Anda di halaman 1dari 9

Spektrometri

Massa

Pendahuluan

Untuk mengidentifikasi suatu molekul


yang sederhana dari spektrum massanya
adalah jauh lebih mudah dibandingkan
mengidentifikasi spektra dari jenis yang
lain.
Spektrum massa menunjukkan massa dari
molekul dan massa-massa dari hasil
pembelahannya
Tujuan utama dari spektrometer massa
adalah untuk mengubah cuplikan menjadi
hasil yang dapat diukur dalam spektrum
massa.

Prinsip Dasar

Atom dapat dibelokkan dalam medan magnet dalam


bentuk ion.
Cth sederhana : bila kita akan membelokkan bola
basket yang dilemparkan kearah kita, dengan
menggunakan penyemprot air. Maka akan sulit untuk
langsung membelokkan bola tersebut. Namun jika
yg dilemparkan kearah kita adalah bola tenis,
dengan kekuatan penyemprot air yg sama, maka
bola tersebut akan lebih mudah dibelokkan karena
massanya yang lebih ringan. Penyimpangan
(pembelokan) yg terjadi ini tergantung pada massa
dari bola. Jika kecepatan dan molekul dari bola
diketahui, maka massa bola dapat diketahui hal
inilah yang diterapkan pada spektrometer massa.
Semakin kecil pembelokan yang terjadi, maka
semakin berat massa dari benda tersebut,
begitupun sebliknya.

Prinsip kerja SM

Pemboman molekul oleh sebuah arus elektron


pada energi mendekati 70 elektron volt dapat
menghasilkan banyak perubahan pada struktur
molekul.
Salah satu proses yang terjadi yang disebabkan
pemboman elektron adalah keluarnya sebuah
elektron ari molekul sehingga terbentuk kation
molekul.
Tabrakan antara sebuah molekul organik dan
salah satu elektron berenergi tinggi menyebabkan
lepasnya sebuah elektron dari molekul itu dan
membentuk ion organik. Ion ini tidk stabil dan
pecah menjadi fragmen kecil baik dalam bentuk
radikal bebas atau bentuk ion lain.
Fragmen-fragmen bermuatan positif inilah yang
akan dideteksi oleh spektrometer massa.

Tahap-tahap kerja SM

Tahap I : Ionisasi
Adalah tahap dimana atom-atom diionisasi dengan
mengambil satu atau lebih elektron dari atom untuk
membentuk ion-ion positif.
Tahap II : Percepatan
Adalah tahap dimana ion-ion ini dipercepat agar energi
kinetiknya sama.
Tahap III : Pembelokan
Pada tahap ini, ion-ion dibelokkan dengan menggunakan
medan magnet, berdasarkan massa dan besarnya
muatan positif dari ion. Hal ini berarti semakin banyak
elektron yang diambil pada tahap I, maka pembelokan
akan semakin besar.
Tahap IV : Deteksi
Pada tahap ini, sinar-sinar yang melintas dalam mesin
akn ideteksi secara elektrik.

Ionisasi

Sampel yg berbentuk gas masuk keruang ionisasi.


Kumparan metal yg dipanaskan dengan listrik akan
melepaskan elektron dan menempel pd perangkap
elektron positif.
Partikel-partikel sampel dihantam oleh elektron
yg sangat banyak sehingga bertabrakan dan
menghasilkan 1 atau lebih elektron dan menjadi
elektron positif, kebanyakn adalah yang
bermuatan 1+.
Ion positif yang dibentuk akan diajak keluar dan
memasuki mesin yang memiliki lempeng positif.
Ruang ionisasi menggunakan tegangan listrik yg
besar (10.000 volt)

Percepatan

Ion-ion positif dari ruang ionisasi


akan melewati tiga celah, dimana
celah yang terakhir muatannya
adalah 0 volt. Celah yg ditengah
muatannya menengah, dan
seterusnya.
Semua ion-ion ini akan dipercepat
menjadi sinar yang lebih terfokus.

Pembelokan

Ion yg berbeda-beda akan dibelokkan


berbeda pula oleh medan magnet.
Besarnya pembelokan tergantung pd : 1)
massa ion, dimana ion yang lebih ringan
akan lebih mudah dibelokkan dibanding
ion yg massanya lebih berat, 2) muatan
ion, dimana ion dengan muatan 2+ akan
lebih mudah dibelokkan daripada ion
dengan muatan 1+.
Sinar-sinar ini akan diteruskan ke
detektor.

Pendeteksian

Ion-ion yang diteruskan kedetektor akan dibaca,


dimana hasil dari pencatat diagram akan
disederhanakan menjadi diagram garis-garis
Garis tegak lurus mewakili besarnya arus yang
dideteksi.
Sinar-sinar yang masuk kedetektor dapat diatur
agar masuk kedetektor, berdasarkan pembelokan
yang dihasilkannya.
Ion yang tidak terdeteksi akan bertabrakan dgn
dinding dimana ion akan menerima elektron dan
dinetralisasi, dan dipisahkan dari SM dgn pompa
vakum.