Anda di halaman 1dari 6

Electric Arc Furnace (EAF)

Posted by -FriaN Dx- at 10:14 PM

Electric Arc Furnace (EAF) merupakan suatu alat untuk melebur baja, dengan menggunakan elektroda bentuk EAF
seperti cangkir raksasa yang dilengkapi 3 buah elektroda. Cara kerja EAF, sama seperti pada las listrik, di mana
elektroda tersebut diberikan arus listrik yang akan mengeluarkan percikan bunga api. Temperatur yang dibutuhkan
untuk melebur baja sekitar 1.600 - 1.650 oC dan membutuhkan energi listrik sebesar 85.000 - 100.000 kWh.

Daya yang diperlukan oleh furnace untuk melakukan satu kali heat (pemanasan) adalah sekitar 670 kWh/ton
dengan power factor sebesar 0,7. Sebelum melakukan pemanasan/peleburan, mula-mula furnace diberi kapur
bakar, kemudian scrap, dan terkahir besi spon (DRI), jumlah scrap dalam satu kali heat sekitar 15 20 % dan DRI 80
85 %. Pemanasan ini berlangsung 90 menit.

Bagian-bagian utama pada EAF yaitu :

Badan Furnace

Furnace Shell, bagian terluar dari furnace yang dibuat dengan cara pengelasan (Welding) atau dengan
pembentukan pelat baja sehingga memiliki bentuk seperti silinder.

Slag Door, tempat keluarnya slag ( kotoran besi yang terapung dipermukaan baja cair) yang kemudian di
tampung di slag pot.

Tap Hole, tempat keluarnya baja cair hasil dari peleburan yang melalui saluran penuangan (tapping spout)

Roof

Roof atau penutup bagian atas furnace ini berbentuk sepeerti kubah, bertujuan sebagai pengisolasi panas agar
panas tersebut tidak keluar, dan juga supaya debu yang dihasilkan dari proses peleburan ini tidak keluar, karena
debu mudah terisap oleh lubang dedusting, sehingga debu tidak bertebaran di udara.

Elektroda Karbon dan Penyangga Elektroda

Elektroda karbon terdiri dari grafit dan mengalirkan arus listrik dengan cepat. Elektroda ini dapat disambung
antara elektroda yang satu dengan yang lainnya menggunakan bagian ujung dari elektroda tersebut. Penyangga
elektroda terdiri dari tiang penyangga dan lengan penyangga.

Gear (Gigi Penggerak)

Fungsi gigi penggerak adalah untuk menggerakkan atau memiringkan badan furnace. Di pabrik slab baja ini
menggunakan sistem hidrolik sehingga badan furnace dapat digerakkan dengan halus.

Batu Tahan Api

Di pabrik slab baja ini, furnace menggunakan batu tahan api basa, yang sebagian besar mengandung MgO sebesar
80 %, sisanya adalah aluminium dan unsur-unsur lainnya.

Sistem Hidrolik

Sistem ini yang sangat dominan digunakan untuk menggerakkan peralatan mekanik seperti : Roof (tutup dapur),
mengatur posisi tungku (furnace) dan menggerakkan peralatan-peralatan dengan piston silinder.

Sistem Elektrik

Transformer merupakan sistem elektrik yang memegang peranan penting dalam proses peleburan baja.
Transformer yang digunakan untuk mensuplai daya ke dapur listrik (EAF).

Sistem Pendinginan

Sistem menggunakan sirkulasi air yang didinginkan, sehingga temperaturnya tidak boleh melebihi 50oC.dengan
menggunakan air pendingin maka dapur busur listrik akan aman dari temperatur yang berlebihan. Pendinginan
diFurnace khususnya untuk mendinginkan Roof dan Furnace Shell.

Continuous Feeding

Alat ini unuk mengisi bahan baku seperti besi spons dan batu kapur. Continous feeding dilakukan setelah dapur
dengan bahan baku 40% dari total bahan yang harus dilebur. Sehingga dengan demikian continous feedingdilakukan
pada saat kondisi furnace bekerja pada potensi maksimum

Peralatan pendukung yang terlibat secara langsung dalam proses peleburan baja, terdiri dari:

1.

Ladle, tempat penampungan baja cair dari hasil peleburan di furnace, juga sebagai tempat pengadukkan
(Rinsing) dan pencampuran dengan bahan lain (Alloying).

2.

Slag Pot, tempat penampungan slag yang keluar dari furnace.

3.

Fibrating Feeder, untuk mengatur pengeluaran besi spons dan limestone dari bunker ke furnace.

4.

Weighting Feeder, untuk mengatur jumlah besi spons dan limestone yang keluar dari bunker

5.

Bunker Spons, tempat penampungan besi spons di mana besi spons tersebut kemudian dipindahkan
olehconveyor menuju furnace.

6.

Bunker Limestone, tempat penampungan limestone di mana limestone tersebut kemudian dipindahkan
oleh conveyor menuju furnace.

7.

Mesin Injeksi Karbon, berfungsi untuk menyemprotkan karbon ke dalam furnace, dan juga untuk
membuangan slag.

8.

Mesin Injeksi Oksigen, berfungsi untuk menyemprotkan oksigen ke dalam furnace, agar di dalam furnace
tersebut terjadi pembakaran/peleburan.

9.

Gunning Machine, untuk menyemprotkan material preparasi ke dinding refractory pada furnace.

10. Sistem Dedusting, merupakan sistem penghisap debu yang terjadi saat peleburan berlangsung.

Proses Electric Arc Furnace :

1.

Kapur bakar dimasukkan ke dalam Furnace.

2.

Kemudian dimasukkan Scrap sebanyak 15-20% dari total bahan yang akan dilebur

3.

Dan masukkan Direct Reduction Iron (DRI) sebanyak 80-85% dari total bahan yang akan dilebur

4.

Roof ditutup

5.

Elektroda diturunkan hingga mendekati bahan yang akan dilebur (Scrap dan DRI)

6.

Listrik dialirkan pada tap yang paling rendah

7.

Muncul bunga api listrik dan panas

8.

Tap dinaikkan setahap demi setahap

9.

Seluruh baja akan mencair bersamaan waktunya dengan saat tap yang paling tinggi

10. Baja cair hasil peleburan tersebut siap untuk dibentuk.