Anda di halaman 1dari 8

Warta Thomas

Berita Gereja

Ekaristi harian dalam minggu ini Senin s/d Kamis Pukul 05.30 di Gereja. Sabtu pukul 06.00 di Susteran.

Senin, 20 Sep : Pesta St. Matius, Rasul Penulis Injil

Rabu, 23 Sept :

Peringatan Wajib St. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam.

Jumat, 25 Sept :

Novena Tiga Salam Maria pukul 18.30 di Gereja

TIDAK DIPERKENANKAN BAGI UMAT UNTUK MEMARKIRKAN KENDARAAN DI HALAMAN RUMAH PINTAR, GPIB GIDEON, MINI MARKET, DAN LAPANGAN MAKO BRIMOB.

PINTAR, GPIB GIDEON, MINI MARKET, DAN LAPANGAN MAKO BRIMOB. Gereja Katolik Paroki Santo Thomas Kelapadua Jalan

Gereja Katolik Paroki Santo Thomas Kelapadua

Jalan Kompleks Ksatrian, Korps Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis 16951, Telepon (021) 8715526 Fax. (021) 87706362. Email: sekreparoki@thomas. keuskupanbogor.or.id Website:

http://

thomas.keuskupanbogor.or.id

Warta Mingguan Paroki St. Thomas Kelapa Dua

Edisi

Nomor : 43 Th. XVIII

: Minggu, 20 September 2015 Hari Minggu Biasa ke XXV

XVIII : Minggu, 20 September 2015 Hari Minggu Biasa ke XXV MENJADI PELAYAN BAGI SESAMA Banyak

MENJADI PELAYAN BAGI SESAMA

Banyak orang menyangka, bahwa profesi ‘pelayan’ itu suatu pekerjaan rendahan. Di jaman sekarang, sejauh manakah kita menaruh sikap dan penghargaan kepada para pelayan? Tidak sedikit

pelayan yang bernasib tidak beruntung; hidupnya kurang mendapat perhatian dari majikannya, bahkan ada yang hidupnya menderita lantaran sikap atau

tindakan majikannya. Namun tidak sedikit pelayan yang cukup mendapat tempat di hati orang yang di- layani dan dihargai di hadapan majikannya. Seorang pelayan itu adalah seorang pemberi.

Kita sadari bahwa hidup kita tidak pernah dapat dilepaskan dari kehidupan bersama orang lain. Kehidupan bersama dapat menjadi sumber kekuatan, inspirasi dan dukungan yang bisa mematangkan kehidupan iman pribadi dan hidup komunitas kita. Karena didalam kehidupan bersama itu ada semangat saling memberi dan melayani. Hari ini Tuhan Yesus bersabda: “Jika seseorang ingin menjadi yang terda- hulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya" (Mrk 9:35). Dalam injil Mrk 9:30-37, kita mendengar, bahwa pada saaat itu para murid belum dapat menangkap maksud Yesus, yang bernubuat atau meramalkan mengenai kesengsaraan Diri-Nya. Yesus berkata: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bang- kit”(Mrk 9:31) Para murid saat itu masih memikirkan dan bertengkar mengenai siapakah yang terbesar di antara mereka? Mereka berpikir mengenai kehorma- tan dan kedudukan. Para murid saat itu mengira, kalau mengikuti Yesus itu akan mendapat kedudukan dan tempat terhormat. Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini membawa cara berpikir baru, yang sering bertentangan dengan cara berpikir manusia. Kalau manusia berpikir bahwa orang yang besar adalah orang yang bisa memerin- tah, karena berkedudukan dan berkuasa; maka Tu-

han Yesus menegaskan bahwa orang yang besar adalah orang yang bersedia me- layani sesamanya. Para murid itu mengikuti Yesus, tetapi hanya untuk mencapai tujuan mereka sendiri: agar menjadi orang “gede”, terhormat, berkedudukan dan syu- kur-syukur “berpangkat”. Mereka belum sadar, kalau mau menjadi orang besar, letaknya bukan pada kedudukuan atau jabatannya, melainkan pada pelaya- nannya. Yesus memiliki norma hidup dan tujuan yang berbeda. Yesus mulai menjungkir-balikkan segala norma dan pikiran mereka. “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan dari semuanya” (Mrk. 9:35). Norma dunia tidak berlaku bagi Yesus dan Kerajaan Allah. Gengsi dan ambisi tidak berlaku bagi Yesus. Karena mereka berada dalam kondisi seperti itu, mereka malu dan tidak mau mengakui bahwa dirinya belum dapat menangkap maksud dan tujuan Yesus. Tuhan Yesus sendiri datang ke dunia untuk melayani orang, supaya mereka menemukan keselamatan. Maka Tuhan Yesus menjelaskan kepada para murid, bahwa sama seperti Diri-Nya, mereka juga dipanggil untuk melayani dan bukan dilayani. Demikian kedatangan Yesus bukan hanya melayani, melainkan juga mesti menderita dan mengorbankan hidup-Nya demi kebaikan dan keselamatan manusia. Akhirnya Yesus mengambil anak kecil dan menempatkan di tengah-tengah mereka, dan berkata: "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku" (Mrk 9:37). Anak itu pasti tidak akan memberi hormat atau balas jasa kepada mereka, sebab anak itu be- lum tahu apa-apa dan belum apa-apa. Dan justru anak-anak itulah yang harus mendapatkan pelayanan. Demikian Yesus menegaskan: kebesaran seseorang di dalam Kerajaan Allah itu terletak dalam semangat pelayanannya, bukan pada kedudukan dan kua- sanya. Dan Yesus pun sudah memberikan pengajaran dan teladan yang nyata kepada kita. “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Luk 14:11; 18:14b). RD. Yustinus Joned S

[PDKY[PDKY[PDKY[PDKY ST.THOMAS]ST.THOMAS]ST.THOMAS]ST.THOMAS] TelahTelahTelahTelah berpulangberpulangberpulangberpulang kekekeke rumahrumahrumahrumah BapaBapaBapaBapa didididi ssssurgaurga,urgaurga

Yutina Murtasiah, 17 September dalam usia 63 th. Lingk Bunda Pencipta/X

Semoga jiwanya diterima di pangkuan Bapa di surga dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan iman.

Warta Thomas

Penanggungjawab: DPP Paroki St. Thomas - Komsos Penasihat: RD. Robertus Eeng Gunawan Koordinator: K. Tatik Pelaksana: Sekretariat Paroki Sirkulasi/Iklan:

Pieter Fernandez - 0218715526 Email: warta@thomas.keuskupanbogor.or.id. Tim Warta menerima sumbangan tulisan berita/non berita dengan maksimum panjang tulisan 2000 karakter termasuk spasi dikirim via email paling lambat hari Rabu. Tim Warta berhak mengedit tulisan atau tidak menerbitkan jika mengandung SARA atau bertentangan dengan Etika, Moral, Hukum dan HAM.

“ Tuaian Memang Banyak tetapi Pekerjanya sedikit” (Matius 9:37)

Itulah tema Retret Pengutusan KEP angkatan ke-7. Setelah menyelesaikan kursus selama hampir 6 bulan (April - September) maka tibalah puncak dari semua penga- jaran Kursus Evangelisasi Pribadi yaitu Retret Pengutusan. Diikuti oleh 49 peserta dari total 51 peserta. 2 peserta yang berhalangan, harus mengikuti Retret ini tahun depan. Jumat (11/09/2015) pkl 13.00 wib, peserta berangkat dari Paroki. Diseleng- garakan selama 3 hari (11-13 September 2015) bertempat di Wisma Puspanita Ciawi Bogor. Retret dimulai dengan misa pembukaan oleh Romo St. Sumardiyo. Dalam ho- milinya Romo Sumardiyo menegaskan tentang “perutusan” sebagaimana kita diutus menjadi pipa-pipa/saluran berkat lewat pelayanan kita. Silanjutkan dengan sesi demi sesi yang diawali dengan puji-pujian oleh tim PDKK St. Thomas. Sesi pertama yaitu sesi Pemberitaan injil dan Refleksi Emaus. Dalam Refleksi ini, peserta diajak menjadi seperti kedua murid Yesus yang dalam perjalanannya menuju Emaus mengalami Krisis Iman karena kehilangan harapan sejak kematian Kristus. Pesertapun diminta pergi berdua-dua membagikan pengalaman imannya, pegumulannya, dan saling menguatkan dan mendoakan. Malam pertama ditutup dengan Salve dan istirahat malam. Keesokan paginya, pukul 06.00, peserta berkumpul kembali di kapel untuk Doa Yesus. Doa Yesus ialah bentuk doa yang sederhana, tetapi mampu membawa kita pada kedalaman doa yang besar karena hanya terpusat pada Yesus itu sendiri. Sesi selanjutnya dibawakan oleh Bpk.Antonius Rudy dan Ibu Helena Ririh dari Serang. Dalam Sesinya kita diingatkan akan kebaikan Kristus yang tetap menerima kita seo- rang pendosa untuk tetap dipanggil oleh Tuhan menjadi pelayanNya. Acarapun dilanjutkan dengan Ibadat Tobat, pengakuan dosa dan konseling. Sore harinya peserta sudah tak sabar untuk diutus dalam Misa Pengu- tusan. Misa dipersembahkan oleh Bapa Uskup, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM, bersama konselebran Rm Eeng dan Rm Sumardiyo. Pe- serta maju satu persatu menerima berkat pengutusan agar siap men- jadi pewarta kabar baik Kristus. Uskup berpesan agar kita harus siap sedia menjadi Pewarta-Pewarta kebaikan dan kasih Kristus dimanapun dan kapanpun kita berada. Malam harinya diadakan doa mohon karunia Roh Kudus (Pencurahan Roh Kudus). Roh Kudus benar-benar hadir dan menjamah setiap pribadi. Beberapa di antaranya bersaksi bahwa mereka merasakan kasih Tuhan, sukacita dan damai sejahtera yang luar biasa membuat mereka lebih mencintai Tuhan Yesus. "Seperti diajak menari oleh Tuhan", demikian sharing dari seorang yang mendapatkan karunia menari. "Seperti berada di dalam surga, bahagia sekali" ujar salah seorang peserta lain. Adorasi Sakramen MahaKudus adalah sesi penutup dimana Monstrans dibawa berke- liling memberkati peserta. Roh Kudus memberikan beragam karunia dan adanya mujizat kesembuhan (fisik dan luka batin).

liling memberkati peserta. Roh Kudus memberikan beragam karunia dan adanya mujizat kesembuhan (fisik dan luka batin).

Minggu pkl 06.00, peserta berkumpul untuk lectio divina (berdoa sambil mere- nungkan kitab suci), dengan tema BKSN "Melayani dalam Keluarga". Peserta begitu bersemangat untuk menyingkap ayat-ayat Kitab Suci sambil membagikan pengala- man melayani dalam keluarga mereka. Setelah itu Kepala BPK Bogor, menyampai- kan peranan Roh Kudus dalam pelayanan kita. Sungguh mengesankan serius tapi santai. Lalu, Sosialisasi Progam Kerja oleh Ketua DPP St. Thomas untuk periode 3 tahun ke depan. Disusul oleh evaluasi retret dan Pemilihan Ketua KEP 8. Bp. G.Cahyo terpilih sebagai ketua dan Ibu Niken Widorini sebagai wakilnya. Peserta KEP sangat mendukung dan bersemangat sekali untuk melayani di KEP 8. Santap siang menjadi penutup retret dan peserta kembali pulang ke rumah masing-masing dengan hati penuh sukacita. Mau tahu apa kata mereka setelah ikut Retret Perutusan yang super duper seru

ini? Lieke - Luar biasa ikut retret ini, keakraban terjadi satu sama lain, tawa canda tangis haru melebur jadi satu, membuat kita sadar betapa baiknya Tuhan dan mem- buka hati kita bahwa Tuhan Yesus selalu menanti kita untuk datang, dan terlebih membuat kita semakin mengimani Kristus. Linda - Saya jadi lebih rindu untuk selalu dekat dalam hadiratNya, semoga imanku juga selalu bertumbuh untukNya dan untuk sesama. Puji Tuhan, Terima kasih atas semua pihak yang telah turut mendukung & men-

Api Cinta dari Roh Kudus selalu mengobar-

kan semangat kita untuk selalu melayani dan menjadi pewarta kabar baik dalam

Tuhan menunggumu untuk ikut di KEP 8 :)

setiap hal yang kita kerjakan. Amin

doakan pelaksanaan retret ini

Semoga

Tuhan Yesus memberkati

(Martha— panitia Kep 7)

Ucapan Syukur Terima kasih serta puji dan syukur bagi Tuhan Yesus dan Bunda Maria atas

Ucapan Syukur Terima kasih serta puji dan syukur bagi Tuhan Yesus dan Bunda Maria atas terkabulnya per- mohonan kami melalui Doa Novena 3 Salam Maria & Doa Rosario _ Ibu Bambang

BELA GEREJA MELALUI BELA RASA GERAKAN OTA

“ Sia-sia membangun gereja dan masjid mewah, jika di sekitarnya masih banyak orang miskin dan anak-anak yang hidup tanpa pendidikan”. Ungkapan Henny Kristianus (Majalah Hidup, 06 September 2015), relawan dan pegiat pendidikan anak-anak miskin di pedalaman tentu bukan bermaksud mengecilkan hati umat beserta para gembala yang ingin membangun rumah ibadah yang megah dan nyaman karena kita pun tidak dilarang untuk mendapatkannya. Henny Kristianus hanya menggugat kepedulian kita akan keberadaan kaum miskin khususnya anak-anak tidak berdaya yang ada di sekitar kita. Mereka sangat memerlukan uluran tangan sesamanya agar dapat menapaki masa-masa yang rentan namun amat menentukan perjalanan hidupnya kelak. Mereka membutuhkan pendidikan yang layak, karena hanya cara ini yang dapat membawa mereka pada tingkat kehidupan yang layak apalagi sentosa. Bapak dan Ibu warga Paroki Santo Thomas yang budiman, pernahkah kita membayangkan bila kita dahulu menjadi seperti mereka, atau suatu hari anak-cucu kita mengalami kepapapan seperti mereka? Pernahkan terpikirkan bahwa sekecil apapun bantuan yang kita berikan amat berguna bagi sesama kita yang lemah ini ? Sekali lagi kita diingatkan pada realitas yang dialami sesama kita kaum papa. Setidaknya ada dua hal yang mendasari tindakan umat untuk mengulurkan tangan membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung ini. Yang pertama tentu ajaran cinta kasih yang ditanamkan Yesus Kristus kepada segenap umat-Nya. Kitab Ulangan bab 24:19 menggambarkan secara tepat perihal berbagi kepada kaum miskin : “ Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda - supaya Tuhan, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu”. Tanpa bermaksud merendahkan siapapun, orang asing, anak yatim dan para janda dalam ayat ini diambil untuk menggambarkan kaum miskin pada jaman itu. Pesan yang ingin disampaikan ayat ini bahwa sebagian dari rejeki yang kita miliki adalah hak orang-orang miskin di sekitar kita. Hal kedua, Paroki Santo Thomas, gereja kita tercinta mengacu Visi Keuskupan Bogor, mengemban Visi sebagai ‘communio’ dari aneka komunitas basis yang beriman mendalam, solider dan dialogal, memasyarakat dan misioner. Dalam kaitan ini, solider alias bela rasa kepada sesama sudah semestinya menjadi ciri yang mencuat dari sosok Gereja di agar keberadaannya sebagai agen cinta kasih dirasakan nyata oleh umat dan lingkungan di sekitarnya. Bertolak dari dua hal di atas, Dewan paroki Santo Thomas berniat mengajak seluruh umat untuk menggalang solidaritas, merelakan sebagian tuaian gandum yang tercecer di ladang, untuk membantu kaum papa agar mereka dapat mengenyam pendidikan yang layak guna merenda masa depan mereka. Disadari atau tidak, membantu pendidikan anak-anak sejatinya merupakan gerakan nyata Bela Gereja, karena dengan menghantarkan generasi penerus yang sehat dan sejahtera, masa depan Gereja akan terjamin karena kaum dewasa akan segera surut dan generasi penerus akan tampil mengambil alih kendali menjaga gereja kita. Demikianlah perjalanan Gereja akan bergulir dari masa ke masa. Segenap umat Paroki yang terkasih, kita semua sebagai pribadi maupun kelompok diundang untuk ambil bagian dari gerakan Bela Gereja melalui gerakan Orang Tua Asuh (OTA) untuk membantu pendidikan anak-anak kita yang kekurangan. Program ini akan segera digulirkan. Seksi OTA Bidang Pelayanan DPP akan berperan sebagai mediator dan pengelola yang mempertemukan calon OTA dengan calon anak asuh. Bapak Ibu dan Saudara terkasih yang terpanggil berbela rasa dapat menghubungi Koordinator Seksi OTA

(Niken Widorini, 081234577804) atau Koordinator Bidang Pelayanan ( H Sukardi, 08128139450). Tata cara selengkapnya mengenai program ini akan segera disampaikan kepada umat dalam waktu dekat. (Ig. Amrih Dumadi, Wakil Ketua I DPP).

Hari/Tanggal

Pkl.

Koor

Pemandu Umat

Tata Bunga

Pkl. Koor Pemandu Umat Tata Bunga Petugas Liturgi JUMAT, 25/09 18.30 KEP LEGIO MARIA SAB,

Petugas Liturgi

JUMAT, 25/09

18.30

KEP

LEGIO MARIA

SAB, 26/09

18.00

YULIUS W2

CAROLUS W7

MGG, 27/09

06.00

MARIA W5

BARTOLOMEUS W6

MARIA

W5

MGG, 27/09

08.00

SEKOLAH PERMATA

BUNDA

THERESIA W7

MGG, 27/09

18.00

RATU ROSARI W9

NIKOLAS W1

MGG, 27/09-

STASI

07.00

YAKOBUS W11

AGNES W12

Mengapa Tuhan Membiarkan Kita di Masa-masa Sulit?

Kadang-kadang kita bertanya-tanya, “Apakah yang saya lakukan ini layak?” atau “Mengapa Tuhan harus melakukan ini pada saya?” Kisah berikut ini mungkin bisa menjadi penjelasan yang indah. Seorang anak perempuan bercerita kepada Ibunya bagaimana segala sesuatu yang dikerjakannya selalu tidak berkenan. Ia gagal dalam pelajaran aljabar, pacarnya memutuskannya, dan sahabatnya menjauh. Saat itu, Ibunya sedang membuat cake, dan bertanya pada putrinya apakah ia menyukai camilan yang dibuatnya. Anak perempuan itu berkata, “Benar-benar Bu, aku sangat menyukai kue buatan Ibu.” “Sini, coba cicipi minyak goreng ini,” kata Ibunya menawarkan. “Waks,” kata putrinya. “Coba dengan telur mentah ini?” “Ihh, gak enak, Bu!” “Atau mau mencicipi sedikit tepung terigu atau baking soda?” “Bu, itu semua ‘kan gak enak!” Lalu, sang Ibu berkata, “Ya, semuanya tampak tidak enak bila sendiri-sendiri. Tetapi ketika semuanya disatukan dengan cara yang benar, akan menjadi sebuah kue yang enak!” Tuhan pun bekerja dengan cara yang sama. Sering kali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa sulit dan tidak menyenangkan. Tetapi Tuhan tahu bahwa ketika Dia menempatkan hal-hal itu semua dalam rangka-Nya, mereka selalu bekerja untuk kebaikan! Kita hanya harus percayak kepada-Nya, bahwa pada akhirnya, semuanya akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. (Tatik – inspire)

Pengumuman Perkawinan

#1

#2

#3

Stevanus Budi Nugroho dariParoki St. Gabriel Bandung denagn Dewi Anggita Sari dari Paroki St. Thomas Kelapadua

Rahmat Ardian dari Paroki Katedral Roh Kudus Denpasar dengan Christina Ike Kurniasih dari Lingkungan St. Nikolas

Marcellinus Gigih Suprayitno daro Paroki St. Yohanes Vianny Cilangkap dengan Emilia Catur Udiah Krismeiyanti dari Lingkungan St. Yulius

Leonard Nikolas dari Paroki St. Thomas Kelapadua dengan Angelina Cindy Aprilia Hiemawan dari Paroki St. Antonius Padua Bidaracina Jakarta

Stefanus Sandy Indrawan Pradipta dari Paroki St. Anna Duren Sawit dengan Maria Merdeka Maru dari Lingkungan St. Yohanes De Britto

Ivan Ignatius Simamora dari Paroki St. Thomas dengan Lucia Ekaristiyanti dari Paroki Pancoran Mas Depok

Ignatius Aditya Agung Wijaya dari paroki St. Paulus Depok dengan Maria Elizabeth Rini Puspitasari dari Lingkungan St. Yustinus

Yoseph Dittya Putra Gattiono dari Paroki St. Yusuf Pekerja Magelang dengan Isabella Veronica dari Lingkungan St. Agnes

Maria Floriany dari Paroki St.Thomas Kelapadua dengan Agustinus Widyarto dari paroki St. Antonius Padua Bidaracina Jakarta

Juiventus Tintus Edgardi Bayu dari Paroki St. Thomas Kelapadua dengan Theresia Beatrik Victory dari Paroki St. Gabriel Pulo Gebang Jakarta Timur.

Bagi umat yang mengetahui adanya halangan atas rencana perkawinan tersebut; WAJIB memberitahukan kepada Pastor Paroki.

TAHBISAN PRESBITERAT (IMAM) KEUSKUPAN BOGOR

1. Diakon Marselinus Wisnu Wardhana

2. Diakon Bonifasius Heribertus Beke

3. Diakon Alvares Maria, CSE

4. Diakon Hieronymua a Spriritu Sancto, CSE Misa dipersembahkan oleh :

Mgr. Paskalis Bruno Syukur,OFM Selasa, 29 September 2015 Pukul 16.00 Gereja St. Joseph Sukabumi Jl. Suryakencana No 11 Sukabumi Jawa Barat

 

Kursus Persiapan Perkawinan

 

akan dilaksanakan pada hari :

 

- Jumat, 30 Oktober pukul 19.30

- Sabtu, 31Oktober pukul 08.00-17.00

SEKSI

Kerasulan

Keluarga

- Minggu, 1 November pukul 10.00 - 17.00

Pendaftaran di Sekretariat Paroki setiap jam kerja

 

Pembaharuan

Janji

Perkawinan

bagi

pasutri

yang

berulang

tahun

dibulan

September

hari

Sabtu,

26 September

saat

Perayaan

Ekaristi

pukul

18.00.

Pendaftaran di Sekretariat Paroki.

 

P D K K

PDKK St. Thomas dan Alumni KEP mengundang Bpk/ibu dan orang muda katolik untuk merasakan kasih Allah dalam persekutuan doa dengan tema “Keluarga yang dipulihkan” pembicara Bapak Dominikus Agus Gunawan Pada hari Rabu, 23 Agustus pukul 19.30 di Aula

O M K

BKSN OMK Paroki akan dilaksanakan hari Minggu, 27 September pukul 10.30 di Aula Bawah. Mohon kehadirannya untuk mudika wilayah 1-12

PRISKAT

Cam Pria Sejati ke 3 Katolik akan dilaksanaakn tanggal 2-4 Oktober 2015 Tempat Griya Dhama Wulan Jl. Babakan Madang 99 Sentul Selatan. CP : Gondo 0812 9582 3888 Andreas 0818 993 787 Biaya : 900.000

 

L A N S I A

Pertemuan Rutin Lansia Simeon Hanna Paroki St. Thomas Hari Sabtu, 3 Oktober 2015 pukul 09.00 di Aula

Tgl

 

Daftar Bacaan Harian

 

21/09

Ef. 4:1-7,11-13; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13 BcO Ef. 4:1-16 Ezr. 6:7-8,12b,14-20; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Luk. 8:19-21. BcO Yes. 5:8-13,17-24 Ezr. 9:5-9; MT Tob. 13:2,3-4a,4bcd,5,8; Luk. 9:1-6. BcO Yes. 7:1-17 Ezr. 9:5-9; MT Tob. 13:2,3-4a,4bcd,5,8; Luk. 9:1-6. BcO Yes. 7:1-17 Hag. 2:1b-9; Mzm. 43:1,2,3,4; Luk. 9:19-22. BcO Yes. 28:1-6,14-22 Za. 2:1-5,10-11a; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Luk. 9:43b-45. BcO Mi. 1:1-9; 2:1-11 Bil. 11:25-29; Mzm. 19:8,10,12-13,14; Yak. 5:1-6; Mrk. 9:38-43,45,47-48 BcO Mi. 3:1-12

22/09

23/09

24/09

25/09

26/09

27/09