Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN MINGGUAN

PRAKTIKUM ANALISIS PANGAN


IODIUM
(Bumbu Nasi Goreng)

Oleh :
Nama
NRP
No. Meja
Kelompok
Tanggal Percobaan
Asisten

: Bayu Indragiri
: 073020030
: 6 (Enam)
: I (Satu)
: 08 Mei 2009
: Sindi Riyani

LABORATORIUM ANALISIS PANGAN


JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2009

IODIUM
(Bumbu Nasi Goreng)
Bayu Indragiri
Abstract
The purpose of this experiment are determine of iodium content in food material or sample.
The principle of iodium content is based on iodate which oxidated KI produce I 2, I2 tirated with thiosulphate
and amylum until the end point titration a blue color to transparent .
The result of iodium content with sample Bumbu Nasi Goreng is 0,0108 %.

PENDAHULUAN

Prinsip Percobaan

Prinsip percobaan penentuan kadar iodium


adalah
berdasarkan
pada
iodat
yang
Sebagian besar bahan makanan, yaitumengoksidasi KI menghasilkan I2, dititrasi oleh
sekitar 96 % terdiri dari bahan organik dan air.tiosulfat menggunakan larutan kanji hingga
Sisanya terdiri dari unsur-unsur mineral. Unsur mencapai titik akhir titrasi warna biru menjadi
mineral juga dikenal sebagai zat organik atau hilang.
kadar abu. Dalam proses pembakaran bahanReaksi Percobaan
bahan organik terbakar, tetapi zat organiknya
Reaksi percobaan penentuan kadar iodium
tidak, karena itulah disebut abu. Meskipun
adalah,
banyak dari elemen mineral telah jelas diketahui IO + 5I- + 6H+ 3I2 + H2O
fungsinya pada makanan ternak, belum banyak 3
3I + 6S2O32- 6I- + 3S4O62penelitian yang sejenis dilakukan pada manusia. 2
Karena itu peranan berbagai unsur bagi manusia
belum sepenuhnya dapat diketahui. Dalam tubuh,
TINJAUAN PUSTAKA
mineral-mineral ada yang bergabung dengan
organik, ada pula yang berbentuk ion bebas. Di
Iodium
dalam tubuh unsur mineral berungsi sebagai zat
Iodium merupakan bagian dari hormon
pembangun dan pengatur (Winarno, 2002, Hal.
kelenjar tiroid, yakni tirosin dan triiodotirosin.
150).
Iodium dibutuhkan manusia didunia.Biasanya tubuh mengandung 20-30 mg iodium.
Iodium dalam makanan di beberapa daerah diKira-kira 60% berada dalam kelenjar tiroid dan
dunia tidak mencukupi; kekurangan iodium ini selebihnya tersebar di jaringan-jaringan tubuh,
menyebabkan
penyakit
gondok.
Suatuterutama di ovarium, otot dan darah
penambahan iodium ke dalam garam sangat (Poedjiadi, 2006, Hal. 419).
efektif dalam mengurangi jumlah penderita Iodium dalam bentuk ion iodida mudah
gondok. Kandungan iodium sebagian besardiserap melalui dinding usus dan dieksresikan
sekitar beberapa mg/100 gr dan beragamterutama melalui urine. Hasil serapan dibawa
menurut tempatnya. Ikan dan kerang-keranganoleh darah ke kelenjar tiroid untuk pembentukan
dengan kandungan iodium yang tinggi. Ikan asin
mempunyai kandungan sekitar 50 sampai 150hormon dan lain-lain. Dari penyelidikan dapat
mg/100gr dan kerang-kerangan hingga 400diketahui bahwa kebutuhan iodium orang dewasa
mg/100 gr (deMan, 2002, Hal. 231).
adalah 100-200 mikrogram per hari, anak-anak
50 mikrogram per hari, sedangkan bayi
membutuhkan 20-40 mikrogram per hari. Dan
Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan penentuan kadarkebutuhan iodium bagi wanita yang sedang
iodium adalah untuk menentukan kadar iodiummengandung dan menyusui lebih besar daripada
orang dewasa pada umumnya. Sumber iodium
yang terdapat dalam suatu bahan pangan.
antara lain adalah ikan, kerang, dan tumbuhLatar Belakang

tumbuhan yang hidup di


(Poedjiadi, 2006, Hal. 419).

daerah

pantaiataupun bagian tanaman lain. Pada umumnya


biji-bijian dan kacang-kacangan mengandung
sangat
sedikit iodium di dalamnya (Winarno
Iodium merupakan komponen yang paling
1997, Hal. 166).
volatil dalam limbah gas yang berasal dari proses
pelarutan. Secara praktisnya radionuklida yang
Penggunaan iodium sebagai pencegah
volatil akan dilepas melewati cerobong setelah penyakit gondok telah lama dipraktekan oleh
mengalami penjerapan atau scrubbing denganbeberapa negara, yaitu dengan menggunakan
NaOH. Penjerap hidroksida menghilangkan asamgaram beriodium. Jumlah garam yang
dari NO2 yang melewati rekombinasi di atasditambahkan dalam garam dapat berkisar 0,5
pelarut. Meskipun lebih dari 95% iodium sampai 1,0 bagiam dalam 10.000 bagain garam.
teruapkan dalam pelarutan sebagai I2, HI dan Iodium yang ditambahkan biasanya dalam
HIO, sebagian besar akan tertangkap dalam bentuk garam kalium iodida (0,005-0,01 %
penjerap gas. Gas ini bisa dijebak dalam saringan dalam garam). Iodium yang ditambahkan ini
zeolit yang diimpregnasi dengan AgNO 3. Zeolitkarena biasanya konsumsi garam setiap hari ratamerupakan bahan mineral lokal yang berpotensi rata 5-15 g, jumlah iodium yang terkonsumsi
sebagai penjerap khususnya untuk limbahiodium yang lebih dari 1.000 mcg. Jumlah
radioaktif seperti Cs-137 dan Sr-90. Potensikonsumsi iodium yang lebih dari 1.000 mcg
serap alami dari zeolit bisa ditingkatkan dengan nampaknya tidak berbahaya (Winarno, 2002,
cara aktifasi melalui pemanasan maupunHal. 166).
penambahan bahan kimia yang sesuai. Zeolit
Fungsi iodium adalah sebagai komponen
mempunyai porositas yang relatif besar dan esensial tiroksin dan kelenjar tiroid. Peranan
bentuk yang tidak teratur sehingga bisa tiroksin adalah meningkatkan laju oksidasi dalam
dimanfaatkan dalam penjernihan air limbah yangsel-sel tubuh sehingga meningkatkan BMR
berasal dari industri kertas, tekstil dan instalasi (Basal Metabolic Rate). Tiroksin menyebabkan
sel-sel tubuh membesar baik bentuk maupun
pengolahan bahan radioaktif. Zeolit merupakan
jumlahnya, dan meningkatkan permeabilitas
mineral lokal dengan sifat serap terhadap unsur - dinding mitikondria sehingga memudahkan
unsur/nuklida yang bervariasi tergantung padamasuk keluarnya zat-zat yang terlibat dalam
aktivitas dari gugus yang dominan untukkegiatan respirasi dan perpindahan energi.
dipertukarkan dalam interaksi dengan kationPeranan lain dari tiroksin adalah menghambat
proses
fosforilasi
oksidatif
sehingga
logam/non-logam yang terdapat dalam limbah
terbentuknya ATP berkurang dan lebih banyak
(Anonim, 2009).
dihasilkan panas. Hal ini dapat menjelaskan
mengapa orang yang menderita hipertiroidisme
Kebutuhan Iodium
Bahan makanan kandungan iodiumkurus. Di samping itu tiroksin juga langsung
mempengaruhi sintesis protein (Winarno, 2002,
ternyata sangat kecil dan kadarnya hanya dapat Hal. 162).
ditentukan dengan alat yang sangat peka.
Defisiensi Iodium
Perbedaan tanah, pupuk, dan lingkungan akan
Salah satu indikator derajat kesehatan
memproduksi hasil pertanian dengan kadar
masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI)
iodium yang berbeda-beda. Makanan-makanan
dan Angka Kematian Bayi (AKB). Di Indonesia
dari laut dan ganggang laut merupakan sumber
AKI dan AKB tinggi yaitu pada tahun 1998 450
iodium yang penting. Ikan laut lebih banyak
per seratus ribu kelahiran hidup, dan Angka
mengandung iodium daripada ikan air tawar.
Kematian Bayi tahun 1999 adalah 44 per seribu
Daun dan bunga tanaman lebih banyak
kelahiran hidup (Departemen Kesehatan RI,
mengandung iodium daripada bagian umbi
2000). Berbagai program kesehatan dilakukan

untuk menurunkan AKI dan AKB. Salah satu


Masalah gizi kurang yang belum dapat
ditanggulangi
dalam Pembangunan Jangka
program adalah perbaikan gizi pada ibu hamil
Panjang
Tahap
I (PJPT I) hingga kini adalah
sehingga akan melahirkan sumber daya manusia
masalah Anemia Gizi Besi dan Gangguan Akibat
yang berkualitas
(Anonim, 2009). Kekurangan Iodium (Depkes RI, 2000). GAKI
merupakan salah satu masalah yang serius di
Indonesia dan diketahui mempunyai kaitan erat
dengan gangguan perkembangan mental dan
kecerdasan. Pada saat ini Indonesia diperkirakan
sekitar 42 juta penduduk tinggal didaerah yang
lingkungannya miskin iodium, dari jumlah ini
10 juta penderita gondok, 750.000 900.000
menderita kretin endemic dan 3,5 juta menderita
GAKI lainnya. Pada tahun 1998 diperkirakan 8,2
juta penduduk tinggal didaerah endemic sedang
dan 8,8 juta tinggal didaerah endemic berat
(Depkes RI, 1999)
(Anonim, 2009).
Pengaruh
negatif
GAKI
terhadap
kelangsungan hidup manusia dapat terjadi sejak
masih dalam kandungan, setelah lahir sampai
dewasa. GAKI yang terjadi pada ibu hamil
mempunyai resiko terjadinya abortus, lahir mati,
cacat bawaan. Yang sangat menghawatirkan
adalah akibat negatif pada susunan saraf pusat,
karena berpengaruh terhadap kecerdasan dan
perkembangan sosial masyarakat dikemudian
hari. Sedangkan gangguan yang terjadi setelah
lahir pada umumnya merupakan lanjutan dari
gangguan pada waktu dalam kandungan. Hasil
Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun
1995 menunjukkan bahwa satu dari tiga ibu
hamil beresiko kekurangan iodium. Penduduk
yang tinggal didaerah rawan GAKI kehilangan
IQ sebesar 13,5 point lebih rendah dibandingkan
dengan yang tinggal di daerah cukup iodium.
Indonesia diperkirakan telah defisit tingkat
kecerdasan sebesar 140 juta IQ point. Keadaan
ini tentu amat berpengaruh pada upaya-upaya
peningkatan kualitas sumber daya manusia
(BPS-UNICEF, 1995) (Anonim,2009).

Kekurangan iodium pada masa kehamilan


Goitrin, merupakan senyawa antitiroid,
dan awal masa kehidupan anak dapat terdapat pada tanaman dalam bentuk calon
menurunkan jumlah sel neuron yang ada di otak. (precursor) yang disebut progoitrin yang dapat
Karena itu, masa-masa tersebut merupakan masa
yang sangat kritis dan perlu mendapatkan zat-zat berubah bentuk menjadi goitrin dengan
gizi dalam jumlah cukup, seperti asam amino, pertolongan kerja enzim. Progoitrin ditemukan
asam lemak, vitamin, dan mineral (terutama dalam biji mustard dan bagain yang dapat
iodium). Neuron mempunyai empat bagian dimakan dari kol, kale, dan sayur-sayuran
penting, yaitu badan sel, dendrit, akson, dan sebangsa kubis dan turnip. Pada umumnya
terminal akson. Akson merupakan bagian sel
saraf yang berfungsi membawa pesan dengan progoitrin mudah rusak oleh panas atau
perantara benang saraf. Neuron mempunyai pemasakan. Kerja goitrin adalah menghambat
kemampuan konduktivitas (penghantar) dan sintesis tiroksin dan pada binatang percobaan
eksitabilitas (dapat dirangsang). Sel ini telah dibuktikan dengan timbulnya gondok oleh
berkemampuan
memberikan
reaksi
atas pengaruh goitrin. Penyakit gondok endemik pada
rangsangan dari sumber luar, seperti rangsangan
jarang ada hubungannya dengan
mekanik, elektrik, kimiawi atau fisik, yang manusia
dalam
bahan
makanan
menimbulkan impuls dan dihantar melalui saraf. goitrin
Sebuah impuls saraf selalu dihantar melalui (Winarno, 2002, Hal. 166).
dendrit ke sel, kemudian dari sel ke akson.
Retensi Kandungan Iodium
Hubungan satu neuron dengan neuron yang lain
Dari saat proses iodisasi garam bahan baku
tidak membentuk jalinan yang sambungsampai
saat garam beryodium dikonsumsi,
menyambung melainkan terpisah oleh celah
yang sangat sempit (1/5.000 mm) yang disebut terjadi pengurangan kadar iodium yang
synapsis. Untuk melalui synapsis, impuls saraf diakibatkan oleh berbagai faktor yang
memerlukan suatu zat pembawa yang disebut berpengaruh selama penyimpanan, trasportasi
neurotransmitter.
Terdapat
sekitar
30 dan proses pengolahan makanan. Garam yang
neurotransmitter yang telah diketahui, di telah ditambahkan iodium sesuai peraturan, pada
antaranya adalah serotonin, norepineprin, tahap iodisasi akhirnya tidak lagi memenuhi
epineprin,
dopamin,
dan
asetilkolin. persyaratan karena berkurangnya iodium. Hasil
pembahasan:
Neurotransmitter tersebut dibentuk dari bahan dan
baku yang berupa asam amino (protein). 1. Penentuan unsur pengotor yang bersifat
dalam
garam.
Kekurangan protein akan berdampak pada reduktor
Ada
3
senyawa
yang
memiliki
potensi
sebagai
berkurangnya jumlah neurotransmitter, sehingga
penyampaian pesan menjadi lambat. Dengan reduktor dalam reduksi iodat menjadi iodin,
kata lain, orang akan menjadi bodoh. Itulah ketiga senyawa tersebut berasal dari unsur S
sebabnya mengapa protein sangat dibutuhkan berupa sulfit, Fe berupa ion besi (II) dan Cr
selama janin ada di dalam kandungan dan pada berupa Cr (II) dan Cr (III).
awal-awal
masa
kehidupan 2. Pengaruh unsur pengotor dalam garam
terhadap
reduksi
iodat.
(Anonim,2009).
Senyawa Fe dalam bentuk Garam Mohr atau
Kretinisme juga merupakan gejalaK4Fe(CN)6 berpotensi sebagai reduktor dalam
kekurangan iodium, yaitu kekurangan iodium di reaksi reduksi iodat dalam garam. Senyawa
intrauterin pada masa awal setelah bayi pengotor lain seperti S dan Cr juga berpotensi
dilahirkan. Biasanya terjadi di daerah gondok sebagai reduktor walau belum dibuktikan.
3. Pengaruh senyawa MgCl2 terhadap kadar air
endemik. Pertumbuhan bayi tersebut sangat dalam
garam.
terhambat, wajahnya kasar dan membengkak,Kandungan MgCl2 dalam kristal garam secara
perut kembung dan membesar. Kulitnya menjadi jelas meningkatkan kemampuan garam menarik
tebal, kering, dan sering kali keriput, lidahnya air dari lingkungannya.
membesar, bibirnya tebal dan selalu terbuka4. Pengaruh senyawa MgCl2 terhadap pH larutan
garam. Fenomena yang terjadi pada garam
(Winarno, 2002, Hal. 164).
padatan tidak selalu sama dengan yang terjadi

pada larutan garam. pH larutan garam sebagai disebabkan senyawa-senyawa Fe paling sulit
fungsi waktu meningkat sedangkan pada garam larut dibanding senyawa-senyawa lain dalam
padat pH larutan menurun sebagai fungsi waktu.garam, sehingga hanya dengan konsentrasi air
pH
larutan
garam
menurun
dengan bersih yang tinggi yang dapat melarutkan Fe
meningkatnya kadar Mg dalam garam.
dengan efektif. Namun hal ini juga menyebabkan
5. Karakterisasi garam dari berbagai sumber di kehilangan senyawa NaCl dalam jumlah yang
Indonesia. Semakin rendah kualitas garam besar (Anonim, 2002).
semakin banyak reduktor atau semakin kuat
Faktor lain yang berpengaruh terhadap
kemampuan zat pengotor untuk mereduksi iodat. proses pencucian ini adalah ukuran partikel
6. Retensi iodium garam beryodium dari garam, karena hanya bagian permukaan garam
berbagai sumber di Indonesia. Terjadi kenaikan saja yang dipengaruhi oleh proses ini. Semakin
kandungan iodium pada satu bulan pertama yang halus garam (luas permukaan besar), maka akan
belum
dapat
dijelaskan.semakin efektif peghilangan Mg dari garam.
7. Pengaruh pH kandungan air terhadap waktu. Namun demikian untuk mencegah hilangnya Na
Kecepatan penurunan pH lebih tinggi untukakibat pencucian ini, maka perlu diatur
garam yang disimpan terbuka. Penyerapankomposisi maupun jumlah air pencuci yang
kandungan air terjadi untuk garam yangoptimum. Proses pencucian ini sebenarnya tidak
disimpan terbuka. Kandungan air naik dengan efektif dalam mengurangi zat pengotor yang
bertambahnya kandungan Mg dan Camemiliki kelarutan yang lebih rendah dari NaCl,
Tidak ada korelasi antara pH dengan kandungansebab jika senyawa-senyawa pengotor tersebut
Mg maupun Ca pada berbagai garam bahan (Ca dan Fe) hendak dihilangkan dengan proses
baku.
ini, maka dibutuhkan air dalam jumlah besar
8. Hubungan pH dengan kandungan KIO3.yang tinggi. Hal ini berdampak pada hilangnya
Garam yang belum diiodisasi menunjukkanNaCl dalam jumlah yang besar, hal yang tentu
penurunan pH yang lebih tinggi dibandingingin dihindarkan oleh produsen garam (Anonim,
dengan garam yang mengandung KIO 3, Hal ini20092).
menunjukkan bahwa mekanisme hilangnya
Data menunjukkan bahwa pencucian
iodium dari garam beryodium sesuai denganmenggunakan air bersih cukup efektif dalam
mekanisme reaksi redoks.
menurunkan kandungan reduktor dibanding
9. Hubungan perlakuan panas dengan kandungan menggunakan brine. Hal ini disebabkan brine itu
reduktor, kandungan air, pH dan retensi iodium.sendiri sudah mengandung zat pereduksi. Di
Dengan
pemanasan kandungan reduktorsamping itu dugaan bahwa zat-zat pereduksi
menurun dengan drastis (lebih dari 50%), hal ini yang ada pada garam mempunyai sifat kelarutan
mengindikasikan bahwa pemanasan mungkinyang rendah dibanding senyawa lainnya terbukti.
menyebabkan reduktor pada garam teroksidasi. Pada pencucian air bersih dengan rasio 1 : 3
10. Pengaruh pencucian terhadap kandungandiperoleh kandungan reduktor yang paling
komponen higroskopis, komponen pereduksi,rendah (5,95 ppm) namun kehilangan garamnya
kandungan reduktor dan jumlah garam terlarut.relatif rendah (16,2%). Proses pencucian pada
Kandungan Mg dan K menurun setelah proses garam
mempengaruhi
komposisi
dan
pencucian, hal ini disebabkan sifat kelarutankarakteristik garam. Poses ini mampu
senyawa Mg dan K yang lebih tinggi dibandingmenurunkan kadar Mg dan Ca dalam jumlah
senyawa Na, sehingga Mg dan K mudah larut yang signifikan
(Anonim,2009).
dan terbawa oleh air cucian. Untuk pencucian
dengan air bersih, semakin tinggi rasio air :
BAHAN, ALAT, DAN METODE
garam, semakin rendah kandungan Mg dan K.
PERCOBAAN
Pencucian menggunakan brine menunjukkan
kandungan brine 27 % wt adalah yang terbaik
Bahan yang Digunakan
dalam menurunkan kandungan Mg dan K.
Pencucian menggunakan brine secara umum
Bahan yang digunakan dalam percobaan
hampir sama dibandingkan air bersih dalam penentuan kadar iodium adalah sampel Bumbu
menurunkan kandungan Ca. Pencucian air bersihNasi Goreng, H2SO4 6N, KI padat, amylum 1%
dengan komposisi 1 : 1 paling baik dalam dan larutan baku Tiosulfat.
menurunkan kandungan Fe, hal ini dapat

Alat yang Digunakan


Alat yang digunakan pada percobaan
penentuan kadar iodium adalah labu takar,
erlenmeyer, pipet tetes, buret, klem dan statif,
dan pipet ukuran volume.
Metode Percobaan
Sebanyak 2-3 gram sampel dimasukkan ke
dalam labu takar kemudian dilarutkan sampai
tanda batas dengan aquadest. Setelah itu dipipet
10 ml larutan sampel tersebut dan dimasukkan ke
dalam erlenmeyer, ditambah 1 gram KI padat,
dan 10 ml H2SO4 6N. Kemudian dititrasi dengan
Na2S2O3 baku sampai warna kuning jerami
setelah itu ditambah 1 ml amylum kemudian
dititrasi lagi sampai warna biru hilang. Dan kadar
iodium dihitung berdasarkan volume Na2S2O3
yang telah didapat.

Gambar 1. Metode Percobaan Kadar Iodium

HASIL PENGAMATAN DAN


PEMBAHASAN
Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan percobaan analisis kadar
iodium dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 1. Hasil Pengamatan Kadar Iodium


No. Metode
Sampel
Hasil
Analisis

dengan garam yang mengandung KIO 3, Hal ini


menunjukkan bahwa mekanisme hilangnya
iodium dari garam beryodium sesuai dengan
mekanisme reaksi redoks. Hubungan perlakuan
1.
Kadar Bumbu Nasi 0,0108%
panas dengan kandungan reduktor, kandungan
Iodium
Goreng
air, pH dan retensi iodium. Dengan pemanasan
kandungan reduktor menurun dengan drastis
(Sumber : Meja 6, Kelompok I)
(lebih dari 50%), hal ini mengindikasikan bahwa
Pembahasan
pemanasan mungkin menyebabkan reduktor
Pada percobaan penentuan kadar iodiumpada garam teroksidasi
(Anonim,
ini dapat diketahui bahwa dalam sampel Bumbu2009).
Kesalahan titrasi dapat disebabkan oleh
Nasi Goreng mengandung iodium sebesar 0,387
oksigen,
yaitu oksigen di udara dapat
%. Kandungan iodium sebagian besar makanan
sekitar beberapa mg/100 g dan beragam menurut menyebabkan hasil titrasi terlalu tinggi karena
dapat mengoksidasi iodida menjadi I 2.
tempatnya.
Kebanyakan reaksi iodometri dilakukan pada pH
Larutan iodium yang digunakan sebagai
larutan standar harus disimpan dalam tempatantara 5 dan 9, maka kesalahan akibat oksigen
gelap dan dingin, karena larutan iodium mudah menjadi kecil. Namun jangan dibiarkan dalam
keadaan tergeletak pada saat akan dititrasi dan
terurai oleh cahaya matahari
Iodium sukar larut dalam air, maka dibuat terlalu lama, sebaiknya cepat dititrasi setelah
dalam kompleks dengan menambahkan KI. penambahan KI (ini sejalan dengan usaha
Penetapan konsentrasi dengan larutan standar
tiosulfat digunakan air bebas, yaitu air yang telah pencegahan kesalahan I2 yang menguap) bila
dididihkan sebelumnya. Air yang dididihkan perlu reaksi O2 dapat dicegah dengan
maksudnya untuk mengusir karbon dioksida dan memberikan NaHCO3 ke dalam larutan titran
oksigen, karena larutan tiosulfat secara perlahan yang asam, CO2 lebih berat dan mencegah
dapat terurai atau berubah konsentrasinya yangkontak O dengan larutan.
2
disebabkan oleh beberapa hal diantaranya oleh
oksigen dan karbondioksida baik dari dalam
Karena harga E0 iodium berada pada
ataupun dari udara bebas, sehingga diperlukandaerah pertengahan maka sistem iodium dapat
zat untuk mencegahnya (Anonim, 2009).
digunakan untuk oksidator maupun reduktor. I 2
Unsur mineral juga dikenal sebagai zatadalah oksidator lemah sedangkan iodida secara
organik atau kadar abu. Dalam proses relatif merupakan reduktor lemah. Kelarutannya
pembakaran, bahan-bahan organik terbakar tetapicukup baik dalam air dengan pembentukan
zat anorganiknya tidak. Unsur mineral sepeti triodida (KI3). Iodium dapat dimurnikan dengan
besi, iodium, mangan, tembaga, zink, kobalt, dan cara sublimasi. Ia larut dalam larutan KI dan
fluor hanya terdapat dalam tubuh dalam jumlahharus disimpan dalam tempat yang dingin dan
yang kecil saja, karena itu disebut trace elementgelap. Dapat distandarisasi dengan As2O3.
atau mineral mikro (Winarno, 2002, Hal. 150). Berkurangnya iodium akibat penguapan dan
Mineral yang terdapat dalam suatu bahanoksidasi udara menyebabkan banyaknya
dapat merupakan dua macam garam, yaitu garam kesalahan analisis. Cara lain standarisasi adalah
organik dan garam anorganik. Yang termasukdengan Na2S2O3. 5H2O. Larutan thiosulfat
dalam garam organik misalnya garam-garam distandarisasi terlebih dahulu terhadap K2Cr2O7.
asam mellat, oksalat, asetat, dan pektat. Reaksinya :
Sedangkan garam anorganik antara lain dalam Cr2O72- + 14H+ + 6I- 3I2 + 2Cr3+ + 7H2O
bentuk garam fosfat, karbonat, khlorida, sulfat, Biasanya indikator yang digunakan adalah kanji
dan nitrat. Komponen mineral dalam suatu bahanatau amilum. Iodida pada konsentrasi < 10 -5 M
sangat bervariasi baik macam dan jumlahnya dapat dengan mudah ditekan oleh amilum.
(Sudarmadji, 2007, Hal. 150).
Sensitivitasnya warnanya tergantung pada
Hubungan pH dengan kandungan KIO3.pelarut yang digunakan. Kompleks iodiumGaram yang belum diiodisasi menunjukkanamilum mempunyai kelarutan yang kecil dalam
penurunan pH yang lebih tinggi dibanding

air sehingga biasanya ditambahkan pada titik


Kesimpulan
akhir titrasii (Khopkar, 1990, Hal. 54).
Berdasarkan percobaan penentuan kadar
Jika larutan iodium di dalam KI padaiodium yang telah dilakukan dengan sampel
suasana netral maupun asam dititrasi maka :
Bumbu Nasi Goreng didapatkan bahwa kadar
I3- + 2S2O32- 3I- + S4O62iodium sebesar 0,387%.
Selama reaksi zat antara S2O3I- yang tidak
Saran
berwarna adalah terbentuk sebagai
2S2O3 + I3 S2O3I + 2I
Percobaan penentuan kadar iodium ini
yang mana berjalan terus menjadi
yang harus diperhatikan adalah pada waktu
2S2O3I- + I- S4O62- + I3melakukan titrasi, karena kelebihan titrasi akan
Warna indikator muncul kembali pada
mempengaruhi pencapaian titik akhir titrasi,
S2O3I- + S2O32- S4O62- + Isehingga titrasi harus diulangi.
Reaksi berlangsung baik di bawah pH = 5,0,
sedangkan pada larutan alkali, larutan asam
hypoidus
(HOI)
terbentuk
DAFTAR PUSTAKA
(Khopkar, 1990, Hal. 54).
Amilum digunakan sebagai indikator,Anonim, (2009), Dampak Defisiensi Iodium
meskipun larutan iodium dalam air berwarna
Pada Berbagai Tahapan Perkembangan
kuning jelas dan encer tapi pada titik akhir titrasi
Kehidupan Manusia Dan Upaya
biasanya ditambahkan amilum agar titik akhir
Penanggulangannya,www.google.com,
menjadi lebih jelas. Iodium dan amilum jika ada
Akses : 08/05/09, Bandung.
iodida
akan
mengadakan
reaksi
atau
(2009),
Iodium.
persenyawaan sampai terjadi adsorbsi kompleksAnonim,
www.google.com/carbohydrates.aspx.htm,
berwarna biru tua yang dapat dilihat meskipun
Akses:08/05/09, Bandung.
kadar iodium sangat kecil. Kecepatan reaksi ini
akan berkurang jika dalam larutan tidak terdapatAnonim, (2009), Sifat Fisika Dan Sifat Kimia
iodida dan juga bila suhu naik. Bahan baku
Unsur Halogen, www.google.com, Akses:
primer yang digunakan yang distandarisasi,
08/05/09, Bandung.
larutan Tiosulfat dengan cara I2 murni atau
dimurnikan oleh jalan sublimasi, BE cukup Anonim, (2009), Iodium Cegah Lost
Generation, gizi.net, Akses:08/05/09,
tinggi (126,9). Iod mudah menguap maka bahan
Bandung.
ini harus ditimbang dalam botol tertutup
kesulitan penanganan iod membuat tidak akan deMan. John M., (1997), Kimia Makanan, ITB,
praktis sebagai bahan baku primer. KIO3
Bandung.
kemurniannya baik tetapi tidak, BE terlalu
rendah (35,67) dan N2Cr2C7, juga mudah sekaliAnonim, (2009), Retensi Kandungan Iodium,
gizi.net, Akses:08/05/09, Bandung.
diperoleh dalam keadaan murni. Reaksinya
dengan KI lambat, harus ditunggu beberapa lama Poedjiadi,
Anna.
(2006).
Dasar-Dasar
sebelum dititrasi (Anonim, 2009).
Biokimia. Penerbit Universitas Indonesia.
Jakarta.
KESIMPULAN DAN SARAN
Winarno F.G., (2002), Kimia Pangan dan Gizi,
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
.LAMPIRAN
BM I
BE indeks
BM KIO 3
Sampel : Bumbu Nasi Goreng
127
Pembakuan Na2S2O3

Ws = 2.188 gram
214 = 0,59
Vs = 0.15 mL
V blanko = 0,9 mL

VN Na S O BE indeks
2 2 3
100%
W 1000
s
100 10 0,9 0.15 0,05428 0,59

100%
1,001 1000
= 0.0108 %
%I