Anda di halaman 1dari 18

Giavanny Eka Rani Puteri

1010211012

Tdd 6 lapis dari luar ke dalam tersusun


sebagai
Kulit/cutis
Subcutan
Lamina superfisialis (fascial dari Campera)
Lamina profundus (fascial dari Scarpae)
Musculature
Lateral
M. Obliquus externus abdominis
M. Obliquus internus abdominis
M. Transverses abdominis

Ventral / anterior
M. Rectus abdominis
M. pyramidalis

Fascia transversa abdominis


Jaringan preperitoneal
Peritoneum parietale

Kulit dinding abdomen memiliki lipatanlipatan kulit yang sesuai dengan garis
tegangan kulit (Lines of Langer). Hal ini
harus diperhatikan waktu membuat incisi,
misalnya pd operasi perut

Terletak di sebelah dorsal cutis


Fascia abdominalis superficialis
lembaran :
Fascia Camperi
subcutaneus)
Fascia Scarpae
subcutaneus)

(lamina
(lamina

tdd

superficialis

fascia

profundus

fascia

Lapisan
superfisial
dari
tela
subcutanea/subcutis,
yang
merupakan
jaringan
ikut
areolar
yang
banyak
mengandung lemak. Pada lapisan ini berjalan
pembuluh darah dan saraf yang memelihara
kuliat abdomen
Pada laki-laki ikut membentuk tunica dartos
scrotum, dan pada perempuan ikut memasuki
labia major.

Fascia Scarpae dibentuk oleh jaringan elastis


berwarna
kekuning-kuningan,
serabutserabutnya membentuk atap fossa ovalis dan
dinamakan fascia cribosa
Di daerah scrotum fascia Scarpae ikut
membentuk fascia Collesi.

Fascia innominata Gallaudeti jelas terlihat di


bagian lateral dinding anterior abdomen, dmn
fascia tersebut membungkus M. Obliquus
externus abdominis
Dibagian kaudal pd linea alba fascia
innominata Gallaudeti menebal membentuk
suatu ikat yang kuat berbentuk segitiga
ligamentum suspensorium penis
melekatkan dorsum penis ke simfisis osseum
pubis dengan lig. Arcuatum

Lapisan musculature sebagian besar tdd


otot-otot dan aponeurosis.
Setiap sisi tdd :
2 otot sebelah anterior, yaitu m. rectus
abdominis dan m. pyramidalis
3 otot lateral yaitu m. obliquus externus dan
internus abdominis dan m. trasverses abdominis
yang tersusun dalam 3 lapisan sesuai dengan
dinding thorax

Jaringan subserosa/extraperitoneal yang


melekat pd perm dalam lapisan otot
mbtk membrane yang dsbt sbg fascia
endoabdominal (fascia trasversa
abdominis)
Dinding abdomen dipelihara oleh saraf
segmental dan pembuluh-pembuluh darah
segmental (intercostal) dan cabang-cabang
a. thoracica internal dan a. iliaca externa

Fungsi dinding abdomen :


Otot dinding abdomen memiliki 4 fungsi
utama yaitu :
1.
2.
3.
4.

Menggerakakn truncus
Ekspirasi dengan melakukan depresi costa
Melindungi viscera
Meningkatkan tekanan intraabdominal untuk
fungsi defeksasi, miksi, muntah, batuk dan
partus

Arteri
Dinding abdomen mendapat arterialisasi dari cabangcabang subcutan a. femoralis (a. epigastrica
superfisialis) dan cabang-cabang arteri yang lebih
profundus (a. epigastrica superior, a. musculophrenica,
a. intercostalis, a. lumbalis, dll)

Vena
Vena subcutan dibawah umbilicus v. saphena magna
ke v. femoralis,
Di sblh atas umbilicus v. thoracoepigastrica dan ke v.
axillaris mll v. thoracica lateralis
Vena setinggi umbilicus menuju v. paraumbilicalis
selanjutnya ke v. porta

Aliran Limfa
Mengalir ke dua arah
dengan batas
umbilicus.
Disebelah superior
umbilcus lnn.
Axillaris superficialis
Inferior lnn
Subinguinales
superficialis tractus
hirosontalis

Inervasi
Nn. Intercostales VII
s/d XII yang berjalan
serong ke arah
inferoantero-medial
dianatara m.
transversus abdominis
dan m. obliquus
internus abdominsis
N. iliohypogastricus
dan n. ilioinguninalis
yang berasal dr
segmen L1

Membran serous yang tdd stratum


mesothelium selapis dan jaringan ikat
kolagen/elastic
Jaringan sub serosa tdd jaringan areolar, yg
melekat pada dinding abdomen agak padat
membentuk fascia transversa abdominis. Pd
pria membentuk saku besar yang tertutup dan
pada wanita saju yang terbuka pd bagian
caudal pada ujung2 bebas tuba uterina

Ruang yg terdapat antara ke dua lapis


peritoneum cavum peritonei, yg merupakan
suatu ruang potensial
Cavum peritonei yang disebut bursa greater
sac memiliki tonjolan atau perluasan yang
disebut bursa omentalis atau lasser sac, yang
terletak di sebelah sinistra foramen
epiploicum (Winslowi)

Fungsi peritoneum
Mengurangi pergeseran antar alat-alat
Tempat menimbun lemak pd orang gemuk
Melokalisir proses infeksi dgn caera mensekresi
cairan yang memiliki daya anti-infeksi

Inervasi
Pariteal : somato sensorik
Visceral : otonom

Batas-batas greates sac


Batas cranial : diafragma
Caudal : aditus pelvis
Ventral : dinding ventrolateral abdomen
Dorsal : dinding dorsal abdomen
Dinding abdomen bagian dlm diliputi peritoneim parietale.
Dinding caudal terbuka hubungannya dengan cavum
pelvis peritonei

Batas-batas Lesser Sac


Ventral : peritoneum yang meliputi dinding
dorsal gaster, omentum minus dan lobus
caudatus hepatis
Dorsal : peritoneum yang meliputi omentum
majus, diafragma, pancreas, ren dan gld,
suprareenalis kiri dan mesocolon transversum
Lateral kanan : foramen epiploicum
Lateral kiri : hilus lienalis, lig phrenicolienalis
dan lig. gastrolienalis