Anda di halaman 1dari 4

1)Jelaskan apa itu alterasi hidrothermal ?

dan Apa perbedaan batuan hasil alterasi


hidrothermal dengan alterasi dari proses pedogenesis?
2) Sebutkan tipe tipe alterasi hidrotermal dan mineral pencirinya dalam petrografi (minimal 3
mineral penciri pada tiap tipe alterasi)!

Jawab
1. White (1996) mendefinisikan alterasi hidrotermal adalah perubahan mineralogi dan
komposisi yan terjadi pada batuan ketika batuan berinteraksi dengan larutan hidrotermal.
Larutan hidrotermal adalah suatu cairan panas yang berasal dari kulit bumi yang bergerak ke
atas dengan membawa komponen-komponen pembentuk mineral bijih (Bateman dan Jensen,
1981). Larutan hidrotermal pada suatu sistem dapat berasal dari air magmatik, air meteorik,
connate atau air yang berisi mineral yang dihasilkan selama proses metamorfisme yang
menjadi panas di dalam bumi dan menjadi larutan hidrotermal. Ketika terjadi kontak batuan
dengan larutan hidrotermal, maka terjadi perubahan mineralogi dan perubahan kimia antara
batuan dan larutan, di luar kesetimbangan kimia dan kemudian larutan akan mencoba
kembali membentuk kesetimbangan.
Perbedaan batuan hasil alterasi hidrotermal dengan alterasi dari proses pedogenesis adalah
jika batuan hasil alterasi hidrotermal umumnya mengandung mineral hidrous, sedangkan
batuan hasil alterasi pedogenesis umumnya tidak mengandung mineral hidrous.
2. Lowell dan Guilbert (1970) membagi zona aterasi menjadi 4 bagian berdasarkan
keterdapatan mineral alterasi akibat pengaruh, penurunan temperatur, variasi pH larutan
hidrotermal, dan pengaruh air meteorik. Zona alterasi tersebut yaitu:
Potasik: Zona potasik terbentuk pada saat awal terbentuk tubuh intrusi porfiri. Zona
ini dicirikan dengan kehadiran biotit sekunder dan K-feldspar sekunder, serta
magnetit, serisit, anhidrit, dan sedikit mineral sulfida (kalkopirit, bornit, pirit, dan
molibdenit) yang berada di dalam veinlets dan tersebar dalam zona K-silikat.
Biotit

Sericite

Warna PPL: Coklat muda

Warna PPL: colorless, kuning muda

Warna XPL: Coklat kemerahan

Warna XPL: Kuning, Hijau.

Birefringence: 0,03 0,07

Birefringence: 0,035 0,049

2V: 28 47o

2V: 0 25o

Relief: Sedang tinggi

Relief: Sedang

Kembaran: Tidak ada

Kembaran: Tidak ada

Filik: Zona ini terbentuk akibat hadirnya influks air yang memiliki temperatur yang
lebih rendah dan pH yang lebih asam. Kuarsa, Serisit.
Kuarsa
Serisit
Warna PPL: Colorless

Warna PPL: colorless, kuning muda

Warna XPL: Abu-abu cerah

Warna XPL: Kuning, Hijau.

Birefringence: 0,03 0,07

Birefringence: 0,035 0,049

2V: 28 47o

2V: 0 25o

Relief: Rendah

Relief: Sedang

Kembaran: Tidak ada

Kembaran: Tidak ada

Argilik: Kehadiran zona ini diakibatkan karena makin intensifnya influks air meteorik
yang memiliki temperatur yang lebih rendah dan nilai pH yang lebih rendah. Zona ini
terdiri atas mineral lempung argilik seperti kaolinit, monmorilonit, dan illite.
Kaolinit
Warna PPL: Colorless
Pleokroisme: Tidak ada
Relief: Sedang
Birefringence: 0 0,08
2V: 24 50
Tanda Optik: Biaxial (+) dan (-)
Illite
Warna PPL: Colorless
Pleokroisme: Tidak ada
Relief: Rendah
Birefringence: 0 10o
2V: 0 10
Tanda Optik: Biaxial (-)
Propilitik: Pada zona ini penurunan temperatur memegang peranan dominan dalam
kondisi pH netral sampai alkali. Zona ini memiliki penyebaran yang luas dan sangat
sedikit yang berhubungan langsung dengan mineralisasi, dicirikan dengan kehadiran
klorit, kalsit, epidot, dan pirit.
Klorit
Bentuk: Laminer, Tabular, Mika
Belahan: 1 arah
Warna: Colorless hingga Hijau pucat.

Pleochroism: Rendah
Relief: Sedang
Warna Interferensi: Biru muda orde 2
Kembaran: Tidak ada
Birefringence: 0.02
Sudut gelapan: 0 3o
2V: 0-70
Epidote
Bentuk: Prismatik, Granular
Warna: Kuning
Pleochroisme: Ada, colorless hingga kuning pucat
Relief: Tinggi
Warna Interferensi: Abu-abu orde 1
Belahan: 1 arah
Birefringence: 0.015 - 0.051
Sudut gelapan: 0 40o
Tanda optik: (-)
2V: 64 - 90

3. Deskripsi Wairakite
Warna PPL: Colorless
2V: 70 105o
Kembaran: 1 arah
Tanda Optik: Biaxial (-) dan (+)

Daftar Pustaka

Barnes, Hubert L., Geochemistry of Hydrothermal Ore Deposits, 1 13, 303 307, 435
448, 1997.
Bove, Dana J., Compositional Changes Induced by Hydrothermal Alteration at the Red
Mountain Alunite Deposit, Lake City, Colorado, U.S.G.S. Bulletin 1936.
Gonchar, G.G., Fluids in the Crust: Equilibrium and Transport Properties, 1 41, 1995.
Geological Association of Canada., Alteration and Alteration Processes Associated with
Ore Forming Systems, 1 43, 315 339, 1994.
Hagemann, Steffen Dr., Hydrothermal Alteration Systematics, Ore Genesis Lecture
Series, Lecture 364, 2001. http://www.virtualgeology.com .
Jessey, Dr., Theories of Ore Genesis GSC433 Lecture. http://geology.csupomona .
edu/drjessey/class/GSC433/Genesis.htm