Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Cisco System.Inc merupakan perusahaan global dalam bidang jaringan dan
telekomunikasi yang bermarkas di California, Amerika Serikat. Perusahaan ini
didirikan pada tahun 1984. Perusahaan ini mempekerjakan 51.480 pekerja. Produk
dari perusahaan ini dapat ditemukan dari ruang tamu sampai ke perusahaan yang
bergerak untuk skala internasional. Cisco adalah salah satu produk untuk Teknologi
Informasi nomor satu didunia, terutama untuk sytem, perangkat keras jaringan serta
telekomunikasinya.
Cisco System (Cisco) menjual jaringan dan komunikasi teknologi, peralatan dan
pelayanan untuk data transportasi, suara dan video untuk keseluruh dunia. Produk
perusahaan dan pelayanan terdiri dari beberapa kategori diantaranya adalah router,
swicth, network access, IP telephony, keamanan, jaringan fiber optik, jaringan data
center, jaringan via sinyal, jaringan untuk rumah, dukungan layanan teknis dan
pelayanan jaringan.
Produk Cisco ditujukan kepada korporate bisnis, institusi umum, perusahaan
telekomunikasi, dan segala jenis ukuran bisnis juga sampai ke rumah-rumah.
Perusahaan Cisco juga menyediakan produk yang digunakan untuk mengantar data,
suara, video untuk antar gedung, antar kampus, dan seluruh dunia. Model
pengelolaan bisnis Cisco lebih ke globalisasi dan termanajemen melalui 5 bagian
negara yaitu : Canada, Eropa, Asia pasifik, dan jepang serta market yang ada.
Bisnis perusahaan ini bergerak di dua bagian segment yaitu produk dan
pelayanan.Dan untuk kedepan,produk akan dibagi lagi menjadi 4 bagian yaitu ;
router, switches, teknologi terbaru dan yang lainnya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah pendapat anda tentang cara yang digunakan Cisco untuk membiayai
inisiatif e-business-nya ?

2. Apakah anda beranggapan bahwa Cisco seharusnya memusatkan setiap aspek


dari proses inovasinya ? manakah dari tiga kemungkinan diatas yang tampak
paling tepat ( atau dapatkah anda menyarankan kemungkinan yang berbeda)?
Mengapa? Bagaimana anda mendefinisikan bagian khusus organisasi baru
tersebut ?
3. Dapatkah cisco mengukur usaha-usaha inovasinya? Mengikat kompensasi pada
usaha-usaha ini? Apabila ya, bagaimana ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pendapat tentang cara yang digunakan Cisco untuk
membiayai inisiatif e-business-nya
2. Untuk mengetahui kemungkinan yang tepat dari setiap aspek proses inovasi
Cisco
3. Untuk mengetahui apakah Cisco dapat mengukur usaha-usaha inovasinya dan
mengikat kompensasi pada usaha-usaha nya.

BAB II
ISI
2.1 Cisco membiayai inisiatif e-business melalui department teknologi informasi (TI),
yang merupakan pusat biaya yang diakui secara akrual sebagai biaya overhead
administrasi. Departemen tersebut di biayai pada tahun 1993. Cisco mengambil
langkah untuk menyesuaikan tujuan-tujuan departemen TI dengan tujuan strategi
perusahaan sebagai keseluruhan. Mekanisme pendanaan yang ada berarti bahwa
inisiatif bisnis semuanya dievaluasi atas dasar pengurangan biaya, sering kali
mengabaikan dampak pada penjualan kepuasan pelanggan atau mengikat

mempertahankan karyawan. Menurut kami cara yang dilakukan Cisco itu salah
karena kunci untuk memelihara keunggulan dalam e-business adalah fokus yang
kuat pada pelanggan, sedangkan Cisco terlalu berfokus pada kecepatan dan
efisiensi dengan melalaikan berfokus pada pelanggan.
2.2 Menurut kami, Cisco belum memusatkan aspek dari proses inovasi mereka, mereka
masih saja memusatkan pada pertumbuhan pendapatan dengan mendapatkan
pelanggan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan kepuasan pelanggan secara
menyeluruh. Inovasi yang muncul oleh staf pelanggan biasanya mempengaruhi
sistem keuangan dan manufaktur sehingga terkadang staf pelanggan menjual
inisiatif tersebut secara internal agar dapat meningkatkan penjualan mereka. Cisco
seharusnya memusatkan setiap aspek dari proses inovasinya agar perusahaan dapat
fokus dalam menjalankan proses inovasinya tanpa pemikiran didalamnya harus
terpecah dikarenakan menjalankan proses inovasi yang lainnya. Jika Cisfo terfokus
maka proses inovasi dapat berjalan dan menghasilkan inovasi yang baik.
Dari tiga hal tersebut kemungkinan yang paling tepat adalah pada kemungkinan
pertama yaitu Technology Research and Training Team (Think-thank Sentralisasi
yang mengkaji teknologi yang muncul dan membuat para manajer bisnis memiliki
dan memahami apa yang akan segera mungkin), dengan mengambil kemungkinan
yang pertama maka ketika perusahaan tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih
kompleks maka manajer dan karyawan akan lebih bisa menyesuaikan dengan cepat
dan dapat lebih cepat membuat inisiatif baru dari teknologi yang muncul.
Menurut kami, bagan khusus organisasi baru tersebut baik. Namun, Cisco harus
benar-benar memperhatikan fungsi-fungsi dan pelaku yang menjalani agar dapat
berjalan secara efektif, karena setiap pekerjaan harus dijalankan oleh personal yang
kompeten dan ahli dalam menjalankan tugasnya dan perusahaan tidak
mencampuradukkan pekerjaan.
2.3 Inovasi Cisco tentu dapat diukur, parameter pengukurannya melalui output yang
terjadi. Dalam uraian kasus dijelaskan bahwa inovasi-inovasi selalu muncul dan
menghasilkan peningkatan perusahaan dari segi kepercayaan konsumen terhadap
Cisco. Jika kepercayaan konsumen telah dimiliki iitu berarti strategi cisco yaitu
fokus kepada konsumen telah tercapai. Hal ini memberikan keuntungan yang

sangat besar bagi Cisco, salah satunya adalah dari segi income. Jika income selalu
mengalir, maka kompensasi insentif yamg mengikat tidak akan menjadi suatu
beban yang besar bagi Cisco. Dengan adanya kompensasi juga akan memberikan
pengaruh yang besar bagi para pegawai Cisco, mereka pastinya akan semakin
semangat dalam bekerja, selalu mendayagunakan kemampuan maksimum mereka.
Cisco juga dapat mengukur usaha-usaha inovasi dan mengikat kompensasi pada
usaha-usaha tersebut dengan cara diukur dengan dampak investasi dengan
kemajuan perusahaannya, misalnya dengan menggunakan pengukuran-pengukuran
yang terdiri dari target-target operasional dan keuangan seperti ROI, ROA dan
seperangkat statistika operasional lainnya. Dengan demikian perusahaan dapat
membandingkan antara cost dan benefit atas usaha-usaha inovasinya. Biaya-biaya
penelitian yang dikeluarkan dengan hasil penjualan produk perusahaan. Tingkat
percepatan pengiriman barang ke pelanggan maupun pengiriman bahan baku dari
para supplier

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Cisco membiayai inisiatif e-business melalui department teknologi informasi
(TI), yang merupakan pusat biaya yang diakui secara akrual sebagai biaya
overhead administrasi. Mekanisme pendanaan yang ada berarti bahwa inisiatif
bisnis semuanya dievaluasi atas dasar pengurangan biaya, sering kali
mengabaikan dampak pada penjualan kepuasan pelanggan atau mengikat
mempertahankan karyawan.
2. Cisco belum memusatkan aspek dari proses inovasi mereka, mereka masih saja
memusatkan pada pertumbuhan pendapatan dengan mendapatkan pelanggan
sebanyak-banyaknya

tanpa

memikirkan

kepuasan

pelanggan

secara

menyeluruh. Dari tiga hal tersebut kemungkinan yang paling tepat adalah pada
kemungkinan pertama yaitu Technology Research and Training Team (Thinkthank Sentralisasi yang mengkaji teknologi yang muncul dan membuat para
manajer bisnis memiliki dan memahami apa yang akan segera mungkin). Dan
bagan khusus organisasi Cisco sudah baik.
3. Cisco dapat mengukur usaha-usaha inovasi dan mengikat kompensasi pada

usaha-usaha tersebut dengan cara diukur dengan dampak investasi dengan


kemajuan perusahaannya, misalnya dengan menggunakan pengukuranpengukuran yang terdiri dari target-target operasional dan keuangan seperti
ROI, ROA dan seperangkat statistika operasional lainnya.