Anda di halaman 1dari 18

PENGARUH BUDAYA

TERHADAP NUTRISI

SRI HARDI WURYANINGSIH


PRODI KEPERAWATAN SOETOMO
SURABAYA

Hubungan Kebudayaan dan Status Gizi


Pantangan makanan Karena Budaya
Kebiasaan makan

Nutrisi dan Faktor budaya sangat berperan penting


dalam status gizi seseorang .
Budaya memberi peranan dan nilai yang berbeda
terhadap pangan dan makanan. tabu makanan
yang masih dijumpai di beberapa daerah .
Pantangan/ Tabu makanan bagian dari budaya
menganggap makanan tertentu berbahaya karena
alasan yang tidak logis dan adanya hukuman bagi
yang melanggar . mengindikasikan masih
rendahnya pemahaman gizi masyarakat
Perlu berbagai upaya untuk memperbaiki
Penyuluhan untuk peningkatan derajad kesehatan.

Hubungan antara Budaya dengan Makanan


Budaya dan makanan hubungan sangat erat , Makanan
berfungsi mpertahankan, meningkatkan dan
mengembalikan kes yang optimal.
Pemilihan bahan, pengelolahan, penyajian dan
pengomsumsiannya berkaitan dengan budaya individu,
keluarga, dan komunitas tempat.
1. Budaya pengaruhi individu dan keluarga dalam
menentukan makanan yang dikonsumsi. Orang
muslim tidak akan makan daging anjing, babi, atau
hewan yang dianggap halal : ayam, jika tidak
disembelih dgn menyebut nama Allah SWT, dll.

2. Makanan dikaitatkan dgn jenis kelamin, makanan


maskulin atau feminim. Gado-gado, rujak, ketoprak,
sate ayam, soto ayam, atau teh adalah makanan yang
feminim yang identik dengan perempuan. Sate
kambing, sop kambing, atau kopi adalah makanan
maskulin yang berindentik dengan lelaki.
3. Makanan juga dikaitkan dengan usia, susu dan
madu untuk anak-anak. Makanan org dewasa
kacang goreng, kopi atau teh tubruk.
4. Makanan berkaitan dengan kondisi kesehatan
makanan orang sakit sedikit garam dan tanpa
cabe sehingga terasa hambar.

4. Makanan memperat hubungan kekerabatan.


orang jawa / orang sunda saat lebaran mengantar
makanan kpd orang yg lebih dituakan walaupun yg
lebih muda lebih miskin.
Makanan hantaran sebagai bentuk pengakuan
yang menerima dituakan dihormati, ucapan syukur
orang yg lebih muda kpd orang yg lebih tua.
5. Makanan dpt membangun dan mempertahankan
hubungan antar manusia
misal makanan yang dibawa sendiri-sendiri kemudian
diletakkan ke suatu tempat selanjutnya di santap
bersama-sama.

6. Simbolisme makanan dalam


bahasa
- Pada tingkatan yang berbeda,bahasa
mencerminkan hubungan psikologis
yg sangat dalam, di antara makanan,
persepsi kepribadian, dan keadaan
emosional.
- Dalam bahasa Inggris pada ukuran
tertentu mungkin tidak tertandingi oleh
bahasa lain kata sifat dasar untuk
menggambarkan kualitas makanan
digunakan juga untuk menggambarkan
kualitas manusia.

Hubungan budaya dengan gizi


sangat kuat atau erat.
kelompok masyarakat
mengalami gizi buruk atau
kekurangan gizi bukan hanya
karena masalah ekonomi
karena kepercayaan atau budaya
seseorang.
Kelompok masyarakat yang
mengalami gizi buruk percaya
pada kepercayaan / kebudayaan
tidak mau memakan makanan
yang seharusnya di makan (byk
gizi) percaya makanan tidak
boleh dimakan ataupun
kebudayaan melarang untuk
mengkonsumsi makanan
tersebut.

Pantangan makanan Karena Budaya


Di Bogor masih ada percaya
bayi dan balita laki-laki tidak
boleh diberikan pisang ambon
alat kelamin/skrotumnya
bengkak.
Balita perempuan tidak boleh
makan pantat ayam ketika
mereka sudah menikah bisa
diduakan suami.
Sementara di Indramayu,
makanan gurihyang diberikan
kepada bayi dianggap
pertumbuhannya menjadi
terhambat. Untuk balita
perempuan, mereka dilarang
untuk makan nanas dan timun.

Makanan yg mempengaruhi alat


reproduksi wanita/laki-laki
dewasa sayur dan buah yg
banyak mengandung air : nanas,
pepaya, semangka, timun, dan
labu siam. menyebabkan
keputihan mengganggu
keharmonisan hubungan suami
dan istri.
Laki-laki dewasa dilarang
makan terung membuat
lemas dan mudah lelah.
Balita perempuan dan laki-laki
tdk boleh mengkonsumsi ketan
anak menjadi cadel. tekstur
ketan yg lengket menyebabkan
anak tdk bisa menyebutkan
aksara r dengan benar.

Peternak itik /ayam tiap hari


menghasilkan telur pada
keluarga: ibu yg hamil (bumil)/ ibu
menyusui (busui) dan anak balita
tidak pernah mengkonsumsi
daging ayam dan telur.
Perilaku tidak mengkonsumsi
ayam / telur bukan
penghematan kepercayaan
telur makanan pantangan bagi
bumil, busui, dan balita.
Anjuran / larangan mengkonsumsi
makanan pengetahuan dan

kepercayaan dianggap /
diyakini bersumber ajaran agama,
budaya (tradisi), atau kelaziman
social.

Bayi dan anak tdk diberi daging,


ikan, telur, makanan dimasak
dengan santan dan kelapa parut
cacingan, sakit perut, dan sakit
mata.
Gadis dilarang makan buah:
pepaya, nanas dan jenis pisang
tertentu (dianggap tabu)
berhubungan yang erat dengan
siklus masa haid, hubungan kelamin
dan reproduksi
Adanya pengetahuan &
kepercayaan peranan orang
tua,wong pinter, dukun (bayi)
preferensi dlm memilih dan
mengkonsumsi makanan daripada
ahli gizi. memperkenalkan pola
makanan bergizi dan sehat
mencukupi bahan pangan

Kebiasaan makan
Unsur budaya menciptakan
kebiasaan makan penduduk yang
bertentangan dengan prinsip ilmu
gizi
Kebiasaan makan tingkah laku /
kelompok manusia dalam
memenuhi kebutuhan akan makan:
sikap, kepercayaan dan pemilihan
makanan ( Khumaidi , 1989).
Suhardjo (1989) : kebiasaan makan
individu /kelompok memilih
pangan,mengkonsumsi sebagai
reaksi terhadap pengaruh fisiologis ,
psikologis , sosial dan budaya .

Tiga faktor yang mempengaruhi


kebiasaan makan ketersediaan
pangan, pola sosial budaya dan faktorfaktor pribadi (Harper et al., 1986).
Yang perlu diperhatikan dalam
mempelajari kebiasaan makan
konsumsi pangan (kuantitas dan
kualitas), kesukaan makanan tertentu,
kepercayaan, pantangan, atau sikap
terhadap makanan tertentu (Wahyuni,
1988).
Khumaidi (1989) dari segi gizi,
kebiasaan makan yang baik
terpenuhi kecukupan gizi, buruk
(menghambat kecukupan gizi)
pantangan atau tabu yang berlawanan
dengan konsep-konsep gizi.

Menurut Williams (1993),


Masalah yang menyebabkan
malnutrisi tidak cukupnya
pengetahuan gizi dan
kurang pengertian tentang
kebiasaan makan yang baik.
Kebiasaan makan rumah
tangga perlu diperhatikan
kebiasaan makan
mempengaruhi pemilihan
dan penggunaan pangan
mempengaruhi tinggi
rendahnya mutu makanan.

Menurut den Hartog (1995)


kebiasaan makan dibentuk 0leh
lingkungan hidup. topografi,
keadaan tanah, iklim, dan flora,
lingkungan budaya (sistem
produksi pertanian) dan populasi
(kelahiran, kematian, migrasi,
pertambahan penduduk, umur dan
jenis kelamin).
penyuluhan gizi memperbaiki
pengetahuan gizi dan kebiasaan
makan masyarakat. Penyuluhan
gizi terjadi perubahan
pengetahuan, sikap dan
keterampilan.
Kelembagaan penyuluhan gizi
Posyandu perlu lebih diperkuat
sehingga aktivitas penyuluhan
tidak terabaikan

Upaya memperbaiki kebiasaan Makan


Melakukan strategi
berkomunikasi secara kultural.
mengikuti jalan pikiran dan
kebiasaan yang berlaku dalam
masyarakat mendialogkan
pikiran-pikiran baru.
Upaya ke arah kultural
penerimaan yang baik
memposisikan diri dengan
masyarakat berada dalam
posisi kesejajaran.
Kesiapan utk melayani bukan
dilayani utk mengembalikan
dan membangun kepercayaan
(trust) dan simpati rakyat.

Komunikasi secara kultural ciri umum model


pembangunan parsipatori pembangunan mengarah
pada perubahan kebudayaan masyarakat bukan
hanya dilibatkan menjadi aktor utama sementara
lembaga (pemerintah) dan pihak luar berperan sebagai
fasilitator.

Fasilitator berkaitan percepatan perwujudan perubahan


dalam dirinya ada pengetahuan berbagai aspek yang
saling mempengaruhi terhadap kebiasaan dan
keputusan masyarakat dalam hal memilih, menyediakan,
dan mengkomsumsi makanan.

Terimakasih