Anda di halaman 1dari 5

TINNITUS

Tinitus adalah satu bentuk gangguan


pendengaran berupa sensasi suara
tanpa adanya rangsangan udara dari
luar, dapat berupa sinyak
mekanoakustik maupun listrik.
Keluhan ini dapat beruba bunyi
berdengin, menderuh, mendesis, atau
berbagai macam bunyi yang lain.

Klasifikasi Tinitus
Berdasarkan objek yang mendengar, tinitus dapat
dibagi menjadi tinitus objektif dan tinitus subjektif.
a. Tinitus Objektif
Tinitus objektif adalah tinitus yang suaranya juga
dapat di dengar oleh pemeriksa dengan auskultasi
di sekitar telinga. Tinitus objektif biasanya bersifat
vibratorik, berasal dari transmisi vibrasi sistem
muskuler atau kardiovaskuler di sekitar telinga.
Umumnya tinitus objektif disebabkan karena
kelainan vaskular, sehingga tinitusnya berdenyut
mengikuti denyut jantung.

b. Tinitus Subjektif
Tinnitus subjektif adalah tinnitus yang
suaranya hanya dapat didengar oleh
penderita saja. Jenis ini sering sekali
terjadi.tinitus subjektif bersifat nonvibratorik,
disebabkan oleh proses iritatif dan
perubahan degeneratif traktus auditoris
mulai sel-sel rambut getar sampai pusat
pendengaran. Tinitus subjektif bervariasi
dalam intensitas dan frekuensi kejadiannya.

Diagnosis
Anamnesis
Anamnesis adalah hal yang sangat membantu dalam penegakan diagnosis tinitus.
Dalam anamnesis banyak sekali hal yang perlu ditanyakan, diantaranya:
Kualitas dan kuantitas tinitus.
Lokasi, apakah terjadi di satu telinga ataupun di kedua telinga.
Sifat bunyi yang di dengar, apakah mendenging, mendengung, menderu,
ataupun mendesis dan bunyi lainnya.
Gejala-gejala lain yang menyertai seperti vertigo dan gangguan
pendengaran serta gangguanneurologik lainnya.
Lama serangan tinitus berlangsung, bila berlangsung hanya dalam satu
menit dan setelah itu hilang, maka ini bukan suatu keadaan yang patologik, tetapi
jika tinitus berlangsung selama menit, serangan ini bias dianggap patologik.
Riwayat medikasi sebelumnya yang berhubungan dengan obat-obatan
dengan sifat ototoksik.
Kebiasaan sehari-hari terutama merokok dan meminum kopi.
Riwayat cedera kepala, pajanan bising, trauma akustik.
Riwayat infeksi telinga dan operasi telinga.