Anda di halaman 1dari 36

Vektor di ruang-2 dan ruang-3

Oleh: Lailatul Husniah, S.ST

Tujuan
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan
mampu :
Menjelaskan konsep vector
Menjelaskan definisi Ruang Vektor (R2 dan R3)
Menghitung vektor berdimensi n Anak Ruang

Page 2

Chapter Contents
Introduction to Vectors (Geometric)
Norma sebuah Vector & Ilmu Hitung Vektor
Perkalian titik (Dot Product); Proyeksi
Ruang-n Euclidis

Page 3

Introduction to Vectors (Geometric)

Besaran
Contoh : suhu, massa, tinggi, waktu, gaya, kecepatan dll
Besaran dibagi 2
Besaran skalar : diukur besarnya
Besaran vektor : diukur besar dan arah

Page 5

Geometric Vectors
Vektor dinotasikan oleh huruf kecil tebal : a, k, v, w, dan x
Skalar dinotasikan oleh huruf kecil biasa : a, k, v, w, dan x
Titik akhir
(terminal point)
Titik awal
(initial
point)

Vektor yang
panjangnya nol
dinamakan vektor nol
(zero vector) dan
dinotasikan dengan 0
dan ditetapkan
mempunyai sembarang
arah.
negatif v, adalah
vektor yang
mempunyai panjang
sama tapi arah yang
berlawanan.

Page 6

Definisi
Jika v dan w adalah sembarang 2 vektor,
maka jumlah v+w adalah vektor yang
ditentukan sebagai berikut:
Posisi titik awal vektor w berimpit dengan titik
akhir dari v.
Vektor v+w dinyatakan oleh panah dari titik
awal dari v ke titik akhir dari w.

Page 7

Definisi
Jika v dan w adalah sembarang 2 vektor,
maka pengurangan w dari v didefinisakn
oleh:

v w = v + (-w)

Page 8

Definisi
Jika v adalah nonzero vector dan k
adalah bilangan riel tak nol (skalar),
maka hasil kali kv didefinisikan sebagai
vektor yang panjangnya |k| kali panjang
dari v dan arahnya:
Sama seperti arah dari v jika k>0
Berlawanan dengan arah v jika k<0
kv=0 jika k=0 atau v=0

A vector of the form kv is called a


scalar multiple.

Page 9

Vectors in coordinate Systems(1/2)


Dalam gambar 3.1.6, posisi titik awal
dari v ditempatkan pada titik pusat
sebuah sistem koordinat siku-siku.
Koordinat-koordinat v1 , v2 dari titik
akhir vektor v dinamakan komponenkomponen dari v, dan dituliskan :

v (v1 , v2 )

Page 10

Vectors in coordinate Systems(2/2)


Jika

v (v1 , v2 ) dan w ( w1 , w2 )

Dua vektor ekivalen jika dan hanya jika

v1 w1 dan v2 w2
Dan

Page 11

Contoh 1
Misal, jika v = (1, -2) dan w = (7, 6), maka
v + w = (1, -2) + (7, 6) = (1 + 7, -2 + 6) = (8, 4)

Dan
4v = 4 (1, -2) = (4(1), 4(-2)) = (4, -8)

Page 12

Vectors in 3-Space (1/4)


Sumbu koordinat

Titik pusat

Masing-masing sumbu
koordinat menentukan
sebuah bidang yang
dinamakan bidang
koordinat.
Bidang-bidang ini disebut
sebagai bidang-xy,
bidang-xz, dan bidangyz.

Sistem koordinat siku-siku

x = OX, y = OY, dan z = OZ


Page 13

Untuk setiap titik P


dalam ruang-3
ditetapkan sebuah tripel
bilangan (x, y, z), yang
disebut koordinatkoordinat dari P.

Vectors in 3-Space (3/4)


Sebuah vektor v dalam ruang-3 yang titik
awalnya diletakkan pada titik pusat dari
rectangular coordinate system, maka
koordinat2 titik akhir dari v dinamakan
komponen-komponen dari v, dan
dituliskan sebagai:

v (v1 , v2 , v3 )

If v (v1 , v2 , v3 ) dan w ( w1 , w2 , w3 )
ruang-3, maka

adalah dua vektor dalam

v w (v1 w1 , v2 w2 , v3 w3 )
kv (kv1 , kv2 , kv3 ), dimana k adalah sembarang skalar
Page 14

Vectors in 3-Space (4/4)


Terkadang vektor muncul dimana titik
awalnya tidak berada pada titik pusat
dari sistem koordinat.
Jika P1 P2 mempunyai titik awal

P1 ( x1 , y1 , z1 ) dan titik akhir P2 ( x2 , y2 , z 2 )


maka,

P1P2 ( x2 , y2 , z2 ) ( x1 , y1 , z1 ) ( x2 x1 , y2 y1 , z2 z1 )
Dalam ruang-2 , vektor dengan titik awal

P1 ( x1 y1 ) dan titik akhir P1 ( x1 y1 ) adalah

P1 P2 ( x2 x1 , y2 y1 )
Page 15

Contoh 2
Vector Computations with Components

jika v=(1,-3,2) dan w=(4,2,1),maka


v + w = (1+4, -3+2, 2+1) = (5,-1,3)
2v = (2(1), 2(-3), 2(2)) = (2,-6,4)
-w = (-1(4), -1(2), -1(1)) = (-4,-2,-1)
v w = v + (-w) = (1-4, -3-2, 2-1) = (-3,-5,1)

Page 16

Translation of Axes
Dalam gambar 3.1.14a sumbu-sumbu (axes)
sistem koordinat xy ditranslasikan untuk
mendapatkan sebuah sistem koordinat xy
yang titik pusatnya O berada di titik (x ,y) =
(k ,l ).
Sebuah titik P dalam ruang-2 sekarang
mempunyai dua koordinat yaitu koordinat
(x ,y) dan koordinat (x ,y).
x= x k , y= y l karena OP = (x ,y),
rumus ini disebut persamaan translasi.
dalam ruang-3 persamaan translasinya
adalah x= x k , y= y l , z= z m
dimana ( k, l, m ) adalah koordinat2 dari titik
pusat yang baru.
Page 17

Contoh 3
Finding the components of a Vector
Komponen dari vektor
dan titik akhir

v P1 P2

P2 (7,5,8)

adalah

dengan titik awal

P1 (2,1,4)

v (7 2, 5 (1), (8) 4) (5, 6, 12)

Page 18

Contoh 4
Using the Translation Equations (1/2)
misalkan sistem koordinat-xy ditranslasikan untuk mendapatkan
sistem koordinat-xy dimana titik pusat koordinat-xy adalah (k ,l ) =
(4,1).
a) Temukan koordinat-xy dari titik dengan koordinat-xy P(2,0)
b) Temukan koordinat-xy dari titik dengan koordinat-xy Q(-1,5)

Page 19

Example 4
Using the Translation Equations (2/2)
Penyelesaian (a). Persamaan translasinya adalah
x = x-4, y = y-1
Jadi, koordinat-xy dari P(2,0) adalah x = 2-4 = -2 dan y = 0-1 = -1.
Penyelesaian (b). Persamaan translasi dari (a) dapat dituliskan
sebagai
x = x+ 4, y = y+1
Jadi, koordinat-xy dari Q adalah x = -1+4 = 3 dan y = 5+1 = 6.

Page 20

Norma sebuah vektor &


Ilmu hitung vektor
Oleh: Lailatul Husniah, S.ST

Theorem 3.2.1
Properties of Vector Arithmetic
Jika u, v dan w adalah vektor
dalam ruang-2 atau ruang-3 dan k
serta l adalah skalar, maka
hubungan berikut ini akan berlaku

Page 22

Norm of a Vector (1/2)


Panjang sebuah vektor u seringkali disebut
norma dari u dan dinotasikan oleh u .
Gambar (a): Dengan menggunakan Teorema
Pythagoras, maka norma dari sebuah vektor

u (u1 , u 2 )

u u12 u22
dalam ruang-2 adalah

u (u1 , u2 , u3 )
Gambar (b):
adalah sebuah
vektor dalam ruang-3,2 maka
2
2

u u1 u 2 u3

Page 23

Norm of a Vector (2/2)


Jika P1 ( x1 , y1 , z1 ) and P2 ( x2 , y2 , z 2 )
adalah dua titik dalam ruang-3, maka jarak
antara kedua titik tersebut adalah norma
vektor P1 P2 karena

P1 P2 ( x2 x1 , y2 y1 , z 2 z1 )

Similarly in 2-space:
Panjang dari vektor ku :

ku k u
Page 24

Contoh 1
Finding Norm and Distance
Norma dari vektor u (-3, 2, 1 ) adalah
u (3) 2 ( 2) 2 (1) 2 14
Jarak d antar titik P1 (2, - 1, 5) dan P2 (4, 3, 1) adalah
d (4 2) 2 (3 1) 2 (1 5) 2 24 2 6

Page 25

Perkalian titik (Dot Product) &


Proyeksi

Sudut antara Vektor


Misalkan u dan v adalah vektor tak nol dalam ruang-2 atau ruang-3,
dan asumsikan bahwa vektor-vektor ini memiliki posisi dimana titiktitik awalnya berimpit. Yang diartikan sebagai sudut di antara u
and v, adalah sudut yang ditentukan oleh u dan v yang
memenuhi 0 .

Page 27

Definisi
Jika u dan v adalah vektor tak nol dalam ruang-2 atau ruang-3, dan
adalah sudut antara u dan v, maka perkalian titik (Dot product) u.v
didefinisikan oleh:

||u|| ||v|| cos , jika u 0 dan v 0


u.v =
0

, jika u = 0 atau v = 0

Catatan :
u dan v saling tegak lurus ( = 90o & cos = 0)

u.v=0

Vektor-vektor yang saling tegak lurus disebut vektor-vektor ortogonal


Page 28

Contoh
Seperti yang terlihat seperti gambar di bawah ini, maka sudut antara
vektor u = (0, 0, 1) dan vektor v = (0, 2, 2) adalah 450. jadi,

1
u.v u . v cos ( 0 0 1 )( 0 2 2 )
2
2
2

Page 29

Komponen dari Perkalian Titik (dot product)


Perkalian titik: u . v = skalar
Vektor u dan v di Ruang-2 atau di Ruang-3, dengan sudut apit antara u
dan v
Catatan:

u, v Ruang-2 u = (u1, u2), v = (v1, v2)


u, v Ruang-3 u = (u1, u2 , u3), v = (v1, v2 , v3)

Formula lain untuk u . V jika = 0 :


Ruang-2:

u . v = u1v1 + u2v2

Ruang-3:

u . v = u1v1 + u2v2 + u3v3

Page 30

Finding the Angle Between Vectors


Jika u dan v adalah nonzero vectors maka

u v u v cos
dan dapat dituliskan menjadi:

u v
cos
u v

Page 31

(1)

Contoh
1.

Misal u = (2, -1, 1) dan v = (1, 1, 2)


Maka u.v = u1v1 + u2v2 + u3v3
= (2)(1) + (-1)(1) + (1)(2) = 2 - 1 + 2 = 3

2.

Dari soal no 1, hitunglah sudut antara u dan v


Maka :

u.v
cos

u v
cos

1
2

arccos
60 0
Page 32

1
2

3
3 1

6 6 6 2

Vektor Ortogonal
Definisi:
Dua vektor u dan v disebut sebagai vektor-vektor ortogonal
(dituliskan u v) jika u.v = 0

Page 33

Proyeksi Ortogonal
Jika u dan v adalah vektor tak nol dalam ruang-2 atau ruang-3, maka

u w1 w2
Dimana w1 adalah kelipatan skalar dari v, dan w2 tegaklurus kepada
v.
Vektor w1 dinamakan proyeksi ortogonal dari u pada v
Vektor w2 dinamakan komponen dari u yang ortogonal kepada v.
Vektor u adalah jumlah dari w 1 dan w2, dimana w1 paralel ke v dan w2
tegaklurus ke v.

Page 34

catatan

Rumus-rumus pada vektor ruang-2 dan ruang-3


berlaku juga untuk vektor ruang ke-n

Page 35

Referensi
Leon, Steven J., Aljabar Linier dan Aplikasinya, Edisi kelima, Jakarta:
Erlangga, 2001
Anton, Howard, Elementary Linier Algebra, 8th ed, United States of
America: John Wiley and Sons, Inc, 2000
Anton, Howard; Rorres, Chris, Elementary Linear Algebra.ppt

Page 36