Anda di halaman 1dari 19

FUNGSI ORGANIZING DALAM MANAJEMEN

(PERTEMUAN 4)
A. DEFINISI
Organisasi (Yunani: , organon alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah
unt tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai
bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.[1] Kajian
mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi
(organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain,
dan ada pula yang berbeda.[1] Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah
dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana,
terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material,
mesin, metode, lingkungan) , sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara
efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi
dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut
terhadap masyarkat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui
keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti;
pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga
menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus
menerus.Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.Akan tetapi sebaliknya,
organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada
saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Inti organisasi belajar adalah kemampuan organisasi untuk memanfaatkan kapasitas mental dari
semua anggotanya guna menciptakan sejenis proses yang akan menyempurnakan organisasi
(Nancy Dixon, 1994)
Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna
menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan
berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang
secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama (Peter
Senge, 1990)
Organisasi belajar adalah organisasi yang mampu melaksanakan proses transformasi
pengetahuan secara siklikal-berkelanjutan, dari pengetahuan pekerja sebagai hasil belajar
mandiri menjadi pengetahuan organisasi sebagai hasil belajar organisasional, untuk menumbuh
kembangkan modal organisasi. (diana siregar, ITB)

Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan organisasi ialah setiap bentuk persekutuan
antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka
pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang /
beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan
bawahan.
Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal,
berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan
tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.
Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan organisasi adalah struktur pembagian kerja
dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama
secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
James D Mooney berpendapat bahwa Organization is the form of every human, association for
the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk
pencapaian suatu tujuan bersama.
Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa Organisasi adalah system kerjasama antara
dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons)
yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa Organisasi adalah sekumpulan
orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan
bersama. (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to
achieve some common objectives).
Sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindak secara bersama-sama dalam
rangka mencapai tujuan bersama (Burky dan Perry, 1998).
Menurut Dimock, organisasi adalah : Organization is the systematic bringing together of
interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control
may be exercised to achive a given purpose (organisasi adalah perpaduan secara sistematis
daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan
yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang
telah ditentukan).
Dalam arti badan, organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai
tujuan tertentu, dalam arti bagan, organisasi adalah gambaran skematis tentang hubungan
kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu badan untuk mencapai suatu tujuan
dan dalam arti dinamis, organisasi adalah suatu proses penetapan dan pembaian pekerjaan,
pembatasan tugas dan tanggungjawab serta penetapan hbungan antara unsur-unsur organisasi
sehingga memungkinkan orang bekerjasama secara efektif untuk mencapai tujuan (M. Fuad,
2001:102)
Istilah organisasi yang didefinisikan secara statis diartikan sebagai suatu gambaran secara
skematis tentang bagian-bagian tugas dan tanggungjawab dan hbungan bagian yang terdapat

dalam sesautu badan atau suatu lembaga sedangkan secara dinamis diartikan sebagai suatu
proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan dialkukan, pembatasan tugas-tugas atau
tangungjawab serta wewenang dan penetapan hbungan antara unsure organisasi sehingga
memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama-sama sefektif mungkin untuk pencapaian
tujuan. (Manulang, 1971:49)
Organisasi sebagai wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama,
kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama untuk merealisasikan
tujuannya (B.S. Wibowo, 202:315)
Organisasi diartikan sebagai a consciously coordinated social entity, with a relatively identifiable
boundary that functions on a relatively continuous basis to achive a common goal or set of goals
(stphen P. Robbins, 1990:4)
Organization are relatively permanent social entities characterized by goal-oriented behavior,
specialization and structure (Warren B. brown, 1980:2)
Pengorganisasian diartikan sebagai suatu tindakan mengusahakan hubungan kelakukan yang
efektif antara orang-orang, hingga mereka dapat bekerjasama secara efisien dan demikian
memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi
lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.(George R.Terry, 2006:233)
Menurut Kochler, organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan
usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan
umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab
(Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling
berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di
dalamnya.
Menurut W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, organisasi adalah susunan
dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
Definisi Organisasi Perusahaan (Kast & Rosenzweig) :
1. Suatu subsistem dari lingkungannya yang lebih luas.
2. Terdiri dari orang-orang yang berorientasi pada tujuan.
3. Suatu subsistem teknik, yaitu orang-orang yang menggunakan pengetahuan, teknik, peralatan
& fasilitas.
4. Suatu subsistem struktural, yaitu orang-orang yang bekerja bersama dalam berbagai kegiatan
yang terpadu.
5. Suatu subsistem psikososial, yaitu orang-orang yang terlibat dalam hubungan sosial
6. Suatu subsistem manajerial yang merencanakan & mengendalikan semua usaha.
Organisasi Belajar adalah organisasi dimana sekumpulan orang secara berkelanjutan
mengembangkan kapasitas mereka untuk membuat hasil yang benar-benar mereka inginkan,

dimana pola pikir yang baru dan telah diperluas kemudian dipelihara, dimana aspirasi kolektif
dibebaskan, dan dimana semua orang secara berkelanjutan belajar untuk melihat secara
keseluruhan bersama-sama (Peter Senge).
Definisi Organisasi Perusahaan (Kast & Rosenzweig) :
1. Suatu subsistem dari lingkungannya yang lebih luas.
2. Terdiri dari orang-orang yang berorientasi pada tujuan.
3. Suatu subsistem teknik, yaitu orang-orang yang menggunakan pengetahuan, teknik, peralatan
& fasilitas.
4. Suatu subsistem struktural, yaitu orang-orang yang bekerja bersama dalam berbagai kegiatan
yang terpadu.
5. Suatu subsistem psikososial, yaitu orang-orang yang terlibat dalam hubungan sosial
6. Suatu subsistem manajerial yang merencanakan & mengendalikan semua usaha.
Organisasi adalah seluruh orang-orang yang melaksanakan fungsi-fungsi yang berbeda tetapi
saling berhubungan dengan yang dikoordinasikan agar sebuah tugas dapat diselesaikan.
Dengan demikian diantara ketiga macam pandangan tentang pengertian organisasi, pandangan
yang tepat adalah yang menganggap organisasi sebagai suatu sistem kerjasama, sistem
hubungan, sistem sosial. Guna memudahkan penangkapan pengertian, dapatlah kiranya disusun
suatu definisi organisasi secara sederhana dan dapat diterapkan dalam praktek sebagai berikut :
organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam
suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengorganisasian.
Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan
fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan
penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya.
Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsifungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain
daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran
perintah dan penyampaian laporan.
B. PRINSIP ORGANISASI
1. Principle of objective, Tiap organisasi harus mempunyai tujuan yang tertentu dan jelas

2. The principle of functional organization, Suatu organisasi harus didirikan diatas


fungsi-fungsi utama yang diperlukan untuk mencapai tujuan efisien
3. The principle of balance, Berbagai bagian dari organisasi harus mempunyai kebutuhan
yang berimbang sesuai dengan fungsi bagian tersebut dalam mencapai tujuan organisasi
4. The principle of specialization, Organisasi harus dibagi sehingga aktiftas seseorang
anggota organisasi sedapat mungkin dibatasi pada pelaksanaan satu fungsi saja.
5. The principle of continuity, Organisasi harus mengambarkan jenjang kenaikan tingkat
dalam strukturnya agar suplai kemampuan manajerial yang sangat diperlukan untuk
menjamin kelangsungan hidupnya dapat terlaksana secara berkeinambungan
6. The principle of flexibility, Organisasi dan rencana kerjanya harus lentur untuk
menghadapi keadaan usaha yang terus menerus berubaha, persaingan, pengaruh luas,
perluasan.
7. The principle of simplicity, Rencana organisasi harus sederhana sedemikian rupa agar
dapat mencpai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien
8. The principle of unity of command, Setiap organisasi memerlukan seorang pemimpin
tunggal dan setiap bawahan harus mempunyai haya seorang atasan
9. The principle of span of control, Kemapuan seseorang untuk mengendalikan bawahan
dengan efektif dan efisien, karena itu perlu ada jumlah bawahan seseorang
10. The principle supervisory channels, Suatu organisasi harus diperlengkapi dengan garis
kepengawsan secara tegas dari pucuk pimpinan sampai kepada para pelaksana
11. The principle of communication, Oprganisai harus memungkinkan hubungan yang baik
untuk pelaksnaan tiap tugas
12. The principle of coordination, Organisasi harus memungkinkan koordinasi yang baik
dari tiap fungsi agar dicapai efisiensi uyang maksimal
13. The principle of effectiveness, Organisasi harus memungkinkan efisiensi yang
maksimum disertai dengan minimum usaha dan pengeluaran-pengeluaran lainnya dalam
mencapai tujuannya
C. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan
secara formal.
Ada enam elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika hendak mendesain
struktur, antara lain:[1]

Spesialisasi pekerjaan. Sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam


beberapa pekerjaan tersendiri.

Departementalisasi. Dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara


bersama-sama. Departementalisasi dapat berupa proses, produk, geografi, dan pelanggan.

Rantai komando. Garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak
organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada
siapa.

Rentang kendali. Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara
efisien dan efektif.

Sentralisasi dan Desentralisasi. Sentralisasi mengacu pada sejauh mana tingkat


pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi
adalah lawan dari sentralisasi.

Formalisasi. Sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan.

Desain organisasi
Struktur sederhana
Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang
rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit
formalisasi.[1] Struktur sederhana paling banyak dipraktikkan dalam usaha-usaha kecil di mana
manajer dan pemilik adalah orang yang satu dan sama.[1] Kekuatan dari struktur ini adalah
kesederhanaannya yang terce== rmin dalam kecepatan, kefleksibelan, ketidakmahalan dalam
pengelolaan, dan kejelasan akuntabilitas.[1] Satu kelemahan utamanya adalah struktur ini sulit
untuk dijalankan di mana pun selain di organisasi kecil karena struktur sederhana menjadi tidak
memadai tatkala sebuah organisasi berkembang karena formalisasinya yang rendah dan
sentralisasinya yang tinggi cenderung menciptakan kelebihan beban (overload) di puncak.[1]
Birokrasi
Birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai
melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan
ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit, dan
pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.[1]
Kekuatan utama birokrasi ada kemampuannya menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar
secara sangat efisien, sedangkan kelemahannya adalah dengan spesialisasi yang diciptakan bisa
menimbulkan konflik-konflik subunit, karena tujuan-tujuan unit fungsional dapat mengalahkan
tujuan keseluruhan organisasi.[1] Kelemahan besar lainnnya adalah ketika ada kasus yang tidak
sesuai sedikit saja dengan aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi karena birokrasi hanya
efisien sepanjang karyawan menghadapi masalah yang sebelumnya telah mereka hadapi dan
sudah ada aturan keputusan terprogram yang mapan.[1
Struktur matriks
Struktur matriks adalah sebuah struktur yang menciptakan garis wewenang ganda dan

menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk.[1] Struktur matriks dapat ditemukan


di agen-agen periklanan, perusahaan pesawat terbang, laboratorium penelitian dan
pengembangan, perusahaan konstruksi, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, universitas,
perusahaan konsultan manajemen, dan perusahaan hiburan.[2]
Pada hakikatnya, struktur matriks menggabungkan dua bentuk departementalisasi: fungsional
dan produk[1] Kekuatan departementalisasi fungsional terletak, misalnya, pada penyatuan para
spesialis, yang meminimalkan jumlah yang diperlukan sembari memungkinkan pengumpulan
dan pembagian sumber daya khusus untuk keseluruhan produk.[1] Kelemahan terbesarnya adalah
sulitnya mengoordinasi tugas para spesialis fungsional yang beragam agar kegiatan mereka
rampung tepat waktu dan sesuai anggaran.[1] Departementalisasi produk, di lain pihak, memiliki
keuntungan dan kerugian yang berlawanan.[1] Departementalisasi ini memudahkan koordinasi di
antara para spesialis untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan memenuhi target anggaran.[1]
Lebih jauh, departementalisasi ini memberikan tanggung jawab yang jelas atas semua kegiatan
yang terkait dengan sebuah produk, tetapi dengan duplikasi biaya dan kegiatan.[1] Matriks
berupaya menarik kekuatan tersebut sembari menghindarkan kelemahan-kelemahan mereka.[1]
Karakteristik struktural paling nyata dari matriks adalah bahwa ia mematahkan konsep kesatuan
komando sehingga karyawan dalam struktur matriks memiliki dua atasan -manajer departemen
fungsional dan manajer produk.[1] Karena itulah matriks memiliki rantai komando ganda.[1]
Desain Struktur Organisasi Modern
Struktur tim
Struktur tim adalah pemanfaatan tim sebagai perangkat sentral untuk mengoordinasikan
kegiatan-kegiatan kerja.[3] Karakteristik utama struktur tim adalah bahwa struktr ini meniadakan
kendala-kendala departemental dan mendesentralisasi pengambilan keputusan ke tingkat tim
kerja.[1] Struktur tim juga mendorong karyawan untuk menjadi generalis sekaligus spesialis.[4]
Organisasi virtual
Organisasi virtual adalah organisasi inti kecil yang menyubkontrakkan fungsi-fungsi utama
bisnis secara detail.[5]
Organisasi Nirbatas
Organisasi nirbatas adalah sebuah organisasi yang berusaha menghapuskan rantai komando,
memiliki rentang kendali tak terbatas, dan mengganti departemen dengan tim yang
diberdayakan.[1]
Desain struktur organisasi formal.
Pada bab-bab sebelumnya telah dibahas berbagai alasan mengapa orang-orang membentuk dan
bergabung dengan suatu organisasi. Yaitu alasannya adalah untuk mencapai tujuan tujuan secara
bersama.
Organisasi formal dapat diibaratkan sebagai sebuah kendaraanuntuk mencapai tujuan secara
bersama. Lebih jelasnya organisasi formal (menurut teori organisasi klasik) adalah sistem
kegiatan yang terkoordinasi dari kelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan
dibawah kekuasaan dan kepemimpinan. Organisasi formal ini merupakan organisasi yang dengan
sengaja direncanakan dan strukturnya secara tegas disusun.

Struktur organisasi formal disusun adalah untuk membantu pencapaian tujuan organisasi dengan
lebih efektif. Organisasi format harus memiliki tujuan atau sasaran supaya tahu bagaimana
menjalankan organisasi untuk mencapai tujuannya. Tanpa tujuan organisasi tidak mungkin
membuat perencanaan, Dan bila organisasi tidak memiliki perencanaan maka tidak ada ketentuan
tentang jalannya organisasi tersebut.
Struktur organisasi formal mempunyai dua muka yaitu:
Model struktur (mempergunakan prinsip-prinsip teori organisasi).
Dimensi-dimensi dasar struktur ( ini menentukan kegiatan kegiatan dan hubungan hubungan
yang harus dilakukan dantingkat spesialisasi yang dapat di berikan).
Variabel strurktur organisasi formal
A). Strategi dan struktur organisasi
Dalam pemilihan suatu strategi dan struktur untuk mengimplementasikan para manajer harus
mempertimbangkan pengaruh lingkungan eksternal terhadap organisasi.
Strategi akan mempengaruhi struktur suatu organisasi dengan penjelasan sebagai berikut :
a. Strategi menentukan kegiatan-kegiatan organisasional,yang merupakan basis pokok bagi
desain organisasi.
b. Strategi mempengaruhi pemilihan teknologi dan orang orang yang tepat untuk pelaksanaan
kegiatan kegiatan tersebut.
c. Strategi menentukan lingkungan spesifik dimana organisasi akan dioperasikan.
Desain struktur organisasi formal
Berikut ini akan di uraikan dan di analisa berbagai model struktural lebih baru yang telah di
rancang dan diimplementasikan untuk menghadapi tantangan-tantangan kedepannya.
1. Organisasi Proyek
Bentuk organisasi proyek umumnya dipakai dalam industri ruang angkasa dan juga menjadi
semakin luas dipergunakan dalam organisasi-organisasi bisnis,pemerintah dan militer lainnya.
Ada beberapa macam bentuk struktur proyek antara lain :
a. Organisasi proyek individual
Hanya terdiri dari manajer proyek,yang tidak mempunyai kegiatan-kegiatan atau personalia yang
secara langsung melapor kepadanya.
b. Organisasi proyek staf
manajer proyek sudah mempunyai staf pendukung yang disediakan untuk setiap kegiatankegiatan proyek.
c. Organisasi proyek intermix
Didalamnya manajer proyek mempunyai personalia staf dan dipilih kepala-kepala fungsional
utama yang melapor secara langsung kepadanya.
d. Organisasi proyek agregat
Manajer mempunyai semua personalia yang diperlukan untuk proyek staf dan lini fungsional
yang melaporkan secara langsung kepadanya.peranan manajer proyek adalah mengatur waktu,
kualitas, dan standar biaya proyek agar sesuai dengan rencana.
2. Organisasi Matriks
Organisasi matriks sangat terkenal dalam industri ruang angkasa dan organisasi-organisasi yang
memerluhkan koordinasi karena banyaknya hubungan-hubungan yang terjadi atau yang
memerlukan prestasi teknis tinggi,seperti perusahaan-perusahaan kontraktor,lembaga-lembaga

konsultasi,serta penelitian dan pengembangan.


Bentuk Organisasi matriks ini akan sangat bermanfaat bila:
a. Kegiatan mempunyai waktu penyelesaian yang terbatas dan skedul waktu harus ditepati.
b. Pengendalian biaya merupakan faktor kritis
c. Banyak ketrampilan atau keahlian khusus yang membutuhkan koordinasi bagi penyelesaian
proyek.
d. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan banyak yang baru dan belum dikenal para anggota tim
proyek.
3. Organisasi Bentuk Bebas
Dengan konsep bentuk bebas ini tidak ada satu cara pengorganisasian, tetapi struktur dirancang
untuk memenuhi berbagai kebutuhan tertentu pada suatu waktu tertentu.
Ada 2 karakteristik umum tipe organisasi ini yaitu:
1. Organisasi bentuk bebas menggunakan secara ektensif sistem informasi yang
dikomputerisasikan,terutama untuk mengevaluasi satuan-satuan kerja organisasional.
2. Organisasi bentuk bebas biasanya beranggotakan dan dikelola para manajer muda dan dinamis
yang berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan.
Model struktur organisasi
Ada dua model ekstrem dari desain organisasi.[1]

Model mekanistis, yaitu sebuah struktur yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas,
formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi.[1]

Model organik, yaitu sebuah struktur yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan
lintas fungsi, memiliki formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang
komprehensif, dan mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.[1]

Model Piramid,model ini di buat persis sebuah piramida.

Model Horizontal,Model ini dibuat dengan manarik garis lurus secara horizontal dengan
pembagian funsional masing-masing bersama tugasnya masi-masing

Struktur organisasi merupakan perwujudan yang menunjukan hubungan diantara fungsi-fungsi


dalam suatu organisasi serta wewenang dan tanggung jawab setiap anggota organisasi yang
menjalankan masing-masing tugasnya.
Berikut ini tiga model struktur organisasi yang di kenal sebagai berikut:
1. Model tradisional
struktur tradisional dirancang terutama untuk lingkungan yang stabil dan perubahan-perubahan
yang terjadi didalamnya dapat diperkirakan.
Organisasi seperti ini efesien atau tidaknya tergantung pada 2 faktor yaitu:
a. Jumlah energi organisasional total yang diperlukan untuk menjaga struktur dalam
menghadapi,tekanan-tekanan internal dan eksternal
b. Derajat penggunaan kemampuan berbagai sumber daya oleh struktur yang mencakup
kemampuan semua anggotanya.

2. Model hubungan manusiawi


Model ini lebih mengusulkan bermacam-macam penyesuaian,teknik-teknik dan perilaku-perilaku
struktur off line.
1) Model hubungan manusiawi mempersilahkan para manajer untuk mempergunakan
kemampuan kepemimpinannya untuk mengurangi friksi-friksi diantara orang-orang dan jabatanjabatan mereka dalam organisasi,serta mengembangankan hubungan-hubungan kerja sama yang
baik antar para anggota organisasiyang bertanggung jawab kepadanya.
2) Pendekatan hubungan manusiawi menyarankan manajer memanfaatkan organisasi informal
dalam departemennya yang menunjukan bahwa ia member tanggapan kooperatif dan bukannya
malah menentang.
3) Pendekatan hubungan manusiawi ditunjukkan dengan sejumlah teknik atau program yang
biasanya di bawah yurisdiksi atau kewenangan departemen personalia,yang dirancang untuk
melayani kebutuhan-kebutuhan seluruh anggota organisasi.
Intinya konsep hubungan manusiawi tidak berurusan langsung dengan struktur
organisasi.struktur diterima sebagai sesuatu pemberian yang sudah tertentu suatu lingkungan
dimana didalamnya tampak sikap dan perilaku antar pribadi.
3. Model sumber daya manusia
Konsep model sumber daya manusia ini mencoba memaksimumkan fleksibilitas baik di dalam
maupun di antara posisi-posisi yang berinteraksi.
Hal ini mengharuskan anggota-anggota organisasi mempunyai:
A. Suatu tujuan tingkat operasional yang telah disetujuin bersama
B. Jalur yang memperoleh sumber informasi vertikal dan horizontal yang relevan.
C. Kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap informasi dengan keputusan dan perilaku
yang mengarahkan pencapaian tujuan dengan efesien.
Faktor penentu struktur organisasi
Sebagian organisasi terstruktur pada garis yang lebih mekanistis sedangkan sebagian yang lain
mengikuti karakteristik organik.[1] Berikut adalah faktor-faktor utama yang diidentifikasi menjadi
penyebab atau penentu struktur suatu organisasi:[6]
Strategi
Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai
sasarannya.[6] Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi secara keseluruhan, logis kalau
strategi dan struktur harus terkait erat.[6] tepatnya, struktur harus mengikuti strategi.[6] Jika
manajemen melakukan perubahan signifikan dalam strategi organisasinya, struktur pun perlu
dimodifikasi untuk menampung dan mendukung perubahan ini.[6] Sebagian besar kerangka
strategi dewasa ini terfokus pada tiga dimensi -inovasi, minimalisasi biaya, dan imitasi- dan pada
desain struktur yang berfungsi dengan baik untuk masing-masing dimensi.[6]
Strategi inovasi adalah strategi yang menekankan diperkenalkannya produk dan jasa baru yang
menjadi andalan.[6] Strategi minimalisasi biaya adalah strategi yang menekankan pengendalian
biaya secara ketat, menghindari pengeluaran untuk inovasi dan pemasaran yang tidak perlu, dan
pemotongan harga.[6] Strategi imitasi adalah strategi yang mencoba masuk ke produk-produk atau
pasar-pasar baru hanya setelah viabilitas terbukti.[6]

Ukuran organisasi
Terdapat banyak bukti yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah organisasi secara signifikan
memengaruhi strukturnya.[6] Sebagai contoh, organisasi-organisasi besar yang mempekerjakan
2.000 orang atau lebih cenderung memiliki banyak spesialisasi, departementalisasi, tingkatan
vertikal, serta aturan dan ketentuan daripada organisasi kecil.[6] Namun, hubungan itu tidak
bersifat linier.[6] Alih-alih, ukuran memengaruhi struktur dengan kadar yang semakin menurun.
Dampak ukuran menjadi kurang penting saat organisasi meluas.[6]
Teknologi
Istilah teknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi output.[6] Setiap
organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM,
dan sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.[6]
Lingkungan
Lingkungan sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar
organisasi yang berpotensi memengaruhi kinerja organisasi.[6] Kekuatan-kekuatan ini biasanya
meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok
tekanan publik, dan sebagainya.[6]
Struktur organisasi dipengaruhi oleh lingkungannya karena lingkungan selalu berubah.[6]
Beberapa organisasi menghadapi lingkungan yang relatif statis -tak banyak kekuatan di
lingkungan mereka yang berubah.[6] Misalnya, tidak muncul pesaing baru, tidak ada terobosan
teknologi baru oleh pesaing saat ini, atau tidak banyak aktivitas dari kelompok-kelompok
tekanan publik yang mungkin memengaruhi organisasi.[6] Organisasi-organisasi lain menghadapi
lingkungan yang sangat dinamis -peraturan pemerintah cepat berubah dan memengaruhi bisnis
mereka, pesaing baru, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, preferensi pelanggan yang terus
berubah terhadap produk, dan semacamnya. Secara signifikan, lingkungan yang statis memberi
lebih sedikit ketidakpastian bagi para manajer dibanding lingkungan yang dinamis.[6] Karena
ketidakpastian adalah sebuah ancaman bagi keefektifan sebuah organisasi, manajemen akan
menocba meminimalkannya.[6] Salah satu cara untuk mengurangi ketidakpastian lingkungan
adalah melalui penyesuaian struktur organisasi. [6]
Berbagai fungsi yang melekat pada struktur organisasi
Kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan serta fungsi-fungsi structural yang terjadi secara
garis besar dapat di perinci sebagai berikut:
1. Wewenang
Wewenang adalah hak melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untukmelakukan sesuatu.
2. Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan wewenang tersebut.
3. Tanggungjawab
Tanggungjawab adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu.
4. Akuntabilitas
Adalah factor diluar individu dan perasaan pribadinya.

5. Komunikasi dalam organisasi


Komunikasi ini seperti pemberian perintah,permintaan akan suatu informasi,dan penerangan
tentang keputusan manajemen sering mengalir dari atas ke bawah melalui struktur tingkatan
organisasi.
6. Hubungan lini dan staf
Merupakan pendekatan yang berbeda untuk menentukan deskripsi wewenang dalam organisasi.
Wewenang lini adalah memberikan perintah-perintah atau melaksanakan kegiatan .
Wewenang staf adalah memberi bantuan dan nasehat,tetapi tidak memberikan perintah.
7. Rentang kendali
Adalah beberapa orang jumlah bawahan yang dapat di kendalikan secara efektif oleh seorang
manajer atau atasan.
8. Struktur flat dan tall
Flat (dasar), tall (tinggi) digunakan untuk menggambarkan pola menyeluruh rentang kendali dan
tingkatan manajemen.
9. Sentralisasi dan desentralisasi.
10. Rantai wewenang kalar.
Ini bersangkutan dengan jumlah tingkatan dalam suatu organisasi dan secara otomatis pada
kapan sajaseorang individu dijadikan bawahan pada seorang atasan.
11. Kesatuan perintah.
Kesatuan perintah terutama dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi.
Departementasi
Ini bersangkutan dengan proses penentuan cara pengelompokan kegiatan-kegiatan organisasi.
Departementasi yang lebih khusus,secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Waktu
2. Pelayanan ( service )
3. Langganan
4. Peralatan
5. Urutan angka(digunakan untuk pelayanan telepon).
Ada tiga tipe Departementasi yaitu antara lain:
a). Departementasi fungsional
Pendekatan ini untuk pengelompokan kegiatan-kegiatan organisasi ini mungkin merupakan tipe
departementasi yang paling umum dan luas digunakan dalam rancangan struktur organisasi.
Kebaikan utama departementasi fungsional yaitu berkaitan dengan aspek-aspek positif
spesialisasi karena akan meningkatkan efesiensi dan memungkinkan pemanfaatan karyawan dan
peralatan yang ekonomis.
Kekurangan departementasi fungsional yaitu :
1. Mempersulit koordinasi

2. Dapat menciptakan konflik antar fungsi


3. Kurangnya kontak antar fungsi yang mengakibatkan para anggota berpandangan lebih sempit
dan kurang inovatif
4. Kurang tanggap terhadap perubahan lingkungan.
b). Departementasi wilayah
Organisasi beroperasi diwilayah-wilayah tersebar maka departementasi atas dasar wilayah akan
diperlukan. Departementasi wilayah jika dihubungkan dengan tipe organisasi divisional memiliki
kebaikan dan kelemahan antara lain:
Kebaikan:
1. Pengambilan keputusan lebih cepat dan dengan kemungkitan kualitas lebih baik
2. Koordinasi tugas lebih mudah dilaksanakan,karena ada pemusatan kegiatan.
3. Beban manajemen pusat menjadi lebih ringan,karena ada pendelegasian.
Kelemahan:
1. Kepentingn seluruh organisasi kurang diperhatikan,karena kepentingan terpusat pada ukuran
prestasi devisi
2. Meningkatnya biaya operasional organisasi,karena cenderung terjadinya kelebihan
staf,duplikasi sumber daya dan peralatan
3. Mempersulit alokasi sumber daya dan konsistensi kebijaksanaan
c). Departementasi produk
Berhubungan dengan suatu produk dalam organisasi tersebut.
Teknologi dan struktur
Menurut Woodward ada sejumlah hubungan antara proses teknologi dan struktur organisasi,yang
dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Semakin kompleks teknologi semakin besar jumlah manajer dan tingkatan manajemen.
2. Rentang manajemen para manajer lini pertama meningkat dari produksi unit ke massa dan
kemudian turun dari produksi massa ke proses.
3. Semakin tinggi kompleksitas teknologi perusahaan, semakin besar jumlah staf adminisratif
dan klerikal.
Artinya ini adalah bahwa setiap tipe teknologi ada aspek-aspek struktur organisasional spesifik
yang berkaitan dengan pelaksanaan kerja yang lebih berhasil.
Orang dan struktur (orang yang terlibat dalam organisasi)
Antara lain:
a. Manajer dan struktur ini mempengaruhi pemilihan strategi secara langsung melalui preferensi
mereka.
Struktur organisasi dipengaruhi secara langsung oleh preferensi pribadi manajer terhadap
berbagai tipe organisasi tertentu.
b. Karyawan dan struktur
Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, latar belakang, derajat minat pada pekerjaan para
karyawan,dan ketersediaan berbagai alternatif di luar organisasi merupakan penentu-penentu
penting struktur organisasi.

Dimensi struktur organisasi


A. Pembagian kerja
Para anggota organisasi dihadapkan pada 2 perhatian pokok:
1. Pembagian kerja yang dilaksanakan
2. Penentuan basis yang tepat untuk pengelompokan kegiatan-kegiatan agar menghasilkan
satuan-satuan kerja yang efesien dan menguntungkan bagi organisasisecara keseluruhan.
D. LINGKUNGAN ORGANISASI

Lingkungan eksternal dan struktur

Dalam pembahasan pengaruh lingkungan pada desain organisasi secara terperinci kita perlu
membedakan tipe-tipe lingkungan sebagai berikut:
1. Lingkungan stabil
Yaitu lingkungan dengan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak diperkirakan atau tiba-tiba.
Ciri ciri lingkungan ini antara lain :
a. Perubahan produk tidak sering terjadi
b. Modifikasi dapat direncanakan dengan baik.
c. Permintaan pasar tidak begitu berfluktuasi.
d. Perubahan hukum organisasi atau produk tidak sering terjadi.
e. Perkembangan teknologi baru dapat diramalkan.
2. Lingkungan berubah
Yaitu lingkungan dimana inovasi mungkin terjadi dalam setiap atau semua bidang yang telah
disebut di atas produk,pasar,hukum atau teknologi.
3. Lingkungan bergejolak
Terjadi apabila para pesaing melempar produk baru dan tak terduga ke pasaran,hukum sering
terganti,kemajuan teknologi berubah secara drastic, desain produk dan metode metode
produksi organisasi ada dalam lingkungan bergejolak.
Organisasi dalam lingkungan berubah mungkin dapat menggunakan kombinasi dua sistem yaitu:
a. Sistem mekanistik berarti bahwa kegiatan-kegiatan organisasi terperinci menjadi tugas-tugas
yang terpisah dan terspesialisasi.
b. Sistem organik berarti individu-individu lebih cenderung berkerja dalam suatu kelompok dari
pada berkerja sendiri.
E. TEORI ORGANISASI

Teori Organisasi Klasik

Konsep tentang organisasi sebenarnya telah berkembang mulai tahun. 1800an dan konsepkonsep ini sekarang dikenal sebagai teori klasi (classical theory) atau kadang-kadang disebut
juga teori tradisional. Dampak teori klasik pada organisasi telah dan masih dirasakan sangat
besar. Sebagai contoh organisasi yang didasarkan birokrasi dan banyak bagian dari teori klasik.

Karakteritik Organisasi Weberian (Organisasi Formal)


Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi disebut rasional dalam hal
penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Menurut Weber bentuk organisasi birokratik adalah bentuk yang paling efisien. Oleh karena itu
Weber berpendapat bahwa masyarakat. Perlu membentuk organisasi, baru selain masyarakat.
tradisional.
10 Ciri organisasi atas karya Weber:
1. Suatu organissi terdiri dari hubungan-hubungan yang ditetapkan antara jabatan-jabatan.
Blok-blok bangunan dasar dari org. formal adalah jabatan-jabatan.
2. Tujuan atau rencana organisasi terbagi ke dalam tugas-tugas, tugas-tugas org. disalurkan
diantara berbagai jabatan sebagai kewajiban resmi.
3. Kewenangan: melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan.
4. Garis kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatanan hirarkis.
5. Sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas yang ditetapkan secara formal,
mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalam organisasi.
6. Prosedur bersifat formal dan impersonal. Perlu adanya catt. Tertulis demi kontinuitas,
keseragaman (uniformitas), dan untuk maksud-maksud transaksi.
7. Disiplin
8. Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan org.
9. Pegawai yang dipilih utk bekerja berdasarkan kualifikasi teknis
10. Kenaikan jabatan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.
Implikasi teori Weber pada komunikasi organisasi:
suatu fenomena yang disebut komunikasi jabatan (positional communication). Hubungan
dibentuk antara jabatan-jabatan, bukan antara orang-orang.

Manajemen Ilmiah Taylor

Pendekatan Taylor terhadap manajemen dilakukan di sekitar 4 unsur fungsi: pembagian kerja,
proses skalar dan fungsional, struktur dan rentang kekuasaan.
1. Pembagian kerja: menyangkut bagaimana tugas, kewajiban dan pekerjaan organisasi
didistribusikan. Pekerjaan setiap orang dlm org. hrs terbatas pada pelaksanaan suatu
fungsi.

2. Proses Skalar dan fungsional. Berkaitan dengan pertumbuhan vertikal dan horizontal
organisasi.
3. Struktur. Berkaitan dengan hubungan-hubungan logis antaraberbagai fungsi yang ada
dlm organiasasi. Lini: kewenangan terakhir terletak pada jabatan-jabatan dalam struktur
itu. Staf: memberi nasihat dan jasa untuk membantu lini. Struktur tinggi dan struktur
datar. Struktur tinggi mempunyai banyak tingkat kewenangan dengan manajernya yang
mempnuayai rentang pengawasan yang sempit. Organisasi berstrutur datar ditandai
dengan aktivitas individualistik dan usaha pemberdayaan.
4. Rentang pengawasan. Jumlah bawahan yang berada di bawah pengawasan seorang
atasan
Anatomi organisasi formal
Teori organisasi klasik hampir sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Hal ini
tercermin dalam teori-teori di muka antara lain Weber dan Taylor.
Ada 3 unsur organisasi formal:
1. Sistem kegiatan yang terkoordinasi. Organisasi dalam kenyatanyya selalu terdiri dari
bagian-bagian dan hubungan-hubungan. Bagian-bagian organisasi merupakan kegiatankegiatan atau fungsi-fungsi yang dilaksanakan dan saling berhubungan.
2. Kelompok orang
3. Kerjsama utk mencapai tujuan
Dasar-dasar organisasi klasik
1. Kekuasaan, bisa demokratis atau otokratis
2. Saling melayani-merupakan legitimasi sosial pada organisasi. Setiap organisasi ada dan
diakui oleh masyarakat umum
3. Doktrin-rumusan tujuan organisasi
4. Disiplin- perilaku yang ditentukan oleh perintah atau pengendalian diri.

Teori neo-klasik

Hugo Munsterberg
Munsterberg menekankan adanya perbedaan-perbedaan karakteristi individu dalam organisasiorganisasi. Sebagai tambahan Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial
dan budaya thd organisasi.

Percobaan Hawthorne
Percobaan Hawthorne merupakan kristalisasi teori neoklasik
Percobaan pertama: meneliti pengaruh perbedaan tingkat penerangan (cahaya) dalam pekerjaan
thd produktivitas kerja atau efisiensi para karyawan.
Percobaan kedua: April 1927, percobaan ini melibatkan kelompok kecil pekerja, yang terdiri di
enam orang gadis pekerja pada perakitan listrik.
Dari hasil penelitian: hubungan sosial atau manusiawi diantara peneliti dan penyelia lebih
penting dlm menentukan produktivitas.
Kontribusi penting studi Hawthorne:
Organisasi adalah suatu sistem terbuka di mana segmen-segmen teknis dan manusiawi saling
berkaitan erat. Studi tsb juga menekankan pentingnya sikap karyawan.
Pembagian Kerja (Division of Labor)
Teori neoklasik mengemukakan perlunya:
1. partisipasi atau melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan
2. perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari spesialisasi
3. manajemen bottmom up: memberi kesempatan bagi junior untuk berpartisipasi
Struktur Organisasi
Struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions)
Pandangan neoklasik terhadap organisasi formal
Titik tekanan teori neoklasik adalah pada 2 elemen pokok dlm organisasi: perilaku individu dan
kelompok pekerja.
-fenomena organisasi informal: orang-orang yang bergabung menjadi suatu kelompok; kelompok
alamiah yang terbentuk sbg hasil interaksi diantar para karyawan.
Faktor-faktor yang menentukan munculnya org. formal:
1. Lokasi
2. Jenis Pekerjaan
3. Minat (Interests)
4. Masalah-masalah khusus

Teori organisasi modern

Aliran besar ketiga dalam teori organisasi adalah teori modern, ygkadang-kadang disebut juga
analisa sistem.
Teori modern adalah multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
Interaksi dinamis antar proses, bagian dan fungsi dlm suatu org, maupun dg org. lain dan dengan
lingkungan
Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah sistem tertutup yg berkaitan dengan
lingk. Yang stabil, ttp org.merupakan ssistem terbuka yg harus menyesuaikan diri dg lingk.nya.
Teori org. modern dan teori sistem umum:
1. Bagian-bagian (individu) dalam sistem keseluruhan dan pergerakan individu di dalam
dan di luar sistem
2. Interaksi individu dengan lingkungan yang terjadi dalam sistem.
3. Masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem.
4. Masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem.
Bagian-bagian dari sistem dan saling ketergantungannya
1. sistem adl individu dan struktur kepribadiannya yang diberikan kepada organisasi. Unsur
utama kepribadian adalah motif.
2. Penentuan fungsi-fungsi formal yang biasa disebut org. formal.
3. Organisasi informal: individu mempunyai harapan untuk memuaskan kebutuhannya mell
kontaknya dg o.l
4. Struktur status dan peranan
5. Lingkungan fisik
Proses hubungan dalam sistem:
1. Komunikasi: mempelajari jaringan kom. dlm sistem.
2. Konsep keseimbangan: penyeimbangan mekanisme yang dicapai dg jln menjaga hub.
Struktural yang harmonis.
3. Proses pengambilan keputusan: variabel internal dlm suatu organisasi yg tergantung pada
pekerjaan2, harapan-harapan individu, motivasi dan struktur org.

Referensi
Robbins, Stephen P.; Judge, Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi Buku 2, Jakarta: Salemba
Empat. Hal. 214-224
http://elqorni.wordpress.com/2012/04/21/modul-3-fungsi-organizing-dalammanajemen-pertemuan-4/