Anda di halaman 1dari 57

Pada saat Bolyai dan Lobachevsky berhasil menentang

postulat kesejajaran Euclid, matematikawan terdorong


membangun teori geometri non-Euclide lain. Yang pertama
dan yang sangat terkenal dirancang oleh Riemann pada
tahun 1854. Teori Riemann bertentangan dengan postulat
kesejajaran Euclid dengan mengasumsikan prinsip berikut:
Postulat kesejajaran Riemann Tidak terdapat garis
sejajar

Teori Riemann tidak hanya meninggalkan postulat kesejajaran


Euclid tetapi juga meninggalkan postulat lain. ( Misalkan :
keberadaan garis sejajar itu ada )

Keberadaan garis sejajar merupakan teorema pada geometri


netral sedangkan pada postulat Riemann menyatakan tidak
terdapat garis sejajar, hal ini saling bertentangan. Akibatnya
kita harus mencari postulat geometri netral yang berkenaan
dengan adanya garis sejajar, kemudian menghapusnya dari
daftar.

Prosedur utama untuk melaksanakanya adalah


menganalisa bukti keberadaan garis sejajar. Dengan
meninjau sekilas pada pembuktian, kita mengikuti secara
langsung sifat berikut :
(A) Dua garis saling tegak lurus pada garis yang sama
adalah sejajar ( bab 5, teorema 5.2, corollary 5.1 )

Sifat (A) merupakan konsekuensi langsung dari


teorema sudut eksterior, jadi kita harus menentukan
teorema sudut

eksterior bergantung pada postulat yang

mana, tetapi dalam hal ini kita tidak akan menggunakan


teorema sudut

eksterior karena sangat sulit menentukan

sifat-sifat penting mana yang dimaksud.


Dalam pembuktian sifat (A) terdapat alternatif yang
sederhana dimana tidak memerlukan teorema sudut
eksterior sehingga kita dapat memperoleh sifat-sifat
yang penting tersebut.

TEOREMA 8.1

Dua garis yang saling tegak lurus pada


garis yang sama adalah sejajar

Diketahui :

Gambar 8.1 (a)

Diberikan dua garis berbeda


l dan m yang tegak lurus

pada

garis n ( gambar 8.1(a)).


: l sejajar dengan m

Bukti :

Buktikan

*** Misal l dan m memotong

B
C

n masing-masing dititik A dan B.


l

***Andaikan l dan m tidak sejajar,

maka garis l dan m berpotongan


disatu titik yaitu titik C.

Pernyataan

Alasan

Perpanjangan

Panjang ruas garis

CA melalui A

dapat digandakan

hingga C
dengan

L
A
Dua titik menentukan

Tarik garis CB

suatu garis
3 ABC ABC

S-Sd-S

ABC = ABC
4

Bagian-bagian yang
bersesuaian

m
L

CA=AC
2

Gambar 8.1 (b)

B n

Dengan demikian ABC merupakan sudut


siku siku karena ABC merupakan sudut
siku-siku; BC dan BC saling tegak lurus
dengan AB
5 BC dan BC garis yang
sama

C
m

Melalui satu titik


l
pada suatu garis
hanya ada satu
L
garis yang tegak n A
lurus garis itu
I

Dengan demikian C dan C adalah titik


persekutuan AC dan BC atau l dan m
6 Karena itu l dan m garis
yang sama (berhimpit)

Dua titik
menentukan
suatu garis

Hal ini kontradiksi dengan hipotesis


bahwa l dan m merupakan garis
yang berlainan. Dengan demikian
pengandaian salah dan teorema 8.1
berlaku

Jika postulat kesejajaran Riemann dipertahankan, teorema


8.1 harus diabaikan begitu saja. Dengan demikian kita harus
membuang (selain postulat kesejajaran Euclid) satu dari
prinsip yang digunakan dalam pembuktian.

Titik kritis terlihat pada langkah 6, yakni l dan m adalah garis


yang sama karena memiliki dua titik persekutuan yang
berbeda. Langkah ini akan gagal jika C dan C dua titik yang
sama ( berimpit ).

Titik kritis dalam pembuktian ini tidak dibuktikan secara


formal.

Dalam hal ini Euclid secara tersirat mengasumsikan bahwa


setiap garis membagi bidang menjadi dua bagian yang berbeda
(separation principle). Lebih tepat dinyatakan sebagai berikut :
Jika diberikan garis l, titik-titik pada bidang yang tidak
terletak pada garis l membentuk dua bangun atau
himpunan titik, yang disebut tepi/sisi garis.
Sisi-sisi ini tidak mempunyai titik persekutuan, dan
memiliki sifat bahwa setiap garis untuk titik pada suatu
sisi dengan titik pada sisi yang lain memotong l.

Dengan memandang prinsip pemisahan, konstruksi dari


langlah 1 pada pembuktian (memperpanjang CA melalui A
hingga C, dengan CA = AC) menjamin bahwa C dan C berada
pada sisi yang berlainan dari n, dengan demikian titik C dan C
merupakan titik yang berbeda.
Tanpa adanya prinsip pemisahan, dalam hal ini tidak ada yang
membenarkan bahwa C berbeda dengan C, sehingga
pembuktian gagal. Dengan ini kita dapat menyusun teori
geometri Riemann dengan menghilangkan postulat yang
berbunyi setiap garis membagi bidang.

Jika merasa menghilangkan prisip pemisahan terlalu berat,


maka kita dapat menghilangkan sesuatu yang lain, misalnya
langkah 6.

Jika prinsip pemisahan diterima maka C dan C haruslah titiktitik yang berbeda.

Jika kita ingin menghindari kontradiksi pada langkah 6 maka


kita dapat membuang prinsip yang menyatakan bahwa dua
titik menentukan sebuah garis dan memungkinkan dua garis
berpotongan di dua titik.

Ada dua teori geometri yang mengasumsikan


postulat kesejajaran Riemann
1. Setiap dua garis berpotongan pada 1 titik dan
tidak ada garis yang
memisahkan suatu bidang (tidak menggunakan
prinsip pemisahan). Geometri eliptik tunggal
2. Setiap dua garis berpotongan pada 2 titik dan
setiap garis memisahkan
bidang ( menggunakan prinsip pemisahan ).
Geometri eliptik ganda

Istilah tunggal dan ganda menunjukkan sifat


titik potong dari dua garis pada geometri
Istilah eliptik digunakan untuk pengklasifikasian
yang didasarkan pada bangunan geometri dimana
geometri Euclid dan Lobacevsky disebut parabolik
dan hiperbolik.

GARIS SEBAGAI GAMBAR TERTUTUP


Dalam geometri eliptik tunggal dan ganda sifat yang
dibuang adalah suatu garis merupakan gambar terbuka yang
tidak terbatas yang dibagi menjadi dua bagian ( sinar atau
setengah garis ) oleh setiap titiknya.
Perhatikan geometri tunggal. Dengan menguji situasi dalam
pembuktian teorema dua garis yang tegak lurus terhadap
garis yang sama adalah sejajar . Kita lihat bahwa, jika teori
pada geometri eliptik tunggal berlaku secara keseluruhan, maka
titik C harus berhimpit dengan C.

Sehingga dengan memperpanjang CA sepanjang


dirinya sendiri ke C kita akan kembali ke titik C. Dengan
kata lain, kita telah melalui keseluruhan garis CA yang
terdiri dari ruas garis CA dan perpanjanganya.
Akibatnya, suatu garis dipandang sebagai suatu bangun
yang tertutup.
Garis yang dipandang sebagai suatu bangun yang
tertutup sesuai dengan sifat satu titik tidak dapat
membagi garis menjadi dua bagian tetapi dua titik dalam
suatu garis membagi garis tersebut menjadi dua ruas
garis dengan demikian dua titik menemukan dua ruas
garis, bukan satu ruas garis, sehingga kedua titik itu
merupakan titik akhir persekutuan.

Konsepsi dari garis ini dapat digunakan dalam


geometri eliptik ganda dengan cara sebagai berikut :

Diberikan garis l dan titik A


l

lurus terhadapap garis l dititik A

l dan m diperpanjang
sedemikian hingga bertemu di
titik B

1.

terletak pada garis l, m tegak

4. Karena m membagi dan


memotong l tepat di dua
titik, maka semua bagian
s haruslah berada pada
salah satu sisi m (selain
titik akhir)

l
A

2. Jika kita tidak


memperdulikan konsep
tentang garis, maka A
dan B menjadi titik akhir
3. Misal s sebuah ruas garis
yang termuat dalam l
dimana garis tersebut
menghubungkan A dan B

Selanjutnya kita akan menunjukkan bahwa setiap titik di l


pada sisi m yang diberikan terletak pada sisi s;
1. Setiap titik di l yang tidak terletak pada ruas garis s
harus

terletak pada perpanjangan s melewati satu dari titik

akhir A atau B
2. Dimisalkan s diperpanjang melewati A atau B, maka garis l
akan memotong m, dan memasuki sisi m yang bersebrangan
dengan s.
3. Dengan demikian sebarang titik yang teletak di garis l pada
sisi m yang sama dengan s, pasti terletak pada s.
4. Sehingga s merupakan bagian l pada sisi m yang ditentukan.

Geometri Eliptik dapat disajikan dengan


menggunan konsep Euclid. Penyajian ini
meliputi geometri bola Euclide dan
secara khusus untuk geometri Eliptik
ganda. Berikut daftar tabel konsep dasar
geometri eliptik ganda dan representasi
yang bersesuaian pada bola Euclide.

A B

Geometri eliptik ganda


Titik

Representasi Euclide
Titik pada bola S

Garis

Lingkaran besar pada S

Bidang

Bola S

Ruas garis

Busur dari lingkaran besar


pada S

U
A

Jarak antara dua titik

Panjang busur terpendek


lingkaran besar pada S yang
menghubungkan dua titik

Sudut ( dibentuk
oleh dua garis )

Sudut pada bola ( dibentuk


oleh dua lingkaran besar )

Besar sudut

Besar sudut pada bola

1. Postulat kesejajaran Riemann dipenuhi dengan


representasi karena setiap dua garis ( lingkaran besar )
berpotongan tepat di dua titik.
2. Prinsip pemisahan juga dipenuhi karena setiap lingkaran
besar membagi bola menjadi dua belahan setengah bola.

misalnya :
Equator menjadi globe menjadi belahan utara selatan
sehingga setiap busur dari lingkaran besar yang
menghubungkan sebuah titik pada satu belahan dengan
titik pada belahan lain memotong equator
Sehingga kita dapat mengasumsikan bahwa setiap
garis merupakan bangun tertutup.

Riemann telah menyediakan teori abstrak yang baru


tentang sifat-sifat garis. Teori baru tentang garis lurus
bertentang dengan teori Euclid dalam beberapa hal.
Sebagai akibatnya, garis Riemann tidak dapat disajikan
dengan tepat sebagai garis pada bidang Euclid, dan
sungguh tepat kalau garis Riemann disajikan dengan
lingkaran besar pada bola Euclid.

Representatif dari geometri eliptik tunggal


diturunkan dari geometri ganda. Lingkaran besar pada bola
tidak mewakili dengan tepat garis pada geometri eliptik
tunggal, karena dua lingkaran besar selalu berpotongan di
dua titik yang bersebrangan menurut diameternya.
Untuk mangatasi kesulitan ini,misalkan kita
memandang bahwa dua titik yang bersebrangan pada bola
adalah sama.
A
B

B
A

Kita dapat mempresentasikan geometri eliptik


tunggal sama seperti kita mempresentasikan
geometri eliptik ganda. Dengan demikian garis
pada geometri eliptik tunggal disajikan dengan
lingkaran besar ( dengan kesepakatan bahwa
titik yang bersebrangan sama ).

A
B

Sebuah ruas garis

B
A

disajikan dengan busur minor


dari lingkaran besar ( karena
busur mayor atau setengah
lingkaran sudah mewakili
garis ).Untuk menentukan
jarak antara dua titik yang
diwakili oleh A dan B dimana A
dan A saling bersebrangan
begitu pula dengan B dan B
(gambar diatas).

A
B
B

Dengan begitu jarak yang


dimaksud adalah panjang dari
busur minor terkecil antara
busur AB, busur AB (atau
equivalent dengan busur minor
AB, busur AB).

Pada teori Rieman titik dan garis


sangat berbeda dibandingakan
dengan geometri netral. Karena
pada teori Riemann, sebuah garis
adalah bangun tertutup dan dua
titik pada garis itu membagi garis
menjadi dua ruas garis.

Sulit mendefinisikan sudut


karena tidak mempunyai
pengertian tentang sinar
dan setengah garis seperti
pada geometri netral.

Masalah rumusan definisi


segitiga.

Dalam geometri bidang eliptik hanya


terdapat satu garis tegak lurus terhadap suatu
garis tertentu melalui satu titik yang diketahui, jika
titik tersebut berada pada garis.
Akan tetapi jika titik itu tidak berada pada
garis,maka sifat ini mungkin tidak berlaku,karena
setiap dua garis yg tegak lurus pada garis yang
sama harus berpotongan.

Sifat tersebut gagal dengan cara yang


agak menarik, ini merupakan kekhasan dari
geometri eliptik, yakni:
Untuk setiap garis l terdapat sebuah titik
kutub P sedemikian hingga semua garis yang
melalui P tegak lurus terhadap l.

Andai C adalah titik tengah dari ruas garis AB.


Maka diperoleh segitiga yang kongruen yaitu PAC dan PBC dengan
PA, PB adalah sisi yang bersesuaian dan ruas garis PC sebagai sisi
persekutuan. Akibatnya garis PC tegak lurus terhadap AB dan PAC
dan PBC adalah segitiga samakaki, dengan :

P
n

PA = PB = PC

Bukti :
Misal l sebarang garis dan misalkan garis m dan n tegak
lurus terhadap l pada titik yg berbeda A dan B.
Berdasarkan postulat kesejajaran Riemann m dan n bertemu
pada titik P, sehingga PAB adalah segitiga yg dibentuk dari
sisi PA, PB, dan AB, karena PAB memiliki 2 sudut yg sama
maka segitiga tersebut samakaki, sehingga PA = PB.

P
m
A

II

II n

P
m II

II n

A
B (atau
Dengan membagi
2 sisi ketiga dari PAC

PBC ) dapat ditemukan titik pada l sebanyak yg


diinginkan yg dihubungkan dengan P oleh ruas
garis yg sama panjang dan tegak lurus dengan l.

Misal L sebarang garis. Maka terdapat sebuah


titik P yang disebut kutub L, sehingga :
a. Setiap ruas garis yang menghubungkan P
dengan titik pada L, tegak lurus terhadap L.
b. P berjarak sama pada semua titik di L.

Beberapa akibat dari sifat kutub :


Pertama, dua titik dihubungkan oleh lebih dari satu
garis, maka jarak dari 2 titik tersebut adalah panjang ruas
garis terpendek yg menghubungkan titik itu.
Diket : P adalah kutub garis L
Adib : Tiap garis yang tegak lurus L melewati P
Bukti :

Andaikan m tegak lurus


terhadap l pada titik Q dan
m melalui P.

Pasti ada titik m yg


melalui P dan Q. Dengan
menggunakan sifat kutub,
maka m tegak lurus
terhadap l pada titik Q.
Karena l memiliki garis
tegak lurus yg tunggal di Q,
m dan m berimpit.

P
Q

Menunjukkan jarak konstan dari P ke


titik pada L dengan menggunakan jarak
polar
Misal

: garis m menghubungkan P ke sebuah


titik Q di l.

Buktikan : Ada ruas garis m yang menghubungkan


P dan Q yg panjangnya sama dengan
jarak polar P dari l.

Bukti :
Dengan sifat polar, M tegak lurus terhadap L di Q
dan satu-satunya garis yg menghubungkan P dan Q,
karena hanya ada satu garis tegak lurus L yg melalui
Q. Sehingga hanya ada 2 ruas garis yg
menghubungkan P dan Q. Jarak P dan Q adalah yg
terpendek antara 2 ruas garis yg merupakan jarak
polar dari P ke L.
Sekarang kita lihat suatu kontruksi yg
menyebutkan bahwa suatu garis mempunyai dua
kutub.

Misal P adalah kutub l dan Q


adalah titik di l.
PQ adalah ruas garis polar.

m
P

Perpanjang PQ sepanjang dirinya


sendiri melalui Q dan P. Dengan
sifat simetris P jg kutub dari l, dan
jarak polar l dari P dan P adalah
sama.
Selanjutnya kita tidak dapat
menyimpulkan bahwa setiap garis
mempunyai setidaknya dua kutub.

Q
P

I. KASUS GEOMETRI ELIPTIK


TUNGGAL
Andaikan P dan P tidak berimpit,
maka berdasarkan sifat kutub bahwa 2
garis yg tegak lurus terhadap L akan
berpotongan di titik yg berbeda P dan
P.

Karena ini tidak mungkin P dan P


berimpit. Dengan memperpanjang PQ
sepanjang dirinya sendiri sampai ke P,
kita telah melalui keseluruhan garis PQ
dan panjang garis PQ 2 kali jarak polar
dari P ke l.

II. KASUS GEOMETRI ELIPTIK GANDA


l membagi bidang, maka P dan P berada
pada sisi yg berseberangan dari garis L dan
tidak mungkin berimpit. Maka setiap garis
memiliki sedikitnya 2 kutub.

Selanjutnya, saat memperpanjang PQ sepanjang


dirinya sendiri ke P, maka terbentuk ruas garis PQ yg
simetris terhadap PQ memuat garis l. PQ dan PQ
hanya mempunyai titik persekutuan Q dan merupakan
suatu ruas garis PQP dengan panjang 2 kali jarak
polar dari P ke l.

Hubungan Q terhadap P, Q, dan P


P
Q

Pertama, Q tidak berada pada PQP, maka jarak dari P


atau P ke Q akan kurang dari jarak polar. Dengan
demikian P dan P membagi garis PQ menjadi ruas garis
PQP dan ruas garis PQP yg memuat Q.

Misal PQ dan PQ adalah ruas garis yg dibagi oleh


Q dari PQP, maka PQ adalah ruas garis polar, pada
garis PQ yg menghubungkan P dan Q tidak mungkin
menjadi ruas garis yg berkomplemen terhadap PQ,
karena yg terakhir memuat PQ dan dengan demikian
mempunyai panjang yg lebih dari jarak polar.

Dengan cara yg sama PQ adalah ruas garis polar.


Dengan demikian, garis PQ dibagi oleh P, Q, P,Q
menjadi 4 garis polar dan panjangnya 4 kali jarak
polar dari P ke l.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam geometri
eliptik untuk kedua jenis jarak polar adalah tetap
demikian dengan panjang satu garis.

URAIAN MENGENAI GEOMETRI ELIPTIK


Pada geometri eliptik jumlah sudut dari suatu segitiga lebih
besar dari 180. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan
segitiga dengan dua sudut siku-siku
Jumlah sudut dari suatu segiempat adalah lebih besar dari
360

Luas segitiga dapat didefinisikan seperti pada geometri

Lobachevski luas daerah suatu segi tiga adalah


excess-nya, yaitu jumlah sudut segitiga dikurangi 180
. Ini merupakan metode pengukuran daerah segitiga
pada bola dalam geometri bola Euclid.

Geometri Non-Euclid setidaknya sama kompleksnya


dengan geometri Euclid.
Dalam geometri Lobachevski dan geometri Riemann
juga terdapat geometri ruang, trigonometri dan
geometri analitik.
Permasalahan dalam pengukuran kurva, bidang, ruang
dan masalah-masalah yang melibatkan sifat-sifat lokal
seperti kemiringan dan kelengkungan, memerlukan
penggunaan integral dan kalkulus differensial.

Geometri Euclid merupakan teori yang benar


mengenai garis lurus sedangkan geometri non
Euclid sesungguhnya mengkaji tentang garis
lengkung.
Dua garis sejajar pada Lobachevski yang
memiliki garis tegak lurus persekutuan dan
divergen merupakan garis lengkung, karena
garis sejajar haruslah berjarak sama dimanapun
keberadaanya.

Garis pada Riemann merupakan kurva karena seperti garis


lurus itu tidak tertutup.

Teori Euclid, Lobachvski, dan Riemann adalah teori tentang


garis lurus, tetapi mereka tidak sepakat tentang sifat-sifat
garis lurus. Untuk melihat perbandingan dari ketiga
pandangan yang menarik dan komplek ini tentang sifat sifat
titik dan garis dapat dilihat dari tabel.

Matur
Nuwun