Anda di halaman 1dari 2

INTERPRETASI DINAMIKA SEDIMENTASI

Daerah tersebut dulunya merupakan laut dalam karena tidak dijumpai material
karbonatan, dan pada jaman itu bumi sedang mengalami aktivitas vulkanisme yang sangat
besar, hal itu ditandai oleh melimpahnya kandungan ash pada singkapan di wilayah tersebut.
Sedimen berupa material berukuran pasir, juga berukuran lanau.
Fasies Batupasir tufan terbentuk karena gunung api yang berada di dekat daerah
tersebut mengeluarkan material material silisiklastik dan piroklastik berukuran pasir, dan
berlangsung beberapa kali, sehingga menciptakan beberapa lapisan dengan ciri ciri yang
hampir sama. Energi pengendapan relatif tenang, sehingga banyak dijumpai material
piroklastik yang berukuran lanau.
Fasies Batulanau terbentuk karena gunung api yang berada di dekat daerah tersebut
mengeluarkan material material silisiklastik dan piroklastik berukuran lanau, dan
berlangsung beberapa kali, sehingga menciptakan beberapa lapisan dengan ciri ciri yang
hampir sama. Energi pengendapannya sangat tenang, karena material material yang
berukuran lanau dapat terendapkan dan membentuk lapisan yang cukup tebal.
Fasies Perulangan Batupasir Tufan Gradasi Normal hingga Batulanau terbentuk akibat
aktivias vulkanisme daerah sini kembali naik, dan perlahan lahan aktivitas vulkanisme juga
energi pengendapannya berkurang, sehingga akan membentuk suatu fasies gradasional, proses
ini berlangsung beberapa kali.

Berdasarkan kondisi litologi dan juga struktur sedimen yang terdapat pada lokasi
pengamatan, dapat diinterpretasikan bahwa litologi pada daerah ini diendapkan pada Upper
Middle Fan, hal ini disebabkan karena litologi di daerah ini cenderung mirip dengan fasies
model yang dibuat oleh Mutti and Rucchi Luchi pada tahun 1972 bagian Upper Middle Fan
dengan ciri-ciri lapisan batupasir dan batulanau yang berulang dengan kecenderungan
menghalus ke atas atau fining upward.