Anda di halaman 1dari 4

SUSTAINABLE DEVELOPMENT

Oleh Nurdiana Rafsanjani1

Pembangunan yang sekarang sedang marak adalah pembangunan yang hanya bersifat sementara. Dengan
tuntutan globalisasi, Indonesia mengikuti perkembangan jaman tanpa melihat prospek kedepan. Perkembangan
masyarakat yang serba instan dan asal jadi, budaya konsumtif telah mendarah daging pada sebagian besar
masyarakat Indonesia. Sedang sebenarnya, hakikat pembangunan adalah pembangunan yang berkelanjutan
yang tidak parsial, instan dan pembangunan kulit. Maka, dengan adanya konsep Sustainable
Development yang kemudian disebut SD akan berusaha memberikan wacana baru mengenai pentingnya
melestarikan lingkungan alam demi masa depan, generasi yang akan datang.

Pengertian Sustainable Development

Wikipedia : Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat,
dsb) yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan
generasi masa depan

Menurut Brundtland Report dari PBB, 1987. Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan dari
Bahasa Inggris, sustainabel development. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai
pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungantanpa
mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.

Laporan dari KTT Dunia 2005, yang menjabarkan pembangunan berkelanjutan sebagai terdiri dari tiga
tiang utama (ekonomi, sosial, dan lingkungan) yang saling bergantung dan memperkuat.

Deklarasi Universal Keberagaman Budaya (UNESCO, 2001) lebih jauh menggali konsep pembangunan
berkelanjutan dengan menyebutkan bahwa keragaman budaya penting bagi manusia sebagaimana
pentingnya keragaman hayati bagi alam. Dengan demikian pembangunan tidak hanya dipahami
sebagai pembangunan ekonomi, namun juga sebagai alat untuk mencapai kepuasan intelektual,
emosional, moral, dan spiritual. dalam pandangan ini, keragaman budaya merupakan kebijakan keempat
dari lingkup kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Network of Excellence Sustainable Development in a Diverse WorldSUS.DIV, sponsored by


the European Union, bekerja pada jalur ini. Mereka mengintegrasikan kapasitas multidisiplin dan
menerjemahkankeragaman budaya sebagai kunci pokok strategi baru bagi pembangunan berkelanjutan.

Dari berbagai pengertian pembangunan berkelajutan diatas dapat disimpulkan bahwa pembangunan
berkelanjutan (sustainable development)adalah sebuah upaya pembangunan yang meliputi aspek ekonomi,

sosial, lingkungan bahkan budaya untuk kebutuhan masa kini tetapi tidak mengorbankan atau mengurangi
kebutuhan generasi yang akan datang.

Meliputi aspek ekonomi, pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi
dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka panjang, tanpa menghabiskan modal
alam. Namun konsep pertumbuhan ekonomi itu sendiri bermasalah, karena sumberdaya bumi itu sendiri
terbatas.

Aspek sosial, maksudnya pembangunan yang berdimensi pada manusia dalam hal interaksi, interrelasi
dan interdependesi. Yang erat kaitannya juga dengan aspek budaya. Tidak hanya pada permasalahan ekonomi,
pembangunan berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan budaya dari sebuah masyarakat supaya sebuah
amsyarakat tetap bisa eksis untuk menlajalani kehidupan serta mempunyai sampai masa mendatang.

Pembangunan berkelanjutan merupakan konsep yang ambigu, dimana pandangan yang luas berada di
bawah naunganya. konsep ini memasukkan pemahaman keberlanjutan lemah, keberlanjutan kuat, dan ekolog
mendalam. konsep yang berbeda juga menunjukkan tarik ulur yang kuat antara eko(lingkungan)sentrisme dan
antropo(manusia)sentrisme. Oleh karena itu konsep ini lemah didefinisikan dan mengundang debat panjang
mengenai definisinya.

Sebagai awal munculnya konsep pembangunan berkelanjutan adalah karena perhatian kepada
lingkungan. Terutama sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui sedang ekspoitasi terhadapnya dilakukan
terus menerus.

Pengertian dari tidak mengurangi dan mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang adalah
pembangunan yang dilakuakn dimasa sekarang itu jangan sampai merusak lingkungan, boros terhadap SDA
dan juga memperhatikan generasi yang akan datang. Generasi yang akan datang juga jangan terlalu
dimanjakan dengan tersedianya semua fasilitas. Tetapi mereka juga harus di beri kesempatan untuk
berekspresi menuangkan ide kreatifnya untuk mengolah dan mengembangkan alam dan pembangunan.

Hubungan Sustainable Development dengan CSR

Sustainable development menjadi goal dari CSR karena bukan hanya pembangunan komunitas
atau Community Development yang menjadi inti tujuan dari CSR melainkan bagaimana Com.Dev tersebut bisa
terus eksis berada dalam masyarakat sebagai upaya untuk keseimbangan lingkungan dan alam.

Sisi lain

Pakar lingkungan dari Bandung, Otto Soemarwoto, mengajukan enam tolok ukur pembangunan
berkelanjutan baik untuk pemerintah pusat maupun di daerah. Keenam tolok ukur itu diyakininya akan mampu
menjadi kriteria keberhasilan seorang kepala pemerintahan.

Tolok ukur itu meliputi pro dengan bentuk negara kesatuan RI, pro lingkungan hidup, pro rakyat miskin,
pro kesetaraan jender, pro penciptaan lapangan kerja dan harus antikorupsi, kolusi serta nepotisme.

Enam program pilihan

Kotler dan Lee mengidentifikasi enam pilihan program bagi perusahaan untuk melakukan inisiatif dan
aktivitas yang berkaitan dengan berbagai masalah sosial sekaligus sebagai wujud komitmen dari tanggung
jawab sosial perusahaan. Keenam inisiatif sosial yang bisa dieksekusi oleh perusahaan adalah:

Pertama, cause promotions dalam bentuk memberikan kontribusi dana atau penggalangan

dana untuk meningkatkan kesadaran akan masalah-masalah sosial tertentu seperti, misalnya,
bahaya narkotika.

Kedua, cause-related marketing bentuk kontribusi perusahaan dengan menyisihkan

sepersekian persen dari pendapatan sebagai donasi bagi masalah sosial tertentu, untuk periode
waktu tertentu atau produk tertentu.

Ketiga, corporate social marketing di sini perusahaan membantu pengembangan maupun

implementasi dari kampanye dengan fokus untuk merubah perilaku tertentu yang mempunyai
pengaruh negatif, seperti misalnya kebiasaan berlalu lintas yang beradab.

Keempat, corporate philantrophy adalah inisitiatif perusahaan dengan memberikan kontribusi

langsung kepada suatu aktivitas amal, lebih sering dalam bentuk donasi ataupun sumbangan tunai.

Kelima, community volunteering dalam aktivitas ini perusahaan memberikan bantuan dan

mendorong karyawan, serta mitra bisnisnya untuk secara sukarela terlibat dan membantu
masyarakat setempat.

Keenam, socially responsible business practices, ini adalah sebuah inisiatif di mana

perusahaan mengadopsi dan melakukan praktik bisnis tertentu serta investasi yang ditujukan untuk
meningkatkan kualitas komunitas dan melindungi lingkungan.

Daftar Pustaka

Wibisono, Yusuf (2007) Membedah Konsep dan Aplikasi CSR (Corporate Social

Responsibility), Gresik : Fascho Publishing


Hand out Mata kuliah Sosiologi Industri
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan diakses Rabu, 30

April 2008 pukul 19:18


http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/07/26/brk,20060726-

80681,id.html diakses Rabu, 30 April 2008 pukul 19:24

http://indonesia.cat.com/cda/files/329047/48/chairman%5Cs%20letter%20%20indonesian.pdf diakses Rabu, 30 April 2008 pukul 18:48


http://anggie.lensa.or.id/?p=3 diakses Rabu, 30 April 2008 pukul 18:58

1 Mahasiswa Sosiologi FISIP UNAIR, anggota CSR Community.

Paper ini di sampaikan untuk dibahas dalam diskusi CSR Community pada Selasa, 06 Mei 2008.