Anda di halaman 1dari 12

Mikrobiologi

Lingkungan
(Bakteri Penghasil
Listrik)

Disusun Oleh :
LISA SEPTIANINGSIH
21080113140085
LARE DEMETRIA AGIASTI
21080113140087
LATHIFAH LAKSMI PRADITA 21080113130088
RIZKI TRI ANDRIANINGSIH 21080113140089
TIARA SUKMA P.
L20J009079

Shewanella
Shewanella adalah salah satu genus
bakteri pereduksi metal. Bakteri ini
banyak ditemukan di lingkungan laut,
air tawar, danau, tanah, atau
terrestrial, sungai, lautan Artik dan
Antartika, pipa minyak yang berkarat
atau
terkorosi,
dan
lingkungan
akuifer yang terkontaminasi uranium

Shewanella termasuk ke dalam


subgrup Gammaproteobacteria
bersama, Colwellia, Moritella, dan
sebuah genus yang tidak
teridentifikasi.

Shewanella sp.

Shewanella banyak digunakan untuk


bioremediasi
atau
pembersihan
lingkungan dari polutan seperti
senyawa yang mengalami klorinasi,
radionuklida, dan polutan seperti
lingkungan lainnya.

Ciri-ciri dari Shewanella antara lain:


Shewanellatergolong ke dalambakteri
negatifdan beberapa spesies bakteri ini
merupakanpatogenpenyebab penyakit pada
manusia.
Berbentuk batang,
Motil(bergerak) dengan flagela polar
Memilikimetabolismesebagai
organismefakultatif anaerobik.
Untuk kebutuhan hidupnya, bakteri ini mampu
menggunakan bermacam-macamakseptor
elektron seperti oksigen, besi, mangan,
uranium, nitrat, nitrit, fumarat, dan

Bakteri yang sudah ada sejak miliar


tahun lalu ini mampu mengubah
kadar kimia di lingkungan hidup.
Kemampuan bakteri tersebut dalam
membuat besi menjadi zat yang
terlarutkan adalah kunci dari proses
siklus logam di lingkungan dan
memainkan peran yang sangat
penting buat kehidupan di bumi.

Bakteri yang termasuk bakteri


shewanella

S.
S.
S.
S.
S.

Algae
decolorationis
denitrificans
putrefaciens
japonica

Manfaat yang dapat


diberikan
Karena ini konversi langsung ke energi
listrik secara alami, maka secara teoretis
fuel cell mikroba dapat menghasilkan kWh
lebih tinggi untuk setiap jumlah bahan
organic yang dipergunakan. (kira-kira 3
kWh/kg berat kering bahan organik).
Fuel cell mikroba mempunyai potensi
sebagai aplikasi untu menangani baha
dengan konsentrasi COD rendah pada
suhu rendah (10-20C).

Kerugian yang diberikan :


Performa fuel cell mikroba masih jauh di bawah
teori yang diharapkan. Masih banyak masalah
untuk dipecahkan khususnya faktor-faktor yang
membatasi, seperti aktivitas biokatalis yang belum
dipahami secara baik, mekanisme elektron oleh
bakteri, dan kerugian karena hambatan internal.
Sepanjang yang diketahui, fuel cell tidak bekerja
dengan baik pada bahan biomass dengan COD
tinggi.
Energi yang dihasilkan adalah dalam bentuk energi
listrik (aliran elektron), maka stabilitas reaksi
oksidasi oleh bakteri sangat penting. Selain itu,
sistem penyimpanan energi listrikseperti bateri
diperlukan, khususnya ketika tidak ada beban di
rangkaian luarnya.

Bagaimana bakteri ini bisa


menghasilkan listrik?
Secara alamiah, bakteri seperti Shewanella
butuh mendapatkan dan melarutkan bendabenda logam seperti besi. Dengan
kemampuan mengarahkan secara langsung
elektron ke logam, membuat bakteri ini bisa
mengubah kadar kimia dan tingkat
ketersediaannya.
Bakteri sudah sejak miliar tahun lalu
mengubah kadar kimia di lingkungan hidup
kita, kata Gralnick. Kemampuan mereka
membuat besi menjadi zat yang terlarutkan
adalah kunci dari proses siklus logam di
lingkungan dan memainkan peran yang
sangat penting buat kehidupan di Bumi,
tambahnya.

H
I
S
A
K
T E RI M A