Anda di halaman 1dari 34

TETRAPARESE

EC
HIPOKALEMIA
BRIAN REGGIE SUWANDY

IDENTITAS
Nama

Ny. KM

Usia

27 tahun

Jenis Kelamin Perempuan


Pekerjaan

Ibu Rumah Tangga

Masuk RS

20 Agustus 2015 pukul 17.10

ANAMNESIS

Keluhan Utama
Susah mengangkat kaki
dan tangan karena lemas
sejak dua hari SMRS.

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Sekarang
Kedua tungkai terasa lemas sejak dua
hari SMRS.
Pasien juga merasakan kedua bahu dan
lengannya lemas dan terasa kram.
Saat ini, pasien merasa kesulitan
berdiri dan berjalan.

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Sekarang
Diawali pegal-pegal pada kedua tungkai.R asa pegalpegal ini kemudian diikuti rasa kram yang terjadi di
paha kiri, betis kiri dan kanan bersamaan,
selanjutnya kram dirasakan pada kedua
tungkai.Tidak lama kemudian, kram dirasakan pada
kedua bahu dan lengan.Jari-jari pun terasa sangat
kaku dan sulit digerakkan. Ini menyebabkan pasien
sulit menopang tubuh, dan ketika berjalan merasa
tidak stabil.

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien belum pernah mengalami hal
ini sebelumnya. Sejak 3 hari
sebelumnya, pasien mengalami mual
mual disertai muntah lebih dari 4
kali sehari. Nafsu makan menurun.

ANAMNESIS
Riw. Penyakit
Dahulu
Tidak ada

Riw. Penyakit
Keluarga
Tidak ada

Riw. Kebiasaan
Aktif sehari hari

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum

Tampak sakit sedang

Kesadaran

Compos mentis

Tekanan darah

120 / 70 mmHg

Frekuensi nadi

80 x / menit

PEMERIKSAAN FISIK
Berat Badan
Frekuensi napas

58 kg
18 x / menit

Suhu

37,6oC

Kesan status gizi

Cukup

PEMERIKSAAN FISIK
Kepala

Mata

Leher

Konjungtiva anemis
-/Sklera Ikterik - / Normocephali

Pupil Isokor 3 mm /
3 mm
reflek cahaya + / +

Pembesaran KGB ( - )

PEMERIKSAAN FISIK
Dada

Abdomen

Ekstremita
s

Inspeksi
Simetris, retraksi ( - )

Perkusi

Bising Usus ( + )

Sonor

Akral Hangat

Jantung
BJ I II regular

Paru
Suara nafas vesikuler

Nyeri tekan ( - )

PEMERIKSAAN FISIK

Tanda
Status Neurologis
Rangsanga
Kesadaran
n
Meningeal

Refleks
Patologis

kaku
kuduk ( - )
Compos
Mentis,
E4 V5 M6

kernig
sign ( - )
laseque
(-)

Motorik
kekuatan
otot
3333 3333
2222 2222

babinsky (
-)

PEMERIKSAAN FISIK
Nervus
Kranialis

N. I

Penciuman kanan dan kiri


sama

N. II

Pasien dapat melihat


benda yang sama dengan
yang dilihat oleh
pemeriksa

N. III, IV dan
VI

Gerakan bola mata tidak


ada masalah

PEMERIKSAAN FISIK
Nervus
Kranialis

N. V

Pasien dapat
mengunyah dengan
baik

N. VII

Simetris

N. VIII

Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN FISIK
Nervus
Kranialis

N. IX dan X

Dapat berbicara
dengan baik

N. XI

Tidak ada masalah

N. XII

Tidak ada mencong


pada lidah.

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Hemoglobin
16.3 g/dL

Hematokrit
46 %

Leukosit

Eritrosit

Trombosit

27.63 10^3/L

6.0 juta/ L

589 ribu/ L

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Natrium

Kalium

Klorida

137 mmol/ L

1.5 mmol/L

97 mmol/L

DIAGNOSIS
Klinis

Periodik Paralisis

Topis

Neuromuscular Junction

Etiologis

Hipokalemia

TERAPI
Kalmeco 2 x
500 mg

IVFD KCl 50
Cefotaxime 2 x Ondansentron
meq + D 5 % /
1 gr
2 x 1 amp
12 Jam

Paracetamol 3
x 1 tab

PENGHITUNGAN
PEMBERIAN KCL
[(3.5-1.5)x 58 x 0.4] + ( 2 x 58 / 24 ) = 51.3
Untuk 4 jam pertama

HIPOKALEMIA

Definisi
Hipokalemia adalah
keadaan konsentrasi kalium
plasma kurang dari 3,5
mmol/L.

HIPOKALEMIA
Etiologi
Intake yang berkurang,
Pengeluaran yang banyak
Perpindahan kalium ke sel
akibat alkalosis.

HIPOKALEMIA
Manifestasi klinis hipokalemia sangat bervariasi di
tiap-tiap individu, dan keparahannya tergantung
dari derajat hipokalemia yang terjadi.

HIPOKALEMIA
Manifestasi klinis

Fatigue, mialgia,
dan kelemahan otot
pada ekstrimitas
inferior merupakan
keluhan yang lazim

Parastesia dan
menurunnya refleks
tendon

HIPOKALEMIA
Manifestasi klinis

kelemahan progresif,
hipoventilasi oleh karena
keterlibatan otot
pernapasan, dan
akhirnya terjadi paralisis
komplit.

Fungsi otot polos juga


akan terganggu dan
dimanifestasikan sebagai
ileus paralitik dan
distensi abdomen
(kembung).

HIPOKALEMIA
Manifestasi klinis

kelemahan progresif,
hipoventilasi oleh karena
keterlibatan otot
pernapasan, dan
akhirnya terjadi paralisis
komplit.

Fungsi otot polos juga


akan terganggu dan
dimanifestasikan sebagai
ileus paralitik dan
distensi abdomen
(kembung).

PARALISIS PERIODIK
HIPOKALEMIA (PPH)
Paralisis periodik hipokalemik (PPH)merupakan
salah satu spektrum klinis akibat hipokalemia
yang disebabkan oleh redistribusi kalium secara
akut ke dalam cairan intraselular
Periodik paralisis merupakan kelainan pada
membran yang sekarang ini dikenal sebagai salah
satu kelompok kelainan penyakit chanellopathies
pada otot skeletal.
Kelainan ini ditandai dengan terjadinya suatu
kelemahan episodik tiba-tiba yang disertai
gangguan pada kadar kalium serum.

PARALISIS PERIODIK
HIPOKALEMIA (PPH)

Definisi

Periodik paralisis
hipokalemia adalah
kelainan yang
ditandai dengan
kadar kalium
(kalium) yang rendah
(kurang dari 3.5
mmol/L) pada saat
serangan.

PARALISIS PERIODIK
HIPOKALEMIA (PPH)

Setelah olah raga


Hiperinsulinemia
Obat-obatan tertentu
Sindroma Cushing
Asupan yang kurang
Kehilangan kalium
Kelainan genetik otosomal
dominan

Etiologi

PARALISIS PERIODIK
HIPOKALEMIA (PPH)
Gejala klinis
Mual dan muntah
Diare
Poliuria
FatigueNyeri otot/kram
kelemahan otot-otot skeletal
Kelemahan pada tungkai biasanya terjadi lebih
dulu daripada lengan, dapat juga terjadi
sebaliknya dimana
jantung berdebar-debar

PARALISIS PERIODIK
HIPOKALEMIA (PPH)
Pemeriksaan Fisik
Refleks tendon menurun
Kelemahan anggota gerak
Kekuatan otot menurun
Rasa sensoris masih baik
Aritmia jantung

PARALISIS PERIODIK
HIPOKALEMIA (PPH)
Pemeriksaan Penunjang - Laboratorium

Kadar elektrolit serum dan urin


Fungsi Ginjal
Kadar glukosa darah
Ph Darah
Hromon tiroid
EKG dan EMG

PARALISIS PERIODIK
HIPOKALEMIA (PPH)
Koreksi

TERIMA KASIH