Anda di halaman 1dari 6

PERANAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KUALITAS KERJA

KARYAWAN

NAMA : NICO SATRIA


NIM : 130563201057
SEMESTER : 4 (Empat)
ALAMAT : Jl.Basuki Rahmat, Gg.Tempinis 3 No.3a
No.Hp : 08566745831
PARAF :

Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kualitas Kerja Karyawan


Motivasi yang dimaksud disini adalah Dorongan untuk melakukan sesuatu hal dengan
sebaik mungkin atau semaksimal mungkin. Motivasi kerja dapat diartikan sebagai dorongan
atau sebuah alat penggerak agar karyawan dapat bekerja dengan sebaik mungkin sehingga
menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan yang diharapkan oleh atasan. Jadi pemberian
motivasi dilakukan oleh atasan terhadapa bawahan, hal ini merupakan salah satu fungsi
seorang manajer.
Ada pun fungsi seorang manajer seperti berikut:
1. Membuat suatu perencanaan
Perencanaan ini termasuk bagaiamana cara untuk mencapai tujauan dari perusahaan,
baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang perusahaan
2. Pengorganisasian
Pengorganisasian disini yaitu mengatur sumber daya yang dimiliki untuk melakukan
tujuan yang sudah ditentukan.
3. Fungsi Pengarahan,
Memberikan pengarahan ke karyawan tentang pekerjaan yang akan dikerjakan. Di
fungsi ini juga seoarang atasan dapat Memotivasi bawahan nya untuk berkerja lebih
baik lagi.
4. Melakukan Pengawasan
Mengawasi dan menilai apakah karyawan sudah bekerja sesuai standar kerja yang
telah ditetapkan oleh perusahaan apa belum
Salah satu fungsi manajer diatas adalah memberikan motivasi kepada bawahan, jadi
memberi motivasi dapat memperbaik mood atau kondisi moral karyawan yang tadi nya buruk
atau tidak dalam kondisi yang baik menjadi lebih baik sehingga mampu memperbaiki kinerja
karyawan tersebut.
Sedangkan Kualitas Kerja adalah Hasil dari kinerja atau kerja yang dilakukan oleh
karyawan. Yang mana kualitas kerja ini juga ditentukan oleh pemberian motivasi oleh atasan.
Ketika karyawan tidak termotivasi dalam melakukan pekerjaan nya atau bahkan malah
terbebani dengan pekerjaan nya maka akan menyebabkan kualitas kerja yang buruk.
Pemberian motivasi ini sangatlah penting yang mana dengan pemberian motivasi
bawahan lebih bersemangat lagi dalam melakukan pekerjaan sesuai harapan atasan dan sesuai
dengan tujuan perusahaan, tujuan motivasi ini juga bisa untuk meminimalisir tingkat
kesalahan yang dilakukan oleh bawahan, dan pemberian motivasi bisa meningkatkan kinerja

kerja dari karyawan yang diberikan motivasi dari atasan. Jadi sebuah perusahaan akan merasa
sangat beruntung sekali ketika para karyawan nya mempunyai motivasi-motivasi yang tinggi
dalam bekerja sehingga tujuan dari perusahaan dapat terwujud dengan cepat.
Pemberian motivasi itu ada dua macam, ada yang bersifat membangun atau positif ada pulak
yang bersifat mengancam atau negative:
1. Yang positif adalah dengan menaikan gaji karyawan agar lebih termotivasi dalam
melakukan pekerjaan nya dengan baik dan benar, bisa pula dengan karyawan tersebut
dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi, bisa juga dengan pemberian hadiah, seperti
diberikan tiket untuk mengambil jatah liburan keluar kota dan bisa juga dengan
pemberian penghargaan sehingga para karyawan merasa dihargai dan dapat memacu
mereka agar bekerja lebih baik lagi kedepannya,
2. Sedangkan yang bersifat negative adalah dengan mengancam para pegawai agar
bekerja dengan benar jika tidak atau mereka masih bekerja tidak sesuai dengan
harapan bisa jadi mereka bisa dipecat atau diturunkan jabatan nya atau bisa juga gaji
mereka bisa dipotong. Kedua macam pemberian motivasi ini cukup efektif dalam
meningkatkan kinerja para pegawai dalam suatu perusahaan. Yang mana mereka mau
atau tidak mau harus bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan harapan dari
perusahaan.
Pemberian motivasi kerja ini sangat lah baik atau penting dalam suatu perusahaan guna
para karyawan termotivasi untuk melakukan kerja dengan semangat dan benar. Jika suatu
perusahaan tidak tau cara memotivasi atau tidak pernah memotivasi karyawan nya maka
kualitas kerja juga akan ikut menurun dan bukan tidak mungkin atau dapat dipastikan bahwa
perusahaan itu akan sangat sulit untuk dapat mencapai tujuan nya.
Movitasi kerja dapat diberikan ketika karyawan tidak bekerja sesuai dengan harapan
atasan, ketika karyawan jenuh dengan pekerjaan yang menumpuk dan banyak dan kondisi
karyawan yang sedang buruk moralnya.

Manfaat Pemberian Motivasi Kerja


1. Meningkatkan semangat bekerja

2.
3.
4.
5.

Meningkatkan produktifitas kerja


Pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan standarnya.
Pekerjaan menjadi lebih cepat terselesaikan.
Meningkatkan kepercayaan karyawan

Motivasi berdasarkan sumbernya terbagi menjadi dua:


1) Motivasi eksternal
Motivasi yang diperoleh dari luar bukan dari diri si karyawan itu sendiri.
Contoh : Gaji yang diperoleh, Tugas atau beban kerja yang terlalu banyak, lingkungan kerja,
kesulitan kerja yang dihadapi.
2) Motivasi internal
Motivasi yang bersumber pada diri karyawan itu sendiri, motivasi ini hadir karena adanya
kesadaran bahwa pekerjaan yang dilakukan nya sangat penting. Sehingga si karyawan tetap
termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan yang ia miliki.
Cara meningkatkan Motivasi Karyawan
1. Dengan memberikan karyawan pelatihan-pelatihan sehingga mereka termotivasi
bekerja lebih baik
2. Diberikan sebuah penghargaan, sebagai tanda bahwa pekerjaan yang dilakukan nya
3.
4.
5.
6.

telah dihargai
Memberikan Promosi jabatan
Menaikan gaji atau pemberian bonus-bonus tambahan
Menciptakan suasana kerja yang kondusif dan aman
Memuji hasil kerja dari karyawan tersebut sehingga ia merasa bahwa pekerjaan nya

diakui dan kerja kerasnya dihargai oleh atasan.


7. Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi motivasi kerja


-Kondisi lingkungan kerja
-hubungan kerja yang terjalin
-Tekanan kerja yang dihadapi.

-Gaji yang diperoleh atas pekerjaan tersebut


-Pemberian Penghargaan dan Pemberian bonus
-Pengakuan dari Atasan.
-Kesulitan kerja yang dihadapi
-Tidak ada rasa kepuasaan dalam melakukan pekerjaan nya
Cara memberi motivasi kepada Bawahan
1. Atasan harus memiliki motivasi yang lebih. Sebelum memotivasi bawahan atasan juga
harus punya motivasi buat dirinya sendiri sebelum memotivasi orang lain
2. Menanyakan kepada karyawan bagaimana pekerjaan nya, apa ada kesulitan atau yang
kurang dimengerti, sehingga atasan disini dapat mengerti dimana yang menjadi
masalah sehingga pimpinan paham betul yang menjadi kendala dalam bekerja selama
ini adalah hal tersebut.
3. Setelah mengetahui keluhan karyawan, barulah pemberian motivasi dilakukan.
Misalnya keluhan nya pekerjaan terlalu sulit dan tidak sesuai dengan gaji yang minim
atau terbilang sedikit, maka atasan bisa memutusakan untuk menaikan gaji karyawan
tersebut guna memotvasinya untuk menaikan semangat dalam melakukan pekerjaan
nya kembali.
4. Setelah diberikan motivasi tersebut, atasan harus selalu mengawasi kinerja karyawan
nya. Jika kinerja nya melebihi harapan dari perusahaan bisa diberikan penghargaan
kepada si karyawan agar ia bekerja lebih baik dan loyal terhadap perusahaan tempat ia
bekerja.

Kesalahan dalam motivasi bawahan


Tidak memahami apa yang menjadi penyebab berkurang nya motivasi
karyawan dalam melakukan pekerjaan nya.
Memotivasi tanpa memiliki hubungan yang baik dengan para karyawan
Ciri-ciri karyawan yang memiliki motivasi yang tinggi
a) Sangat menyukai ketika diberikan suatu pekerjaan
b) Melakukan pekerjaan nya dengan senang hati
c) Percaya diri
d) Mempunyai tujuan yang jelas
e) Berani menghadapi masalah yang ada dan memiliki rasa tanggung jawab
yang tinggi atas pekerjaan yang ia lakukan.

f)
g)
h)
i)

Memiliki sesuatu yang ingin dicapai


Bekerja tanpa mengenal lelah
Selalu ingin bekerja lebih baik lagi
Tidak mengeluhkan pekerjaan yang diberikan kepadanya.

Sedangkan ciri-ciri karyawan yang memiliki motivasi yang kurang adalah


sebagai berikut :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)

Tidak percaya diri atas pekerjaan yang ia kerjakan


Mengabaikan pekerjaan nya
Menunda-nunda suatu pekerjaan sehingga pekerjaan menjadi menumpuk
Tidak memiliki rasa tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan
Tidak memiliki suatu tujuan yang jelas
Pekerjaan yang dilakukan tidak tepat waktu dan kurang maksimal hasilnya
Mengeluhkan setiap pekerjaan yang diberikan kepada nya.
Cenderung bersikap apatis

Tanda-tanda pemberian motivasi dianggap berhasil


-Karyawan bekerja lebih baik dari sebelumnya.
-karyawan berpikir bahwa pekerjaan nya sangat penting untuk dikerjakan.
-karyawan menganggap pekerjaan nya sebagai tanggungjawab yang harus ia kerjakan
dan melakukan pekerjaan nya dengan senang hati tanpa ada beban dalam melakukan
pekerjaan