Anda di halaman 1dari 13

KATA MAJEMUK

Yang dimaksud dengan kata majemuk ialah suatu kata


yang terdiri dari dua unsur yang menimbulkan pengertian
baru.
Jadi, ciri-ciri kata majemuk adalah sebagai berikut:
1.

Terdiri

dari

pengertian

dua

unsur

kata

sendiri-sendiri

yang

mempunyai

kemudian

terbentuk

dengan menimbulkan pengertian yang baru.


2.

Jika mendapatkan awalan, maka penempatan awalan


terdapat pada kata yang depan (unsur yang depan).

3.

Jika mendapatkan akhiran maka terdapat pada unsur


yang belakang (kata yang akhir).

4.

Jika diulang dalam penulisan atau pengucapannya,


maka harus diulang seluruhnya.

5.

Dalam kata majemuk dua unsur yang membentuk kata


itu harus diucapkan sekaligus.

6.

Dalam

kata

majemuk

tersebut

diantara

unsur

katanya tidak dapat disisipkan unsur lain atau kata


lain,

dan

antara

dua

unsur

itu

sangat

erat

hubungannya yang tak dapat dipisahkan atau diubah


susunannya.
Selain itu dalam pembentukan kata majemuk antara
kedua unsurnya yang membentuk dapat terjadi:
a.

Kedua

unsur

tersebut

mempunyai

arti

yang

berlawanan.
b.

Unsur yang belakang menerangkan unsur yang depan.

c.

Kedua unsur tersebut mempunyai arti yang sama dan


berfungsi untuk menguatkan arti (menyangatkan).

Contoh kata majemuk:


1.

sapu tangan , ini

adalah

kata

majemuk

karena

diantara kedua unsur tersebut tidak


dapat disisipkan unsur lain yang tidak
merubah arti.

2. serba guna , ini adalah kata majemuk


3. segar bugar , ini adalah kata majemuk
4. mata angin , ini adalah kata majemuk

Dan dibawah ini adalah daftar kata majemuk


.

abang becak

ambil alih

acap kali

anak telinga

adat istiadat

angin sakal

adil makmur

babi buta

ahli waris

babi hutan

akal budi

badai taufan

alim ulama

bala bantuan

amal ibadat

banting tulang

amal saleh

basah kuyup

aman sentausa

batang leher

bawah tangan

cantik molek

biang keladi

cepat kaki

biji mata

cerai berai

bisu tuli

cerdik cendekia

buah bibir

cerdik pandai

buah tangan

cita rasa

budi pekerti

cocok tanam

buka kartu

colok mata

bukan kepalang

darah dingin

bukan main

darah panas

bulan madu

daya cipta

bunga tanah

daya guna

caci maki

daya upaya

campur tangan

dendam kesumat

cantik jelita

dendang riang

duka cita

hina dina

duka nistapa

hingar bingar

fakir miskin

hiruk pikuk

gegap gempita

hitam kelam

gelak ketawa

hulu balang

gelap gulita

hulu sungai

gotong royong

huru hara

gundah gulana

hutan belantara

hal ihwal

hutan rimba

hamba sahaya

hutang piutang

hancur lebur

ibu angkat

hancur luluh

ibu kota

handai taulan

ibu negara

hemat cermat

ibu pertiwi

hilir mudik

ilmu bumi

inang pengasuh

juru mudi

indah jelita

juru tembak

indah permai

juru tulis

induk kalimat

kacau balau

induk semang

kalang tanah

jantung hati

kampung halaman

jantung kota

kaum keluarga

jatuh bangun

kaya raya

jerih payah

kekal abadi

juru batu

keluh kesah

juru bayar

kering kemersik

juru gambar

kering kerontang

juru kunci

kerja bakti

juru lukis

kerja paksa

juru masak

ketela pohon

kota indah

lemah gemulai

kota madya

lemah lembut

kota praja

lemah lunglai

kuning gading

lengan baju

kurus kering

letih lesu

lahir batin

licin tandas

laki bini

lintah darat

lalat langau

lintang pukang

lalu lalang

lintas batas

lalu lintas

maha agung

lambat laun

maha besar

lambung kapal

maha esa

lapis baja

maha kaya

latar belakang

maha kuasa

laut lepas

makan angin

makan hati

merah delima

makan jalan

merah jambu

makan suap

merah padam

makan tangan

nafsu birahi

mara bahaya

nafsu makan

masa bodoh

naik banding

mata angin

naik bintang(nya)

mata angin

naik darah

mata bola

naik gaji

mata keranjang

naik harga

mata pencaharian

naik kelas

mata pisau

naik pitam

mata sapi

nenek moyang

medan laga

ninik mamak

medan perang

olah raga

orang hutan

pucat lesi

orang tua

pucat pasi

patah hati

pupuk kandang

patah semangat

putera mahkota

pedih perih

puteri salju

pelita hati

putih mata

peri hal

putih tulang

peri laku

putus asa

peri perayangan

putus harapan

pesta kebun

raja muda

pesta pora

ramah tamah

piring terbang

ratap tangis

pokok pangkal

riang gembira

popor bedil

riang ria

porak poranda

ringan tangan

riuh rendah

semak samun

rukun kampung

sembah sujud

rukun tangga

senda gurau

rumah makan

sepak terjang

rumah sakit

serba ada

sabung nyawa

serba bisa

sangkut paut

serba guna

satu padu

serba neka

sawah ladang

siap sedia

sebab musabab

sidik jari

sedu sedan

silang selisih

segar bugar

silang sengketa

sehat walafiat

simpang siur

seluk beluk

sopan santun

semak belukar

sorak sorai

suci mumi

tanggung jawab

sumpah serapan

tata bahasa

sunyi senyap

tata buku

sunyi sepi

tata negara

suratan takdir

tata susila

suratan tangan

tawar hampar

suri tauladan

tegur sapa

susah payah

tekuk lutut

syah alam

teluk rantan

syah bandar

tempat tinggal

syak wasangka

tepuk dada

tanah gundul

tepuk tangan

tanah lapang

terang benderang

tanam paksa

timbal balik

tanda tangan

timbang terima

timbul tenggelam

tumpah ruah

tinggi hati

tunduk tengada

tipu daya

tunggang langgang

tipu muslihat

turun harga

tolak punggang

turun jabatan

tolok ukur

turun tanah

topang dagu

tutup buku

tua bangka

tutup mulut

tua keladi

tutup tahun

tua renta

uang berbunga

tugu pahlawan

uang jaminan

tukang kayu

uang logam

tukang tadah

uang saku

tulus iklas

uang suap

tumpah darah

ujung batas

ujung pangkal

wesel pos

ulam jantung

yatim piatu

ungu terong

zaman apollo

wajib lapor

zaman beralih

warkat pos