Anda di halaman 1dari 49

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Eksplorasi geokimia

khusus

mengkonsentrasikan

pada

pengukuran

kelimpahan, distribusi, dan migrasi unsur-unsur bijih atau unsur-unsur yang


berhubungan erat dengan bijih, dengan tujuan mendeteksi endapan bijih. Dalam
pengertian yang lebih sempit eksplorasi geokimia adalah pengukuran secara
sistematis satu atau lebih unsur jejak dalam batuan, tanah, sedimen sungai aktif,
vegetasi, air, atau gas, untuk mendapatkan anomali geokimia, yaitu konsentrasi
abnormal dari unsur tertentu yang kontras terhadap lingkungannya (background
geokimia).
Semua endapan bijih adalah produk dari daur yang sama di dalam prosesproses geologi yang mengakibatkan terjadinya tanah, sedimen dan batuan. Pada
dasarnya studi geokimia mempelajari tentang jumlah dan penyebaran dari unsurunsur kimia di dalam mineral, batuan, cebakan, tanah, airtanah dan di atmosfer
serta daur dari unsur-unsur kimia di alam berdasarkan sifat-sifat atom atau ionnya.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dari diadakannya penelitian ini yaitu agar mahasiswa
mampu mengaplikasikan teori yang didapatkan diperkuliahan.
Adapun tujuan dari fieldtrip ini yaitu:
1. Mengetahui sedimentasi di daerah penelitian
2. Mengetahui analisa ukuran butir terhadap sedimentasi daerah
penelitian
3. Mengetahui analisa mineral berat pada daerah penelitian
1.3 ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan fieldtrip ini yaitu:
1. Buku lapangan
2. Palu dan kompas geologi
3. HCL 0,1 molar
4. Kantong sampel

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015

5. Kertas A4
6. Rol Meter
7. Mistar/Penggaris
8. Sekop Semen
1.4 WAKTU,LETAK, DAN KESAMPAIAN DAERAH
Kegiatan fieldtrip ini dilaksanakan selama satu hari yang dilaksanakan
tepatnya pada hari sabtu, 25Mei 2015.
Fieldtrip ini dilaksanakan di tiga tempat berbeda yaitu di Pantai Ujung
Batu kabupaten Barru, Pantai Dutungan kabupaten Barru, Dan Pantai Lumpue
Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kesampaian daerah penelitian dimana Pantai Ujung Batu dapat ditempuh
dari kota Makassar dengan kendaran roda empat dengan jarak 100 km dengan
waktu tempuh 3 jam. Lokasi kedua yaitu Pantai Dutungan yang berjarak 30
km dari lokasi pertama atau sekitar setengah jam dari lokasi pertama .Lokasi
pertama dan kedua berada di Kabupaten Barru, provinsi Sulawesi Selatan.
Lokasi ketiga berada di Kota Parepare atau sekitar 35 km dari lokasi kedua
dengan jarak tempuh 40 menit dari lokasi kedua.
1.5 PENELITI TERDAHULU
1. VAN BEMMELEN, 1949, yang menulis tentang lengan selatan pulau
Sulawesi.
2. DJURI dan SUJATMIKO, 1974, meneliti geologi lembar Pangkajene dan
bagian barat lembar Palopo Sulawesi Selatan dengan skala 1:250.000.
3. S. SARTONO dan K.A.S. ATADIREJA, 1981, meneliti geologi kuarter
Sulawesi Selatan dan Tenggara.
4. SURTONO dan ASTADIREJA, 1981, Meneliti Geologi Karst Sulawesi
Selatan dan Sulawesi Tenggara.
5. RAB. SUKAMTO, 1982, membuat peta geologi regional lembar
Pangkajene

dan

Watampone

bagian

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015

Barat,

Sulawesi

Selatan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 GEOMORFOLOGI REGIONAL
Didaerah Lembah Pangkajene Watampone bagian barat terdapat 2 baris
pegunungan yang memanjang hampir sejajar pada dua arah utara-barat laut dan
terpisahkan oleh lembah sungai Walanae. Pegunungan bagian barat,hampir
setengah luas daerah,melebar di bagian selatan (50 km) dan menyempit dibagian
utara (22 km).
Puncak tertinggi 1694 m,sedangkan ketinggian rata-rata 1500 m.
Pembentukannya sebagian besar btuan gunung api.Dilereng lembah barat dan
beberapa tempat dilereng timur terdapat topografi keras dilereng barat terdapat
daerah pebukitan yang dibentuk oleh batuan pra-tersier.Pegunungan ini di barat
daya dibatasi oleh daratan Pangkajene Maros yang luas sebagai lanjutan dari
daratan di selatannya.
Pegunungan bagian timur,relatif lebih sempit dan lebih rendah,dengan
puncaknya rata-rata setinggi 700 m dari yang tertinggi 787 m.Pegunungan ini juga
sebagian besar berbatuan gunung api.Bagian selatannya melebar 20 km dan lebih
tinggi,tetapi ke utara menyempit dan merendah serta akhirnya menuju kebawah
batas antara lembah walanae dan dataran bone yang sangat luas yang menempati
hampir sepertiga bagian timur.
LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015

Lembah Walanae yang memisahkan kedua pegunungan tersebut dibagian


utara selebar 35 km,tetapi dibagian selatan hanya 10 km.Ditengah terdapat sungai
Walanae yang mengalir ke utara.Bagian Selatan berupa perbukitan rendah dan
bagian utara terdapat dataran aluvisme yang sangat luas mengelilingi danau
tempe.
2.2 ANALISA UKURAN BUTIR
Sedimentologi merupakan ilmu yang mempelajari proses pembentukan
batuan sedimen, mencakup seluruh proses-proses yang ada di dalamnya seperti
pelapukan, erosi, transportasi, deposisi hingga litifikasi. Salah satu bagian yang
penting untuk dipelajari dalam batuan sedimen maupun endapan sedimen adalah
tekstur dari sedimen itu sendiri baik yang sudah mengalami litifikasi menjadi
batuan maupun yang belum mengalami litifikasi. Sebagaimana telah diketahui
bahwa tekstur merupakan hubungan antar butir pada batuan sedimen. Dalam
mempelajari tekstur batuan sedimen harus diketahui terlebih dahulu komponen
tekstur batuan sedimen. Adapun komponen tekstur batuan sedimen yaitu :
Ukuran butir
Morfologi butir
Kemas antar butir pada batuan
Hubungan antar butir
Dari keempat komponen di atas, salah satu komponen yang akan dibahas
adalah komponen ukuran butir sedimen.
Klasifikasi Ukuran Butir/Partikel Sedimen :
Klasifikasi ukuran butir sedimen yang banyak digunakan oleh publik serta
diterima oleh ahli sedimentologi adalah skala Udden-Wentworth. Sedangkan
klasifikasi baku ukuran butir sedimen dan ukuran ayakan (mesh) yang dipakai

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015

adalah menurut US Standard. Berikut adalah tabel yang memuat skala UddenWenthworth dan juga klasifikasi baku ukuran butir sedimen dan ukuran ayakan
(mesh) menurut US Standard :

Sumber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e2/WentworthGrain-Size-Chart.pdf/page1-593px-Wentworth-Grain-Size-Chart.pdf.jpg
Cara Pengukuran Besar Butir Sedimen (Granulometri) :
Dalam analisis butir dikenal juga istilah analisis granulometri atau cara
pengukuran besar butir sedimen. Ada beragam cara atau prosedur yang dapat
dilakukan untuk pengukuran besar butir sedimen yang mudah dilakukan antara
lain yaitu dengan pengukuran langsung dan ayakan. Brikut adalah metode-metode
yang dapat dilakukan untuk pengukuran besar butir sedimen dalam berbagai
ukuran butir :
Tabel: Metode Pengukuran Butir Sedimen
Ukuran Butir
Gravel
Pasir

Metode
Pengukuran langsung (kaliper), ayakan
Ayakan, tabung sedimentasi

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015

Lanau
Lempung

Ayakan (untuk butir kasar), tabung sedimen, pipet


Pipet, mikroskop elektron

Pengolahan Data Ukuran Butir :


Pengolahan data distribusi ukuran butir yang banyak dilakukan adalah
berupa :
Plotting data sebagai histogram, kurva distribusi frekuensi maupun tipe data yang
lain yang mampu memberikan gambaran visual data.
Perhitungan parameter statistik (rata-rata, standard deviasi, kurtosis, dll.) secara
deskriptif dari grafik.
Perhitungan momen statistik seperti di atas secara matematis dari data persentase
berat fraksi ukuran butir.
Dalam analisis granulometri dapat dilakukan 2 jenis analisis atau
perhitungan parameter statistik yaitu perhitungan parameter statistik secara grafis
dan juga secara matematis.
Perhitungan Parameter Statistik Secara Grafis :
Perhitungan parameter secara grafis didahului dengan pengeplotan data
dalam bentuk grafik. Prinsipnya adalah : penggunaan kurva frekuensi atau
frekuensi kumulatif untuk menentukan nilai phi pada persentase tertentu
kemudian dimasukkan ke dalam rumus-rumus moment berikut :
Median
Ukuran butir yang berada tepat pada tengah populasi.
Mode
Frekuensi ukuran butir yang paling sering muncul.
Mean
Nilai rata-rata ukuran ukuran butir.
Sortasi
Nilai standar deviasi distribusi ukuran butir atau tingkat keseragaman
ukuran butir.
LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015

Klasifikasi :
<0,35
0,35 0,50
0,50 0,71
0,71 1,00
1,00 2,00
2,00 4,00
>4,00

very well sorted


well sorted
moderately well sorted
moderately sorted
poorly sorted
very poorly sorted
extremely poorly sorted

Skewness
Nilai kesimetrian kurva frekuensi yang mana nilai skewness positif akan
menunjukkan kurva frekuensi di sebelah kiri mean yang berarti bahwa sedimen
tersebut didominasi oleh partikel dengan ukuran butir yang lebih kasar, begitu
juga sebaliknya.
Klasifikasi SK1 :
+1,0 - +0,3
very fine-skewed
+0,3 - +0,1
fine-skewed
+0,1 - -0,3
near-symmetrical
-0,1 - -0,3
coarse-skewed
-0,3 - -1,3
very course-skewed
Kurtosis
Nilai yang menunjukkan kepuncakan kurva dan kecenderungan terhadap
nilai ekstrim.
Klasifikasi KG :
<0,67
0,67 0,90
0,90 1,11
1,11 1,50
1,50 3,00
>3,00

very platykurtic
platykurtic
mesokurtic
leptokurtic
very leptokurtic
extremely leptokurtic

Perhitungan Parameter Statistik Secara Matematis :


Prinsip

perhitungan

parameter

statistik

secara

matematis

adalah

menggunakan konsep moments seperti pada mekanika. Perhitungan dengan cara


ini diperlukan data distribusi frekuensi yang lengkap.

Interpretasi Data dalam Analisis Ukuran Butir :

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015

Pengolahan data ukuran butir dapat digunakan untuk berbagai macam


keperluan seperti :
Karakteristik sedimen dengan tinjauan statistik (untuk menentukan tekstur
sedimen).
Ketersedian partikel dengan ukuran butir tertentu dari material asal.
Menentukan agen transportasi dan deposisi.
Menentukan proses deposisi akhir (suspensi, traksi, saltasi dsb).
Menentukan lingkungan pengendapan dll.
2.3 MINERAL BERAT
Mineral berat (heavy mineral) merupakan mineral yang memiliki berat
jenis lebih besar dari 2,58. mineral berat merupakan mineral tambahan yang
konsentrasinya kurang dari 1%. Meskipun kecil jumlahnya, mineral berat sangat
berperan untuk studi provenans, selain itu sejarah transportasi, pelapukan sedimen
serta studi korelasi dan paleogeografi juga memanfaatkan mineral berat. Bentuk
fisik dari mineral berat mencerminkan tingkat intensitas abrasinya.
Untuk memisahkan mineral berat dari mineral ringan [kwarsa, feldspar,
kalsit] digunakan larutan bromoform atau tetrabromomethane.
Mineral berat dapat dikelompokkan kedalam 4 bagian :
1. Mineral Opak
Memiliki berat jenis yang sangat tinggi disebabkan kandungan unsur
besinya.
Contoh mineral opak :
a. Magnetit dan Ilmenit
Bernilai ekonomis sebagai endapan placer [letakan]. Stabil pada kondisi
oksidasi, tapi mudah larut pada lingkungan reduksi. Magnetit dapat berubah

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015

menjadi hematit ayau limonit, sedangkan untuk ilmenit biasanya berubah menjadi
leucoxen, sphene, anatase, atau mineral titanium.
b. Pirit
Berkembang saat kondisi asam.
c. Hematit dan limonit
Terbentuk dari alterasi
d. Leucoxen
2.

Mineral Mika

Umumnya mineral ini tidak diperhitungkan dalam studi mineral berat


karena bentuknya yang sangat berbeda dan ternyata tidak membenam saat
dilarutkan dengan bromoform
3.

kelompok Ultra-Stabil

Zircon, turmalin, rutil memiliki sifat fisik sangat keras dan inert, serta bisa
bertahan oleh beberapa kali reworking
4.

Kelompok Meta-Stabil

Olivin
Hanya terjadi di daerah beriklim kering, mudah teralterasi dan melimpah
pada batuan beku.
Apatit

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015

Stabilitas menengah, menunjukkan sumber dari batuan volkanik, tetapi


bisa juga terdapat pada batuan plutonik asam dan basa.
Hornblende dan piroksen
Berasal dari batuan beku dan batuan metamorf, tapi jika kelimpahannya
sangat banyak menunjukkan batuan asal dari batuan metamorf atau volkanik.
Oxyhornblende berasal dari batuan beku basaltik. Glaukopan dan tremolit dari
batuan metamorf. Piroksen sangat mudah terlarut setelah sedimentasi sehingga
jarang muncul pada batupasir yang porous.
Garnet
Berasal dari plutonik, pegmatit dan batuan metamorf, jika melimpah
berarti berasal dari batuan metamorf.
Epidot, Klinozoisit, dan Zoisit
Kyanit, silimanit, andalusit, stauroit
Berasal dari batuan sumber metamorf.

Tabel 2.1. Asosiasi mineral berat dan provenansnya menurut Mc. Lane 1995
Provenance
Sedimentary

Heavy Mineral Suite


Rounded zircon, tourmaline, rutile,
sphene, magnetite

Low-grade metamorphic,

Andalusite, staurolite, chondrodite,

contact metamorphic

corundum, topaz, tourmaline,


vesuvianite, zoicite, wollastonite, chlorite,
muscovite.

Higher-grade metamorphic,

Garnet, epidot, zoicite, staurolite, kyanite,

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 10

Dynamothermal metamorphic

sillimanite, andalusite, magnetite, sphene,


zircon, biotite

Acid igneous

Monazite, sphene, zircon, tourmaline, rutile,


magnetite, apatite, muscovite

Basic igneous

Ilmenite, magnetite, anatase, brookite,


diopside, rutile, chromite, olivine

Pegmatitic

Tourmaline, beryl, topaz, monazite,


cassiterite, muscovite

Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan variasi mineral berat :


Litologi daerah asal dan kelimpahan mineral
Kondisi kimiawi lingkungan pengendapan
Proses fisis selama transportasi
Kestabilan diferensial mineral
Abrasi yang berlangsung
Faktor yang berlangsung setelah pengendapan

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang dilakukan pada fieldtrip yaitu metode pustaka dan
metode sampling. Dimana metode pustaka dilakukan pada tahap pengenalan

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 11

lokasi penelitian dan pada saat pengerjaan lapora. Sedang metode sampling
digunakan pada saat dilapangan dengan mengambil conto sedimen pantai.
3.2 Tahapan Penelitian
Fieldtrip ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu:
3.2.1 Tahap Administrasi dan Teori
Tahapan ini terdiri atas pengembangan pengetahuan teori yang didapatkan
melalui perkuliahan dan melalui jurnal-jurnal serta penyelesaian tahapan
administrasi baik itu administrasi dikampus serta di daerah penelitian.
3.2.2 Tahap Pengambilan Data
Tahapan ini merupakan tahap inti dari penelitian diman kita melakukan
pengambilan conto sampel pada sedimen pantai pada daerah penelitian.
3.2.3 Tahap Laboratorium
Pada penelitian sampel di laboratorium di gunakan sampel pada setiap
stasiun. Sampel yang sudah di ambil dari stasiun harus di cuci dan di keringkan
terlebih dahulu , kemudian di timbang 100 gram tiap stasiunnya dan di ayak
sengan 7 jenis mesh pada mesin pengayak yang sudah di sediakan di laboratorium
langkah terakhir yaitu menghitung berat material yang sudah di ayak berdasarkan
jenis mesh masing-masing.(material logam dan non logam)
Setelah itu dilakukan analisa material pada mikroskop untuk mendeskripsi
kandungan mineral yang terkandung pada sedimen pantai pada setiap stasiun.
3.2.4 Pengolahan Data
Dalam pengolahan data pertama-tama di buat data ukuran butir hal ini di
dapat berdasarkan data ang di dapat di laboratorium kemudian data itu di olah
dengan menghitutung nilai mean, median, dan modus

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 12

o Menghitung nilai mean, median , modus,

Inclusive Graphis

Standard Deviation untuk mengetahui sortasi, Graphic Skewness


agar diketahui lingkungan pengendapan material sedimen, Graphic
kurtosis agar diketahui pendistribusian butir material sedimen.
TAHAPAN PENELITIAN

Tahap Administrasi

Pemahaman Teori

Pengambilan sampel

Lapangan

Analisa Laboratorium Sedimen

Deskripsi Mineral

Pemisahan Logam dan Non Logam

Pengolahan Data

LAPORAN

Bagan alur Fieldtrip Geokimia Eksplorasi


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, maka dapat diketahui


hasil ukuran butir dan mineral berat dari daerah penelitian adalah sebagai berikut :
4.1.1 ANALISIS UKURAN BUTIR

No

Mesh

Bukaan

Berat (g)

Berat (%)

Berat
Kumulatif

-1

7.046

7.942645219

7.046

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 13

11.35

12.7943547

18.396

0.5

41.208

46.45196199

59.604

0.25

21.902

24.68915918

81.506

0.125

7.111

8.015916854

88.617

0.063

0.089

0.100325777

88.706

Pan

0.005

0.00563628

88.711

88.711

100

432.586

Total
Pantai Dutungan 10 cm

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 14

Data Nilai yang diperoleh dari kurva kumulatif pada grafik semilog
Sampel

16

25

50

75

84

95

P.Dutungan 10
cm

-1.3

-1.7

0.2

1.2

1.9

Mean Grain Size


Mqz = 16+50+84
3
=

1.3+0.2+1.9
3

= 0.2667
Sorting Variasi Ukuran Dari Sampel
= 84-16 + 95-5
4
6

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 15

1.9(1.3)
4

00
6

= 0.8 + 0
= 0.8
Inclusive Graphic Skewness
Sk = 16+84-2.50 + 5+95-2.50
2(84- 16)
2(95- 5)
Sk =

1.3+1.92(0.2)
+
2(1.9+1.3)

Sk =

0.2
6.4

0+02(0.2)
2(00)

0.4
2

Sk = 0.0313 + (-0.2) = -0.1687

Inclusive Graphic Kurtosis

K=

955
2,44( 7525)

K=

00
2,44(1.2+1.7)

K=0

Pantai Dutungan 20 cm
No
Mesh
Bukaan
1

-1

Berat (g)

Berat (%)

Berat
Kumulatif

9.725

10.92218017

9.725

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 16

13.696

15.38202361

23.421

0.5

46.611

52.34897068

70.032

0.25

15.388

17.28231449

85.42

0.125

3.475

3.902784173

88.895

0.063

0.138

0.154988264

89.033

Pan

0.006

0.00673862

89.039

89.039

100

455.565

Total

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 17

Data Nilai yang diperoleh dari kurva kumulatif pada grafik semilog
Sampel
5
16
25
50
75
84
P.Dutungan 20
0
-1.1
-1.6
0.2
0.8
1.5
cm

Mean Grain Size


Mqz = 16+50+84
3
=

1.1+0.2+1.5
3

= 0.2
Sorting Variasi Ukuran Dari Sampel
= 84-16 + 95-5
4
6
=

1.5+1.1
4

00
6

= 0.65

Inclusive Graphic Skewness


Sk = 16+84-2.50 + 5+95-2.50

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 18

95
0

2(84- 16)

2(95- 5)

1.1+1.52(0.2)
2(1.5+1.1)

0
5.2

0.4
0

0+02(0.2)
2(00)

=0

Inclusive Graphic Kurtosis

K=

955
2,44( 7525)

K=

00
2.44(0.8+1.6)

=0

No

Mesh

Bukaan

Berat (g)

Berat (%)

Berat
Kumulatif

-1

24.598

27.7886983

24.598

16.093

18.1804831

40.691

0.5

25.925

29.2878285

66.616

0.25

8.249

9.31900856

74.865

0.125

6.913

7.80971102

81.778

0.063

6.527

7.37364152

88.305

Pan

0.213

0.24062902

88.518

88.518

100

465.371

Total
Pantai Lumpue 10 cm

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 19

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 20

Data Nilai yang diperoleh dari kurva kumulatif pada grafik semilog
Sampel
5
16
25
50
75
84
P.Lumpue 20
0
0
-2.5
-1.9
1.5
2.7
cm

Mean Grain Size


Mqz = 16+50+84
3
=

= 0.2667

Sorting Variasi Ukuran Dari Sampel


= 84-16 + 95-5
4
6
=

0+ (1.9 )+2.7
3

2.70
4

00
6

= 0.675

Inclusive Graphic Skewness


Sk = 16+84-2.50 + 5+95-2.50
2(84- 16)
2(95- 5)
=

0+2.72(1.9)
2(2.70)

6.5
5.4

3.8
0

0+02(1.9)
2(00)

= 1.204

Inclusive Graphic Kurtosis

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 21

95
0

K=

955
2,44( 7525)

K=

00
2.44( 1.5+2.5)

K= 0

Pantai Lumpue 20 cm
No

Mesh

Bukaan

Berat (g)

Berat (%)

Berat
Kumulatif

-1

38.186

43.0250245

38.186

13.427

15.1285027

51.613

0.5

21.073

23.7434228

72.686

0.25

7.443

8.3861954

80.129

0.125

4.962

5.59079693

85.091

0.063

3.598

4.05394747

88.689

Pan

0.064

0.07211024

88.753

88.753

100

505.147

Total

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 22

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 23

Data Nilai yang diperoleh dari kurva kumulatif pada grafik semilog
Sampel
5
16
25
50
75
84
95
P.Lumpue 20
0
0
0
-1.5
0.2
2.3
0
cm

Mean Grain Size


Mqz = 16+50+84
3
=

= 0.2667

Sorting Variasi Ukuran Dari Sampel


= 84-16 + 95-5
4
6
=

0+1.5+ 2.3
3

2.30
4

00
6

= 0.575

Inclusive Graphic Skewness


Sk = 16+84-2.50 + 5+95-2.50
2(84- 16)
2(95- 5)
Sk =

0+2.32(1.5)
2(2.30)

Sk =

5.3
4.6

3
0

0+02(1.5)
2(00)

= 1.152

Inclusive Graphic Kurtosis

K=

955
2,44( 7525)

K=

0
2.44 ( 0.20 )

K=0

Pantai Ujung Batu 10 cm

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 24

No

Mesh

Bukaan

Berat (g)

Berat (%)

Berat
Kumulatif

-1

0.499

0.5519362

0.499

0.998

1.1038724

1.497

0.5

4.506

4.98401708

6.003

0.25

10.03

11.0940282

16.033

0.125

22.92

25.3514584

38.953

0.063

45.507

50.3345906

84.46

Pan

5.949

6.58009711

90.409

90.409

100

237.854

Total

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 25

Data Nilai yang diperoleh dari kurva kumulatif pada grafik semilog
Sampel

16

25

50

75

84

95

P.Ujung Batu 10
cm

0.5

1.5

2.0

2.4

3.2

2.7

Mean Grain Size


Mqz = 16+50+84
3

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 26

1.5+ 2.4+2.7
3

= 2.2

Sorting Variasi Ukuran Dari Sampel


= 84-16 + 95-5
4
6
=

2.71.5
4

00.5
6

= 2.325 0.0833 = 2.242

Inclusive Graphic Skewness


Sk = 16+84-2.50 + 5+95-2.50
2(84- 16)
2(95- 5)
Sk =

1.5+ 2.72(2.4 )
+
2(2.71.5)

Sk =

0.6
2.4

0.5+ 02(2.4)
2( 00.5)

4.3
1

Sk = -0.25 + 4.3 = 4.05


Inclusive Graphic Kurtosis

K=

955
2,44( 7525)

K=

00.5
2.44(3.22.0)

K= -0.171

Pantai Ujung Batu 20 cm


No

Mesh

Bukaan

Berat (g)

Berat (%)

Berat
Kumulatif

-1

0.512

0.57445472

0.512

0.762

0.85495018

1.274

0.5

5.721

6.41885827

6.995

0.25

14.619

16.4022529

21.614

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 27

0.125

30.895

34.6636298

52.509

0.063

34.694

38.926039

87.203

Pan

1.925

2.1598151

89.128

89.128

100

259.235

Total

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 28

Data Nilai yang diperoleh dari kurva kumulatif pada grafik semilog
Sampel

16

25

50

75

84

95

P.Ujung Batu 20
cm

0.2

-1.2

1.6

2.4

3.1

3.4

Mean Grain Size


Mqz = 16+50+84

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 29

= 1.533

Sorting Variasi Ukuran Dari Sampel


= 84-16 + 95-5
4
6
=

1.2+2.4+ 3.4
3

3.4 +1.2
4

00.2
6

= 1.15+(-0.033) = 1.117

Inclusive Graphic Skewness


Sk = 16+84-2.50 + 5+95-2.50
2(84- 16)
2(95- 5)
=

1.2+3.42(2.4)
2(3.4 +1.2)

2.6
9.2

4.6
0.4

0.2+ 02(2.4 )
2(00.2)

= -0.283 + 11.5 =11.217

Inclusive Graphic Kurtosis

K=

955
2,44( 7525)

00.2
K =
2.44 (3.11.6)

K =-0.055

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 30

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 31

4.1.2 ANALISIS MINERAL BERAT

Pantai Dutungan 10 cm
Mineral Logam
N
o

Nama
Mineral

Turmalin

Olivin

Hornblend
e

Magnetit

Oksida
Besi

Warna
Kuning
kehijauan
Hitam
kehijauan
Hitam
kehijauan
Hitam
Opak
Cokelat
Kemeraha
n

Bentuk
Mineral
Prismatik,
subrounded
Subrounded
-rounded
Prismatik,
subrounded
-subangular
Subrounded
-subangular

Ukuran
(mm)
0,280,32
0,240,35

Jenis
Mineral

Presentase
(%)

Logam

20%

Logam

20%

0,250,47

Logam

15%

0,180,42

Logam

35%

Subrounded
-rounded

0,240,27

Logam

10%

Tr = turmalin, Qz=Kuarsa, Hb=Hornblende,


Mg= Magnetit, Oxb=Oksida Besi,Ol=olivine

Pantai Dutungan 20 cm
Mineral Logam

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 32

No

Nama
Mineral

Warna

Hornblende

Hitam
kehijauan

Olivin

Hitam
kehijauan

Magnetit

Hitam Opak

1
2
3
4
5
6

N
o

Turmalin
Oksida Besi
Plagioklas

Prismatik,
subroundedsubangular
Subroundedrounded
Subroundedsubangular
Prismatik,
subrounded
Subroundedrounded
Prismatik,
subrounded

Logam

30%

Logam

20%

0,2-0,4

Logam

15%

0,2-0,5

Logam

15%

0,3-0,4

Non
Logam

10%

0,250,43
0,220,33

Non
Logam

40%

Logam

10%

Olivin

Subrounded
-rounded

10%

LAPORAN
Plagioklas
GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 330,32-0,43

Kuning
kehijauan

Logam

10%

Subrounded
-rounded

0,210,34

Logam

Turmalin

Putih
pekat

Presentase
(%)

0,15-0,25

Putih
bening
Kuning
kehijauan

Jenis
Mineral

Presentase
(%)

Kuarsa

Bentuk
Mineral
Subrounded
-subangular
Prismatik,
subrounded

Ukuran
(mm)

Jenis
Mineral
Non
Logam

Nama
Mineral

Kuning
kehijauan
Cokelat
Kemerahan
Putih
Buram

Bentuk
Mineral

Warna

Ukuran
(mm)
0,15-0,57

0,21-0,37

20%

Mineral Non Logam

Pl=plagioklas, Tr=turmalin, Qz=kuarsa, , Ol=Olivin


Indeks nonlogam=

(10+ 10 )+ ( 20+20 ) + ( 0+0 )


x 100
( 20+40 )

( 30 )+ ( 40 ) + ( 0 )
x 100
( 70 )

60
x 100
60

100

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 34

Mineral Non Logam


No

1
2
3
4
5
6

Nama
Mineral

Warna

Plagioklas

Putih pekat

Olivin

Kuning
kehijauan

Kuarsa

Putih bening

Turmalin

Kuning
kehijauan

Magnetit

Hitam Opak

Kalsit

Putih
kekuningan

Indeksnonlogam=

Bentuk
Mineral

Ukuran
(mm)

Jenis
Mineral

Presentase
(%)

Subroundedrounded
Subroundedrounded
Subroundedsubangular

0,170,53
0,220,35

Non
Logam

20%

Logam

15%

Non
Logam

25%

Logam

5%

Logam

20%

Non
Logam

15%

Prismatik,
subrounded
Subroundedsubangular
Prismatiksubrounded

(30+ 15 )+ ( 15+5 ) + ( 0+0 )


x 100
( 10+20+15+ 25+15 )

65
x 100
85

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 35

0,1-0,3
0,240,36
0,220,47
0,2-0,5

76

Pantai Lumpue 20 cm
Mineral Logam

No
.
1.

Nama
Mineral
Zircon

Warna
Cokelat

2.

Magnetit

Hitam Opak

3.

Turmalin

4.

Hornblende

Kuning
kehijauan
Hitam
kehijauan

5.

Olivin

6.

OksidaBesi

Hitam
kehijauan
Cokelat
Kemerahan

Bentuk
Mineral
Subroundedsubangular
Subroundedsubangular
Prismatik,
subrounded
Prismatik,
subroundedsubangular
Subroundedrounded
Subroundedrounded

Ukuran
(mm)
0,2-0,4

Jenis
Mineral
Logam

Persentase

0,2-0,3

Logam

25%

0,2-0,35

Logam

15%

0,2-0,4

Logam

20%

0,3-0,5

Logam

25%

0,2-0,35

Logam

5%

10%

Keterangan : Tm = Turmalin; Mg = Magnetit; Ol = Olivin;


Hb = Hornblende; Oxb = OksidaBesi; Zr = Zircon

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 36

Mineral Non Logam


No
.
1.

Nama
Mineral
Plagioklas

2.

Magnetit

3.

Turmalin

4.

Hornblende

5.

Olivin

6.

Rutil

7.

Kalsit

8.

Kuarsa

Warna
Putih pekat

Bentuk
Mineral
subrounded

Ukura
n (mm)
0,230,53
0,3-0,4

Hitam Opak Subroundedsubangular


Kuning
Prismatik,
0,2-0,4
kehijauan
subrounded
Hitam
Prismatik,
0,2-0,3
kehijauan
subroundedsubangular
Kuning
Subrounded0,25kehijauan
rounded
0,33
Cokelat
subrounded 0,15-0,4
kemerahan
Putih
Prismatik, 0,2-0,55
kekuningan subrounded
Bening
Subrounded- 0,25-0,4
subangular

Jenis
Mineral
Non
Logam
Logam

Persentase

Logam

7%

Logam

12%

Logam

8%

Logam

4%

Non
Logam
Non
Logam

20%

15%
6%

28%

Keterangan :Qz = Kuarsa; Tm = Turmalin; Mg = Magnetit;


Ol = Olivin; Hb = Hornblende; Rt= Rutil; Ca = Kalsit; Pla =
Plagioklas; Zr = Zircon

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 37

Indeksnonlogam=

( 18,5+8 ) + ( 15,5+7 )+ (10,7 +4 )


x 100
(25,5+ 15,5+ 12,5+18,5+10,7+6+7 +12+ 8+4 )

( 26,5 )+ ( 22,5 )+ (14,7 )


x 100
( 119.7 )

63,7
x 100
119,7

53,21

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 38

Pantai Ujung Batu 10 cm


Mineral Logam

No

Nama
Mineral

Warna

Bentuk
Mineral

Ukuran
(mm)

Jenis
Mineral

Presentase
(%)

Kuarsa

putih bening

prismatik,
subangular

0,23-0,33

non
logam

5%

Olivin

hijau bening

prismatik,
subangular

0,21-0,26

logam

25%

Kalsit

putih
kekuningan

prismatik,
subrounded

0,15-0,25

non
logam

5%

magnetit

hitam

prismatik,
angular

0,2-0,32

logam

30%

Zircon

logam

15&

Turmalin

0,17-0,51

logam

10%

Rutil

prismatik,
subangular
prismatik,
subangular
prismatik,
subangular

0,26-0,35

cokelat
cokelat
kehijauan
cokelat
kemerahan

0,28-0,42

logam

10%

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 39

Mineral Non Logam

No.

Nama
Mineral

Warna

1.

Plagioklas

Putih pekat

2.

Olivin

3.

Kalsit

4.

Kuarsa

Putihbening

5.

Oksida besi

Coklat
kemerahan

Bentuk

Ukuran

Jenis

Mineral

(mm)

Mineral

Subroundedrounded

Kuning

Subrounded-

kehijauan

rounded

Putih

Prismatik-

kekuningan

subrounded
Subroundedsubangular
Subroundedsubangular

0,2-0,55
0,25-0,4
0,3-0,6
0,25-0,5
0,25-0,5

Non
Logam
Logam
Non
Logam
Non
Logam
Logam

Persentase
20%
15%
20%
35%
10%
Keterangan :Ol = Olivin; Ca = Kalsit; Pla = Plagioklas;
Qz = Kuarsa

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 40

Indeksnonlogam=

(25+ 15 ) + ( 15+0 ) + ( 0+ 0 )
x 100
( 20+ 20+35 )

( 40 ) + ( 15 ) + ( 0 )
x 100
( 75 )

55
x 100
75

73

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 41

Pantai Ujung Batu 20 cm


Mineral Logam

No

Nama
Mineral

Rutil

Olivin

Kalsit

magnetit

Zircon

Turmalin

Hitam
cokelat
kemerahan
cokelat
kehijauan

hornblende

Hitam

Warna
cokelat
kemerahan
hijau bening
putih
kekuningan

Bentuk
Mineral
prismatik,
subangular
prismatik,
subangular
prismatik,
subangular
prismatik,
angular
prismatik,
subangular
prismatik,
subrounded
tabular,
subangular

Ukuran
(mm)

Jenis
Mineral

Presentase
(%)

0,38-0,51

Logam

10%

0,31-0,38

Logam

21%

0,25-0,39

Non
Logam

5%

0,43-0,56

Logam

17%

0,13-0,49

Logam

10%

0,34-0,44

Logam

9%

0,33-0,47

Logam

18%

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 42

Mineral Non Logam


N
o

Nama
Mineral

Warna

Kuarsa

kalsit

putih
bening
putih
kekuningan

olivin

hijau
bening

magnetit

Hitam

hornblende

Hitam

zircon

plagioklas

Cokelat
putih
buram

Indeksnonlogam=

Bentuk
Mineral
prismatik,
subangular
prismatik,
subrounded
prismatik,
subrounded
prismatik,
angular
tabular,
subangular
prismatik,
subrounded
prismatik,
subangular

Ukuran
(mm)

0,250,44
0,25-0,4
0,4-0,5
0,3-0,42
0,25-0,4
0,340,45
0,260,53

(25+ 16 ) + ( 10+0 ) + ( 10+ 0 )


x 100
( 8+14 +5+5+25+ 9 )

61
x 100
66

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 43

Jenis
Mineral
non
logam
non
logam
Logam
Logam
Logam
Logam
non
logam

Presentase
(%)

25%
14%
16%
17%
18%
7%
9%

92

Mineral Non Logam

No

Nama
Mineral

Warna

Kuarsa

putih
bening

1
2
3

Plagioklas
Kalsit
Hornblende

Hitam
kehijauan

Zircon

Cokelat

4
5
6
7
8

Putih
buram
Putih
kekuningan

Olivin
Turmalin
Magnetit

Kuning
kehijauan
Kuning
kehijauan
Hitam
Opak

Bentuk
Mineral

Prismatik,
Subroundedsubangular
Subroundedsubangular
Prismatik,
subrounded
Prismatik,
subroundedsubangular
Subroundedsubangular
Subroundedrounded
Prismatik,
subrounded
Subroundedsubangular

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 44

Ukuran
(mm)

Jenis
Mineral

Presentase
(%)

0,12-0,53

Non
Logam

30%

0,23-0,52
0,18-0,55

Non
Logam
Non
Logam

15%
15%

0,23-0,46

Logam

7%

0,23-0,54

Logam

8%

0,22-0,32

Logam

15%

0,34-0,43

Logam

5%

0,22-0,42

Logam

5%

60
x 100
65

92

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 45

4.2 PEMBAHASAN
4.2.1 PENGAMBILAN MATERIAL SEDIMEN

Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel berupa material


sedimen pasir pada masing-masing daerah penelitian yaitu pantai Ujung
Batu dan pantai Dutungan kabupaten Barru serta pantai Lumpue
kabupaten Pare-Pare. Adapun cara yang digunakan dalam melakukan
pengambilan sampel material sedimen tersebut, adalah :
1. Pantai Ujung Batu, dilakukan dengan cara :
Pengambilan sampel dilakukan di sepanjang garis pantai Ujung batu.
Dalam melakukan pengambilan sampel pada daerah ini, jarak yang
ditentukan dalam mengambil sampel material sedimen antar kelompok

berjarak 20 meter.
Setelah titik pengambilan sampel telah ditentukan, masing-masing
kelompok langsung mengambil sampel material sedimen dengan menggali

satu lubang dengan kedalaman masing-masing 10 cm dan 20 cm.


Dalam menyimpan sampel, material sedimen tersebut dipisah sesuai

masing-masing kedalamannya yaitu 10 cm dan 20 cm.


Setelah itu, lubang yang telah digali tersebut difoto agar dapat menjadi
bantuan dalam menentukan karakteristik material sedimen yang terdapat

pada daerah tersebut.


2. Pantai Dutungan dan Lumpue, dilakukan dengan cara yang sama seperti pada
pantai Ujung Batu dalam pengambilan material sedimennya. Namun yang
berbeda hanya terletak pada jarak pengambilan sampel pada masing-masing
kelompok. Pada pantai Dutungan jarak yang digunakan yaitu 4 meter,

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 46

sedangkan pada pantai Lumpue jarak yang digunakan yaitu 30 meter setiap
kelompok.
4.2.2 KARAKTERISTIK MATERIAL SEDIMEN PANTAI

Material sedimen yang terdapat pada masing-masing daerah penelitian


memiliki karakteristik yang hamper sama, diantaranya:
1. Pada pantai Ujung Batu memiliki karakter material sedimen, dengan bentuk
butir pasir sangat kasar, sortasi sangat baik-sedang, dan skewness buruk.
2. Pada pantai Dutungan memiliki karakter sedimen, diantaranya memiliki
bentuk butir pasir sangat kasar, sortasi buruk, dan mendekati simetris.
3. Pada pantai Dutungan memiliki karakter sedimen, diantaranya memiliki
bentuk butir pasir sangat kasar-kerikil, sortasi buruk-sedang, dan skewness
sangat buruk-buruk.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 47

5.1 KESIMPULAN
Adapun kesimpulan pada penelitian ini ialah sebagai berikut:

Penyebaran material sedimen pada daerah penelitian memiliki karakter yang


berbeda yaitu pada pantai Ujung Batu memiliki karakter material sedimen,
dengan bentuk butir pasir sangat kasar, sortasi sangat baik-sedang, dan
skewness buruk. Pada pantai Dutungan memiliki karakter sedimen,
diantaranya memiliki bentuk butir pasir sangat kasar, sortasi buruk, dan
mendekati simetris. Dan pada pantai Dutungan memiliki karakter sedimen,
diantaranya memiliki bentuk butir pasir sangat kasar-kerikil, sortasi buruk-

sedang, dan skewness sangat buruk-buruk.


Penyebaran mineral berat pada daerah penelitian memiliki karakter yang
hamper sama dengan penciri mineral seperti Tourmaline, Rutil, Zircon,
Magnetit, Olivin, dan Oksida Besi.

5.2 SARAN
Adapun saran yang dapat diambil dalam penelitian ini ialah :
Sebaiknya Sebelum berangkat ke lapangan setiap peserta menjaga kesehatan, dan
sebelum Field Trip dilaksanakan diharapkan agar kesiapan seluruh panitia
pelaksana betul-betul siap agar pelaksanaan praktikum ini berjalan dengan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

1. ARTHUR W. ROSE et al, 1991. Geochemistry in Mineral


Exploration, Second Edition. Academic Press London San Diego
New York
2. JOICE A.S, 1984. Geochemical Eploration. The Australian Mineral
Fondation Inc.

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 48

3 . EDDY A.SUBROTO, 2000. Pengenalan Geokimia Petrolem, Lab.


Geokimia, Fakultas Kebumian dan Teknologi Mineral, Institut
Teknologi Bandung.
4. BARNES, J.W.1988.Ore and Minerals Introduction Economic
Geology ,Open University Press, Philadelphia.
5. BATEMEN,A.M,1950. Economic Mineral Deposite, second edition,
John Willey and Sons, inc, New York
6. Proceiding, Kumpulan Ilmiah, Buletin, Berita Geologi dll.

LAPORAN GEOKIMIA EKSPLORASI 2015 49

Anda mungkin juga menyukai