Anda di halaman 1dari 24

KISTA OVARIUM

Nama: Ali Anwar Sutisna


Nim: 61109019
Pembimbing: dr. Yuri, Sp.OG

LATAR BELAKANG

Ovarium mempunyai tugas penting terhadap reproduksi.


Fungsi

ovarium

penghasil

sel

adalah

telur.

kantung (pocket,

sebagai

Kista

penghasil

adalah

hormon

pertumbuhan

pouch) yang tumbuh dibagian

dan

berupa
tubuh

tertentu. Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan


cairan yang terjadi pada indung telur (ovarium).

Angka kejadian kista ovarium didunia yaitu 7% dari populasi


wanita, dan 85% bersifat jinak. Sedangkan angka kejadian di
Indonesia

tidak

diketahui

secara

pasti

dikarenakan

pencatatan kasus yang kurang baik. Namun, diperkirakan


prevalensi kista ovarium sebesar 60% dari kasus gangguan

ANATOMI

DEFINISI
Kista

adalah
pertumbuhan berupa
kantong
(pocket,
pouch) yang tumbuh
dibagian
tubuh
tertentu.

Kista ovarium adalah

kantung, berisi cairan


atau materi semisolid
yang tumbuh dalam
ovarium.

ETIOLOGI

Penyebab

terjadinya kista
ovarium
yaitu
terjadinya
gangguan
pembentukan
hormone pada hipotalamus,
hipofisis atau indung telur itu
sendiri.

Faktor resiko terjadinya kista

ovarium:
riwayat
kista
ovarium sebelumnya, siklus
menstruasi
yang
tidak
teratur,
meningkatnya
distribusi lemak tubuh bagian
atas, menstruasi dini, tingkat
kesuburan, hipotiroid atau
hormone
yang
tidak
seimbang.

EPIDEMIOLOGI
Angka

kejadian
kista
ovarium didunia yaitu 7%
dari populasi wanita, dan
85%
bersifat
jinak.Sedangkan
angka
kejadian di Indonesia tidak
diketahui
secara
pasti
dikarenakan
pencatatan
kasus
yang
kurang
baik.Namun, diperkirakan
prevalensi kista ovarium
sebesar 60% dari kasus
gangguan ovarium.

MANIFESTASI KLINIS
Benjolan diperut
Oedem tungkai
Gangguan miksi
Obstipasi
Mual dan muntah
Menstruasi tidak teratur
Ketidaknyamanan dalam koitus

KLASIFIKASI
NEOPLASTIK

NON NEOPLASTIK

Kistik
Kistoma ovarii simpleks
Kistadenoma
ovarii

musinosum
Kistadenoma
serosum
Kista endometroid
Kista dermoid
Solid
Fibroma ovarii
Tumor brenner
Tumor sisi adrenal

ovarii

Kista folikel
Kista teka lutein
Kista korpus luteum
Kista inklusi germinal
Kista endometrium
Kista stein leventhal

DIAGNOSIS
PEMERIKSAAN
Teraba
massa
yang

FISIK mobile,
kistik,
permukaan
massa
umumnya rata
Cervix
dan
uterus
terdorong pada satu
sisi
Pada
pemeriksaan
dalam letak tumor di
parametrium kiri atau
kanan atau mengisi
kavum douglas
Ascites

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

laparoskopi
Ultrasonografi (USG)
MRI
CT Scan
Foto rontgen
Parasentesis

PENATALAKSANAAN

PROGNOSIS
Prognosis untuk kista

Tumor neoplastik dilakukan tindakan

operasi sedangkan non neoplastik


biasanya mengalami pengecilan
dan hilang secara spontan.

benigna baik. Kista


jinak tersebut dapat
tumbuh di jaringan
sisa ovarium atau di
ovarium kontralateral.
Apabila
sudah
dilakukan
operasi,
angka kejadian kista
berulang cukup kecil
yaitu 13%.

LAPORAN KASUS
STATUS ORANG SAKIT
Nama
: Ny. A
Umur
: 30 Tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
: Wiraswasta
Suku
: Mandailing
Alamat
: Parsalakan P. Sidempuan

Nama Suami : Tn. I


Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Suku : Mandailing
Alamat : Parsalakan P. Sidempuan
Tanggal masuk: 01-07-2015
Pukul

: 10.00 WIB
No. Rekam medis : 20.97.18
Ny. A, 30 Tahun ,P0A0, Mandailing, Islam, SMA,wiraswasta, IRT i/d Tn I.
34th, Mandailing, Islam, SMA, wiraswasta, datang ke RS Haji Medan
pada tanggal 01Juli 2015 pukul 10.00 WIB.
KU : Ada benjolan pada daerah perut
Telaah : Hal ini dialami os sejak 2 tahun yang lalu. Os mengeluhkan
adanya rasa ngilu dan nyeri yang hilang timbul pada daerah perut.
Riwayat kusuk (-), riwayat keluar darah diluar siklus menstruasi
(-),riwayat keputihan (+), gatal (+), riwayat berhubungan suami istri
berdarah (-), riwayat nyeri saat berhubungan (-), BAB/BAK: +/+
normal.

RPT

: DM (-), Hipertensi (-), Asma (-)


RPO : (-)
Riwayat Menstruasi :
Menarche :13 tahun
Siklus
: 28 hari
Lamanya
: 7 hari
Banyaknya : 2-3pembalut/hari
Nyeri menstruasi : (-)

Riwayat kehamilan

: P2A0
Riwayat Persalinan : 1. Laki-laki, 3400 gram, PSP, dokter,
RS, sehat
2. Laki-laki, 3200 gram, PSP, dokter, RS, sehat
Riwayat KB : (-)
Riwayat operasi
: (-)
TB
:155 cm
BB:55 cm

PEMERIKSAAN FISIK
Status Present :
Sens : Composmentis Anemis : TD : 100 / 70 mmHg Ikterik
:HR: 80 x / i Syanosis: RR : 24 x / i Dypsnoe : T : 36,5 oC Oedem : -

Status Lokalisata :
Abdomen

: soepel. Peristaltic (+) teraba massa sebesar

kepala bayi
P/V
: (-)
BAB : (+)
BAK : (+)
Flatus
: (+)

Status Generalisata
Kepala : normochepali
Mata:anemis (-/-), ikterik ( -/-)
Leher : KGB tidak teraba, TVJ normal
Thorax :
cor

:bunyi jantung I dan II normal, gallop (-), murmur (-)


Pulmo
: suara pernafasan vesikuler,ronki (-/-), wheezing
(-)
Abdomen : soepel, peristaltic (+) N, teraba massa

padat.
Genitalia : DBN
Extremitas: Superior : DBN
: Inferior : DBN

Status Ginekologis
Abdomen : Teraba massa padat dengan
permukaan licin, dengan batas atas 2 jari di atas
umbilicus dan batas bawah setentang simfisis,
immobile, nyeritekan (-)
Inspekulo :
Portio : tampak licin, erosi (-), f/a(-), darah (-), massa(-)
Vagina :
dinding vagina normal, tanda-tanda

peradangan (-), secret (+)


Pemeriksaan Dalam (VT)
uterus
: Antefleksi, besar normal
Parametrium : Kanan lemas dan kiri tegang
Adneksa
:Kanan: tidak teraba massa, kiri: teraba
massa kistik, nyeri tekan (+)
Cavum douglas : tidak menonjol.

Pemeriksaan Penunjang
Darah rutin
EKG
BNO-IVP
USG
Foto-thorax
Fungsi hati
GDS

Hasil pemeriksaan penunjang


Hemoglobin

: 12,8 g/dl (12-16)


Hematokrit
:36,6 % (36-47)
Leukosit:22% (20-45)
Trombosit :281.000/ul (150.000-450.000)
LED :10 mm/jam (0-20)
GDS : 92 mg/dl (<140)
Bilirubin total :0,73 mg/dl (0,3-1)
Bilirubin direk
:0,35 mg/dl (<0,25)
SGOT
: 18 U/I (<40)
SGPT :11 U/I (<40)
CA-125 :17,8 U/ml (0-35)
CEA :0,6 ng/ml (0-3)
Alfa feto protein :1,1 ng/ml (<10)

Hasil Rontgen
Foto torax

Pulmo

Cor

:Dalam batas normal

:Dalam batas normal

USG TAS
KK terisi baik
UT AF BB
Tampak massa yang besar,kistik, kanan dijumpai septa, tidak

dijumpai vili
Kesan= kista ovarium
BNO/IVP

:Tidak terlihat kelainan patologi pada traktus

urinarius
Diagnosa
:Kista Ovarium
Rencana :Laparatomi+SOS tanggal 02-07-2015, pukul 12.00
WIB

Laporan operasi kistektomi tanggal


02-07-2015, pukul 12.00 WIB
Ibu dibaringkan di meja operasi dengan infus dan kateter terpasang

baik.
Dilakukan aseptik dengan larutan p rovidon iodin 10% dan alkohol 70%
pada dinding abdomen lalu ditutup dengan doek steril kecuali lapangan
operasi.
Dibawah anestesi spinal dilakukan insisi plannen steil mulai dari kutis
subkutis.
Dengan menyisipkan pinset anatomik dibawahnya, fascia digunting
kekanan dan kekiri otot dikuatkan secara tumpul.
Peritoneum dijepit dengan klem, diangkat lalu digunting keatas dan
kebawah dipasang black blast.
Evakuasi cavum abdomen, uterus DBN,tampak massa kistik di ovarium
sebelah kiri ukuran (18x11x6), evaluasi ovarium kanan DBN .
Lalu difokuskan untuk dilakukan kistektomi .
Evaluasi perdarahan, kesan tidak ada perdarahan
Rongga abdomen dicucidengan NaCL 0,9 % hangat dibersihkan

dari sisa darah dengan kassa sebersih mungkin.

Peritoneum di jahit secara continous denan plain catgut no 30.


Otot dijahit dengan catgut no 20 secara simpel.
Fascia dijahit secara continous dengan vycril no 1.0.
Subkutis dijahit dengan catgut no 2.0.
Kutis dijahit secara subkutikuler dengan vycryl no 4.0
Luka operasi dibersihkan diberi betadin dan ditutup dengan

kassa steril.
KU ibu post operasi : baik
Os dipindahkan dari RR dalam keadaan sadar dan lemah
Terapi :
IVFD RL 30 gtt/i
Inj . Cefotaxime 1 gr /8 jam
Inj . Ditranex 1 amp/8 jam
Inj . Ketorolac 1 amp/8jam
Inj . Ranitidin 1 amp/8jam
Inj .Gentamerk 1 amp/12 jam

Follow Up Tanggal 03 Juli 2015


Status Present

Status Lokalisata

S:-

Abdomen : Soepel, Peristaltik (+)

O:

L/O : tertutup verban ,kesan: kering

Kesadaran : Compos mentis


Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36,6 C

Anemis: Ikterik: Sianosis : -

P/V : (-)
BAK : + via Kateter
BAB : - , Flatus : +
Dx:

Post laparatomi+SSO
ovarium+H1

a/i

Th :

Inj.cefotaxime 1gr/ 8jam


Inj. Gentamerk 80gr/12jam

Dyspnoe: -

Pronolges supp 1/ 8jam

Oedem : -

Obat oral: Pondex 3x1

Grahabion 2x1
Antasida syr 3x1

kista

Follow Up Tanggal 04 Juli 2015


Status Present

Status Lokalisata

S: nyeri luka operasi, oyong

Abdomen : Soepel, Peristaltik (+)

O:

L/O : tertutup verban ,kesan: kering

Kesadaran : Compos mentis


Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36,5 C

Anemis: Ikterik: Sianosis : -

P/V : (-)
BAK : (+)
BAB : - , Flatus : +
Dx:

Post laparatomi+SSO
ovarium+H2

a/i

Th :

Inj.cefotaxime 1gr/ 8jam


Inj. Gentamerk 80gr/12jam

Dyspnoe: -

Pronolges supp 1/ 8jam

Oedem : -

Obat oral: Pondex 3x1

Grahabion 2x1
Antasida syr 3x1

kista

Follow Up Tanggal 05 Juli 2015


Status Present

Status Lokalisata

S: nyeri luka operasi, oyong

Abdomen : Soepel, Peristaltik (+)

O:

L/O : tertutup verban ,kesan: kering

Kesadaran : Compos mentis


Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36,6 C

Anemis: Ikterik: Sianosis : -

P/V : (-)
BAK : + via Kateter
BAB : - , Flatus : +
Dx:

Post laparatomi+SSO
ovarium+H3

a/i

Th :

Inj.cefotaxime 1gr/ 8jam


Inj. Gentamerk 80gr/12jam

Dyspnoe: -

Pronolges supp 1/ 8jam

Oedem : -

Obat oral: Pondex 3x1

Grahabion 2x1
Antasida syr 3x1

kista

Follow Up Tanggal 06 Juli 2015


Status Present
S: O:
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80x/menit

Status Lokalisata
Abdomen : Soepel, Peristaltik (+)
L/O : tertutup verban ,kesan: kering
P/V : (-)
BAK : +

Pernafasan : 20 x/menit

BAB : - , Flatus : +

Suhu : 36,6 C

Dx:

Anemis: -

Post laparatomi+SSO
ovarium+H4

a/i

kista

Th :

Ikterik: -

GV, kesan kering

Sianosis : -

Obat oral: Pondex 3x1

Dyspnoe: -

Grahabion 2x1

Oedem : -

Antasida syr 3x1


Tgl 07 juli 2015 pasien diperbolehkan

pulang dan berobat jalan.

KESIMPULAN
Kista ovarium merupakan pertumbuhan jaringan

otot
polos
yang
dapat
menimbulkan
pembengkakan yang dapat berisi cairan maupun
berbentuk padat. Penemuan terbaru untuk
penanganan kista ovarium dapat dilakukan
laparoskopi.Satu-satunya
pengobatan
untuk
neoplasma
dari
ovarium
adalah
operasi,
tergantung pada jenis usia wanita dan perlu atau
tidaknya wanita hamil lagi, sebaiknya isi kista
segera dibuka, sebelum perut ditutup kembali.
Pada wanita yang lebih tua (lebih dari 40 tahun)
jalan yang baik adalah Hysterectomytotalis dan
salping oophorectomy bilateral walaupun tidak
terdapat tanda-tanda keganasan.