Anda di halaman 1dari 4

BAB IX

KONTRASEPSI DARURAT

1.1 Kontrasepsi Darurat


1.1.1

Batasan

Kontrasepsi darurat adalah kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan bila digunakan segera setelah
hubungan seksual. Hal ini sering disebut Kontrasepsi pascasanggama atau morning after pil atau
morning after treatment. Istilah kontrasepsi sekunder atau kontrasepsi darurat asalnya untuk
menepis anggapan obat tersebut harus segera dipakai/digunakan setelah hubungan seksual atau harus
menunggu hingga keesokan harinya dan bila tidak, berarti sudah terlambat sehingga tidak dapat berbuat
apa-apa lagi.
Sebutan kontrasepsi darurat menekankan juga bahwa dalam cara KB ini lebih baik daripada tidak ada
sama sekali. Digunakan atas permintaan klien setelah suatu episode senggama yang tidak terlindungi
dalam 72 jam terakhir. Namun tetap kurang efektif dibandingkan dengan cara KB yang sudah ada.
Kontrasepsi darurat tidak boleh dipakai sebagai metode KB secara rutin atau terus menerus.
WHO memperkirakan bahwa setiap tahun 200.000 wanita meninggal akibat terminasi kehamilan yang
tidak diinginkan akibat suatu praktek aborsi yang tidak aman (Unsafe abortion). Banyak dari mereka
yang dapat diselamatkan apabila kontrasepsi darurat lebih banyak diketahui dan disediakan untuk
masyarakat. Metode KB kontrasepsi darurat yang digunakan sekarang ini, yang dinamakan Metode
Yuzpe menggunakan teknologi yang telah dilakukan sejak 30 tahun lalu, sayangnya sangat sedikit
pelayanan KB yang menerapkannya untuk keselamatan jiwa (Live saving) bagi wanita. Apabila programprogram KB cukup serius dalam mencegah daripada mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan,
mereka harus menerapkan metode kontrasepsi darurat. Untuk pengenalan kontrasepsi darurat, hal-hal
yang perlu dilakukan :
1.

Masyarakat menyadari dan dapat menerima kenyataan bahwa hubungan seksual sering
terjadi tanpa perlindungan dan akan terus terjadi kecuali ada perubahan sikap terhadap aktivitas
tersebut.
2.
Seharusnya ada akses yang terbuka pada kontrasepsi darurat, dengan pemerintah atau
swasta menjamin tersedianya klinik-klinik dan praktek umum, serta Rumah Sakit. Akses harus
tersedia dimana saja, selama 7 hari dalam seminggu. Siapapun yang menyelenggarakan
pelayanan KB seharusnya menyelenggarakan pelayanan kontrasepsi darurat juga. Disamping itu
juga dibutuhkan penerangan dan penyuluhan-penyuluhan.
3.
Semua pasangan yang menggunakan kontrasepsi, khususnya pada mereka yang
menggunakan metode barrier misalnya Kondom, harus tahu mengenai kontrasepsi darurat.
4.
Apabila potensi selengkapnya dari kondar ini dapat diwujudkan dan kemudian diterapkan
dalam pelayanan KB, maka akan dibutuhkan peninjauan segera dilakukan pelatihan para dokter
umum, dokter Rumah sakit dan bidan dalam praktek pelayanan kontrasepsi.
Kondar jelas dapat mencegah terjadinya kehamilan, dan apabila dapat tersedia serta mudah
didapatkan, dengan penggunaan yang cukup meluas, akan dapat mencegah terjadinya atau
menurunkan angka kematian yang tidak diinginkan secara bermakna.
1.1.2

Jenis

1.
1.
Mekanik
Satu-satunya Kondar mekanik adalah IUD yang mengandung tembaga (misalnya: CuT 380A). Jika
dipasang dalam waktu "kurang dari 7 hari" setelah senggama, cara ini mampu mencegah kehamilan.dan

selanjutnya dapat dipakai terus untuk mencegah kehamilan hingga 10 tahun lamanya, atau sesuai waktu
yang dikehendakinya.
1)
Cara kerja: Mencegah fertilisasi (pertemuan sel sperma dan sel telur) dan Mencegah tertanamnya
hasil pembuahan pada endometrium (selaput dinding rahim).
2)

Kegagalan: < 0,1%

3)

Kontra indikasi: Hamil atau diduga hamil dan memiliki Infeksi Menular Seksual (IMS).

4)

Cara pemberian: 1 kali pemasangan dalam waktu < 7 hari pasca senggama.

1.
2.
Medik
Paling sedikit ada 5 cara pemberian Kondar yang telah diteliti secara luas. Masing-masing bersifat
hormonal dan saat ini diterapkan secara oral. Sekalipun pemberian pervaginal dalam tahap penelitian,
namun kepustakaan yang telah dipublikasikan masih terbatas pada pemberian per oral. Lima cara
tersebut adalah : Pil KB Kombinasi (mis: Microgynon), Pil Progestin (misalnya: Postinor-2), Pil Estrogen
(misalnya: Premarin), Mifepristone (misalnya: RU-486), Danazol (misalnya: Dano1).
Tabel 9.1: Jenis Kontrasepsi Darurat
Cara

MekanikAKDR
-Cu

Merek dagang

Cooper T
Multiload

Dosis

Waktu Pemberian

Satu kali
pemasangan

Dalam waktu 5 hari pascasanggama

2 x 2 tablet

Dalam waktu 3 hari pascasanggama, dosis kedua 12


jam kemudian

Nova T

Medik

Microgynon 50

Pil kombinasi
dosis tinggi

Ovral
Neogynon
Nordiol

Dosis rendah
Eugynon

Microgynon 30

2 x 4 tablet

Dalam waktu 3 hari pascasanggama, dosis kedua 12


jam kemudian

Progestin
Mikrodiol
Nordette

Postinor-2

Dalam waktu 3 hari pascasanggama, dosis kedua 12


jam kemudian
2 x 1 tablet

Cara

Merek dagang

Dosis

Estrogen

Dalam waktu 3 hari pascasanggama, 2 x 1 dosis


selama 5 hari

Mifepristone

Danazol

1.1.3

Waktu Pemberian

Lynoral

2,5 mg/dosis

Premarin

10 mg/dosis

Progynova

10 mg/dosis

RU-486

1 x 600 mg

Danocrine Azol

2 x 4 tablet

Dalam waktu 3 hari pascasanggama

Dalam waktu 3 hari pascasanggama, dosis kedua 12


jam kemudian

Cara kerja

Merubah endometrium sehingga tidak memungkinkan implantasi hasil pembuahan, Mencegah


ovulasi/menunda ovulasi (Mengganggu pergerakan saluran telur (tuba fallopii).

1.1.4

Manfaat

1.
2.
3.
4.
5.
6.
1)

Sangat efektif (tingkat kehamilan < 3%).


Kefektifan sekitar 75%.
AKDR juga bermanfaat jangka panjang.
Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Mendukung hak perempuan untuk mengatur reproduksinya sendiri.
Mendukung kesehatan reproduksi perempuan:
Memberi waktu pemulihan yang sempurna bagi organ reproduksi.

2)

Frekuensi kehamilan dapat diatur sesuai kondisii kesehatan fisik dan psikososial.

3)

Risiko aborsi dapat di hindarkan.

1.
2.

Bukan sebagai pil penggugur kandungan.


Cara kerja Kondar adalah fisiologis, sehingga tidak mempengaruhi kesuburan dan siklus haid
yang akan datang.
3.
Efek samping ringan dan berlangsung singkat.
4.
Tidak ada pengaruh buruk dikemudian hari pada organ sistem reproduksi dan organ tubuh
lainnya.
1.1.5

Keterbatasan

1.

Pil kombinasi hanya efektif jika digunakan dalam 72 jam sesudah hubungan seksual tanpa
perlindungan.
2.
Pil kombinasi dapat menyebabkan nausea, muntah, atau nyeri payudara.
3.
AKDR hanya efektif jika dipasang dalam 7 hari sesudah hubungan seksual.
4.
Pemsangan AKDR memerlukan tenaga terlatih dan sebaiknya tidak digunakan pada klien
yang terpapar dengan risiko IMS.
1.1.6

Indikasi

Indikasi kontrasepsi darurat adalah untuk mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki.
1.
1)

Bila terjadi kesalahan dalam pemakaian kontrasepsi, seperti :


Kondom bocor, lepas atau salah menggunakannya.

2)

Diafragma pecah, robek atau diangkat terlalu cepat.

3)

Kegagalan sanggama terputus (misalnya ejkulasi di vagina atau pada genitalia eksterna).

4)

Salah hitung masa subur : untuk menghindari kehamilan segera pakai kontrasepsi darurat

5)

AKDR ekspulsi : dengan AKDR ekspulsi bearti fungsi dari AKDR berkurang

6)

Lupa minum pil KB lebih dari 2 tablet

7)

Terlambat lebih dari 2 minggu untuk suntik KB.

1.
2.

1.1.7

Perkosaan : karena tidak ingin terjadi kehamilan yang tidak diinginkan.


Tidak menggunakan kontrasepsi : setelah melakukan hubungan seksual secara aktif namun
tidak memakai pelindung apapun.
Kontraindikasi

Hamil atau diduga hamil tidak diperbolehkan untuk menggunakan kontrasepsi darurat.

1.1.8
1.

Efek Samping

Mual, muntah: perlu konseling. Jika muntah terjadi dalam 2 jam sesudah penggunaan pil
pertama atau kedua, dosis ulangan perlu diberikan.
2.
Peradarahan/bercak: sekitar 8% klien dengan kontrasepsi oral kombinasi mengalami bercakbercak. Sekitar 50% mendapat haid pada waktunya bahkan lebih awal.