Anda di halaman 1dari 12

JURNAL PENYESUAIAN

Rekening yang biasanya memerlukan penyesuaian antara lain :


1. Perlengkapan ( Supplies )
Perlengkapan di neraca saldo memperlihatkan jumlah Rp. 600.000,00 . Setelah dihitung
secara phisik persediaan perlengkapan pada tanggal 31 Desember Rp. 200.000,00. Ini
berarti perlengkapan yang telah dipakai untuk kegiatan persahaan berjumlah Rp.
200.000,00. Ini berarti perlengkapan yang telah dipakai untuk kegiatan perusahaan
berjumlah Rp. 400.000,00.
Jurnal Penyesuaian :
Beban Perlengkapan
Perlengkapan

Rp. 400.000,00
Rp. 400.000,00

2. Beban dibayar dimuka ( Persekot/Prepaid Expense )


Ada dua cara pencatatan pada waktu melakukan pembayaran beban ( biaya ) :
a. Pendekatan Neraca, yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening Beban dibayar di
muka
b. Pendekatan Rugi Laba, yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening Beban.
Contoh : Pada Tanggal 1 April 1990 membayar premi asuransi untuk satu tahun Rp.
240.000,00.
a. Jika menggunakan pendekatan neraca, transaksi tersebut dicatat dalam rekening :
Asuransi dibayar dimuka ( Debet ) Rp. 240.000,00
Kas ( Kredit )
Rp. 240.000,00
Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening asuransi dibayar di muka di neraca
saldo 31 Desember 1990. Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut
sebenarnya asuransi yang sudah dimanfaatkan adalah 9 bulan ( 1 April 1990 31
Desember 1990 ). Ini berarti sejumlah Rp. 180.000,00 ( 9/12 x Rp. 240.000,00 ) sudah
menjadi beban tahun 1990. Maka jumlah tersebut harus dipindahkan dari rekening
Asuransi dibayar dimuka ke rekening Beban Asuransi dengan jurnal penyesuaian :
Beban Asuransi
Rp. 180.000,00
Asuransi dibayar di muka
Rp. 180.000,00
b. Jika menggunakan Pendekatan Rugi Laba , transaksi pada contoh di atas pada tanggal 1
April 1990, dicatat dalam rekening :
Biaya Asuransi ( debet )
Kas ( Kredit )

Rp. 240.000,00
Rp. 240.000,00

Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 sebenarnya yang sudah menjadi beban baru
9 bulan ( Rp. 180.000,00 ). Sedangkan sisanya ( Rp. 60.000,00 ) bukan merupakan
beban tahun 1990. Maka jumlah yang belum merupakan beban tersebut harus di
pindahkan dari rekening Biaya Asuransi ke rekening Asuransi dibayar di muka ,
dengan jurnal penyesuaian :

Asuransi dibayar di muka


Beban Asuransi

Rp. 60.000,00
Rp. 60.000,00

Note:
a. Jika pada saat pembayaran belum dicatat dalam rekening asuransi dibayar di muka,
maka penyesuaiannya : Rekening Asuransi dibayar di muka di kredit sebesar yang
sudah menjadi beban, dan rekening Beban asuransi di debet sejumlah itu .
b. Jika pada saat pembayaran dicatat dalam rekening beban Asuransi, maka
penyesuaiannya : Rekening Beban asuransi dikredit sebesar yang belum menjadi
beban, dan rekening Asuransi dibayar dimuka di debet sejumlah itu.
3. Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue )
Pada waktu menerima pendapatan pada umumnya dicatat dalam rekening pendapatan
(Pendekatan Rugi Laba ), tetapi kadang kadang pendapatan yang diterima untuk lebih
dari satu periode dicatat dalam rekening Pendapatan diterima di muka ( Pendekatan
neraca).
Ada dua cara pencatatan pada waktu melakukan pembayaran beban ( biaya ) :
a. Pendekatan Neraca, yaitu dicatat ke dalam rekening Pendapatan Sewa
b. Pendekatan Rugi Laba, yaitu dicatat ke dalam rekening Pendapatan Sewa diterima di
muka
Contoh : Pada tanggal 1 Juli 1990 diterima sewa untuk 2 tahun Rp. 2.000.000,00.
a. Jika mengunakan pendekatan neraca transaksi tersebut di catat dalam rekening :
Kas ( debit )
Rp. 2.000.000,00
Sewa diterima di muka ( kredit )

Rp. 2.000.000,00

Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening sewa diterima di muka di neraca
saldo 31 Desember 1990. Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut,
sebenarnya yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990, adalah 6 bulan ( 1 Juli
1990 31 Desember 1990) = 6/24 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 500.000,00. Sedang
selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 ) belum merupakan pendapatan tahun 1990.
Karena pada saat penerimaan sewa dicatat dalam rekening sewa diterima di muka
maka untuk jumlah yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990 harus dipindahkan
ke rekening Pendapatan Sewa dengan jurnal Penyesuaian sebagai berikut :
Sewa diterima di muka
Pendapatan sewa

Rp. 500.000,00
Rp. 500.000,00

b. Jika menggunakan pendekatan Rugi Laba, transaksi di atas dicatat dalam rekening :
Kas ( debit )
Pendapatan sewa ( kredit )

Rp. 2.000.000,00
Rp. 2.000.000,00

Sampai dengan tanggal 31 Desemmber 1990, sebenarnya yang sudah merupakan


pendapatan tahun 1990 adalah Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 )
belum merupakan pendapatan. Jumlah ini harus dipindahkan ke rekening Pendapatan
Sewa diterima di muka dengan jurnal penyesuaian :
Pendapatan sewa
Sewa diterima di muka

Rp. 1.500.000,00
Rp. 1.500.000,00

4. Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense )


Perusahaan membayar gaji pegawai mingguan tiap hari sabtu. Tarif gaji Rp. 40.000,00 per
hari. Pembayaran gaji terakhir tanggal 27 Desember dengan demikian gaji karyawan
tanggal 29, 30, dan 31 Desember belum di bayar karena baru akan di bayar pada hari
Sabtu tanggal 3 Januari tahun berikutnya. Ini berarti sampai akhir periode akuntansi
terdapat gaji yang beluum di bayar 3 hari @ Rp. 40.000,00 = Rp. 120.000,00.
Jurnal penyesuaiannya:
Beban gaji
Utang gaji

Rp. 120.000,00
Rp. 120.000,00

5. Pendapatan yang harus di terima/piutang pendapatan (Accrued Income)


Suatu perusahaan menyimpan uang di Bank Pasifik, Rp. 1.000,000,00 pada tangggal 1
September 1990. Suku bunga 18%, bunga di terima 6 bulan sekali (tiap 1 Maret 1
September).
Ini berarti bunga 6 bulan pertama baru akan di terima tanggal 1 Maret 1991 sehingga
sampai akhir periode akuntansi, terdapat bunga yang di tunda penerimaannya selama 4
bulan (1 September 31 Desember) yaitu 4/12 x 18% x Rp. 1.000.000,00 = Rp.
60.000,00.
Jurnal penyesuaiannya:
Piutang bunga
Rp. 60.000,00
Pendapatan bunga
Rp. 60.000,00
6. Penyusutan Aktiva Tetap (depreciation)
Di neraca saldo rekening peralatan kantor memperlihatkan jumlah Rp. 1.000.000,00 di
putuskan untuk mengadakan penyusutan 10% per tahun. Ini berarti penyusutan tiap tahun
= 10% x Rp 1.000.000,00 = Rp. 100.000,00.
Jurnal pnyesuaiannya:
Beban penyusutan peralatan
Akumulasi pnyusutan peralatan

Rp. 100.000,00

JURNAL PENYESUAIAN

Rp. 100.000,00

Berikut ini adalah neraca saldo Perusahaan ALEXA yang bergerak pada bidang jasa salon per
31 Desember 2008.
Perusahaan SALON ALEXA
NERACA SALDO
Per 31 Desember 2008
Keterangan
Kas
Surat Berharga
Piutang Dagang
Persekot Asuransi
Perlengkapan Salon
Peralatan Salon
Hutang Dagang
Modal, Alexa
Penghasilan Salon
Biaya Sewa
Biaya Gaji
Biaya Telpon & Listrik
Biaya Lain-lain
Prive
Jumlah

Debit
6.450.000
30.000.000
7.500.000
2.400.000
3.250.000
25.000.000
1.800.000
3.950.000
1.450.000
2.400.000
2.750.000
86.950.000

Kredit
5.500.000
59.700.000
21.750.000
86.950.000

Data dalam neraca saldo tersebut belum seluruhnya siap untuk secara langsung dicantumkan
pada laporan keuangan karena adanya informasi-informasi sebagai berikut :
1. Surat berharga berupa obligasi berbunga 18% per tahun, bunga dibayar tiap 6 bulan sekali
dibelakang, tiap tanggal 1 Maret dan 1 September.
2. Ada gaji karyawan bulan Desember yang belum dibayar Rp 450.000,3. Penghasilan Salon yang diterima dimuka adalah sebesar Rp 500.000,4. Pada 31 Desember 2008 persekot asuransi tinggal Rp 600.000,5. Kerugian piutang ditaksir sebesar 2% dari saldo piutang dagang
6. Penyusutan peralatan salon ditetapkan sebesar 10%
7. Perlengkapan salon yang masih ada digudang sebesar Rp 1.400.000,1. Penghasilan diterima di muka
Apabila ada pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima pada
periode yang bersangkutan, maka diperlukan penyesuaian pembukuan untuk mengakui
hak pendapatan tersebut.
Dalam contoh diatas penghasilan bunga obligasi diterima 6 bulan sekali dibelakang tiap
tanggal 1 Maret dan 1 September. Penghasilan bunga September 2008 sampai Februari
2009 diterima pada 1 Maret 2009, sementara tutup buku perusahaan tanggal 31 Desember
2008. Dengan demikian ada pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan (4 bulan)
yaitu bulan September, Oktober, November dan Desember 2008. Besarnya hak tersebut
adalah :
Penghasilan bunga = 4/12 x 18% x Rp 30.000.000,- = Rp 1.800.000,-

Penghasilan bunga yang sudah menjadi milik perusahaan sebesar Rp 1.800.000 tersebut
sudah harus diakui sebagai Penghasilan Bunga, tapi karena belum diterima uangnya
maka dimasukkan ke dalam rekening Piutang Bunga, dengan jurnal penyesuaian sebagai
berikut :
Piutang Bunga
Penghasilan Bunga

Rp 1.800.000,-

Rp 1.800.000,-

2. Hutang Gaji
Bila ada biaya-biaya yang sudah menjadi beban pada suatu periode tetapi akhir periode
belum dibayar, harus diakui sebagai beban biaya pada periode tersebut, tapi karena belum
dibayar maka diakui sebagai hutang biaya.
Pada contoh diatas adalah adanya gaji bulan Desember yang belum dibayar sebesar Rp
450.000,-, maka harus diakui sebagai biaya gaji dengan penyesuaian pembukuan sebagai
berikut :
Biaya Gaji
Hutang Gaji

Rp 450.000,Rp 450.000,-

3. Pendapatan diterima dimuka


Seringkali konsumen memberikan uang muka untuk membayar barang atau jasa yang
dibutuhkan. Jika pada akhir periode barang/jasa yang dipesan belum diserahkan, maka
uang muka tersebut belum menjadi hak penghasilan periode yang bersangkutan, dan harus
diakui sebagai Hutang.
Dalam contoh tersebut ada penghasilan salon yang diterima di muka sebesar Rp 500.000,maka penyesuaian pembukuannya adalah sebagai berikut :
Penghasilan Salon
Penghasilan Salon
Diterima dimuka

Rp 500.000,Rp 500.000,-

4. Biaya Dibayar Dimuka (Persekot)


Kadang-kadang ada biaya yang harus dibayar dimuka, artinya membayar biaya untuk
beberapa bulan diawal transaksi, seperti premi asuransi. Biaya tersebut untuk beberapa
bulan, sehingga bila pada akhir suatu periode ada biaya yang sudah dibayar tetapi
sebenarnya untuk beban di tahun berikutnya, beban itu masih dianggap sebagai biaya
dibayar dimuka, sedang beban biaya yang sudah dikonsumsi menjadi biaya.
Misalnya pada contoh diatas ada persekot asuransi per 31 Desember 2008 sebesar Rp
2.400.000,- ternyata yang benar-benar masih menjadi persekot hanya Rp 600.000,sehingga siasanya sebesar Rp 1.800.000,- sudah dinikmati sebagai Biaya Asuransi. Jurnal
penyesuaiannya adalah sebagai berikut :
Biaya Asuransi
Persekot Asuransi
5. Kerugian Piutang

Rp 1.800.000,Rp 1.800.000,-

Piutang dagang timbul sebagai akibat perusahaan menjual barang atau jasanya secara
kredit. Penjualan kredit mengandung resiko yakni tidak terbayarnya piutang tersebut
(kredit macet). Apabila perusahaan selalu menghadapi adanya piutang yang tidak tertagih,
maka perusahaan harus mencadangkan sejumlah tertentu piutang yang tidak bisa ditagih
sebagai kerugian.
Misalnya contoh di atas ditaksir kerugian piutang sebesar 2% dari saldo piutang dagang,
maka kerugian piutangnya adalah sebesar = 2% x Rp 7.500.000,- = Rp 150.000,-.
Jurnal penyesuaian untuk mencatat hal tersebut adalah :
Kerugian Piutang
Cadangan Kerugian Piutang

Rp 150.000,Rp 150.000,

6. Penyusutan
Semua aktiva tetap yang dimiliki perusahaan kecuali tanah mengalami penurunan nilai.
Perusahaan harus mengantisipasinya dengan menyisihkan sebagian uangnya setiap periode
agar pada saat aktiva tetap tidak bisa dipakai (habis umur ekonomisnya), sudah tersedia
dana untuk membeli aktiva tetap baru sebagai pengganti. Penyisihan uang tersebut
dinamakan penyusutan dan diperlakukan sebagai biaya.
Dari contoh di atas peralatan salon disusutkan sebesar 10%, sehingga besarnya penyusutan
adalah = 10% x Rp 25.000.000,- = Rp 2.500.000,-.
Penyesuaian pembukuan yang dilakukan adalah sbb :
Biaya Penyusutan Peralatan Salon
Akumulasi Penyst. Peral Sln

Rp 2.500.000,Rp 2.500.000

7. Pemakaian Perlengkapan
Perlengkapan merupakan bahan-bahan habis pakai yang dibeli oleh perusahaan dengan
tujuan untuk digunakan sendiri. Biasanya perlengkapan dicatat pada saat membeli saja
sedangkan saat pemakaian perlengkapan tidak pernah dilakukan pencatatan. Akibatnya
saldo pada neraca saldo adalah sebesar harga beli selama satu periode. Padahal karena
perlengkapan selalu digunakan setiap saat, maka pada akhir periode jumlah perlengkapan
riil yang ada di gudang akan lebih kecil. Selisih antara jumlah perlengkapan yang ada
dineraca saldo dan yang sesungguhnya ada yang harus dimasukkan sebagai biaya
perlengkapan. Pencatatan selisih tersebut harus melalui penyesuaian pembukuan.
Dari contoh diatas jumlah neraca saldo sebesar Rp 3.250.000,- dan jumlah yang masih ada
di gudang Rp 1.400.000,- sehingga selisihnya Rp 1.850.000,- sebagai biaya perlengkapan
salon, dengan jurnal penyesuaian sbb:
Biaya Perlengkapan Salon
Perlengkapan Salon

Rp 1.850.000,Rp 1.850.000,-

DEPRESIASI
Rumus perhitungan penyusutan metode garis lurus adalah sebagai berikut :

Perhitungan dengan menggunakan nilai residu :


= (Harga Perolehan Nilai Sisa/Residu) dibagi umur ekonomis (hitungan per bulan, karena
beban penyusutan dihitung per bulan)
Perhitungan dengan tidak menggunakan nilai residu :
= Harga Perolehan dibagi umur ekonomis (hitungan per bulan, karena beban penyusutan
dihitung per bulan)
Contoh kasus : Pada tanggal 1 Januari 2012 telah dibeli kendaraan senilai 100jt, perusahaan
telah menentukan umur ekonomis adalah 5 tahun dengan nilai residu 1jt, hitunglah akumulasi
penyusutan kendaraan sampai dengan bulan April 2012.
Jawabannya adalah sebagai berikut :
1. Hitung penyusutan per bulan terlebih dahulu
= 100jt 1jt : (512)
= 99jt : 60 bulan
= 1.650.000
2. Hitung akumulasi penyusutan dari bulan Januari April 2012 (4 bulan)
= 1.650.000 x 4
= 6.600.000
WESEL BAYAR
Kewajiban dalam bentuk surat promes akan dicatat sebagai wesel bayar (notes payable).
Wesel bayar lebih sering digunakan daripada utang usaha. Wesel bayar memberikan bukti
resmi bagi pihak kreditor (yang meminjamkan) atas kewajiban yang terjadi seandainya
dibutuhkan langkah-langkah hukum untuk menagih utang. Wesel bayar umumnya
mengharuskan peminjam untuk membayar bunga dan sering kali diterbitkan dalam rangka
memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek. Wesel bayar diterbitkan dalam jangka waktu
yang beragam. Jangka waktu untuk pembayaran dalam satu tahun dari tanggal neraca
biasanya diklafikasikan sebagai kewajiban jangka pendek. Kebanyakan wesel bayar
merupakan kewajiban berbunga.
Berikut ini adalah ilustrasi contohnya untuk wesel bayar :
Diasumsikan bahwa Second national Bank setuju untuk memberikan pinjaman sebesar Rp.
100.000.000 pada tanggal 1 Maret 2012, Jika Nichole William Co. menandatangani wesel
senilai Rp. 100.000.000 dengan tingkat bunga 12% dan jangka waktu 4 bulan. Dengan surat
promes berbunga, jumlah aset yang diterima melalui penerbitan wesel bayar tersebut sama
dengan nilai nominal wesel bayar . Oleh karena itu Nichole William Co. akan menerima uang
tunai sebesar Rp. 100.000.000 dan membuat ayat jurnal sebagai berikut.
1 Maret

Kas

Rp. 100.000.000

Wesel Bayar

Rp. 100.000.000

(Ket : Mencatat penerbitan wesel bayar)


Untuk beban bunga akan disesuaikan sepanjang umur dari wesel tersebut. dan harus dicatat
secara periodik. Jika Nichole William Co. menyusun laporan keuangan setengah tahunan,
jurnal penyesuaian harus dipersiapkan per tanggal 30 juni untuk mengakui beban bunga dan
utang sebesar Rp. 4.000.000 (Rp.100.000.000 x 12% x 4/12). Rumus untuk perhitungan
bunga dan penerapannya pada wesel bayar Nichole William.Co adalah seperti dibawah ini :
Nilai Nominal Wesel x Tingkat Bunga Tahunan x Waktu dalam Jangka Satu Tahun =
Bunga
Rp.100.000.000 x 12% x 4/12 = Rp. 4.000.000
Maka Jurnal penyesuaian yang perlu dibuat adalah
30 juni Beban Bunga
Utang Bunga

Rp. 4.000.000
Rp. 4.000.000

(Ket : Mencatat akrual bunga selama 4 bulan pada wesel Second National Bank)
Dan dalam laporan keuangan pertanggal 30 juni, bagian kewajiban jangka pendek dalam
neraca akan menunjukan wesel bayar Rp. 100.000.000 dan utang bunga Rp. 4.000.000.
Sedangkan beban bunga Rp. 4.000.000 akan dilaporkan dibawah "Beban dan Kerugian lainlain" dalam laporan laba rugi. jika Nichole William Co. menyusun laporan keuangan setiap
bulan, maka jurnal penyesuaian pada setiap akhir bulan sebesar Rp. 1.000.000 (Rp.
100.000.000 x 12% x 1/12).
Pada saat jatuh tempo (1 Juli 2012), Nichole William Co. harus membayar nilai nominal
wesel tersebut (Rp. 100.000.000) ditambah bunga sebesar Rp. 4.000.000 (Rp. 100.000.000 x
12% x 4/12). Maka Jurnal untuk mencatat pembayaran wesel tersebut dan akrual bunganya
adalah sebagai berikut :
1 Juli

Wesel Bayar

Rp. 100.000.000

Utang Bunga

Rp.
Kas

4.000.000
Rp. 104.000.000

(Ket : mencatat pembayaran wesel berbunga Second National Bank dan akrual bunga pada
saat jatuh tempo)
Tips menganalisis ayat jurnal penyesuaian dengan benar
Agar lebih memahami teknik penyusunan jurnal penyesuaian maka dalam pembahasan ini
akan dilakukan dengan menyediakan soal dan pembahasan penyusunan jurnal penyesuaian,

Silahkan anda baca dan pahami dahulu soal (transaksi dan ayat jurnal penyesuaian dibawah
ini)
Transaksi yang terjadi:
Tanggal 2 mei tahun 2012 : Saya mendirikan salon yang diberi nama
"Salon efi" dengan menyetorkan uang sebesar Rp 7.500.000
Tanggal 3 Mei tahun 2012 : Dibayar sewa ruangan Rp 600.000 untuk satu
tahun secara tunai
Tanggal 4 Mei tahun 2012 : Dibayar tunai peralatan Rp 2.000.000
Tanggal 5 Mei tahun 2012 : Dibayar perlengkapan secara kredit Rp 500.000
Tanggal 6 Mei tahun 2012 : Dibayar Iklan Rp 250.000 secara tunai
Tanggal 15 Mei tahun 2012 :
a) Dibayar Gaji Karyawan untuk 15 hari
(tanggal 1 mei sampai 15 mei) Rp 360.000,
b) Diterima hasil jasa Rp 1.000.000
Tanggal 19 Mei Tahun 2012 : Dibayar beban Listrik dan telepon Rp 300.000
Tanggal 20 Mei tahun 2012 : Diterima pinjaman dari bank Rp 15.000.000
Tanggal 23 Mei tahun 2012 :
a) Dibeli Peralatan RP 1.900.0000 secara tunai
b) Dibayar hutang Rp 250.000
Tanggal 31 Mei tahun 2012 :
a) Diterima hasil jasa Rp 2.250.000
b) Dibayar Gaji karyawan Rp 360.000
c) Saya Mengambil uang dari kas untuk kepentingan keluarga
sebesar Rp 500.000
Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) per 31 Mei 2012:
1. Peralatan diperhitungkan dapat dipakai lima (5) tahun.
2. Perlengkapan yang belum dipakai sampai dengan tanggal 31 Mei 2012 senilai Rp 125.000
3. Utang Bank diatas dengan Bungan 12% pertahun, bunga dibayar setiap bulan pada tanggal
23.
4. Sewa Ruangan diatas dicatat sebagai Beban.
Setelah anda membaca dan memahami transaksi yang terjadi selanjutnya akan dilakukan
pembahasan tentang analisis AJP dan Penyusunan Jurnal Penyesuaian, Silahkan simak
pembahasan berikut ini:

Berdasarkan AJP yang telah anda baca di atas maka diketahui terdapat empat (4) Kondisi
yang memerlukan penyesuaian yaitu Penyusutan Peraltan, adanya Beban Perlengkapan,
Utang Bunga bank dan Beban sewa.

Analisis Jurnal Penyesuaian Penyusutan peralatan


Penyusutan peralatan harus dibuatkan jurnal penyesuaian karena peralatan yang telah terpakai
selama waktu pemakaian dicatat sebagai beban.
Telah diketahuai bahwa pada Tanggal 4 Mei Salon Efi membeli peralatan senilai Rp
2.000.000 dan pada tanggal 23 Mei senilai Rp 1.900.000 secara tunai Jadi jumlah total
peralatan yang dimiliki Salon efi senilai Rp 3.900.000.
Diketahui dari AJP bahwa peralatan tersebut dapat dipakai selama 5 tahun (Umur ekonomis 5
th), sedangkan peralatan tersebut baru dipakai selama 1 bulan (tanggal 4 sampai 31 mei 2012)
jadi terdapat pengurangan atau penyusutan nilai peralatan dalam 1 bulan.
penyusutan peralatan selama 1 bulan dapat dihitung sebagai berikut:
(2000.000+1900.000)/ (5X12) = 65.000
Keterangan:
2000.000

: Nilai peralatan yang dibeli tanggal 4 mei

1900.000

: Nilai Peralatan yang dibeli tanggal 23 Mei

: 5 Tahun (Umur Ekonomis)

12

: Jumlah bulan dalam 1 tahun.

Jadi Jurnal Penyesuaian yang disusun adalah:


Beban Penyusutan Peralatan .............. Rp 65.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan .............Rp 65.000
Analisis Jurnal Penyesuaian Perlengkapan
Perlengkapan perlu dibuat jurnal penyesuaian karena perlengkapan yang telah terpakai dicatat
sebagai beban bukan lagi Perlengkapan.
Diketahuai bahwa pada tanggal 5 mei Salon efi membeli perlengkapan senilai Rp 500.000,
Sedangkan sampai dengan 31 mei perlengkapan yang belum terpakai (tersisa) senilai Rp
125.000.
Jadi perlengkapan yang telah terpakai tidak lagi dicatat sebagai perlengkapan tetapi dicatat
sebagai beban perlengkapan, sehingga perlu dibuat penyesuaian.

Perlengkapan yang terpakai dapat dihitung sebagai berikut:


Perlengkapan terpakai = Total Perlengkapan - Perlengkapan yang tersisa
= 500.000 - 125.000

= 375.000
Jadi Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:
Beban Perlengkapan ............... Rp 375.0000
Perlengkapan ......................Rp 375.000
Analisis Jurnal Penyesuaian Utang Bunga Bank
Utang bunga perlu dibuat penyesuaian karena bunga bank tersebut telah menjadi beban Salon
efi namun belum dicatat sehingga perlu dicatat.
Diketahui bahwa pada tanggal 20 Mei Salon efi meminjam uang di bank sebesar Rp
15.000.000, dan diketahui dalam AJP bahwa dari pinjaman tersebut Salon efi dikenakan
bunga sebesar 12% per tahun dan harus dibayar setiap tanggal 23 tiap bulan.
Jadi dalam hal ini kita mencari nilai utang bunga yang telah menjadi beban bunga yang harus
dicatat dalam jurnal penyesuaian.
Perhitungan beban bunga dapat dihitung sebagai berikut:
Pembayaran bunga setiap tanggal 23 mei sehingga yang menjadi beban bunga mulai tanggal
23 sampai 31 mei yaitu 8 hari.
Perhitungan:
Bunga 1 tahun

; 12% x 15.000.000 = Rp 1.800.000

Bunga 1 bulan

; 1.800.000 : 12

= Rp 150.000

Bunga 1 Hari

; 150.000 : 30

= Rp 5000

Jadi Bunga 8 hari ; 5000 x 8

= Rp 40.000

Dengan Demikian Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:


Beban Bunga Bank ........ RP 40.000
Utang Bunga Bank ......Rp 40.000
Analisis Jurnal Penyesuaian Beban Sewa dibayar di muka
Diketahui bahwa pada tanggal 3 Mei dibayar sewa ruangan untuk satu tahun sebesar Rp
600.000, dan di AJP diketahui bahwa sewa ruangan tersebut dicatat sebagai beban.
Berdasarkan kondisi tersebut maka pada ahir bulan mei perlu dibuat penyesuaian terhadap
sewa ruangan sehingga laporan keuangan yang dibuat Salon efi menunjukan nilai beban sewa
yang sebenarnya.
Perhitungan:
Sewa 1 tahun

= Rp 600.000

Sewa 1 bulan ; Rp 600.000 : 12

= 50.000

Jadi beban sewa bulan mei adalah Rp 50.000, Sehingga dibuat jurnal penyesuaian sebagai
berikut:
Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
Beban sewa Ruangan..............Rp 550.000
Jika anda bertanya mengapa dalam jurnal penyesuaian nilai sewa dibayar dimuka dan beban
sewa sebesar RP 550.000 Bukan Rp 50.000????
Maka jawabnya adalah:
Karena pada saat transaksi pembayaran sewa ruangan pada tanggal 3 mei sebesar 600.000
dijurnal umum dicatat sebagai beban, untuk jelasnya sbb:
Beban sewa ruangan ....... Rp 600.000
Kas .......................Rp 600.000
Sedangkan beban sewa ruangan yang dicatat tersebut diatas untuk satu tahun padahal
sekarang baru berjalan satu bulan, sehingga agar dalam laporan keuangan khususnya laporan
laba-rugi akun beban sewa menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000
maka disusun Jurnal Penesuaian sebagai berikut:
Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
Beban sewa Ruangan...............Rp 550.000
Nah jika kita perhatikan akun beban sewa dalam jurnal umum posisinya adalah Debit
sebaliknya akun beban sewa dalam jurnal penyesuaian posisinya Kredit, sehingga saldo
beban sewa diperoleh dari nilai beban sewa debit dikurangi nilai beban sewa kredit. Jadi
dalam laporan laba rugi nilai akun beban sewa adalah:
Rp 600.000 - Rp 550.000 = Rp 50.000. Dengan demikian akun beban sewa dalam laporan
laba-rugi menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000.