Anda di halaman 1dari 20

MANAJEMEN PEMASARAN DAN MANAGEJEMENKEUANGAN

JHON ADAM SMICT

KELOMPOK 10
ABDUL AZIZ

201310160311114

SODIQ ALAMIN

201310160311150

DESI ASIH

201310160311114

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan
penyusunan
makalah
yang
berjudul
ManajemenPemasarandan
ManajemenKeuangan. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam
mata kuliah Manajemen di Universitas Muhammadiyah Malang

Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari
semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen
kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas ini.

Malang Mei 2014

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Ruang Lingkup Pemasaran
B. Perkembangan dan Sajarah Pemikiran Tentang Pemasaran
C. Fungsi Universal dan Tantangan Pemasaran
D. Pengertian dan Ruang Lingkup Keuangan

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen Pemasaran ada di mana-mana. Orang dan organisasi terlibat dalam sejumlah besar
aktivitas yang dapat kita sebut pemasaran. Pemasaran yang baik telah menjadi elemen yang
semakin vital untuk kesuksesan bisnis. Pemasaran sangat mempengaruhi kebutuhan kita setiap
hari dan setiap hal yang kita lakukan, dari pakaian yang kita pakai, situs internet yang kita klik,
sampai iklan yang kita lihat.
Sebagai pemasaran yang baik bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan dan
pelaksanaan yang cermat. Pemasaran adalah seni sekaligus ilmu. Ada ketegangan yang terus
menerus antara sisi terformulasikan dan sisi kreatif.
Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian
manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang
mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.
Khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk merealisasikan keuntungan
maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajemen keuangan harus memahami arus
peredaran uang baik eksternal maupun internal
Namun, Manajemen keuangan juga berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak
dari investasi pada berbagai aktiva dan pemilihan sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva
tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun
luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang
atau modal sendiri
B. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi fokus permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa pengertian dan ruang lingkup pemasaran dan keuangan?
2. Apa perkembangan dan sajarah pemikiran tentang pemasaran dan keuangan?
3. Apa fungsi universal dan tantangan pemasarandan keuangan?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa pengertian dan ruang lingkup pemasaran dan keuangan
2. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan pemikiran pemasaran dan keuangan
3. Untuk mengetahui apa fungsi dan tantangan pemasaran dan keuangan

BAB II
PEMBAHASAAN

A. Pengertian dan Ruang Lingkup Pemasaran


Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang
dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang
menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Istilah pemasaran berasal dari bahasa Inggris Marketing yang diartikan dengan istilah pemasaran
dengan asal kata pasar (Market).
1. Pengertian Pemasaran menurut para ahli :
a. Philip Kotler (1997:8) menyatakan bahwaPemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial
yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak
lain.
b. Charles F. Philip, Ph.D & Delbert J. Duncan dalam Buku Marketing Principles and
Methods: Marketing oleh para pengusaha diartikan sama dengan distribusi yang dimaksuskan
segala kegiatan untuk menyampaikan barang-barang ketangan konsumen rumah tangga dan ke
konsumen industry.
c. Maynard& Beckman dalam bukuPrincipes of marketing mendefinisikanMarketing berarti
segala usaha yang meliputi penyaluran barang dan jasa dari sektor produksi ke sektor konsumsi.
d. William J. Stanton (1993:7) Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang
dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan
barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini
maupun konsumen potensial.
e. Hermawan Kartajaya (2002), pemasaran diartikan sebagai :
a). Menghubungankan penjual dan pembeli potensial.
b). Menjual barang dan barang tersebut tidak kembali ke orang yang menjualnya.
c). Memberikan standar kehidupan.
d). Sebuah disiplin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran dan
perubahan values dari inisiator kepada stakeholder.
f. Peter Drucker (1954): Penjulaan bukan sekedar perluasan penjualan, pemasaran meliput
keseluruhan bisnis dan harus dilihat dari sudut pelanggan. Hanya pemasaran dan inovasilah yang
bisa menghasilkan uang, kegiatan lainnya merupakan pos biaya saja.
g. The American Marketing Asociation (AMA) : Pemasaran adalah proses perencanaan dan
pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi dan pendistribusian barang, jasa dan ide dan
dapat memuaskan pelanggan individu atau organisasi secara menguntungkan.

2. Yang Dipasarkan
Dalam pemasaran ada 10 tipe entitas yaitu barang, jasa, acara, pengalaman, orang, tempat,
properti, organisasi, informasi, dan ide.
a). Barang
Barang fisik memang memiliki bagian terbesar dalam proses produksi maupun pemasaran.
Perusahaan bisa memasarkan mobil, lemari es, handphone, laptop, jam tangan, dan lain
sebagainya. Peluang pasar pada komoditas barang sangat besar. Semakin banyak inovasi
tentunya akan semakin menggairahkan pasar.
b). Jasa
Perkembangan jaman memang melahirkan berbagai ide-ide bisnis tentang apa saja yang bisa
dipasarkan. Bisnis pelayanan jasa semakin menjamur dan memiliki prospek bisnis yang sangat
bagus. Dunia bisnis saling ketergantungan dengan berbagai pihak yang lainnya. Untuk
menjembatani peluang itu, muncullah industri jasa yang memberikan pelayanan jasa. Contohnya
saja, industri perbankan, transportasi meliputi darat, laut, udara, asuransi, bahkan laundry dan
warung internet, dan lainnya.
c). Acara
Ide bisnis juga bisa diperoleh dari mengadakan berbagai acara atau event. Memang bisnis di
bidang ini sangat tergantung dari regulasi waktu. Misalnya saja ada event olah raga piala dunia 4
tahunan sekali, acara pentas seni saat berbagai seniman berkumpul memamerkan karyanya setiap
6 bulanan, bahkan acara musik yang saat ini sedang populer diadakan setiap hari.
d). Pengalaman
Saat ini, salah satu aspek penting bagi marketer adalah bagaimana menciptakan suatu
pengalaman yang akan tertanam di dalam benak pelanggan. Contohnya, produk-produk Apple
yang menawarkan pengalaman bagi penggunanya tentang keindahan, kemudahan, eksklusivitas,
serta kecanggihan. Contoh lainnya, Walt Disney Worlds Magic Kingdom, ada kapal bajak laut,
dunia peri, rumah hantu, dan wahana lainnya.
e). Orang
Sumber daya manusia juga merupakan pasar yang besar. Melihat perkembangan penduduk
secara statistik maupun kompetensi (keahlian), maka manusia adalah potensi pasar yang
menjanjikan. Baik pemasaran orang dalam jumlah besar untuk menjadi tenaga kerja, maupun
pemasaran orang secara individual. Berkaitan dengan pemasaran orang secara individual, yang
disebut personal branding. Saat ini, sudah saatnya Anda menjual diri Anda sendiri. Tom Peters,
pencetus istilah ini menyampaikan the brand called YOU. Sebenarnya, hal ini sudah
diterapkan oleh orang-orang yang sudah tak asing lagi bagi kita. Sebut saja, David Beckham,
Oprah Winfrey, bahkan di dalam negeri seperti Mario Teguh, Olga Syahputra, dan lainnya.

f). Tempat
Suatu tempat yang memiliki daya tarik keindahan, unik, bernilai jual, pasti mendatangkan
keuntungan. Marketer harus melihat potensi ini, dengan mengelolah tempat itu sebaik mungkin,
membentuk manajemen yang solid, lalu memasarkannya secara luas. Selain tempat wisata, juga
ada potensi di perkotaan, seperti tempat perkantoran, mall, food court, dan lainnya.
g). Properti
Peluang pasar di bidang properti juga sangat besar. Properti itu adalah hak kepemilikan tak
berwujud atas properti yang sebenarnya (real estate) maupun properti finansial (dalam bentuk
saham dan obligasi). Properti diperjualbelikan, jadi hal itu membutuhkan pemasaran. Pihak yang
memasarkan biasanya disebut agen properti. Agen ini bekerja untuk pemilik atau penjual
properti, lalu agen bisa memasarkan properti untuk pemukiman maupun perdagangan. Untuk
properti finansial, perusahaan investasi atau pun bank memasarkan sekuritas dan sejumlah aset
kepada investor institusional maupun individual. Aset properti terbukti menghasilkan profit yang
tinggi asalkan dikelolah dengan baik.
h). Organisasi
Ide bisnis dari kumpulan beberapa orang untuk menawarkan jasa, sehingga membentuk
organisasi, baik profit maupun non-profit, besar maupun kecil, berlandaskan hukum maupun
tidak. Organisasi menawarkan pada pasar sasarannya beragam pelayanan jasa. Organisasi bisa
menjual keahliannya dan keunikannya. Contohnya, organisasi yang membangun brand mereka
sebagai organisasi non-profit seperti wikipedia. Organisasi yang menawarkan jasa, seperti agensi
pemasaran, event organizer, dan lainnya.
i). Informasi
Era informasi yang begitu pesat berkat dukungan teknologi informasi saat ini menjadikan bisnis
ini peluang pasar yang menggiurkan saat ini. Informasi-informasi yang ditawarkan juga sangat
bermacam-macam. Marketer dapat mengambil peluang ini dengan membangun brand yang unik,
berbeda dari yang lainnya, dan bernilai jual. Era informasi saat ini sangat dipengaruhi pesatnya
perkembangan internet. Contoh peluang yang bisa diambil seperti websites, toko online,
pemasaran online, maupun blogging yang menawarkan informasi Sip! seperti blog
tugasku4u.com yang saya lakukan ini.
j).Ide
Produk yang paling orisinil dan sangat aman dari penjiplakan adalah ide. Ide bisa sangat
bervariasi dan berbeda-beda setiap orang. Dan tahu kah Mark?, salah satu sebab lahirnya
berbagai produk yang mengesankan adalah dari benih yang disebut ide.

3. Konsep Pemasaran
Ada beberapa konsep dalam pemasaran, yaitu konsep produksi, konsep produk, konsep
penjualan, konsep pemasaran, dan konsep kesejahteran.
a. Konsep Produksi :
Pemasar berkonsentrasi pada proses produksi, produsen beramai-ramai membuat produk dalam
jumlah besar untuk di jual ke konsumen. Model ini hidup pada masa awal industrialisasi. Contoh
Ford dengan mobil model T yang diproduksi secara masal.
b. Konsep Produk :
Pemasar tidak hanya sekedar melempar produk ke pasar dalam jumlah besar akan tetapi mulai
berkonsentrasi pada kualitas. Kualitas produk menjadi senjata utama untuk bersaing di pasar.
Contoh Ford meluncurkan produk inovasinya yaitu mobil bermesin V.8.
c. Konsep Penjualan :
Orientasi pasar tidak lagi pada jumlah produk yang banyak atau pengembangan kualitas produk,
namun bagaimana cara menjual produk tersebut. Mulai saat itu para pemasar memperkenalkan
produk ke konsumenya melalui distribusi, promosi, periklanan, dan public relations. Contoh
Ford, General Motor, Chysler tidak hanya memproduksi mobil dalam jumlah banyak dengan
berbagai macam tipe dan keunggulannya, namun berkonsentrasi pada penjualan.
d. Konsep Pemasaran :
Konsep pemasaran lebih luas ketimbang konsep penjualan. Pemasar tidak hanya sekedar bermain
pada distribusi, promosi, periklanan, dan public relations. Konsentrasi pemasar diarahkan kepada
konsumen. Membangun kepuasan konsumen menjadi tujuan utama melalui kualitas, pelayanan,
dan nilai. Contoh Ford, General Motor, Chysler memproduksi mobil dengan kualitas prima
ditambah pelayanan istimewa yang memunculkan istilah baru seperti pelayanan purna jual, 24
jam service, saluran hotline atau gratis spare part yang kesemuanya demi kepuasan konsumen.
e. Konsep Pemasaran Kesejahteraan :
Konsep ini di ilhami oleh teori perilaku (behavior theory)-nya Abraham Maslow. Pada tingkat
kelima dikenal dengan istilah aktualisasi diri, lalu memunculkan konsep pemasaran
kesejahteraan. Pada konsep pemasaran ini perusahaan mulai memperhatikan masyarakat yang
telah turut membesarkan perusahannya. Perusahaan merasa perlu membalas jerih payah
masyarakat. Contoh Ford meluncurkan program Ford Foundation yang memberikan bantuan
beasiswa bagi para mahasiswa dari dunia ketiga untuk belajar di negara maju. General Motor
dengan progam AIDS, MC Donald dengan program penggalangan dana olah raga di tanah air,
dimana MC Donald akan menyisihkan Rp.100 dari setiap produk yang disantap oleh
konsumennya, dll.

B. Perkembangan Dan Sejarah Tentang pemikiran Pemasaran


Sejarah teori dan konsep marketing selalu mengikuti perubahan struktur sosial dan ekonomi
masyarakat. Kemunculan ide-ide baru yang memperkaya ilmu marketing terus berkembang
seiring revolusi besar peradaban manusia.
Peradaban bisnis modern berkembang sejak adanya revolusi industri di tahun 1900. Revolusi ini
benar-benar mengubah tatanan struktur dan perilaku masyarakat pada saat itu. Bisnis yang
tadinya berciri merkantilis (berdagang) kemudian berubah menjadi kapitalis. Kekuatan modal
dipergunakan untuk membangun pabrik dan organisasi perusahaan, memproduksi barang, dan
memperdagangkannya. Pada proses ini munculah pandangan-pandangan baru tentang bagaimana
perilaku pasar terjadi dan bagaimana sebuah lembaga menjalankan kegiatan operasional untuk
memenuhi kebutuhan pasar. Hal-hal inilah yang kemudian melatarbelakangi munculnya ilmu
praktik manajemen bisnis, termasuk marketing.
Ilmu marketing ketika itu memang menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan yang tidak bisa
diakomodasi oleh ilmu ekonomi yang telah berkembang terlebih dahulu. Marketing awalnya tak
lebih dari aktivitas bisnis yang sederhana. Para ekonom pun hanya memasukkannya sebagai
salah satu bentuk aktivitas ekonomi. Namun, pendekatan yang lebih berciri sosiologis kemudian
menunjukkan adanya pengembangan dari institusi (lembaga) yang disebut sebagai market
dalam bahasa ekonomi. Pendekatan sosiologis melihat institusi market bisa dilihat sebagai
institusi sosial dibandingkan ekonomi. Artinya, di market bukan hanya tempat bertemunya
supply dan demand. Market merupakan sebuah sistem sosial di mana kebutuhan setiap pihak
akan materi tertentu akan bertemu. Pada waktu itu, konsumsi dianggap sebagai akhir dari
kegiatan produksi di dunia ekonomi.
Padahal perilaku konsumsi sendiri sebenarnya merupakan ilmu yang bisa dieksplorasi lebih
dalam. Demikian halnya dengan istilah value. Ilmu ekonomi meletakkan value berhubungan
dengan penambahan input dari faktor-faktor produksi. Padahal di dunia bisnis, value juga
mencakup sesuatu yang intangible seperti pelayanan. Pendekatan marketing juga
mempertanyakan apakah market dipengaruhi hanya oleh purchasing power (daya beli)
masyarakat?Lebih jauh dari itu, para praktisi bisnis melihat bahwa market bukan sekadar
dipengaruhi oleh daya beli, tetapi juga keinginan membeli yang dipengaruhi oleh iklan dan
tenaga penjual. Advertising Muncul Lebih Dulu
Kabarnya kelas pertama dari pelajaran marketing diberikan oleh ED Jones pada tahun 1902 di
University of Michigan dan kemudian oleh Simon Litman di University of California pada tahun
yang sama. Saat itu, pemikiran marketing masih berfokus pada masalah distribusi. Ini sesuai
dengan ciri industri tahap awal yang berfokus pada distribusi massal.
Sebenarnya, walaupun belum dimasukkan dalam disiplin ilmu marketing, pemikiran tentang
dunia iklan (advertising) sudah lebih dulu ada. Buku History of Advertising sudah muncul pada
tahun 1875. Demikian pula halnya dengan selling sudah mendahului pengembangan ilmu
marketing itu sendiri. Selling awalnya hanya sekadar sebuah seni menjual, tetapi kemudian
dijadikan sebuah formula untuk dipelajari dan dianalisis.

Mulanya pendekatan marketing memang menyangkut tiga elemen: advertising, selling dan
distribusi. Namun, banyak pemikiran yang kemudian menambahkan elemen-elemen dalam
marketing. Seperti Ralph Butler dan Arch Shaw, dua ahli ini menambahkan elemen lain dalam
marketing, yakni: komoditas, institusi, dan fungsional. Artinya marketing menyangkut pula soal
produk, organisasi pemasaran dan juga proses serta kegiatan.
Untuk elemen distribusi, berkembang pula pemikiran baru yang disebut retailing sejak tahun
1914. Nystrom pada waktu itu menulis literatur ritel bukan saja dari sisi proses distribusi, tapi
juga manajemen ritel. Dengan banyaknya tambahan elemen-elemen baru dalam marketing, maka
ilmu marketing kemudian masuk ke dalam tahapan integrasi. Pada tahap ini para pemikir dan
ilmuwan mencoba menggabungkan berbagai ilmu, literatur serta elemen yang berdiri sendiri
menjadi sebuah konsep yang terintegrasi.
Buku Principles of Marketingpertama muncul lewat tangan Paul Ivey pada tahun 1920-an. Buku
ini menggabungkan semua teori dan pemikiran yang berkembang di dunia marketing. Tetapi,
yang lebih mengemuka kemudian adalah buku Principles of Marketingkarangan Maynard,
Weidler dan Beckman. Berbeda dibandingkan Ivey yang berfokus pada sisi pengusaha, buku ini
lebih berfokus pada sudut pandang konsumen.
Teori marketing belum berakhir dengan dimunculkannya buku-buku tadi. Pada dekade-dekade
berikutnya masuklah berbagai unsur yang memperkaya marketing. Ilmu-ilmu psikologi dan
sosial mulai masuk. Demikian pula dengan konsep seperti segmentasi baru hadir belakangan
setelah muncul konsep-konsep lain seperti marketing mix (4P).
Pada tahun 1960-an. Pada tahun 1960-an dan 1970-an ilmu marketing justru memecahkan diri ke
dalam berbagai diferensiasi (kekhususan) seperti international marketing, social marketing,
marketing for non-profit organization dan lain-lain. Konsep social responsibility juga menjadi
salah satu konsep yang sudah mulai terbentuk pada tahun 1970.
1. Peran Kotler
Kejayaan Kotler sebagai bapak marketing sendiri dimulai pada periode 1970-an. Peran Kotler
dalam dunia marketing memang pada kemampuannya menerjemahkan konsep marketing ke
terminologi yang mudah dipahami oleh banyak orang. Kotler-lah yang mengubah konsep
marketing ke bentuk-bentuk aplikasi tertentu seperti marketing untuk health service, public
service, educational service, politik, dan lain-lain.
Tahun 1967, misalnya, Kotler sudah memperkenalkan konsep manajemen marketing modern
yang meliputi analisis marketing opportunities, mengorganisasikan aktivitas marketing, kegiatan
perencanaan marketing serta kontrol. Buku-buku Kotler kemudian menginspirasi banyak para
pengajar dan praktisi di dunia marketing seluruh dunia. Bahkan, tak ada kuliah marketing yang
tak lepas dari karya-karya Kotler. Buku Principles of Marketing dan Marketing Management dari
Kotler membentuk pemikiran-pemikiran dasar dan fundamental yang mempengaruhi berbagai
pemikiran baru lainnya di dunia marketing.

Pada dekade 1980-an, pemikiran baru di dunia marketing seperti positioning yang dipopulerkan
oleh Jack Trout dan Al Ries serta brand equity yang dipopulerkan oleh David Aaker semakin
menguat. Era kemajuan bisnis di banyak negara pada dekade tersebut menciptakan kompetisi
bisnis yang semakin ketat. Karenanya, peran dari sebuah merek dan upaya untuk
mendiferensiasikan diri juga mengemuka. Dekade 1980 dan 1990-an adalah dekade menguatnya
unsur service dan kepuasan pelanggan di dalam marketing. Konsep seperti Servqual, Service
profit chain dan juga services marketing mulai bermunculan.
2. Gelombang Baru
Ketika dunia memasuki gelombang revolusi berikutnya, yakni revolusi teknologi informasi,
maka pemikiran-pemikiran marketing baru pun bermunculan mengikuti gelombang revolusi
tersebut. Salah satunya konsep experiential marketing. Dengan adanya teknologi informasi,
internet dan multimedia membuat experiential marketing lebih bisa berkembang. Demikian pula
di dunia service, peran IT membuat konsep CRM (Customer Relationship Management) juga
ikut berkembang. Belum lagi jargon-jargon baru seperti buzz marketing, viral marketing dan
lain-lain.
Revolusi baru juga berimbas pada perkembangan media periklanan. Semakin berkembang dan
kompleksnya media untuk berpromosi membuat marketer semakin berhati-hati menginvestasikan
dananya. Oleh karena itu muncul pemikiran-pemikiran baru yang menggugah. Orang marketing
untuk menghitung return on investment dari aktivitas marketing yang dilakukannya. Marketing
dihadapkan pada kenyataan bahwa kegiatan mereka harus mampu dijelaskan dengan bahasabahasa finansial. Marketing ROI, CLV (Customer Lifetime Value), dan lain-lain adalah
pemikiran-pemikiran yang kemudian mulai muncul.
Dari berbagai pergolakan pemikiran marketing tadi kita bisa menyimpulkan bahwa pemikiran
marketing, mau tidak mau, harus terus berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan
struktural yang terjadi dalam tatanan sosial ekonomi masyarakat, bentuk dan tingkat kompetisi
yang ada serta perkembangan teknologi. Setelah revolusi industri dan IT, dunia diramalkan
akanmasuk ke revolusi bioteknologi.

C. Fungsi Universal dan Tantangan Pemasaran


Fungsi-fungsi pemasaran meliputi penanggungan resiko, pendanaan, pengendalian informasi
pemasaran pembelian, penjualan, pengiriman, penyimpanan, standarisasi dan klasifikasi, dan
pembungkusan.
1.Tantangan Pemasaran
Informasi memang akan menjadi soko guru pemasaran pada abad 21. Namun informasi tidak
berdiri tunggal, informasi akan banyak ditunjang oleh hal-hal lain di luar wilayah kajian
informasi. Dengan demikian pemasaran disamping akan banyak dipengaruhi oleh informasi,
dalam diri pemasaran akan mengalami pergeseran-pergeseran baru yang sifatnya strategis.
Dalam abad 21 ini ada beberapa tantangan bagi profesi pemasaran.

2. Tantangan Visi
Sering kali pengambilan keputusan pemasaran lebih didasarkan pada pemenuhan tuntutan masa
sekarang. Dalam konteks global dimana keunggulan kompetitif produk dan jasa memiliki usia
yang semakin pendek, hal demikian tidak dapat dipertahankan lagi. Tanggung jawab untuk
melihat masa depan menjadi beban para eksekutif pemasaran. Dengan demikian tidak berlebihan
bila dikatakan pemasar dituntut untuk menjadi visionary marketer yang strategis dan holistik
dalam berpikir serta dapat menghidupkan fungsi marketing intelligence dan corporate
intelligence secara nyata.
Pengembangan diri menjadi visionary marketer secara ideal perlu mengadopsi faham
kewirausahaan yang mengutamakan proaktivitas dan menerima tanggung jawab utama sebagai
innovator dan risk taker. Pemasar harus mempunyai keberanian untuk mendobrak kemapanan
dan kreatif dalam menentukan strategi pemasaran. Orang muda macam Richard Kartawijaya
(Microsoft Indonesia), Barry G Lesmana (Citibank), Betty Alisyahbana (USI IBM), Mulia
Tambunan (Telkomsel), merupakan pemasar visioner yang akan banyak mewarnai dunia
pemasaran Indonesia abad 21.
3. Tantangan pada Power Marketing
Landasan utama power marketing adalah memanusiakan pelanggan yang terangkum dalam
konsep customer centered marketing. Dengan demikian konsumen merupakan subyek, bukan
obyek dari pemasaran. Power marketing akan bertumpu pada tiga kata kunci; moving, caring dan
inovating. Moving merupakan tumpuan untuk menjawab gelora persaingan dan dinamika
permintaan yang selalu bergejolak karena ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi. Dalam
perwujudannya, moving musti disertai kepedulian kepada pelanggan (caring) melalui langkahlangkah inovasi (inovating) di bidang strategi, manajerial, maupun produk/jasa.
Inovasi merupakan proses untuk menghantarkan nilai tambah bagi pelanggan. Kepuasan
pelanggan akan menelurkan kepercayaan dan hubungan jangka panjang yang berkelanjutan,
yang artinya tercipta loyalitas pelanggan. Hubungan pelanggan tidak sekedar hubungan pada
dataran rasional belaka, tetapi sudah jauh merasuk ke dalam ranah emosi pelanggan. Sehingga
pangsa pasar yang digenggam bukan hanya mind share, namun sudah masuk ke wilayah heart
share.
4. Tantangan pada Transferable Marketing
Biaya pemasaran untuk memasuki arena global, secara logis akan meningkat pula. Salah satu
cara untuk dapat meningkatkan efisiensi biaya adalah dengan memanfaatkan transferable
marketing. Arti dari tranferable marketing adalah penyusunan pola pemasaran yang dapat
dimanfaatkan untuk beberapa lokasi atau pasar sasaran dengan derajat universalitas yang
ditingkatkan. Contoh yang bagus adalah konsep pemasaran dari DeBeers berlian. DeBeers dibuat
di London dan Hongkong, sedang pemanfaatannya disebar ke berbagai lokasi, termasuk
Indonesia. Penyebaran ini (termasuk manfaat dan modelnya) di sesuaikan dengan situasi negara
setempat.

5. Tantangan pada Manajemen Merek


Dalam upaya meningkatkan kiprah di dunia global, para pemasar ditantang untuk meningkatkan
reputasi merek. Peran reputasi merek menjadi lebih penting untuk konteks abad 21 lantaran
banyaknya jumlah merek yang beredar di pasar. Oleh karena itu di dalam perusahaan perlu
ditumbuhkan adanya iklim kerja yang diwarnai dengan kebanggaan merek (brand minded
culture). Harus pula diperhatikan pelaksanaan analisis realitas merek ke benak konsumen dalam
rangka menentukan strategi peningkatan identitas merek.
Pada abad 21 house brand atau private label akan banyak diproduksi oleh perusahaan. Di
Indonesia house brand banyak dilakukan oleh usaha eceran seperti; Matahari, Hero dan Makro.
Untuk Matahari house brand produk pakaiannya diberi merek Stanley Adams dan M-2000.
Sementara Hero pasar swalayan banyak bermain dalam house brand, semisal; Innosence untuk
produk perlengkapan bayi, Hero Selection untuk soft drink, dan Hero untuk produk-produk
industri rumah tangga. Untuk Makro, perusahaan ini menamai produk house brand-nya dengan
sebutan Aro.
6. Tantangan pada Etika Pemasaran
Masyarakat dan konsumen saat sekarang, terlebih lagi pada masa depan, akan peduli terhadap
kualitas dan mulai memperhatikan sisi moralitas dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Termasuk dalam konteks ini adalah tingkat moralitas dari setiap keputusan pemasaran dan
dampaknya bagi stake holder secara keseluruhan. Hal ini semakin dipertajam dengan adanya
berbagai pendapat miring yang berkaitan dengan pemasaran, seperti rekayasa produk,
penyalahgunaan label dan iklan, serta predatory pricing. Dalam situasi dimana persaingan
menjadi lebih ketat dan reputasi perusahaan menjadi modal penting, maka mau tidak mau setiap
kebijakan dan keputusan haruslah didasarkan pada kode etik yang berlaku dan ditetapkan oleh
perusahaan maupun asosiasi profesional. Kode etik utama yang harus diperhatikan oleh para
pemasar adalah; kejujuran dan keadilan dalam proses pemasaran, kode etik dalam bidang
promosi, kebijakan harga dan distribusi, kode etik dalam riset pemasaran dan komitmen dalam
memajukan peradaban manusia.
Tantangan pemasaran abad 21 seperti disebut diatas merupakan hal yang tidak bisa dihindari oleh
para pemasar apabila ingin memenangkan persaingan. Pemasar sejak dini harus mampu
mengantisipasi perubahan substansial dari pemasaran ini. Antisipasinya tidak terlalu sulit. Hanya
dibutuhkan dua cara; mengoptimalkan kecerdasan dan bersahabat dengan perubahan.

D. Definisi Manajemen Keuangan


Beberapa definisi manajemen keuangan diberikan sebagai berikut:
Liefman: usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau
memperoleh aktiva.
Suad Husnan: manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
Grestenberg: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use
them and how the prof ts business are distributed.
James Van Horne: segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan
pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha
mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaaya yang minimal dan syarat syarat yang paling
menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
E. Aktivitas manajemen Keuangan
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :
1. Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai

aktiva. Alokasi dana berbentuk:Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas
berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan,
misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi.Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva
nyata: tanah, bangunan, peralatan.
2. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari
sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.

3. Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk
aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.

F. Fungsi Manajemen Keuangan


Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:
1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatankegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail
pengeluaran dan pemasukan.

3. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada
dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional
kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan
mengamankan dana tersebut.
6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem
keuangan pada perusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar
tidak terjadi penyimpangan.
8. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus
sebagai bahan evaluasi

G. Tujuan Manajemen Keuangan


Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian
apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang
manajemen juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang
tidak diinginkan.
E. Tujuan Perusahaan
Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian
apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang
manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak
diinginkan.
Namun, Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai
standar dalam memberi penilaian keefisienan (Sartono: 2000, 3) yaitu:
Tujuan normatif manajemen keuangan adalah memaksimalkan kemakmuran pemegang saham
yaitu memaksimalkan nilai perusahaan, seperti :

Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan


memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.

Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang


mempertimbangkan faktor risiko.

Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditor dan pihak lain yang
berkaitan dengan perusahaan.

Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih menekankan pada aliran kas


daripada laba bersih dalam pengertian akuntansi.


Tidak mengabaikan social objectives dan kewajiban sosial, seperti lingkungan eksternal,
keselamatan kerja, dan keamanan produk.

H. Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya


Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen
keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal
perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan
dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan
perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang
disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan
dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.
Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu :
1. Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial jangka pendeknya.
2. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply
oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur
perusahaan.
3. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam
menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat
penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
4. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat
dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
5. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan
mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
6. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh
karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil
pengembalian.
I. Keputusan dan Tanggung Jawab Manajemen Keuangan
Manajer keuangan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap apa yang telah
dilakukannya. Ada pun keputusan keuangan yang menjadi tanggung jawab manajer keuangan
dikelompokkan ke dalam tiga (3) jenis:
1. Mengambil keputusan investasi (investment decision), Menyangkut masalah pemilihan
investasi yang diinginkan dari sekolompok kesempatan yang ada, memilih satu atau lebih
alternatif investasi yang dinilai paling menguntungkan.

2. Mengambil keputusan pembelanjaan (financing decision), Menyangkut masalah pemilihan


berbagai bentuk sumber dana yang tersedia untuk melakukan investasi, memilih satu atau lebih
alternatif pembelanjaan yang menimbulkan biaya paling murah.
3. Mengambil keputusan dividen (dividend decision) atau dividen policy, Menyangkut masalah
penentuan besarnya persentase dari laba yang akan dibayarkan sebagai dividen tunai kepada para
pemegang saham, stabilitas pembayaran dividen, pembagian saham dividen dan pembelian
kembali saham-saham.
Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan.
Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Perolehan dana dengan biaya murah.
2. Penggunaan dana efektif dan efisien
3. Analisis laporan keuangan
4. Analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin dan
khusus.
J. Kedudukan Manajer Keuangan Dalam Struktur Organisasi Perusahaan.
Di dalam perusahaan yang besar bidang keuangan dipimpin oleh seorang manajer keuangan
(chief financial manager). Manajer keuangan atau sering disebut direksi keuangan melaporkan
secara langsung kepada direktur keuangan atau presiden direktur.
Sedangkan di dalam departemen keuangan dalam suatu perusahaan dibagi lagi ke dalam
beberapa bagian/divisi yang dipunyai oleh seorang kepada divisi meliputi:
1. Divisi anggaran, bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan memperbaiki bugdet operasi
(operating bugdet)
2. Divisi penganggaran modal (capital budgeting) yang bertanggung jawab untuk
mempersiapkan analisis pengeluaran modal
3. Divisi perencanaan keuangan, yang bertanggung jawab untuk mengambil alternatif
pemenuhan kebutuhan dana jangka panjang
4. Divisi perencanaan keuangan jangka pendek, yang bertanggung jawab terhadap pemenuhan
kebutuhan dana jangka pendek, serta investasi jangka pendek pada surat berharga (marketable
securities)
5. Divisi kredit, bertanggung jawab untuk menentukan kredit yang akan diberikan kepada
langganan, disamping itu divisi ini juga bertanggung jawab dalam negoisasi dengan kreditor
(lembaga keuangan Bank dan bukan Bank)
6. Divisi hubungaan masyarakat (human relation), bertanggung jawab terhadap pembentukan
image/komunikasi antara perusahaan, pemegang saham, para investor dan masyarakat keuangan
secara umum.

k. Aktivitas Keuangan
1. Aktifitas Pembiayaan ( Financing Activity )
Aktivitas pembiayaan ialah kegiatan pemilik dan manajemen perusahaan untuk mencari sumber
modal ( sumber eksternal dan internal ) untuk membiayai kegiatan bisnis.
A.Sumber eksternal
1. Modal Pemilik atau modal sendiri (Owner Capital atau Owner Equity). Atau modal saham
(Capital Stock ) yang terdiri dari : Saham Istimewa (Preferred Stock) dan Saham Biasa
(Common Stock).
2. Utang (Debt), Utang Jangka Pendek (Short-term Debt) dan Utang Jangka Panjang (Long-term
Debt).
3. Lain-lain, misalnya hibah.
B. Sumber Internal :
1. Laba Ditahan (Retained Earning)
2. Penyusutan, amortisasi, dan Deplesi ( Depreciation, Amortization, dan Deplention)
3. Lain-lain, misalnya penjualan harta tetap yang tidak produktif.
2. Aktiva Investasi (Investment activity)
aktivitas investasi adalah kegiatan penggunaan dana berdasarkan pemikiran hasil yang sebesarbesarnya dan resiko yang sekecil-kecilnya. Aktivitas itu meliputi :
1. Modal Kerja (working Capital) atau harta lancar (Current Assets)
2. Harta Keuangan (Finanncial assets) yang terdiri : investasi pada saham (stock) dan Obligasi
(Bond)
3. Harta Tetap (real Assets) yang terdiri dari : Tanah,gedung, Peralatan.
4. Harta Tidak Berwujud (intangible assets) terdiri dari : Hak Paten, Hak Pengelolaan Hutan,
Hak Pengelolaan Tambang, Goodwill.
3. Aktivitas Bisnis (Business Activity)
Aktivitas bisnis adalah kegiatan untuk mencari laba melalui efektivitas penjualan barang atau
jasa efisiensi biaya yang akan mengahsilkan laba. Aktivitas itu dapat dilihat dari laporan LabaRugi, yang terdiri dari unsur :
1. Pendapatan (sales atau Revenue)
2. Beban ( Expenses)
3. Laba-Rugi ( Profit-Loss)
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai kegiatan
yang direncanakan dan di organisasikan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga,
dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah di buat yang tujuannya
untuk mendapatkan tempat di pasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai. Dalam
pemasaran ada 10 tipe entitas yaitu barang, jasa, acara, pengalaman, orang, tempat, properti,
organisasi, informasi, dan ide. Dan juga ada beberapa konsep dalam pemasaran, yaitu konsep
produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep kesejahteran.

Teori konsep marketing berkembang sejak adanya revolusi industri di tahun 1900. Pada proses
ini muncul pandangan-pandangan baru tentang bagaimana perilaku pasar terjadi dan bagaimana
sebuah lembaga menjalankan kegiatan operasional untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Dalam pemasaran terdapat juga fungsi universal dan tantangan pemasaran. Fungsi universal yang
meliputi penanggungan resikopendanaan, pengendalian informasi pemasaran pembelian,
penjualan, pengiriman, penyimpanan, standarisasi, klasifikasi, dan pembungkusan. Sedangkan
tantangan pemasarannya yaitu tantangan visi, tantangan power marketing, tantangan transferable
marketing, tantangan pada manajemen merek, dan tantangan pada etika pemasaran.

B. Saran
Dalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran sangat penting dan hal
ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang professional dan memiliki kreatifitas yang
tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran anda sebagai bagian penting dalam perusahaan
demi mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang tinggi

DAFTAR PUSTAKA
http://www.tugasku4u.com/2014/01/makalah-manajemen-pemasaran.html

Kotler Phillip, Keller Kevin Lane. Manajemen Pemasaran Jilid 1, Edisi 13, Erlangga.
Baso Swasta DH.SE.MBA, Ibnu Sukotco(1988) Pengantar bisnis modern; Liberty Yogyakarta
Charles W Lambert,Carl Mc Daniel,Joseph W Hair jr(2001). Pemasaran. Jakarta: Salemba empat
Meredith et.al, Geoffrey. (1996). Kewirausahaan (Teori dan Praktik) Seri Manajemen No. 97.
Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.
Longenecker, J.G. et.al. (2001). Kewirausahaan (Manajemen Usaha Kecil) Buku 1. Jakarta:
Salemba Empat.