tatap muka melalui pelatihan
tingkat Kabupaten/kota dan pendampingan minimal 12 jam kepada
fasilitator lapangan di kecamatan dan desa dengan tahapan sebagai
berikut :
a. Pelatihan dilakukan melalui tatap muka antara pendidik
(fasilitator/nara sumber) dengan peserta didik (peserta kegiatan)
minimal 16 jam pelajaran. Pertemuan bisa dilakukan secara
intensif (waktu berturut-turut) atau dilakukan selang waktu/
selang hari sesuai dengan kebutuhan setempat.
b. Pendampingan, berupa upaya yang dilakukan agar program
pendidikan kecakapan keorangtuaan diteruskan kepada para
pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten/Kota secara terus
menerus, sampai penanggung jawab kegiatan mendapat calon
kader, fasilitator, focal poin pendidikan kecakapan keorangtuaan
di masyarakat. Kegiatan pendampingan dilakukan dalam bentuk
konsultasi, pengorganisasian /pelembagaan peserta kegiatan, atau
juga fasilitasi pendanaan kegiatan. Pendampingan dilakukan
oleh lembaga penyelenggara dan dilaporkan kepada Dinas
Pendidikan yang bertanggungjawab pada pendidikan nonformal
di kabupaten/kota dan/atau provinsi.
8. Penilaian dan tindaklanjut
Penilaian yang dilakukan berupa evaluasi kepada peserta pendidikan
kecakapan keorangtuaan di tingkat kabupaten/kota, untuk melihat
sejauhmana keberhasilan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
Penilaian dilakukan dalam bentuk Pre-test terulis, untuk melihat
kemampuan awal peserta kegiatan
a. Post-test dilakukan dalam tes tulis dan penampilan (performance
test). Tes tulis dimaksukan untuk melihat hasil belajar peserta
kegiatan, terhadap penguasaan konsep kecakapan keorangtuaan.
Sedangkan tes penampilan dilakukan untuk mengukur
kemampuan dalam kecakapan. Hasil tes tertulis maupun tes

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

penampilan dapat dijadikan dasar untuk menetapkan kelayakan


menjadi seorang kader, fasilitator, atau focal poin pendidikan
kecakapan keorangtuaan
b. Penilaian penyelenggaraan kegiatan, dilakukan melalui
penyebaran daftar isian/angket kepada peserta kegiatan.
c. Penilaian manfaat dan/atau dampak kegiatan. Penilaian ini dilakukan
oleh lembaga /Dinas yang bertanggungjawab pada pendidikan
nonformal, minimal satu tahun setelah kegiatan dilaksanakan. Tiga
macam penilaian pertama dilakukan oleh penyelenggara kegiatan, 9
pada saat menjelang dan akhir kegiatan dilaksanakan.
9. Surat Keterangan kepesertaan
Bagi peserta yang mengikuti kegiatan sampai tuntas diberikan
surat keterangan sesuai dengan kapasitas peserta. Dalam surat
keterangan tercantum kapasitas pemilik berdasarkan hasil penilaian
penyelenggara.
10. Administrasi pendukung
Kegiatan pendidikan kecakapan keorangtuaan yang sudah terlaksana
dilengkapi dengan buku-buku dan dokumentasi kegiatan berupa :
a. Himpunan biodata peserta dan narasumber
b. Daftar hadir peserta dan nara sumber
c. Laporan pertanggungjawaban keuangan
d. Bahan /materi pelatihan
11. Hasil yang diharapkan
Program Pendidikan kecakapan keorangtuaan diharapkan dapat memberi
layanan pendidikan kecakapan keorangtuaan sebagai pemberdayaan
masyarakat agar peserta memiliki kecakapan keorangtuaan dan
menerapkannya dalam keluarga.
Hasil pendidikan kecakapan
keorangtuaan diharapkan dapat dikenali dari ciri sebagai berikut :
a. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan peserta berkaitan
dengan pembentukan karakter yakni sikap kejujuran, sopan
santun, kemandirian dan kerja keras;

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

10

b. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan peserta tentang


perlindungan kesehatan ibu dan anak, pencegahan kematian
ibu melahirkan dan bayi, pencegahan penelantaran anak,
perlindungan anak marjinal;
c. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan peserta tentang
pencegahan bahaya Napza, HIV/AIDS, Perdagangan orang,
Kekerasan dalam rumah tangga(KDRT) dan teroris.
d. Meningkatnya pengetahuan peserta tentang tatakelola rumah
tangga, ketahanan ekonomi keluarga dan hubungan sosial
kemasyarakatan keluarga

D. Cara Menindaklanjuti Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan


Pasca kegiatan pendidikan kecakapan keorangtuaan dilanjutkan dengan
pembentukan kelompok belajar pendidikan kecakapan keorangtuaan oleh
peserta yang dinyatakan memiliki kompetensi sebagai fasilitator pendidikan
kecakapan keorangtuaan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Menghubungi aparat pemerintah kecamatan/desa
2. Menyosialisasikan program pendidikan kecakapan keorangtuaan
kepada pihak pihak terkait
3. Menyiapkan sarana /prasarana pelatihan dan dana pelatihan
4. Mengidentifikasi dan merekrut peserta kelompok pendidikan
kecakapan keorangtuaan
5. Menyepakati jadwal pelaksanaan dan lama pertemuan
6. Menetapkan narasumber serta keterampilan teknis
7. Melaporkan adanya kelompok belajar Pendidikan kecakapan
keorangtuaan kepada aparat di dinas pendidikan setempat
8. Melaksanakan pendidikan kecakapan keorangtuaan
9. Melaksanakan evaluasi
10. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan kepada lembaga
terkait.

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

BAB III

DANA BANTUAN YANG DISEDIAKAN


DIREKTORAT PEMBINAAN
PENDIDIKAN MASYARAKAT DALAM
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
KECAKAPAN KEORANGTUAAN
A. Pengertian Bantuan
1. Pemberian bantuan sosial adalah pengeluaran berupa transfer uang,
barang atau jasa yang diberikan kepada masyarakat guna melindungi
masyarakat dari kemungkinan terjadinya risiko sosial, meningkatkan
kemampuan ekonomi dan/atau kesejahteraan masyarakat dibidang
pendidikan dan kebudayaan. (Permendikbud No. 24 tahun 2013).
2. Pemberian bantuan pendidikan kecakapan keorangtuaan adalah
pemberian sejumlah uang/barang untuk mendukung pengembangan
dan penyelenggaraan program pendidikan kecakapan keorangtuaan
disediakan oleh pemerintah sebagai stimulus bagi penyelenggara
pendidikan kecakapan keorangtuaan di Kabupaten/kota.

B. Tujuan Bantuan
1. Meningkatkan kapasitas penyelenggara dalam melakukan kegiatan
pendidikan kecakapan keorangtuaan
2. Sebagai motivasi agar pemerintah daerah kabupaten/kota menyediakan
anggaran yang bersumber dari APBD untuk menindaklanjuti dan
menyebarluaskan program pendidikan kecakapan keorangtuaan
sampai ke tingkat kecamatan dan desa.

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

11

BAB IV

C. Jumlah Dana yang Disediakan


Program pendidikan kecakapan keorangtuaan dialokasikan dana sebesar
Rp. 3.500.000.000,- (tiga milyar lima ratus juta rupiah), untuk 70 lembaga @
Rp 50.000.000,-. (lima puluh juta rupiah). Peserta yang mengikuti kegiatan
pendidikan kecakapan keorangtuaan minimal sebanyak 35 orang.

12

TATA CARA UNTUK MEMPEROLEH


BANTUAN

D. Pemanfaatan Dana Bantuan

A. Kriteria Lembaga yang Berhak Mengajukan Bantuan

Alokasi pemanfaatan dan penggunaan dana yang diajukan untuk program


pendidikan kecakapan keorangtuaan, terdiri dari :

Lembaga yang mengusulkan bantuan pendidikan kecakapan


13
keorangtuaan diprioritaskan bagi lembaga atau organisasi yang dapat
menjamin terselenggaranya tindaklanjut pelaksanaan pendidikan kecakapan
keorangtuaan ditingkat kecamatan dan desa. Untuk itu dibutuhkan kerja
sama dan jaringan kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperoleh
sumber dana pendukung program, memberdayakan nara sumber dan
fasilitator serta melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan
antara lain pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, para aktivis
kemanusiaan serta pengusaha.

No

Komponen pembiayaan

Proporsi biaya

1.

Persiapan

Maksimal 5 %

2.

Kegiatan pendidikan/pelatihan

Minimal 60 %

3.

Pembentukan kelompok belajar di piloting

Maksimal 30 %

4.

Evaluasi dan pelaporan

Maksimal 5 %

keterangan:
1. Persiapan, membiayai segala hal terkait persiapan kegiatan, koordinasi,
sosialisasi dan hal lainnya terkait dengan persiapan yang dilakukan
2. Kegiatan pendidikan/pelatihan, membiayai keperluan alat tulis, kit peserta,
honor dan transport narasumber /moderator/panitia,/peserta, ATK dan bahan
pelatihan/pembelajaran, dan keperluan lain terkait penyelenggaraan kegiatan.
3. Pembentukan kelompok belajar di piloting, membiayai pengadaan keperluan
alat/bahan yang terkait dengan kegiatan pendidikan kecakapan keorangtuaan di
kelompok belajar tempat piloting tersebut, monitoring dan pembuatan laporan
kegiatan tersebut.
4. Evaluasi dan pelaporan, membiayai penyusunan instrumen penilaian dan
evaluasi, kegiatan pemantauan, penyusunan sertifikat/surat keterangan,
dokumentasi, penyusunan dan pengirim laporan kegiatan

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

Kriteria lembaga yang dapat mengajukan dana bantuan untuk


melaksanakan program pendidikan kecakapan keorangtuaan adalah sebagai
berikut:
1. Kriteria Lembaga penyelenggara
a. Lembaga dan organisasi yang bergerak dan berpengalaman dalam
kegiatan pendidikan masyarakat
b. Memiliki akta notaris pendirian lembaga atau surat keputusan
lembaga/organisasi
c. Memperoleh rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/
Kota.
d. Memiliki alamat sekretariat dan struktur organisasi yang jelas
serta uraian tugas.
e. Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan pendidikan kecakapan
keorangtuaan tidak berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

2. Persyaratan Administrasi:
a. Mengusulkan proposal yang sesuai dengan juknis
b. Melengkapi dengan NPWP dan nomor rekening bank atas nama
lembaga yang dibuktikan dengan surat keterangan Bank
c. Menandatangani pakta integritas
d. Menandatangani pertanggungjawaban mutlak
e. Mendapatkan rekomendasi dari dinas pendidikan kab/kota

B. Waktu Pengajuan Bantuan


14

Batas waktu pengiriman proposal ke Direktorat Pembinaan Pendidikan


Masyarakat selambat-lambatnya diterima pada tanggal 31 Juli 2014 (cap pos).
Apabila pagu anggaran masih tersedia, proposal yang diterima setelah tanggal
tersebut dapat diproses lebih lanjut.

C. Prosedur Untuk Memperoleh Bantuan


Prosedur untuk memperoleh dana bantuan dapat digambarkan sebagai berikut:

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

Prosedur Pemberian bantuan:


1. Sosialisasi bantuan oleh pusat dan daerah
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Ditjen PAUDNI
Kemdikbud RI menyusun Juknis dan melakukan sosialisasi ke
dinas propinsi, Kabupaten/kota dan lembaga mitra penyelenggara.
Sosialisasi dapat berupa pertemuan, brosur/buku dan melalui web;
www.paudni.kemdikbud.go.id/dikmas
2. Penyusunan proposal oleh lembaga penyelenggara dimintakan
rekomendasi dinas pendidikan kabupaten/kota atau propinsi
15
Lembaga yang memenuhi syarat dapat mengajukan proposal (sesuai
format terlampir) dengan terlebih dahulu memperoleh rekomendasi
di alamatkan ke:
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Ditjen PAUDNI
Kemdikbud, dengan alamat Gedung E lantai 8, komplek perkantoran
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman
Senayan Jakarta.
Catatan : proposal diberi kode: proposal pendidikan kecakapan
keorangtuaan tahun 2014
3. Penilaian proposal oleh pusat
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat membentuk tim
penilai yang bertugas menilai proposal dengan acuan penilaian
sebagai berikut :
a. Kesesuaian lembaga pengusul dengan kriteria yang sudah
ditetapkan
b. Program diusulkan sesuai dengan tujuan program pendidikan
kecakapan keorangtuaan
c. Dokumen yang disampaikan legal, dan dapat dipertanggung
jawabkan
d. Hasil yang diperoleh pada kegiatan yang diusulkan mampu
meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan kecakapan
keorangtuaan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

16

4. Visitasi ke lokasi pengusul


Apabila Tim penilai masih meragukan tentang proposal yang dinilai
layak, maka dilakukan visitasi lapangan untuk melakukan:
a. Keaslian dokumen yang disampaikan
b. Penilaian lapangan tentang kondisi lembaga pengusul
c. Memperoleh masukan yang terkait dengan kegiatan dan
pencapaian hasil
d. Kelayakan sarana-prasarana dan program dengan kondisi
lapangan
5. Penetapan lembaga yang layak menerima dana pendidikan kecakapan
keorangtuaan (SK dan masuk web)
Hasil penilaian dan visitasi lapangan yang dilakukan tim penilai
memberikan laporan ke Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat
tentang tingkat kelayakan lembaga penerima bantuan. Hasil laporan
tersebut diputuskan lembaga yang berhak memperoleh bantuan
melalui Surat Keputusan (SK) Direktur dan disampaikan ke semua
lembaga yang berhak dan dinas pendidikan
6. Orientasi dan MoU
Lembaga yang sudah ditetapkan dalam SK direktur diwajibkan
melakukan MoU dan Orientasi pemanfaatan dana dan penjaminan
mutu yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan
Masyarakat.
7. Pencairan dana
Hasil MoU dan dokumen administrasi (NPWP, Nomor Rekening
dan kuitansi) dijadikan dasar untuk melakukan pengurusan pencairan
dana ke Kantor Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III. Dana
akan cair melalui rekening ke lembaga pengusul sesuai SK Direktur.
8. Pelaksanaan kegiatan
Lembaga yang sudah menerima dana bantuan dalam rekening
masing-masing, wajib :
a. Melaporkan dengan mengirim fax nomor 021-5725039 bahwa

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

dana sudah diterima dalam rekening


b. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan proposal yang disetujui
maksimal 2 minggu sejak dana masuk rekening harus sudah
dimulai
9. Monitoring dan evaluasi
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Dinas Pendidikan
Propinsi dan dinas Pendidikan Kabupaten/kota berhak melakukan
monitoring pelaksanaan kegiatan dan melakukan supervisi
pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan proposal dan mencapai hasil 17
yang optimal
10. Laporan hasil kegiatan
Lembaga yang sudah melaksanakan kegiatan wajib menyampai kan
laporan kegiatan (sesuai format terlampir), minimal 2 minggu setelah
kegiatan selesai dilaksanakan
catatan:
Penerima manfaat dana bantuan sosial adalah masyarakat
marginal dan bukan Pegawai Negeri Sipil

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

BAB V

BAB VI

MONITORING EVALUASI DAN


SUPERVISI
A. Monitoring, Evaluasi dan Supervisi
Aspek-aspek penting dalam pelaksanaan monitoring, evaluasi dan
supervisi adalah:
18
1. Program dan proses pembelajaran
2. Hasil belajar atau capaian kompetensi peserta kegiatan
3. Kompetensi instruktur/pelatih
4. Dukungan manajerial
5. Manfaat dan dampak kegiatan terhadap orangtua dan masyarakat
6. Tindak lanjut program

B. Pengendalian Mutu dan Pengawasan


1. Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu terhadap pelaksanaan program Pendidikan
Kecakapan Keorangtuaan: Direktorat Pembinaan Pendidikan
Masyarakat, P2PNFI/BPPNFI, Dinas Pendidikan Propinsi, Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota
2. Pengawasan
Pengawasan dilakukan oleh: Inspektorat Jenderal Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, BPKP/BPK/KPK.
3. Sanksi
Bagi penerima dana yang tidak melaksanakan kewajibannya
sesuai dengan pedoman, maka seluruh dana yang diterima harus
dikembalikan ke kas negara dan dapat diajukan ke jalur hukum

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

PELAPORAN

ebagai bentuk pertanggung jawaban dan akuntabilitas, penerima


dana bantuan berkewajiban untuk membuat laporan baik pada saat
penerimaan dana, realisasi pemanfaatan dana dan perkembangan serta
hasil pelaksanaan kegiatan, laporan tersebut disampaikan kepada Dinas 19
Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas pendidikan provinsi serta diwajibkan
ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat.
Pada prinsipnya pengelolaan dana mencakup pencatatan, penerimaan dan
pengeluaran uang sehingga memudahkan proses pelaporan dan pengawasan
penggunaan dana, antara lain meliputi :

A. Pembukuan
1. Setiap transaksi harus didukung dengan bukti yang sah
2. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi
materai yang cukup, sesuai dengan ketentuan tentang bea materai
3. Dalam bukti pengeluaran harus jelas uraian mengenai barang/jasa
yang dibayar, tanggal dan nomor bukti
4. Penarikan pajak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku
5. Semua transaksi baik penerimaan maupun pengeluaran dibukukan/
dicatat sesuai urutan kejadiannya
6. Buku harian ditulis dengan rapi, lengkap dan bersih.

B. Dokumen pendukung Pembukuan


1. Kuitansi/tanda bukti pembayaran/nota/bon asli dari pihak yang
menerima pembayaran

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

BAB VII

2. Bukti transaksi lainnya


3. Copy printout saldo terakhir rekening bank untuk setiap tahap
penarikan
4. Setiap dokumen yang ditandatangani dan distempel

PENUTUP

C. Ketentuan Pelaporan diantaranya :

20

1. Pelaporan Awal
Lembaga penyelenggara yang sudah menerima dana dalam
rekeningnya, wajib mengirimkan fotokopi bukti penerimaan
transfer dana dari KPPN kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan
Masyarakat, dengan nomor fax 021-5725039
2. Pelaporan Kegiatan
a. Lembaga penyelenggara diwajibkan untuk membuat dan
menyampaikan laporan secara tertulis kepada Direktorat
Pembinaan Pendidikan Masyarakat dan tembusan ke Dinas
Pendidikan Kab/Kota dan Dinas Pendidikan Propinsi
b. Laporan disampaikan paling lambat 2 minggu setelah kegiatan
selesai

etunjuk teknis ini disusun sebagai rambu-rambu yang masih bersifat


umum, yang dalam implementasinya memerlukan penyesuaian dengan 21
karakter lembaga yang dipilih, oleh karena itu penyelenggara diharapkan
dapat mengembangkan dengan kreativitasnya untuk menyempurnakan
penyelenggaraan pendidikan kecakapan keorangtuaan. Petunjuk teknis
ini bersifat fleksibel dan masih memungkinkan untuk disesuaikan dengan
keunikan potensi lokal dan tempat penyelenggaraan kegiatan sepanjang
memberi nilai tambah. Semoga petunjuk teknis ini dapat memberi arah dan
memudahkan bagi semua pihak yang berkeinginan untuk menyelenggarakan
pendidikan kecakapan keorangtuaan

Catatan: Lembaga penyelenggara yang tidak mampu menyampaikan


laporan maksimal 1 bulan setelah kegiatan selesai dapat dikenai sangsi
berupa: a) wajib mengembalikan seluruh dana yang telah diterima ke
kas negara, b) diberi sangsi dengan tidak diperkenankan mengakses
dana bantuan dari Dit Bindikmas dan c) dapat diteruskan ke jalur
hukum karena disinyalir ada penyelewengan

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

LampiranLampiran

2. Sistematika Proposal
PROPOSAL

Lampiran 1. Format Sistematika Proposal


1. Contoh Sampul Proposal

PENINGKATAN PENDIDIKAN KECAKAPAN KEORANGTUAAN


BAB I

Logo lembaga
22

PROPOSAL

IDENTITAS LEMBAGA PENGUSUL


A. Identitas Penyelenggara

23
..

Nama Lembaga

NILEM / NILEK /
Nomor Induk Lembaga
(bukti dilampirkan)
Izin Pendirian Lembaga /
SK (bukti dilampirkan)
Akte Notaris
(bukti dilampirkan)
Rekening Lembaga
(bukti dilampirkan)
NPWP
(bukti dilampirkan)
Alamat :

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN MASYARAKAT

Kecamatan

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI,


NONFORMAL, DAN INFORMAL

Kabupaten/Kota

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Provinsi

....

Nomor HP/Telp

....

PENDIDIKAN KECAKAPAN KEORANGTUAAN


Diajukan Oleh:
Nama Lembaga

: ................................................

Alamat

: ................................................

Kontak person

No. Telp./HP/Faks

: ................................................

Alamat Email

: ................................................

5
6

No........................................................................
No....
No..
No.
No.
Jalan.

Diajukan Kepada

TAHUN 2014

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

B. Sarana Prasarana yang Dimiliki

D. Dukungan Dokumen Kerja yang Dimiliki

No

Jenis Sarana

Keadaan

Luas Gedung
Lembaga

Luas Tanah: ..........m


Luas Bangunan: . .........m

Tempat
Penyelenggaraan
Kegiatan

Gedung Perkantoran
Rumah
Ruko
................................

Milik sendiri
Kontrak/sewa
Pinjam
..................................

dst

24

Status Bangunan/
Gedung
Lembaga
Sarana belajar

Keterangan

Jenis Program/
Kegiatan

Jenis
Dokumen

Keterangan

3
4

25

E. Dukungan Mitra yang Dimiliki


No

Meja & kursi belajar.....set


Papan tulis ..............set
Lemari/rak buku ............unit
Mesin tik .......................unit
Komputer .....................unit
Bahan ajar .................... jenis
Bahan Bacaan ............ judul

Th. Pelaksanaan
Program

Nama Program

Kondisi :

Nama Mitra

Program yang
Dilaksanakan

Tahun

1
2
3
4
dst

C. Program yang Selama Ini Dilaksanakan


No

No

F. Penghargaan yang Pernah Diterima


Jumlah
Peserta

Sumber
Dana

Lokasi

No

Nama Penghargaan

Pemberi
Penghargaan

Tahun

dst

dst

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

BAB II

C. Sarana dan prasarana yang disiapkan

RUANG LINGKUP PROSES PENDIDIKAN KECAKAPAN


KEORANGTUAAN YANG DIRENCANAKAN
A. Sekretariat
No

26

Nama

Jabatan dalam
Organisasi

Jabatan dalam panitia

Ketua panitia

Sekretaris

Bendahara

Seksi akomodasi dan


fasilitas

dst

Seksi

B. Sasaran peserta kegiatan

No Komponen
1
2
3
4
dst

Kondisi

Keterangan

D. Proses Kegiatan yang direncanakan

27

Waktu direncanakan selama .hari atau jam pelajaran


dengan proses kegiatan sebagai berikut:
No Tanggal/Waktu
1
2
3
dst

Kegiatan

Nara Sumber

Keterangan

Demikian usulan kami, sebagai pelengkap proposal ini kami lampirkan:


1. Copy akta notaris pendirian lembaga atau surat keputusan
lembaga/organisasi
2. Copy nomor rekening bank yang masih aktif atas nama lembaga
3. Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
4. Jadwal Kegiatan
5. Profil Lembaga/organisasi dan lainnya yang diperlukan
Atas perhatian dan terkabulnya usulan ini kami sampaikan terima kasih
.......................................... 2014
Ketua Lembaga..

DST

-----------------------------

No

Nama

Instansi/
Pekerjaan

Alamat

1
2
3
4
5

Mengetahui/menyetujui
-----------------------------

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

Lampiran 2 : Format Rekomendasi Dinas Pendidikan


KOP SURAT
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI ATAU KABUPATEN/KOTA*)
==============================================
SURAT REKOMENDASI
Nomor:
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: ........................................................................
28
Jabatan
: ........................................................................
Alamat
: .......................................................................
Dengan ini menyatakan bahwa:
Nama Lembaga
: .......
Ketua Lembaga
: ...........................
Alamat Lembaga
: ...........................................................................
No. Tlp./HP/Fax
: ........................................................................
Adalah benar sebagai lembaga yang memiliki kredibilitas dan kemampuan
untuk melaksanakan kegiatan pendidikan masyarakat, dan dianggap layak
mengajukan dana bantuan penyelenggaraan program pendidikan kecakapan
keorangtuaan tahun 2014 kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan
Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Usia Dini, Nonformal, dan
Informal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Demikian rekomendasi ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat
digunakan sebagaimana mestinya.
..................................................... 2014
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota*)
Tanda Tangan, Stempel

(..............................................)
*) coret yang tidak perlu

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

Lampiran 3 : Format Pakta Integritas


PAKTA INTEGRITAS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: ..............................................................
Jabatan
: Ketua
Nama Lembaga
: ..............................................................
Alamat
: ..............................................................

dalam rangka penyelenggaraan bantuan penyelenggaraan program 29


pendidikan kecakapan keorangtuaan 2014 dengan ini menyatakan:
1. tidak akan melakukan komunikasi yang mengarah kepada korupsi,
kolusi, dan nepotisme (KKN);
2. tidak akan melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme;
3. tidak akan memberikan sesuatu yang berkaitan dengan urusan
penyaluran dana bantuan yang dapat dikategorikan sebagai suap dan/
atau gratifikasi;
3. akan mengikuti proses penyaluran bantuan secara bersih, transparan,
dan profesional untuk memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
4. akan menggunakan dana bantuan sesuai dengan usulan yang
tercantum dalam proposal dan ketentuan peraturan perundangundangan;
5. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA
INTEGRITAS ini, bersedia menerima sanksi administratif dan/atau
dilaporkan secara pidana;
6. menerima sanksi pencantuman dalam daftar hitam, digugat secara
perdata dan/atau dilaporkan secara pidana.
............................2014
Yang Membuat Pernyataan
Materai Rp 6.000
(...)

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

Lampiran 4. Format Pemberitahuan Dana Telah Diterima


PEMBERITAHUAN DANA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
KECAKAPAN KEORANGTUAAN TELAH DITERIMA

Lampiran 5: Format Sistematika Laporan


a. Contoh Sampul Laporan
LAPORAN

Yth. Direktur Bindikmas


Di Jakarta

PENDIDIKAN KECAKAPAN KEORANGTUAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, kami atas nama lembaga penerima
bantuan penyelenggaraan pendidikan kecakapan keorangtuaan tahun 2014,:
Nama Lembaga
:
30
Alamat Lembaga
: ...
........
Nama Ketua
: ....
Telp./HP/Faks.
: ..
Dengan ini menyatakan sebagai berikut:
1. Dana penyelenggaraan pendidikan kecakapan keorangtuaan dari
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat telah diterima melalui
nomor rekening lembaga ................ pada tanggal ...........................
2. Menyelenggarakan pembelajaran bagi sebanyak ........... orang dengan
daftar nama terlampir, sesuai perjanjian kerjasama yang telah kami
tandatangani.
3. Menyampaikan laporan penyelenggaraan pendidikan kecakapan
keorangtuaan kepada dinas pendidikan kab/kota/provinsi setelah
kegiatan berakhir.
4. Demikian laporan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama
yang baik kami sampaikan terima kasih.

TAHUN 2014
31

Oleh:
Nama Lembaga

: .......................................................

Alamat

: .......................................................

Kontak person

: .......

No. Telp./HP/Faks

: .......................................................

Alamat Email

: .......................................................

...... 2014

Disampaikan Kepada

Yang membuat pernyataan


Materai
Rp. 6.000,Tanda Tangan, Stempel

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN MASYARAKAT


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI,
NONFORMAL, DAN INFORMAL

(Ketua lembaga)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Keterangan:
Lampirkan foto kopi buku rekening yang memuat nilai bantuan diterima

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

TAHUN 2014

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

32

b. Sistematika Laporan
PENGANTAR
DAFTAR ISI
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang/Rasional
2. Sasaran Penerima Manfaat
3. Tujuan Kegiatan
4. Hasil yang dicapai/indikator keberhasilan
B. PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Persiapan pelaksanaan kegiatan
2. Objek dan sasaran pelaksanaan ( data dan informasi tentang
peserta kegiatan)
3. Tenaga ahli/pelatih/instruktur /narasumber yang mendukung
pelaksanaan kegiatan
4. Sarana/tempat, fasilitas, alat dan bahan pembelajaran/ pelatihan
yang digunakan
5. Jadwal pelaksanaan kegiatan
6. Langkah dan proses pelaksanaan kegiatan
7. Rincian penggunaan dana
8. Dukungan yang diperoleh dalam pelaksanaan kegiatan
9. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan.
10. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan program dan rencana
tindak lanjut kegiatan pasca kegiatan
C. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
D. PENUTUP
LAMPIRAN
Bukti/kuitansi pengeluaran dana, termasuk setoran pajak sesuai
ketentuan yang berlaku
Hasil-hasil kegiatan dan Dokumentasi
Dokumen pendukung lainnya yang diperlukan

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

Lampiran 6: Format Buku Kas Umum


BUKU KAS UMUM
Kegiatan :
Nama Lembaga :
Alamat Lengkap :
Tanggal Penerimaan :
Tahun Anggaran :
33
Tgl

Nomor
Kode

Nomor
Bukti

Uraian

Penerimaan

Pengeluaran

Saldo
7

, 2014
Mengetahui

dibuat oleh:

Ketua lembaga

Bendahara

Nama

Nama

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

CATATAN:

Lampiran 7: Format Buku Penerimaan/Penyetoran Pajak


BUKU PENERIMAAN/PENYETORAN PAJAK
Kegiatan

Nama Lembaga

Alamat Lengkap

Tanggal Penerimaan :
Tahun Anggaran

34

No

Tgl

35
Jenis Pajak

Nomor
Bukti

Uraian

PPN
5

PPh
21
6

PPh
22
7

PPh
23
8

Jumlah

Ket

10

, 2014
Mengetahui

dibuat oleh:

Ketua lembaga

Bendahara

Nama

Nama

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan

dan Tata Cara Memperoleh Dana Bantuan Sosial dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat

36

Petunjuk Teknis Program Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan