Anda di halaman 1dari 7

2.1.

Industri
2.1.

Definisi
Definisi industri menurut UU No.3 Tahun 2014 tentang Perindustrian adalah

seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan
sumberdaya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau
manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri.
Definisi industri (pengolahan) juga dapat diadopsi dari rilis Badan Pusat Statistik,
yaitu sebagai suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang
dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah
jadi, dan /atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan
sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir (www.bps.go.id).
Selain definisi normatif diatas, definisi industri juga dapat disimak dari pendapat
berbagai ahli, diantaranya :
- Irsan Azhary (1986) menjelaskan industri sebagai bagian dari proses produksi yang
tidak mengambil bahan langsung dari alam tetapi barang itu diolah dulu menjadibarang
yang bernilai bagi masyarakat.
- Menurut Simposium Hukum Perindustrian, yang dimaksud dengan industri adalah
rangkaian kegiatan usaha ekonomi yang meliputi pengolahan dan pengerjaan atau
pembuatan, perubahan dan perbaikan bahan baku menjadi barang sehingga pada
akhirnya akan lebih berguna dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat (Simanjuntak,
1998)
- Kartasapoetra (2000) menjelaskan industri sebagai kegiatan ekonomi yang mengolah
bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan atau barang jadi menjadi barang
dengan nilai yang lebih tinggi lagi penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun
industri dan perekayasaan industri.
- Hasibuan (2000) menjelaskan bahwa definisi industri sangat luas, bisa dilihat dari sisi
mikro dan bisa pula dilihat dari sisi makro. Dari sisi mikro, industri merupakan
kumpulan dari perusahaan perusahaan yang menghasilkan barang-barang yang
homogen, atau barang barang yang mempunyai sifat yang saling mengganti sangat
erat. Dari sisi makro, industri adalah kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai tambah.
Jadi batasan industri secara mikro adalah kumpulan perusahaan yang menghasilkan
barang; sedangkan secara makro, tidak hanya menghasilkan barang semata, namun
dapat membentuk pendapatan.

2.2.

Klasifikasi
Industri dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria yang digunakan, antara lain :

1. Menurut SK Menteri Perindustrian No.19 Tahun 1986, industri dapat diklasifikasikan


sebagai berikut :
a. Industri kimia dasar, merupakan industri yang memerlukan: modal yang besar,
keahlian yang tinggi dan menerapkan teknologi maju. Yang termasuk kedalam
kategori industri ini, yaitu :
- Industri kimia organik, misalnya: industri bahan peledak dan industri bahan kimia
tekstil.
- Industri kimia anorganik, misalnya: industri semen, industri asam sulfat dan
industri kaca.
- Industri agrokimia, misalnya: industri pupuk kimia dan industri pestisida.
- Industri selulosa dan karet, misalnya: industri kertas, industri pulp dan industri
ban.
b. Industri mesin dan logam dasar, merupakan industri yang mengolah bahan mentah
logam menjadi mesin mesin berat atau rekayasa mesin dan perakitan. Yang
termasuk kedalam kategori industri ini, yaitu :
- Industri mesin dan perakitan alat-alat pertanian, misalnya: mesin traktor, mesin
hueler, dan mesin pompa.
- Industri alat-alat berat/konstruksi, misalnya: mesin pemecah batu, buldozer,
excavator, dan motor grader.
- Industri mesin perkakas, misalnya: mesin bubut, mesin bor, mesin gergaji dan
mesin pres.
- Industri elektronika, misalnya: radio, televisi, dan komputer.
- Industri mesin listrik, misalnya: transformator tenaga dan generator.
- Industri keretaapi, misalnya: lokomotif dan gerbong.
- Industri kendaraan bermotor (otomotif), misalnya: mobil, motor, dan suku cadang
kendaraan bermotor.
- Industri pesawat, misalnya: pesawat terbang dan helikopter.
- Industri logam dan produk dasar, misalnya: industri besi baja, industri alumunium,
dan industri tembaga.
- Industri perkapalan, misalnya: pembuatan kapal dan reparasi kapal.

- Industri mesin dan peralatan pabrik, misalnya: mesin produksi, peralatan pabrik,
the blower dan kontruksi.
c. Aneka industri, merupakan industri yang tujuannya menghasilkan bermacam
macam barang kebutuhan hidup sehari hari. Yang termasuk kedalam kategori
industri ini, yaitu :
- Industri tekstil, misalnya: benang, kain dan pakaian jadi.
- Industri alat listrik dan logam, misalnya: kipas angin, lemari es, dan mesin jahit,
televisi dan radio.
- Industri kimia, misalnya: sabun, pasta gigi, sampho, tinta, plastik, obat obatan
dan pipa.
- Industri pangan, misalnya: minyak goreng, terigu, gula, teh, kopi, garam dan
makanan kemasan.
- Industri bahan bangunan dan umum, misalnya: kayu gergajian, kayu lapis dan
marmer.
d. Industri kecil merupakan industri yang bergerak dengan jumlah pekerja sedikit dan
teknologi sederhana. Biasanya dinamakan industri rumah tangga, misalnya: industri
kerajinan, industri alat-alat rumah tangga, dan perabotan dari tanah (gerabah).
2. Badan Pusat Statistik, mengklasifikasikan industri (pengolahan) berdasarkan jumlah
tenaga kerja, yaitu (www.bps.go.id) :
a. Industri rumah tangga, yaitu industri yang jumlah tenaga kerja sekitar 1 - 4 orang.
b. Industri kecil, yaitu industri yang jumlah tenaga kerja sekitar 5 19 orang.
c. Industri sedang, yaitu industri yang jumlah tenaga kerja sekitar 20 99 orang.
d. Industri besar, yaitu industri yang jumlah tenaga kerja sekitar 100 orang atau lebih.
3. Menurut Irsan Azhary (1986), berdasarkan tingkat eksistensinya,

industri dapat

diklasifikasikan sebagai berikut :


a. Industri lokal adalah jenis industri yang menggantungkan kelangsungan hidupnya
pada pasar setempat yang terbatas serta relatif tersebar dari segi lokasinya, skala
usahanya kecil, pemasarannya terbatas dan ditangani sendiri sehingga jumlah
pedagang perantara kurang
b. Industri sentra adalah jenis industri yang menghasilkan barang sejenis, target
pemasarannya lebih luas sehingga peran pedagang perantara cukup menonjol.

c. Industri mandiri adalah jenis industri yang masih memiliki sifat - sifat industri kecil
tetapi telah mampu mengadaptasi teknologi industri yang canggih, pemasaran hasil
produksi sudah tidak tergantung pada pedagang perantara.
4. Menurut Kartasapoetra (2000), berdasarkan lokasi,

industri dapat diklasifikasikan

sebagai berikut :
a. Industri perkotaan adalah industri yang jaraknya dekat dengan kawasan metropolitan
atau kota besar.
b. Industri semi perkotaan adalah industri yang berada di ibukota kabupaten.
c. Industri pedesaan adalah industri yang berada di ibukota kecamatan.
2.3.

Kegiatan Operasional
Kegiatan operasinal merupakan kegiatan sehari hari yang dilakukan oleh industri

atau pabrik, terdiri dari (Ali M, 2011 dan Alfiah T, 2012) :


1. Kegiatan produksi, yaitu kegiatan yang diperlukan untuk mengubah serangkaian input
menjadi output.
2. Kegiatan distribusi, yaitu kegiatan memasarkan outpout atau produk ke tangan
konsumen.
Untuk lebih jelasnya mengenai ilustrasi skema kegiatan operasional industri, dapat
dilihat pada Gambar 2.1 berikut ini.
INPUT
Tenaga Kerja
Modal
Material & SDA
Energi
Tanah
Informasi & Teknologi
Manajerial

PROSES

PROSES
TRANSFORMASI
NILAI TAMBAH

OUTPUT

PRODUK
(Barang dan Jasa)

LIMBAH

PRODUKSI
DISTRIBUSI

Gambar 2.1 Skema Kegiatan Operasional Industri

KONSUMEN

2.4.

Peran
Sebagai negara yang kaya akan sumberdaya alam, peran industri sangatlah penting

dalam peningkatan perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan karena industri merupakan
sarana untuk meningkatkan nilai tambah output sumberdaya alam. Dalam konteks ini,
menurut Arsyad L, terdapat 3 (tiga) peran industri terhadap perkembangan struktural
perekonomian suatu negara, yaitu :
1. Sumbangan sektor industri terhadap PDB
2. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri
3. Sumbangan komoditi industri terhadap ekspor barang dan jasa

Referensi :
Hasibuan, Nurimansyah, (2000). Ekonomi Industri, Persaingan, Monopoli dan Regulasi.
LP3ES, Jakarta.
Irsan, Azhary Saleh. 1986. Industri Kecil Sebuah Tinjauan dan Perbandingan. Jakarta :
LP3ES.
Kartasapoetra G, (2000). Makro Ekonomi, Edisi Kedua, Cetakan Keempat Belas. Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
Payaman J. Simanjuntak. 1998. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: LPFE
Universitas Indonesia.
Ali, Muhammad. 2011. Modul Kuliah Manajemen Industri Manajemen Operasi Dan
Produksi. Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta.
Ali, Muhammad. 2011. Modul Kuliah Manajemen Industri Desain Produk Dan Proses
Industri. Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta.
Alfiah, T. 2012. Bahan Mata Kuliah Pengelolaan Buangan Industri Klasifikasi Industri.
Surabaya : Teknik Lingkungan Institut Teknologi Adhi Tama (ITATS).
Arsyad, L. Seri Diktat Kuliah Ekonomi Pembangunan. Penerbit Gunadarma, Jakarta.